Dreams

Dreams
sesion 2 ( episode 1 ).


__ADS_3

Dimas yang merasakan ke hatangan dalam dekapan mama nya, membuat dirinya mengingat lisa yang selalu memeluk dirinya seperti ini, di kala dimas lelah menghadapi masalah di kantor.


Dimas merasa dadanya sesak, tubuhnya berkeringat dingin menahan sakit di perut dan juga dadanya, dimas bangkit dari pangkuan mama imelda sambil memegang dadanya yang terasa sangat sesak.


" kamu kenapa dim? ", tanya mama imelda yang merasa khawatir.


" dimas gak apapa ma, uhuk...uhuk...uhuk..."


" kamu yakin gak apa-apa, jangan membuat mama khawatir dimas. "


Dimas terus batuk-batuk hingga dirinya tidak tahan dan akhirnya ambruk di lantai kamarnya, " dimas.... kamu kenapa, tolong....tolong.... " , teriak mama imelda yang membuat semua pelayan berlari ke arah kamar dimas.


Tanpa basa-basi dimas segera di bopong menuju mobil yang terparkir di garasi, mama imelda mengikuti dari belakang hingga dimas di bawa masuk kedalam mobil.


" bertahan sayang, mama akan di sini menjaga kamu. ", kata mama imelda lirih.


Orangtua mana yang tidak sakit melihat anak semata wayangnya, terpuruk seperti ini hingga jatuh ke dasar hidupnya, itu lah yang kini di rasakan oleh mama imelda ketika melihat dimas yang kurus, lusuh, dan tidak terurus.


Tanpa dimas sadari dirinya memuntahkan darah segar di baju mama imleda, yang membuat mama imelda meringis menahan ngilu melihat anak nya yang pucat pasih terus memuntahkan darah segar di hadapannya.


Setelah sampai di rumah sakit dimas segera ditangani oleh dokter keruang UGD, " ya Allah selamatkan lah anak ku....hiks...hiks..", tangis mama imelda sambil memegang dadanya yang tidak sesak.


Mama imelda segera menghubungi suaminya dan memberitahu keadaan dimas saat ini,


" Assalamualaikum... pa... pa segera ke rumah sakit xxx di jln xxx, dimas masuk rumah sakit pa, mama sangat khawatir dengan dimas...hiks...hiks...hiks... ", tangis mama Imelda.


" waalakumsalam... mama jangan khawatir anak kita pasti akan selamat, mama tenang saja di sana papa akan segera ke rumah sakit. ", kata papa erik kepada mama imelda.


" hati-hati ya pa, Assalamu'alaikum.."


" waalakumsalam. ", jawab papa erik yang kemudian memutuskan panggilan dengan mama imelda.


Sudah hampir setengah jam dimas di dalam ruangan UGD dan kemudian di pindahkan ke dalam ruangan ICU, mama imelda yang melihat anak nya tidak sadarkan diri merasa sangat kahwatir.


Dunianya seakan runtuh dan sulit untuk bernafas, ini lah yang di rasakan mama imelda melihat anak lelakinya yang mengunakan begitu banyak alat bantu di tubuhnya.


Ingin mama imelda mengantikan posisi dimas saat ini, tetapi apa yang harus di perbuat dirinya hanya bisa pasrah melihat anaknya yang harus berjuang demi hidupnya.


Langkah kaki berjalan dengan cepat ke arah mama imelda, " bagaimana keadaan dimas ma? ", tanya papa erik yang baru saja sampai di rumah sakit.


" dimas masih dirawat di dalam ruangan itu dan kita belum di izinkan untuk melihat. "

__ADS_1


" sabar sayang... dimas pasti kuat, dia anak kita...dia pasti akan terus berjuang demi hidupnya. "


Walau saat ini papa erik memberikan semangat kepada mama imelda tetapi hatinya berkata lain, dirinya sangat ingin menangis melihat kondisi anaknya yang sedang berjuang di dalam sana.


Entah berapa lama mama imelda dan papa erik harus menunggu hingga dokter keluar dari ruangan, dan berjalan menghampiri keluarga dimas.


" bagaimana keadaan anak saya dok ?" tanya mama imelda.


" anak anda sudah melewati masa kritis, sekarang sudah mulai stabil hanya saja harus menjalankan operasi di bagian lambung nya." , jawab dokter kepada mama imelda dan juga papa erik.


" lalu kapan operasi akan di mulai dok? ", tanya pala erik.


