Dreams

Dreams
episode 52


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya lisa,diki, dan juga roky sampai di kediaman milik lisa.


Dika menggendong adik kecilnya sedangkan roky membantu membawa barang-barang milik lisa kedalam rumah, lisa merasa senang akhirnya bisa kembali lagi ke rumah miliknya.


" apa yang sedang mbak fikirkan?", tanya dika sambil meletakkan keponakan kecilnya di ranjang lisa.


" tidak ada...mbak hanya merasa bahagia bisa berkumpul kembali bersama kalian.", jawab lisa sambil tersenyum manis.


" lis... barang-barang ini mau di susun dimana?", tanya roky yang membawa 3 koper milik lisa.


" letakkan saja di situ kak...oh ya kalian udah pada makan siang belum?", tanya lisa.


Dika dan roky saling bertatapan, " biar mbak masakin buat kalian dulu ya, tapi sebelum itu mbak mau kalian berdua jagain dua bocil ini ya.", kata lisa sambil tersenyum jahil ke arah roky dan juga dika.


" mbak... gini aja biar dika pesen makan dari luar, lagian dika juga harus jemput adek di sekolah mbak.", alasan dika.


" oh... ya mbak hampir lupa, ya udah kalau gitu kamu hati-hati di jalan ya.", kata lisa sambil tersenyum.


Dika pun pergi setelah berpamitan dengan lisa dan juga roky untukmenjemput adik kecilnya yang masih duduk di bangku SD.


" apa kamu ingin menggendong dia?", tanya lisa kepada roky.


" aku takut...tubuh nya sangat mungil dan juga masih terlalu lembut, aku takut melukainya.", tolak roky.


" baiklah kalau gitu.", kata lisa sambil melihat layar ponselnya.


Roky duduk di samping lisa sambil melihat kedua bayi yang sedang tidur terlelap, sesekali roky menyentuh pipi gembil bayi mungil itu.


" lisa..", panggil roky.


" ya...", jawab lisa.


" siapa nama kedua bayi ini?", tanya roky.


Lisa terdiam sejenak... sambil memikirkan nama yang cocok untuk kedua anaknya, " mas pernah memberikan ku beberapa nama yang cocok untuk kedua anak ini, tapi apa ya...aku lupa lagi.", kata lisa dalam hatinya.


" lisa...", panggil roky yang melihat lisa termenung.


" ah...ya...maaf aku ngelamun.", kata lisa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" kamu ngelamunin apaan sih?", tanya roky.


" aku bingung mau ngasih nama apa yang cocok untuk kedua anak ini.", kata lisa sambil melihat kedua buah hatinya.

__ADS_1


" bagaimana kalau yang perempuan namanya hawa dan yang laki-laki namanya adam,gimana menurut kamu?", tanya roky.


" boleh juga... tapi sebelum aku mengambil keputusan aku harus bertanya dulu dengan mas dimas, apa dia suka atau tidak."


" kenapa kamu harus meminta pendapat dia...", tegas roky.


" bagaimana pun dia tetap papa dari kedua anak ku, walau kami akan berpisah sebentar lagi."


" apa yang kamu katakan memang benar... kalau begitu segera hubungi dimas untuk menanyakan pendapat nya."


" tidak sekarang... aku masih belum mau menghubungi dia."


" baiklah kalau gitu bagaimana kalau kita panggil baby boy and baby girl aja, sebelum kamu memberikan nama untuk mereka."


" itu ide yang bagus... terimakasih ya roky."


" sama-sama jangan sungkan seperti itu dengan ku."


Lisa hanya bisa tersenyum, tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi." aku akan melihat siapa yang datang... tolong kamu jaga mereka ya.", kata lisa sambil berjalan keluar kamar menuju ruang tamu untuk membuka pintu.


" siang mbak... saya dari ojol food mau memberikan pesan ini atas nama mas dika."


" oh .... kalau begitu berikan pada saya saja, berapa total semuanya mas?", tanya lisa.


