
sepanjang hari dimas terus memperhatikan tingkah laku lisa yg selalu duduk di ranjang sambil menatap ke luar jendela kamarnya, dimas melangkah kan kakinya mendekati lisa masih termenung.
" sayang... bagaimana menurut kamu nama untuk anak-anak kita ini, kata dimas yg menyodorkan kertas berisi nama-nama bayi untuk anak mereka yg di buat sendiri oleh dimas.
lisa tidak menanggapi perkataan dimas apa lagi melirik kertas yg di berikan dimas, air mata lisa berlinang dan kini membasahi pipinya rasa bahagia berubah menjadi petaka baginya tidak ada sedikitpun harapan yg tersisa dari diri lisa saat ini.
lisa berbalik dan melihat wajah dimas dan tangisnya semakin pecah saat melihat dimas, hatinya hancur berkeping-keping bahkan tidak ada rasa semangat untuk tetap hidup bersama suami yg dia cintai.
dimas yg melihat lisa menangis hingga tersedu-sedu menjadi panik, " sayang kamu kenapa? tanya dimas.
tetapi lisa tidak menjawab bahkan dia semakin menangis, dimas menarik tubuh lisa kedalam pelukannya untuk menenangkan istrinya, " maafin aku ya... jangan nangis lagi, apapun yg kamu inginkan akan aku lakukan jadi berhentilah menangis kasihan anak kita dia pasti ikut sedih jika melihat kita seperti ini, kata dimas yg membujuk lisa agar berhenti menangis.
lisa tidak merespons perkataan dimas dan dimas masih tetap memeluk tubuh lisa hingga lisa merasa tenang dan tertidur di pelukannya, dimas merebahkan lisa dan dirinya di atas ranjang dan tidur bersama untuk malam ini.
lisa terbangun dari tidurnya dan melihat wajah dimas yg semakin kurus serta kantung mata yg terlihat sedikit menghitam bertanda kalau dimas tidak tidur atau makan dengan teratur, lisa mencium kening dimas yg tertidur dengan pulas dan melepaskan pelukan dimas dengan perlahan.
lisa berjalan ke arah toilet dan mengunci pintunya dari dalam, dimas yg menyadari lisa yg tidak ada di sampingnya merasa panik dan menyuruh semua pelayan mencari keberadaan lisa, " tuan.... saya tidak menemukan nyonya, kata salah satu pelayan.
dimas yg mendengar pelayan tidak menemukan keberadaan lisa membuat dimas semakin marah hingga keributan pun terjadi di vila, nancy yg terbangun karena keributan yg terjadi keluar dari kamarnya dan melihat keadaan di vila.
" sungguh bagus jika wanita sialan itu pergi untuk selamanya, kata nancy yg kemudian masuk kembali kedalam kamarnya.
dimas bingung harus mencari kemana lagi riri pelayan yg sangat dekat dengan lisa juga tidak tahu dimana keberadaan lisa hingga riri berlari mendekati dimas, " tuan..... toilet kamar nyonya tidak bisa di buka sepertinya di kunci dari dalam dan saya mendengar suara air yg mengalir dari dalam toilet, kata riri dengan nada bicara yg tergesa-gesa dan nafas yg tidak beratur.
dimas segera berlari menuju kamarnya dan mendobrak pintu toilet, dimas terduduk lemas di lantai melihat air di dalam bak mandi berubah menjadi genangan darah, dimas segera menggendong tubuh lisa yg terlihat pucat menuju garasi mobil dengan panik.
dimas segera membawa lisa menuju rsu yg terdekat untuk menyelamatkan nyawa orang yg dia sayangi, sesampainya di rsu lisa segera di tangani oleh dokter jaga di sana.
dimas terduduk lemas di ruang tunggu tubuh gemetar merasa ketakutan untuk pertama kali dalam hidupnya, " kenapa kau melakukan hal bodoh seperti ini, kata dimas dalam hatinya.
dimas menghubungi sekertaris nya untuk membantu dimas di sini, sudah hampir 2 jam lisa berada di ruangan ugd hingga dokter spesialis kandungan suami risa datang menemui dimas, " bagaimana kondisi istri mu? tanya suami risa.
__ADS_1
" aku gk tahu, kata dimas sambil menundukkan kepalanya.
risa yg melihat sahabatnya frustasi seprti itu merasa kesal, " ini semua salah lu, kalau lu mau dengerin apa yg gua bilang ini semua gk akan terjadi, kata risa yg penuh dengan amarah.
dimas hanya diam dan tidak bisa mengatakan apa-apa saat ini, " sayang kamu masuk kedalam sana dan cobalah membantu, kata risa kepada suaminya.
