
lisa mencari-cari keberadaan mamanya hingga akhirnya dia melihat mamanya sedang duduk di bangku taman rumah sakit, " mama.. sapa lisa yg kemudian duduk di sebelah mamanya.
" gimana udah jumpa sama dimas? tanya mama.
" udah ma... jawab lisa dengan wajah sendu saat mengingat perlakuan dimas tadi.
" kalau kamu udah jumpa dimas kenapa kamu gk di sana aja nak temani suamimu, kata mamanya memberi nasihat.
" maaf ma .. lisa rasa mas dimas gk memerlukan keberadaan lisa di sana, kata lisa yg hampir tidak tahan untuk tidak menangis di depan mamanya.
" kamu gk perlu minta maaf sama mama, mama mengerti kok... dimas masih belum bisa menerima kamu sebagai istrinya, mama harap kamu bisa bersabar ya.
" ma... boleh lisa meminta sesuatu, kata lisa.
" minta apa sayang? kata mamanya.
" jika suatu saat lisa sudah tidak tahan untuk melanjutkan hubungan bersama mas apa mama mengizinkan lisa untuk berpisah dengan mas? tanya lisa.
" jika suatu hari itu tiba dan kamu yg meminta langsung dengan mama, mama pasti akan mengabulkan nya sayang....
" terimakasih ma... kata lisa sambil memeluk mamanya dan menangis terisak-isak.
" jangan menangis ya... ada mama di sini, kata mamanya sambil mengelus rambut lisa.
setelah puas berbincang dengan mama di taman mereka pun kembali ke dalam ruangan dimas, terlihat nancy yg sedang di samping dimas dengan wajah bahagia begitu juga dimas.
" waktu berkunjung sudah habis sebaik nya kamu pulang, kata mamanya kepada nancy.
" maaf tante bukan nya saya lancang tapi saya mau menjaga dimas selama dia di rawat di rumah sakit, kata nancy dengan wajah memelas.
" kamu sebaiknya pulang ada aku yg akan menjaga mas dimas, kata lisa yg tidak mau kalah.
" kamu sudah dengarkan... lisa adalah istri sah dimas sedangkan kamu wanita yg masih singel datang kesini untuk merusak rumah tangga orang, lebih baik kamu pulang... brian antar nona ini kembali ke rumahnya.
" ma... dimas mau nancy yg menjaga ku ma, izin kan nancy di sini, kata dimas dengan wajah yg tak kalah memelas.
" kamu mau jadi anak durhaka, kata mamanya yg membuat dimas terdiam dan membiarkan nancy pulang di antar dengan asisten brian.
tidak lama setelah kepergian nancy mamanya pun berpamitan dengan lisa untuk kembali ke rumah besar di jemput oleh supir pribadi mamanya, kini hanya lisa dan dimas di dalam satu ruangan.
" mas mau nonton tv atau mau makan buah, tawar lisa.
" gk usah belagak sok baik di depanku, sudah gk perlu bersandiwara lagi di ruangan ini hanya kita berdua dan tidak akan ada yg melihat sandiwara mu lagi.
lisa yg berniat untuk menawarkan bantuan merasa di injak-injak harga dirinya, kini lisa mengambil hp lalu menonton drakor dan tidak mau memperdulikan dimas.
dimas yg merasa ingin buang air kecil enggan meminta batuan lisa, dengan perlahan-lahan dimas mencoba turun dari tempat tidur sambil memegang botol infus nya.
lisa yg menyadari dimas hampir terjatuh segera menangkap tubuh dimas dan bertahan memegang tempat tidur, " kalau mau turun bilang apa susah nya sih... meminta bantuan ku, kata lisa yg membopong dimas berjalan ke kamar mandi.
" aku mau pipis kamu keluar saja, kata dimas yg merasa malu melihat ke hadiran lisa.
" jangan sungkan aku istri mu mas, kata lisa yg membantu dimas membuka celananya.
dimas hanya diam melihat lisa dengan suka rela membantu dirinya, lisa berpaling agar dimas lebih nyaman.
" lisa... panggil dimas.
lisa yg merasa bahagia untuk pertama kalinya dimas memangil namanya dengan lembut,
" iya mas... sahut lisa
__ADS_1
tanpa fikir panjang lisa membantu dimas memakai celana nya dan membopong dimas kembali ke atas tempat tidur nya, " lisa tolong ambilkan air minum, kata dimas lembut.
lisa bergegas mengambilkan nya untuk dimas lalu kembali ke kursinya, tidak lama kemudian dimas memanggil lisa lagi meminta bantuan ini lah itu lah dan masih banyak lagi.