" oh gitu ya... terimakasih ya mas."


" sama-sama mbak... jangan lupa berikan bintang 5 untuk saya ya mbak."


" ok mas..", kata lisa yang kemudian mengambil pesanan nya dan masuk kedalam rumah.


Lisa menata semua makanan di atas meja hingga semua tertata rapi, setelah semuanya selesai lisa kembali ke kamarnya untuk melihat roky dan kedua anaknya.


Lisa sangat terkejut melihat roky yang sedang menggantikan popok anak nya, " astaga kak.. sini biar aku aja.", kata lisa yang merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat, seorang bos besar sedang mengantikan popok anaknya dengan sangat telaten.


" sepertinya kamu sudah siap untuk menjadi orang tua.", ledek lisa.


" tentu saja aku siap...asal kan kamu yang menjadi istriku."


Lisa sedikit melotot karena terkejut mendengar perkataan roky barusan,


" hahaha... kakak bisa aja sih, gak lucu tahu.", kata lisa sambil memalingkan pandangannya.


" aku gak bercanda lisa... aku serius dengan perkataan ku, aku mau menerima segala kekurangan mu dan aku mau menjadi ayah untuk anak-anak mu.", tegas roky.

__ADS_1


" maaf kak... untuk sekarang aku gak bisa, pernikahan bukan lah sekedar suka dan saling cinta, tetapi pernikahan itu adalah sebuah hubungan dengan satu tujuan yang sama, untuk sekarang aku belum siap kak.", kata lisa kepada roky.


" santai saja... aku akan selalu menunggu mu hingga kamu siap menerima ku." kata roky meyakinkan lisa.


Lisa hanya tersenyum manis ke arah roky hingga suara pintu terbuka dan arka pulang bersama dengan dika, " mbak...arka rindu.", teriak arka sambil berlari ke pelukan lisa.


" mbak juga rindu banget sama arka, arka ganti baju dulu ya terus kita makan bersama.", bujuk lisa.


Arka masih penasaran dengan kedua bayi yang sedang tertidur di atas ranjang milik lisa, " mbak... ini adek bayi siapa?", tanya arka.


" itu adek bayi mbak lisa, kita harus menjaganya dan menyangi nya arka paham?", tanya dika.


" tentu saja... arka sangat sayang dengan adik-adik kecil ini." ,kata arka sambil berjalan mendekati kedua bayi yang sedang tertidur lelap.


Langkah kaki arka harus terhenti saat dika menarik tangan arka, " mas...kenapa tarik-tarik gitu sih?", tanya arka sambil cemberut.


" kamu ini belum ganti baju dan lagi tangan kami kotor, pergi cuci tangan dulu sebelum memegang adik." kata dika dengan tegas.


" baiklah mas..", kata dika yang keluar dari kamar lisa dengan wajah cemberut.


Dika pun keluar dari kamar menyusul arka, kini tinggal lisa dan juga roky di dalam kamar ini, suasana sangat canggung setelah penolakan dari lisa.


" kak... ayo kita keluar juga, makan siang bersama.", ajak lisa sambil memecahkan canggung nya suasana saat ini.


" baiklah..", kata roky sambil berjalan keluar dari kamar.


Lisa mengikuti langkah kaki roky keluar dari kamar menuju ruang makan, terlihat dika yang sudah duduk sambil bermain hp.


" kok lama banget sih... ayo lah kita makan dika udah lapar banget nih mbak.", kata dika sambil meletakkan hp miliknya di meja.


" iya...maaf, kamu tolong panggil arka dulu biar kita makan bersama.", kata lisa.


" baik mbak.", jawab dika.


Setelah semuanya berkumpul mereka memulai makan siang bersama dengan sangat hangat seperti sebuah keluarga yang sangat harmonis.


Tanpa lisa sadari dimas terus menelpon lisa saat ini.


(^_^)//(^_^)


jangan lupa like komen dan klik faforit nya gyus...


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2