" aku gk bisa masuk begitu saja kedalam sana, rumah sakit memiliki peraturannya senidiri dan rs ini bukan klinik pribadi ku, kata suami risa.
sekertaris dimas akhirnya tiba dan berjalan mendekati dimas, " tuan biaya adm nyonya sudah saya urus, kata sekertaris dimas bernama ardi.
" aku mau kamu membeli rsu ini agar dia bisa masuk kedalam untuk menangani istriku, kata dimas.
dengan cepat sekertaris nya segera mengakuisisi rsu itu dan tidak butuh waktu lama suami risa segera masuk dan menangani kondisi lisa.
---- flashback on ----
Lisa.
lisa masih berdiri di depan cermin sambil menangis, fikiran nya saat ini benar-benar tidak ada rasa untuk hidup lagi.
lisa mengambil pisau cukur yg bisa di gunakan dimas di wastafel, lisa berjalan kedalam bathub.
" dari awal dia sudah menolak kami bertiga dan sekarang aku benar-benar menyerah, bahkan mama juga membantunya agar menikahi wanita itu hiks...hiks...hiks... sayang jika mama pergi maka kalian juga harus ikut bersama mama, kata lisa sambil mengelus perutnya.
lisa memotong urat nadi yg ada di pergelangan tangannya dan membiarkan air terus mengalir memenuhi bathub, " maaf kan mbak arka hiks... hiks... mulai sekarang mbak berharap kalian berdua bahagia dan bisa menjalankan hidup yg normal, kata lisa yg kemudian memejamkan matanya.
fikiran lisa kosong seperti tidak memiliki beban apapun dalam hidupnya, semua bebannya lenyap seketika.
lisa semakin kehilangan kesadarannya hingga terdengar suara dimas yg memanggil namanya, tetapi lisa tidak memiliki tenanga untuk melihat dimas.
----- flashback off -----
__ADS_1
setelah 3 jam lisa akhirnya di pindahkan ke ruangan inap biasa, terlihat wajah dimas yg lega ketika istri dan juga anaknya bisa di selamatkan, " sekarang dia sudah melewati masa kritisnya dan jangan diganggu untuk sementara waktu, kata suami risa.
" sebaiknya lu menghargai orang yg lu sayang sebelum dia pergi ninggalin lu, kata risa.
" aku tahu itu makasih ya buat kalian yg mau datang ke sini malam-malam dan membantu istriku, kata dimas.
" kalau lu mau berterimakasih jangan lupa tambahin bonus akhir tahun kami ya, kata risa.
dimas tertawa kecil mendengar perkataan risa, " tentu akan ku lakukan, kata dimas.
" santai aja gua bercanda kok, semoga kalian bahagia dan kami pulang dulu ya jika terjadi sesuatu segera kabarin gua atau suami gua, kata risa yg kemudian berlalu meninggalkan dimas.
kini dimas berjalan kedalam ruangan lisa bersama ardi sekertaris pribadinya yg baru semenjak tinggal di luar kota, ardi yg melihat lisa dengan wajah pucat pasih terbaring lemah di ranjang pasien merasa iba di tambah dengan dimas yg terlihat tidak karuan.
" tuan apa ada yg bisa saya bantu? kata ardi yg memecahkan kesunyian.
" tidak ada kau bisa kembali kerumah kamu dan tolong kensel semua pekerjaan saya untuk beberapa hari kedepannya ,kata dimas yg terus memegang tangan lisa.
setelah mendengar perkataan atasannya ardi segera meninggalkan ruangan itu dan kembali ke rumahnya, dimas terus berjaga sepanjang malam menunggu lisa untuk segera sadar.
pagi ini lisa terbagun dari tidurnya bau disinfektan yg sangat menyengat dan menusuk hidungnya, tangan lisa yg merasa terus di pengang melihat ke sebelah kanannya.
terlihat dimas yg tertidur sambil memegang tangan lisa, " kenapa aku masih hidup, kata lisa dalam hatinya.
lisa menarik tangannya dari genggaman tangan dimas, dimas yg merasa tangannya bergeser segera bangun dan melihat wajah lisa.
mata dimas dan mata lisa saling bertemu tapi tidak ada kehatangan dari tatapan lisa kepada dimas melainkan rasa benci dan juga jijik, itulah yg di rasakan dimas saat ini.
(^_^)///(^_^)
jangan lupa like dan komentar nya gyus...
__ADS_1
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️