
dimas yg menerima pesan dari nancy merasa mood nya membaik, " hanya kamu yg bisa mengerti aku sayang, kata dimas dalam hatinya.
kini dimas sedang membahas bisnis dengan papanya di ruang baca sedangkan lisa berjalan-jalan ke kamar dimas dan melihat-lihat album foto dimas, " kamu lihat ini dimas waktu baru lahir, lucu kan.... jika dimas marah atau membuat kamu kesal, kamu bisa membayangkan wajah polos dimas waktu bayi, kata mama imelda.
" lisa akan mencobanya ma...kata lisa yg masih memendang foto dimas tanpa busana sewaktu masih kecil.
" kamu lihat ini semua piala yg di bawa pulang oleh dimas, dimas memang anak yg pintar dan berprestasi di bidang akademik ataupun olahraga, semoga nanti cucu mama bisa seperti papanya ya.
" amin... ma, lisa juga berharap seperti itu.
" bagaimana hubungan kalian sudah lebih membaik semenjak kehadiran anak di antara kalian? tanya mama imelda.
" ya begitu lah ma... terkadang mas suka marah-marah ataupun bersikap kasar, tapi lisa sangat bersyukur sekarang mas sudah lebih perduli dengan lisa.
" apa kamu berharap terus bersama dengan dimas?
" lisa berharap nya seperti itu ma, tapi lisa masih tidak yakin karena mas masih tetap menolak lisa.
" pelan-pelan saja, mama yakin suatu saat dia pasti akan luluh dan akan menerima kalian.
" semoga saja ma... kata lisa.
waktu terus berputar hingga tiba saatnya makan malam bersama, terlihat wajah dimas yg bahagia dan menyantap makanan dengan lahap.
begitu juga dengan lisa menyantap makanan nya dengan lahap hingga tanpa sadar membuat dirinya mual, " hemm... ma lisa ke toilet dulu, kata lisa yg pergi meninggalkan meja makan.
" dimas kamu susul lisa sana lihat apa dia memerlukan sesuatu, pinta mamanya.
" iya ma.. kata dimas yg berjalan ke toilet.
dimas yg mendekati lisa memuntahkan semua yg dia makan barusan, " apa dia berpura-pura lagi? gerutu dimas yg membuka pintu kamar mandi.
" gk usah berpura-pura seperti itu, kata dimas.
lisa tidak perduli dengan apa yg di katakan dimas karena saat ini dia tidak berpura-pura, dimas yg melihat wajah lisa yg pucat sedikit panik.
" apa kau baik-baik saja? tanya dimas.
" adek gk apa mas... cuman sedikit lemas aja, kata lisa sambil memegang dinding.
" gimana dim... tanya mama imelda dari luar kamar mandi.
" lisa hanya sedikit lemas aja ma, kata dimas yg memapah tubuh lisa.
" kalau gitu malam ini kalian nginep di sini aja, kaya papanya.
" gk usah pa.. kami pulang aja, kata lisa yg memikirkan besok harus bekerja.
" sebaiknya menginap di sini saja ya, kata mama imelda.
__ADS_1
" gk usah ma... besok dimas harus pigi kerja pagi-pagi dan baju dimas semuanya ada di rumah, jadi sebaiknya kami pulang sekarang, kata dimas yg menggendong tubuh lisa ala bridal menuju mobil.
dimas mewakili lisa berpamitan kepada orangtuanya, selama perjalanan pulang tidak ada kata atau pun sikap romantis yg tadi di tunjukkan dimas di hadapan kedua orangtuanya.
dimas turun terlebih dahulu tanpa memperdulikan lisa, lisa berjalan perlahan menuju kamarnya.
sesampainya di kamar lisa merebahkan dirinya di alas tidurnya itu, " tempat ini semakin dingin dan pinggang ku sering sakit setiap bangun tidur, andai mas ngizinin aku tidur di kamar tamu, kata lisa dalam hatinya.
di dalam kamarnya dimas menyuruh sekertaris nya untuk menyiapkan surat pengunduran diri lisa untuk di bawa besok pagi ke perusahaan roky tanpa sepengetahuan lisa, pagi ini dimas bangun lebih awal dan membuat sarapan untuk dirinya dan juga lisa.
lisa berjalan ke dapur dan sangat terkejut saat melihat dimas yg sedang memasak dan menggunakan celemek, " mas... panggil lisa yg merasa tidak percaya dengan apa yg dia lihat saat ini.
" duduk di situ dan biarkan aku yg memasak sarapan, kata dimas.
lisa duduk di meja makan sambil melihat dimas yg sedang memasak, " pria yg sexy, kata lisa dalam hatinya.
dimas yg sudah selesai masak menyajikan nya di meja makan dan menyantap sarapan nya bersama dengan lisa, " hari ini gk usah bekerja lagi di perusahaan itu, ini kartu yg kamu berikan padaku waktu itu.
lisa menatap kartu yg di berikan dimas,
" maksudnya mas? kata lisa yg berharap tidak ada badai sesudah pelangi.
