Dreams

Dreams
episode 51


__ADS_3

Dimas sangat terkejut melihat 4 orang pria berdiri di hadapannya saat ini, " ngapain kalian ke rumah ku?", tanya dimas.


" mas... saya datang ke sini untuk menjemput mbak lisa dan juga kedua ponakan saya.", jawab dika.


" lisa tidak akan pergi ke mana-mana...disini adalah rumahnya dan mereka adalah anak dan juga istri saya.", tegas dimas.


" kamu bisa di tuntut penahanan ilegal, karena menyekap mantan istrimu.", kata salah satu pengacara.


" kami belum sah bercerai, jadi dia masih sah menjadi istri saya.", tegas dimas yang tidak mau kalah.


Salah satu pengacara memberikan berkas-berkas berisi tentang gugatan cerai yang di ajukan lisa dan beberapa berkas lainnya, " tolong tuan baca dengan teliti semua berkas ini dan tolong besok hadir di acara sidang jam 11:00 siang."


Dimas mengambil berkas itu dan mencampakkan nya ke atas, hingga semua kertas itu berserakan di lantai rumah ini.


" baiklah jika tuan tidak bisa bekerja sama dengan kita, maka kita terpaksa untuk membawa nyonya lisa dengan paksa.", kata salah satu pengacara yang di bawa oleh roky.


Dika berjalan melewati dimas menuju lantai dua, dimas menarik tangan dika dengan wajah memelas, " tolong jangan bawa lisa pergi..!!" kata dimas yang terlihat putus asa.


" mas... dulu mbak pernah meyakinkan saya untuk percaya dengan mas, tapi apa yang telah mas perbuat sekarang... dika menyesal telah mempercayakan mbak lisa kepada mas.", tegas dika sambil melepaskan tangan dimas dan berjalan menuju kamar lisa.


Dimas hanya bisa diam menyaksikan kepergian lisa serta membawa kedua anak mereka, kini tinggal dimas dan juga nancy yang berada di vila ini.


" sudah lah sayang... jika kalian berpisah bukan kah ini menjadi suatu kebahagiaan untuk keluarga kecil kita, bukan kah kamu ingin membangun rumah tangga bersama ku dan juga anak-anak kita kelak, sekarang semuanya sudah tercapai...relakan dia sayang ada aku disini bersama dengan anak kita.", bujuk nancy.


Dimas hanya diam mendengarkan ocehan yang tidak masuk akal baginya, dimas pergi menuju kamarnya.


melihat sekeliling kamarnya yang terlihat kosong, harum tubuh lisa dan juga wangi dari tubuh bayi mereka masih tercium jelas di dalam kamar ini, dimas mengunci pintu kamarnya dari dalam dan tidak membiarkan siapapun masuk kedalam kamar ini sepanjang hari.


Dimas meratapi kebodohannya yang harus pasrah dengan perkataan papanya untuk menikahi nancy, demi perusahaan mereka.


flashback on->


nb: dimas...


Siang ini di kantor dimas masih memikirkan jalan keluar dari skandal yang dia perbuat sendiri, " kepalaku rasanya mau pecah..", kata dimas dalam hatinya sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


tok...tok...tok...suara pintu di ketuk dari luar.

__ADS_1


Sekertaris brian masuk kedalam ruangan kerja dimas setelah mendapatkan izin dari dimas sebelumnya, " ada apa kamu ke sini?", tanya dimas tanpa melihat wajah brian.


" tuan muda tadi tuan besar menelpon untuk makan siang bersama di sebuah restoran daerah jalan melati, apa tuan muda mau pergi?", tanya sekertaris brian.


" baiklah... sekarang kau boleh keluar jika tidak ada keperluan lain."


Sekertaris brian pun pergi meninggalkan ruangan dimas, dimas masih tidak habis fikir melihat tingkah papa erik yang terlihat aneh akhir-akhir ini.


Sesuai janji yang di inginkan oleh papa erik, dimas sudah sampai di restoran yang mereka janjikan, terlihat wajah papa erik dan juga rubah tua yang tak asing bagi dimas.


Dimas duduk tepat di samping papa erik dan tidak lama setelah kedatangan dimas, nancy pun hadir ke acara makan siang itu.


" pa..apa maksudnya ini?", tanya dimas yang melihat ke hadiran nancy.


" kita akan bernegosiasi dengan mereka, tidak ada pilihan lain kamu harus menurut.", kata papa erik yang membuat dimas harus diam seribu bahasa.


papa erik meminum kopi yang ada di meja sebelum dia mulai membicarakan negosiasi dengan kedua orang yang licik ini, " pak handoko bagaimana kalau hubungan nancy dan juga anak saya, tolong di sembunyikan dari publik.", kata papa erik.


