Dreams

Dreams
episode 24


__ADS_3

selama 1 minggu lisa di rawat akhirnya dia di berikan izin untuk pulang kerumah, hari ini lisa kembali ke panti asuhan dimana dia dulu juga pernah tinggal di sini.


" selamat datang kembali, kata ibu dekan dan anak asuh lainnya.


" terimakasih buk... gk seharusnya ibuk repot-repot seperti ini, kata lisa.


" sudah-sudah ayo masuk, anggap saja rumah sendiri ya... kata ibu dekan yg mengajak lisa masuk kedalam rumahnya.


roky membantu lisa membawa semua koper yg lisa miliki dan meletakkan koper di kamar lisa, roky terlihat berbincang-bincang dengan dika dan juga arka.


" lisa... beberapa hari ini ibu mertua kamu datang ke sini mencari kamu dan ibu sudah tahu masalah kamu, kamu yg sabar ya.


" iya buk... lisa pasti akan sabar menghadapi ujian seperti ini, mungkin jodoh lisa sampai di sini sama dia.


tiba-tiba ada seorang anak yg memanggil ibu dekan, " buk... ada yg mencari kak lisa, kata anak kecil permpuan itu.


" bagiamana lisa apa kamu mau menemui ibu itu? tanya ibuk dekan sambil melihat wajah lisa.


" biar lisa menemui ibu mertua lisa ya buk... kata lisa yg kemudian berjalan ke luar panti untuk menemui ibu mertua nya.


di luar panti asuhan ibu mertua lisa berdiri di dekat mobil dan terlihat dengan jelas wajahnya yg sangat khawatir dengan keadaan lisa, " ma.. kata lisa dengan lembut sambil tersenyum melihat mama mertuanya yg masih perduli dengan dirinya.


" apa kamu baik-baik saja? kata mama imelda yg sangat khawatir dengan lisa.


" lisa baik-baik saja ma, bagaimana kabar mama? tanya lisa lagi.


" mama baik-baik saja hanya saja, tiba-tiba suara mama imelda terdengar bergetar lalu melanjutkan omongannya lagi," mama hanya khawatir dengan kalian saat mendengar perceraian kalian di tv.


" maaf ma.. lisa gk belum sempat ngabarin mama, karena lisa juga baru keluar dari rumah sakit ma... kata lisa lagi.


" kenapa bisa masuk rumah sakit dan kamu tetap gk ngabarin mama, maag kan mama ya... ini semua salah mama hiks...hiks...hiks.. tangis mama imelda pecah membasahi pipinya sambil memeluk tubuh lisa.


" mama... ini semua bukan salah mama, mama jangan nagis lagi ya, bujuk lisa sambil mengelus punggung mama imelda.


" apa kamu tidak mau rujuk aja sama dimas? tanya mama imelda lagi yg mencoba membujuk lisa.


" ma... bukan lisa yg meminta cerai sama mas dimas, tapi mas dimas yg mau pisah dengan lisa... kalau mediasi nanti lisa datang dan meminta rujuk dengan mas dimas itu semua belum tentu mas dimas mau, kata lisa dengan wajah sendunya.


" kamu benar... kalau begitu apa rencana kamu selanjutnya? tanya mama imelda.


" lisa akan membawa adik-adik lisa tinggal di luar kota dan membuka usaha di sana, memulai hidup baru... kata lisa sambil tersenyum.


" baik lah... jika itu sudah kemauan kamu mama gk bisa memaksa lagi... jadi ini mama ada uang untuk cucu mama, jaga cucu mama dengan baik ya.


" iya ma... pasti lisa akan menjaga amanah yg di berikan Allah kepada lisa, sambil mengelus perutnya sendiri.


" mama ada rumah di luar kota, apa kamu mau menempati nya? tanya mama imelda.

__ADS_1


" tidak ma... lisa punya cukup uang untuk membeli rumah sederhana untuk kami, lisa gk mau terlalu banyak hutang budi sama mama.


" tenanglah.... kamu sudah mama anggap seperti anak mama sendiri jadi jangan sungkan seperti itu, kata mama imelda.


" terimakasih ma... kata lisa lagi.


setelah berbincang-bincang cukup lama dengan mama imelda, akhirnya mama imelda kembali ke rumahnya.


kini lisa sedang menemani anak-anak panti yg lain bermain bersama.


*****


di kantor tempat dimas bekerja.


di luar perusahaannya banyak wartawan yg ingin mewawancarai dimas mengenai gugatan perceraian dengan lisa, " bisa pusing kepala ku kalau seperti ini terus... bahkan kedua orangtua ku pun tidak mau melihat wajah ku lagi, ini semua salah wanita ****** itu yg sudah mencuci otak mama dan papa", gerutu dimas yg sangat kesal.


tok....tok...tok...suara pintu di ketuk dari luar.


" masuk... teriak dimas.


" pak... ini laporan keuangan kita dan ada beberapa investor yg menarik investasi nya karena masalah ini, kata sekertaris wanita nya.


" baiklah.... hemm... apa kamu mau makan siang bersama? tanya dimas pada sekertaris perempuan yg sudah menjadi sahabat dimas saat zaman smp hingga sekarang.


