
Dimas yang masih tertidur tiba-tiba harus terbangun saat ponselnya berdering, dimas segera menatap layar ponselnya untuk melihat siapa yang sedang menelpon dirinya.
Terlihat nama sekertarisnya, dimas segera mengangkat telepon di luar ruangan.
" ada apa?", tanya dimas.
" tuan ada kabar buruk, saham perusahaan tiba-tiba merosot karena efek dari artikel yang sedang trending mengenai skandal anda".
" apa kamu bilang? ", tanya dimas yang tidak percaya.
" sebaiknya tuan segera ke kantor cabang untuk menenangkan orang-orang yang sudah memenuhi kantor kita tuan."
" baiklah saya segera kesana ", kata dimas yang kemudian mematikan teleponnya.
setelah selesai menelpon dengan sekertarisnya dimas segera membuka artikel yang sedang hot hari ini, " sialan... dia benar-benar mengekspos skandal ini ", kata dimas sambil menjambak kasar rambutnya sendiri.
Dimas benar-benar tidak abis fikir dengan nancy saat ini, " lisa tidak boleh tahu tentang artikel ini ", kata dimas dalam hatinya.
Dimas segera menyuruh orang-orang nya untuk membersihkan seluruh artikel tentang dirinya dan juga nancy, dimas kembali ke dalam ruangan berjalan mendekati kedua buah hatinya.
Dimas mencium kedua malaikat kecilnya lalu berjalan kembali ke arah lisa yang masih tidak mau menatap ataupun mendengar perkataan dimas saat ini, " lisa..aku harus kembali ke kantor sekarang, aku harap kamu bisa istirahat lebih awal dan jaga kesehatan ya, aku pergi dulu ", kata dimas yang kemudian pergi meninggalkan ruangan lisa.
Walau berat langkah kaki dimas saat ini tetapi dia harus tetap pergi meninggalkan lisa dan kedua buah hati mereka, setelah kepergian dimas kurang lebih 30 menit dika dan juga roky datang mengunjungi lisa.
" mbak... bagaimana keadaan mbak?", tanya dika yang berjalan ke arah lisa.
" mbak baik-baik saja", jawab lisa sambil melihat ke arah roky.
Lisa menyuruh kedua pelayan untuk keluar dari dalam ruangan agar lisa lebih leluasa untuk berbicara dengan dika dan juga roky,
" bagaimana kamu bisa menemukan mbak?", tanya lisa.
" ini semua berkat mas roky mbak ", kata dika sambil menepuk bahu roky.
Roky hanya tersenyum sambil sesekali melirik ke arah dua ranjang baby yang berada tepat tak jauh dari ranjang lisa, " apa yang mbak suruh sudah kamu kerjakan ?", tanya lisa.
" sudah mbak dan sekarang sudah di proses ", jawab dika.
" apa kamu benar-benar akan berpisah dengan dimas? ", tanya roky.
" benar...", jawab lisa sambil menundukkan kepalanya.
" sudah lah mbak...pria seperti dia gak pantas untuk mbak, setelah semuanya selesai lebih baik kita pergi ke luar negeri bersama ya ", kata dika menghibur lisa.
__ADS_1
" apa yang dikatakan dika benar lis, aku sudah merekomendasikan dika untuk bekerja di perusahaan cabang ku yang berada di luar, kami juga menyediakan fasilitas lengkap untuk karyawan." kata roky yang juga ingin membujuk lisa.
" terimakasih kak roky selama ini kakak selalu membantu kami, aku gak tahu harus membalas kebaikan kakak seperti apa ", kata lisa yang merasa sungkan.
" jangan sungkan aku sudah menganggap kalian seperti keluarga", kata roky.
" baiklah semua masalah sudah beres sekarang bagaimana caranya kakak bisa keluar dari vila itu!!", tegas dika.
" mbak juga bingung dik... mama imelda akan segera datang ke sini untuk melihat kedua cucu mereka, tapi mbak takut dik...mbak takut jika mereka akan merebut anak-anak mbak", kata lisa sambil meneteskan air matanya.
" mbak...tenang saja di sini ada dika dan juga mas roky, kami gak akan membiarkan mereka membawa keponakan dika", kata dika dengan tegas.
" terimakasih..." kata lisa sambil tersenyum.
******
Dimas sudah sampai di perusahan dan segera menuju ruang rapat untuk menenangkan semua orang yang sedang panik karena anjlok nya bursa saham di pasar internasional, " kalian semua silahkan duduk dulu ", kata dimas yang baru saja datang.
" ehemm... tuan bukan nya ini tidak pantas anda datang ke kantor dengan pakaian seperti ini", kata sekertaris brian.
" saya tahu, karena saya terburu-buru dan tidak sempat untuk mengganti pakaian...ya sudah lah saya bos di sini ", tegas dimas yang sebenarnya malu dengan pakaian yang dia kenakan saat ini.