" ini uang untuk biaya hidup mu selama tinggal di sini dan aku juga menambahkan sejumlah uang untuk biaya hidup kedua adik mu, kata dimas dengan santai.
" tapi adek masih gk mengerti apa maksud ini semua mas? kata lisa.
" aku hanya mau kamu merawat bayi itu dengan baik sampai bayi itu lahir lalu ini surat perceraian kita, kata dimas yg menyerahkan selembar kertas kepada lisa.
" iya tentu saja, kata dimas.
" apa mas yakin? kata lisa lagi.
" tentu aku yakin... setelah kau menanda tangani surat perceraian ini aku akan menyimpan nya, sampai batas waktu yg kamu janjikan padaku, apa kau mau mengingkarinya? tanya dimas yg melihat keraguan di wajah lisa.
" tidak...tidak... aku akan menandatangani nya mas tenang saja aku gk akan mengingkari janjiku, kata lisa yg segera mengambil pulpen dan menandatangani nya.
" bagus... kalau begitu, mulai besok nancy akan ada di rumah ini untuk tinggal bersama denganku karena kami sudah menjadi suami istri.
" maksudnya mas? kata lisa yg tidak percaya dengan kata-kata dimas.
" aku sudah menikah sirih dengan nancy, setelah kita bercerai aku akan menikahi nya dan menggelar acara resepsi untuk kami, apa kau merasa keberatan? tanya dimas.
" tentu tidak... selamat ya, kata lisa sambil pergi meninggalkan meja makan.
lisa mengunci kamarnya dan menangis sepuasnya di dalam kamar, dimas tidak perduli dengan apa yg di fikirkan lisa saat ini.
kini dimas berada di perusahaan nya mengurus segala urusannya, lisa masih terus menangis hingga tanpa dia sadari dia tertidur karena capek menangis.
" lisa... kami gk sendirian, sekarang ada anak mu di sampingmu dia adalah pelita yg menerangi kegelapan mu, ayo semangat... kata lisa pada dirinya sendiri.
__ADS_1
kini lisa membersihkan rumah dan berkebun hingga sore hari, kini lisa sudah rapi dan sedikit memoles dirinya untuk menyambut kepulangan dimas.
terdengar suara mobil yg masuk kedalam garasi lisa bergegas membuka pintu untuk menyambut kedatangan dimas, dimas masuk kedalam rumah bersama dengan nancy.
" tolong bawa koper ku dan susun semua barang-barang ku di kamar sayangku, kata nancy sambil mencium pipi dimas.
lisa hanya diam sambil membawa koper milik nancy dan menata nya dengan rapi di dalam kamar dimas, setelah selesai lisa turun untuk makan malam bersama dengan dimas.
" kamu mau ngapain? tanya nancy dengan nada sinis.
" aku mau makan malam dengan mas dimas di sini, kenapa? tanya lisa.
" kau kalau mau makan di dapur bukan di sini, merusak selera ku makan tahu... kata nancy dengan suara manjanya.
" pergi ke dapur dan makan di sana... kata dimas dengan dingin.
" tunggu siapa suruh kamu boleh mengambil makanan yg ada di meja ini, tunggu sampai aku dan dimas selesai makan baru kamu boleh makan tapi di dapur.
" maksud kamu apa, aku gk sudi makan makanan sisa darimu kata lisa.
pppppllllaaaakkk..... tanparan dari dimas mendarat di pipi lisa.
" pergi dari sini, teriak dimas.
lisa segera pergi ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya, " hiks....hiks...hiks... kenapa harus seperti ini lagi, kata lisa dalam tangisnya.
lisa mengemas pakaian yg dia miliki ke dalam koper dan berjaga-jaga jika sesuatu terjadi padanya dan anaknya dia akan pergi meninggalkan rumah ini, bahkan sebelum perjanjian selesai dengan dimas.
" aku harus kuat demi anak ku... kata lisa yg tidak mau bersedih lagi.
*******
seperti biasa lisa mengerjakan pekerjaan rumahnya dan memasak untuk dimas dan juga nancy, kini lisa sangat lapar karena sedari tadi malam lisa tidak makan apapun.
lisa mengambil roti bakar yg dia buat dan memakannya dengan cepat,
" hiks..hiks..hiks..kenapa aku harus makan seperti pencuri di dalam rumah suamiku hiks..hiks.. kata lisa sambil menangis.
dimas yg sedang duduk di meja makan dan melahap masakan lisa sambil melihat lisa yg sedang mengepel lantai, " apa kau sudah sarapan? tanya dimas pada lisa.
lisa hanya diam dan tetap fokus mengerjakan tugasnya sebagai pembantu di rumah suaminya sendiri, " kau itu kalau di tanyak orang jawab jangan diam aja, kata dimas sambil menjambak rambut lisa.
" cukup mas...apa yg kamu inginkan sebenarnya? tanya lisa yg menepis tangan dimas.
dimas tidak tahu harus menjawab apa dia pun pergi begitu saja meninggalkan lisa, lisa tidak punya waktu untuk menangisi kehidupan nya ini.
(^_^)///(^_^)
jangan lupa like dan komentar nya gyus...
__ADS_1
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️