" apa pak dimas butuh teman curhat lagi? ledek dewina.


" baiklah kita akan makan siang tetapi aku yg akan memilih restoran mana yg mau aku datangi, kata dewina seorang wanita yg sudah menikah dan sedang hamil 7 bulan anak keduanya dan bekerja sebagai sekertaris di perusahaan dimas.


" baiklah... kata dimas yg mengerti dengan sikap ibu hamil.


tepat sebelum jam makan siang nancy datang ke perusahaan dimas, " sayang... panggil nancy yg masuk begitu saja kedalam ruang kerja dimas.


" tumben kamu ke sini? tanya dimas pada nancy sambil memeluk tubuh wanita idamannya itu.


" aku datang ke sini mau ngajak kamu liburan ke kota S, ada resort yg bagus di sana dan cocok untuk liburan gimana ? tanya nancy.


" tentu kita akan pergi liburan selama 3 hari di sana, kata dimas yg juga menginginkan liburan karena kepalanya sudah pusing memikirkan masalah perusahaan dan juga orangtuanya yg cuek dengan dirinya.


" baiklah kalau gitu aku balik ke rumah ya sayang, jangan lupa istirahat yg cukup dan makan makanan yg sehat... love you, kata nancy sambil mencium pipi dimas.


" love you too, kata dimas sambil membalas ciuman nancy.


setelah nancy keluar dari ruangannya Dimas segera berjalan menuju meja kerja dewina,


" yuk gerak, kata dimas yg jalan lebih dulu dari sekertarisnya itu.


di dalam mobil sikap dewina berubah lebih santai dan tidak formal seperti biasa saat berada di kantor, dewina selalu bekerja profesional dan tidak pernah bermain-main dengan kerjaan nya.

__ADS_1


" mau makan dimana? tanya dimas.


" hemmm.... bentar gua masih mikir,kata suami gua di sekitar jln xxx ada restoran korea yg enak, gimana kalau kita makan di sana? tanya dewina.


" ok... kata dimas dengan santainya.


sesampainya di restoran korea dimas mengikuti dewina memilih tempat duduk lesehan dengan sekat-sekat di setiap lesehan yg ada, memberikan kesan privasi di setiap para tamu yg datang agar lebih nyaman untuk bersantai di restoran ini.


" tempatnya bagus juga ya, kata dimas sambil melihat sekelilingnya.


" tentu saja... gua gitu loh, cepat lu pesan apa yg mau lu makan! kata dewina yg melihat menu di restoran ini.


dimas masih melihat-lihat sekelilingnya dan sedikit bingung saat mendengar suara nancy yg tepat di belakangnya, dimas mencoba mengintip dari celah-celah kayu yg menjadi pembatas mereka saat ini.


" dim... ada apa? tanya dewina yg penasaran dengan perubahan sikap dimas.


dimas tidak mau menjawab pertanyaan dewina saat ini, dimas memberikan isyarat pada dewina untuk tetap diam.


dimas sangat geram dan ingin marah kepada dua orang yg telah membuatnya kehilangan istri dan juga anaknya, " dew... aku harus gimana? tanya dimas sangat terpuruk saat ini.


" lu tahu kau salah, seharusnya lu bersyukur mendapatkan istri seperti lisa... dia orang yg baik,sayang kepada keluarganya dan lagi dia selalu setia sama pasangannya.


" kenapa kamu bisa mengenal lisa dengan baik? tanya dimas yg merasa tidak percaya sahabatnya sendiri membela lisa.


" gua kenal lisa itu udah lama, dia satu alumni sama gua waktu sma jelas gua tahu dia orang seperti apa.


" tapi dia rela di bayar sama nyokap ku dan menuruti apa yg nyokap ku bilang sama dia.


" gua tahu dia itu pasti kepepet mangkanya dia mau nikah sama lu, lisa dulu pernah cerita kalau adik bungsunya sakit keras sejak masih bayi mangkanya dia sering bolos sekolah hanya demi membawa adik nya berobat.


" aku nyesel dew... suara dimas bergetar seperti menahan tangisnya.


" iya penyesalan emang datangnya terlambat, kalau datangnya duluan itu bukan penyesalan namanya, udah tahan emosi lu untuk saat ini, kata dewina yg melihat dimas yg ingin nyamperin kedua orang itu.


" aku tahu... tapi rasanya aku ingin sekali memukul seseorang saat ini, kata dimas yg mengepalkan kedua tangannya yg sedang menahan emosi.


akhirnya dewina memutuskan untuk membungkus makanan mereka dan kembali ke kantor, wajah dimas masih terlihat kesal dan jengkel.


" sebaiknya kamu mencari keberadaan istrimu dan cabut gugatan perceraian kalian, kata dewina yg memberikan masukan kepada dimas.


" iya kamu benar... aku akan mengantarmu kembali ke kantor lalu batalkan semua janjiku dengan semua klayen hari ini, kata dimas yg sangat bersemangat.


(^_^)///(^_^)


jangan lupa like dan komentar nya gyus, ingat gyus... jika mencapai 500 like sebelum episode 28 kita akan update gila-gilaan ya.


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2