" maksud pak erik apa?", kata pak handoko sambil menaikkan alisnya.


" apa pak erik tidak tahu... kalau anak saya masih singgel dan sekarang sedang hamil 2 bulan, tidak mungkin anak saya hamil tanpa memiliki ayah... bapak erik jangan bercanda.", kata pak handoko sambil menyinggung.


" saya akan memberikan uang kompensasi atas tindakan anak saya, tapi maaf kalau anak saya tidak bisa menikahi anak anda.", tegas papa erik sekali lagi.


Terlihat nancy dengan wajah memelas, berbisik-bisik dengan pak handoko yang membuat dimas geram melihat wanita siluman ular seperti dia.


" maaf pak erik... jika kalian tidak bisa bertanggungjawab dengan anak saya, maka saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum.", ancam pak handoko.


Papa erik terlihat kesal di buat kedua orang yang ada di hadapannya saat ini, " jika masalah ini sampai ke jalur hukum, bisa-bisa seluruh perusahan bisa mendapat himbas nya.", kata papa erik dalam hatinya.


" baiklah...pak handoko, karena masalah ini di buat oleh kedua anak kita maka, biarkan mereka juga yang menyelesaikan nya. ", kata papa erik yang sudah kehabisan kata-kata.


" saya setuju dengan perkataan pak erik."


Papa erik melihat ke arah dimas menunggu tindakan apa yang akan di lakukan dimas saat ini, " aku gak bisa memilih antara papa atau pun lisa, apa yang harus ku lakukan?", kata dimas dalam hatinya.


Dimas memberanikan dirinya untuk memulai percakapan, " saya akan bertanggungjawab dengan nancy, jika anak itu adalah anak saya.", tegas dimas.

__ADS_1


" apa maksud kamu...!! ", kata pak handoko sambil memukul meja makan yang ada di hadapannya.


" tenang pa... ", kata nancy kepada pak handoko.


" papa gak terima kalau kamu di lecehkan seperti ini..!! ", tegas pak handoko.


" saya berbicara fakta pak, jika tidak percaya sekertaris saya memiliki bukti tentang perselingkuhan nancy dengan sahabat saya rendi. ", kata dimas sambil menyuruh sekertaris brian memberikan semua bukti yang sudah ada.


" ini adalah rekaman apartemen di lorong nancy, saat itu sebelum saya sampai ke apartemen nancy, rendi sudah datang lebih dulu sebelum saya dan ini ada rekaman cctv di salah satu restoran makanan jepang di salah satu mall.", kata dimas yang membuat terkejut pak handoko.


" pa.. nancy bisa jelasin semuanya.", kata nancy yang terlihat panik.


" apa masih belum cukup bukti yang saya punya pak handoko..!!" kata dimas.


" sudah cukup... saya mengerti. tapi tetap saja anak saya harus kamu nikahi. "


" baik saya setuju... anak saya dimas akan menikah dengan anak pak handoko, tetapi dengan syarat tidak ada pesta pernikahan ataupun mengumumkan ke publik tentang pernikahan mereka, hingga anak itu lahir dan melakukan tes dna dengan dimas. ", tegas papa erik.


Perkataan papa erik membuat dimas terkejut bisa-bisanya membuat keputusan tentang masalah besar seperti ini, " pa....dimas gak setuju, dimas gak mau menikahi nancy. ", tegas dimas.


" sudah lah... biarkan mereka menang untuk saat ini.", kata papa erik sambil berbisik di telinga dimas.


Dimas dan juga nancy menandatangani surat perjanjian yang di buat oleh papa erik dan sebagai saksinya adalah pala erik, pak handoko dan juga sekertaris brian.


Setelah menandatangani surat perjanjian yang di simpan oleh papa erik, dimas menyuruh sekertaris brian untuk mendaftarkan pernikahan dimas dan juga nancy di catatan sipil secara on-line.


Flashback off ->


Dimas tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat lisa dan juga kedua anak mereka pergi meninggalkan dirinya, sepanjang hari dimas merenungi nasibnya yang berantakan tidak makan atau pun minum dan hanya mengunci dirinya di dalam kamar.


Tidak perduli siapapun yang mencoba memanggil nya, dimas tetap tidak bergeming dari tempat tidurnya saat ini.


(^_^)////(^_^)


jangan lupa like dan komentar nya gyus...


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2