" kalau bisa segera di lakukan operasi besar kepada pasien, tapi saya harus meminta persetujuan dari orangtua pasien karena operasi ini akan membahayakan nyawa pasien. ", jawab dokter.


" kalau tidak di lakukan operasi bagaimana dok ?", tanya papa erik.


" akan lebih mengancam nyawanya, kemungkinan besar dia akan meninggal jika tidak di lakukan operasi ini. ", jawab dokter.


" pa kita harus gimana? ", tanya mama imelda dengan tatapan menyedihkan.


" lakukan yang terbaik untuk kesembuhan anak saya dok. ", tegas papa erik.


" baiklah kalau begitu ibu dan bapak ikut dengan saya untuk menandatangani surat perjanjian dan melihat persyaratan sebelum melakukan operasi yang cukup beresiko ini. "


****


Di dalam mimpi dimas merasakan ke hangatan yang dia rindukan, dimas merasakan lisa dan kedua anaknya berada di dekatnya.


" jangan pernah tinggalin aku lisa....aku gak bisa hidup tanpa kalian, dunia ku hancur tanpa kehadiran kalian di sisiku. ", kata dimas di dalam mimpinya.


Tidak ada jawaban dari sosok lisa yang di lihat oleh dimas, dia hanya berbalik dan pergi bersama dengan anak-anak mereka.


" lisa.... jangan pergi. ", teriak dimas.


Tubuh dimas yang sedang terbaring koma di atas ranjang rumah sakit mengalami kejang, seluruh dokter yang menangani segera membawa dimas ke ruang operasi.


Papa erik dan mama imelda mendengar kabar anaknya mengalami kejang merasa panik dan segera menandatangani semua persyaratan yang di ajukan pihak rumah sakit.


" pa...dimas..hiks...hiks...hiks.. ", tangis mama imelda dalam pelukan suaminya.


" sabar sayang.... papa yakin dimas akan kuat dan bisa melewati semuanya. ", kata papa erik menyemangati mama imelda yang terlihat terpuruk.

__ADS_1


Sudah hampir 3 jam dimas di dalam ruang operasi, mama imelda dan papa erik menunggu dengan cemas.


Hingga akhirnya dokter keluar dengan wajah yang tegang, " bagimana keadaan anak saya dok?", tanya mama imelda dan papa erik dengan kompak.


" anak kalian baik-baik saja dan sudah berhasil menjalankan operasi dengan lancar, hanya saja dia masih terbaring koma. "


" kapan dia akan sadar dok? ", tanya papa erik.


" kemungkinan besok pagi dia akan sadar, tetapi jika sampai besok dia tidak sadarkan diri maka hanya tuhan lah yang akan memberitahu kapan anak kalian akan sadar dari komanya. "


Setelah mendengar perkataan dokter papa dan mama dimas merasa sangat senang sekaligus sedih mendengar berita buruk yang harus di hadapi oleh keluarga nya.


Dimas sudah di pindahkan ke ruangan inap dan sudah 3 hari dia di rawat tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan nancy di sampingnya, hanya mama,papa dan sekertaris brian yang senantiasa menjaga dan merawat dimas.


" pa... sampai kapan dimas akan terus seperti ini? ", tanya mama imelda yang sedang duduk di sofa.


" papa juga tidak tahu ma...", kata papa erik sambil menatap ke arah ranjang dimas.


" pa... bagaimana kalau kita menghubungi lisa .!"


" untuk apa ma?", tanya papa erik.


" mama yakin jika lisa datang ke sini dan merawat dimas, mama yakin dimas akan segera sadar. "


" itu mustahil ma..!!", kata papa erik.


" kenapa mustahil pa... lisa mencintai dimas dan dimas juga ayah dari anak-anak nya, tidak mungkin lisa akan menolak merawat dimas. "


" ma... lisa sudah tidak ada di sini, dia dan keluarganya pergi keluar negri, papa sama sekali tidak tahu keberadaan mereka. "


" ya...papa benar sekarang yang harus merawat dimas adalah wanita itu, tapi kemana dia... dia tidak pernah ke sini semenjak dikabarkan kalau dimas sakit. "


" sudah lah ma... jangan marah-marah, mama juga harus jaga kesehatan. "


" iya papa benar. "


papa erik dan mama imelda selalu bergantian merawat dimas yang masih tertidur panjang dan tidak tahu kapan akan sadar.


(^_^)///(^_^)


jangan lupa like dan komentar nya gyus...

__ADS_1


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️


__ADS_2