" sultan mah bebas ya..", kata sekertaris brian dalam hatinya.
Dimas mulai menjelaskan target yang harus di capai dan tidak sedikit orang-orang yang ingin melakukan konfirmasi tentang skandal yang terjadi, " untuk saat ini saya tidak bisa mengumumkan tentang skandal itu benar atau tidak, sekarang semuanya bisa tenang untuk saat ini ", kata dimas yang kemudian mengakhiri rapatnya.
" pa..dimas bisa jelaskan semua ini ", kata dimas yang sejujurnya bingung harus menjelaskan apa kepada orangtuanya saat ini.
" apa yang mau kamu jelaskan...!!"
" pa..berita itu tidak benar, sebelumnya dimas memang memiliki hubungan dengan nancy tapi itu semua udah berlalu pa ", kata dimas yang mencoba untuk menjelaskan nya.
" lalu... apa maksudnya ini..!!" kata papanya sambil menujuk kan foto bahwa nancy tinggal di vila dimas dan juga lisa.
" pa.. maafin dimas ", kata dimas dengan wajah memelas.
"ppppllllaaaakkk...." tamparan mendarat di kedua pipi dimas hingga membuat kedua pipinya membentuk cap tangan papanya.
" sudah berapa kali papa bilang jangan pernah bermain api jika kau tidak ingin terbakar, sekarang semuanya sudah runyam saham kita anjlok karena perbuatan mu ", tegas papanya.
Dimas hanya diam dan tidak berani berkata apa-apa karena dia sadar kesalahan yang sudah dia perbuat, " tidak ada jalan lain kau harus menikah dengan nancy untuk menenangkan semua orang-orang yang ada di perusahan ".
" tapi pa...dimas gak bisa memiliki dua istri dan juga lisa tidak ingin di madu pa ".
__ADS_1
" kalau begitu kalian berpisah... apa kau tidak tahu siapa nancy itu? " tanya papanya.
" nancy hanya seorang anak yatim yang membantu di panti asuhan ", jelas dimas.
" dasar bodoh... nancy adalah anak dari pak handoko salah satu pemegang saham di perusahaan cabang ini, bagaimana kau berhubungan dengan orang yang selama ini tidak kau kenal dengan benar...!!!".
" maksud papa, pak handoko yang licik dan mesum itu", kata dimas yang kaget.
" benar.."
Dimas terdiam sejenak saat mengingat rapat yang baru saja selesai, terlihat pak handoko yang ingin sekali dimas mengklarifikasi skandal yang terjadi dan bertanggungjawab dengan nancy, " dasar bodoh " kata dimas dalam hatinya sambil terus mengutuki dirinya sendiri.
" sekarang kita harus segera kembali ke rumah sakit untuk membahas masalah ini dengan istri mu dan juga mama imelda", kata papanya sambil melangkahkan kaki keluar dari ruangan dimas.
Dimas pun menyusul ikut keluar dari ruangan dan menuju parkiran mobil, untuk segera sampai ke rumah sakit.
*****
Dika dan juga roky berpamitan untuk kembali bekerja, setelah selesai membicarakan masalah mereka.
Mama imelda yang melihat kedua pria yang tidak asing baginya, " kenapa kalian cepat sekali sudah pulang?", tanya mama imelda.
" iya tante soal nya kami berdua harus kembali bekerja", kata roky yang kemudian berpamitan dengan mama imelda.
" baiklah... hati-hati di jalan ya ", kata mama imelda sambil melambaikan tangannya.
Mama imelda berjalan ke arah kedua cucunya yang sedang terlelap di atas ranjangnya,
" ulu...ulu... cucu oma ganteng dan cantik ya, mirip sekali dengan dimas waktu bayi", kata mama imelda dengan menggendong salah satu cucunya.
Lisa hanya tersenyum sambil melihat ke arah mama imelda yang sangat bahagia atas ke lahiran cucunya, " sayang apa kamu sudah jauh lebih baik sekarang?" tanya mama imelda.
" sudah jauh lebih baik ma", jawab lisa.
" sayang mama tahu semua yang terjadi dengan rumah tangga kalian...mama dan papa tidak akan ikut campur dalam masalah ini, hanya saja apapun ke putusan kamu.. kamu harus memikirkan kedua anak kalian", bujuk mama imelda.
Lisa hanya diam sambil menatap ke arah wajah anak lelakinya yang masih tertidur lelap di gendongan mama imelda.
(^_^)///(^_^)
jangan lupa like + komentarnya ya gyus...
oh ya author mau nanyak nih... kalian lebih suka update seminggu 3x tapi aupdete nya langsung 2 episode atau aupdete yang tidak menentu dan hanya 1 episode ?
__ADS_1
please komen ya gyus... soalnya author bingung nih ☺️🙏
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️