" aku seperti di kerjain dia, gerutu lisa yg merasa kesal tapi bahagia bisa menghabiskan malam bersama dengan suami nya.
lisa yg kekurangan waktu untuk tidur gara-gara dimas yg sepanjang malam merepotkan dirinya, membuat wajah lisa semakin pucat serta tubuh lisa merasa lemas.
lisa duduk di kursinya sambil meminum teh manis hangat dan sedikit makanan ringan yg di beli oleh asisten brian, " nyonya muda terlihat kurang istirahat biar hari ini saya yg akan menemani tuan muda di sini, bujuk brian.
" kamu bisa tidak panggil nama saja dan lagi dia suami saya wajar jika saya di sini menemaninya, barang yg saya minta sudah di bawa? tanya lisa.
" ini nyonya muda, kata brian sambil menyerahkan tas berisi pakaian serta laptop lisa.
" terimakasih dan tolong biasakan panggil saya lisa jangan panggil nyonya muda.
" tapi... saya tidak terbiasa bagaimana kalau saya memanggil dengan sebutan non? tanya brian.
" non... juga boleh lebih bagus di dengar ke timbang nyonya muda, kata lisa yg pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan serta mengganti baju nya.
sudah hampir seminggu lisa menemani dimas di rumah sakit dan selama satu minggu pula lisa tidak melihat keberadaan nancy di sekitar rumah sakit, hari ini dimas di izin kan dokter untuk boleh pulang.
lisa membawa dimas pulang bersama dengan brian ke rumah mereka, dimas yg harus menggunakan kursi roda di bantu dengan lisa dan terpaksa untuk memindahkan barang-barang milik dimas di kamar tamu lantai 1.
semua pekerjaan di lakukan sendiri oleh lisa, hari ini lisa harus kembali ke kantor untuk bekerja dan terpaksa lisa harus meninggalkan dimas sendirian di rumah, tetapi sebelum lisa berangkat bekerja lisa sudah menyiapkan semua keperluan dimas.
" lisa... panggil roky yg kini sedang mengantar lisa ke rumahnya.
" iya.. ada apa? tanya lisa yg sedikit melamun.
" kamu kelihatan gk fokus dan terlihat lelah, apa kamu baik-baik saja? tanya roky.
" aku baik-baik saja, kata lisa yg merasa khawatir karena beberapa hari ini pulang selalu malam karena lembur.
" terimakasih kasih udah mau mengantar ku, kata lisa kemudian masuk kedalam rumahnya.
dimas yg melihat akrabnya lisa dan roky merasa sangat kesal, " kenapa pulang telat lagi? tanya dimas yg kini sudah bisa berjalan dan sekarang berdiri di hadapan lisa dengan wajah marah.
" iya mas... banyak pekerjaan yg harus di selesaikan, kata lisa yg berjalan mendahului dimas.
" ada hubungan apa kalian? tanya dimas yg merasa cemuburu tanpa dia sadari.
" gk ada hubungan apa-apa kok mas..hanya rekan kerja biasa, kata lisa mencoba menjelaskan.
" rekam kerja... apa kau tidak tahu dia menaruh rasa padamu, mangkanya dia mau repot-repot setiap hari mengantarmu pulang, kata dimas yg tersulut emosinya.
" mas... hari ini aku capek banget tolong jangan marah gk jelas seperti ini, kata lisa yg berjalan meninggalkan dimas tapi langkahnya harus terhenti saat dimas menarik tangan lisa dan menyudutkan dirinya.
" kalau kau suka sama dia kenapa kau tidak bersama dengan nya dan aku akan menggap semua hutangmu lunas, tawar dimas.
" aku gk butuh belas kasih atau pun empati mu, karena aku lisa masih bisa mencari uang untuk membayar semua hutang ku sama mu, kata lisa yg kemudian mendorong tubuh dimas.
" aku berbaik hati membiarkan kamu bersama pria yg mencintai mu tapi kau malah tidak tahu berterima kasih, kata dimas.
" cukup mas aku gk mau berdebat lagi, kata lisa yg memegang perutnya karena keram.
dimas yg belum sempat mengeluarkan semua emosinya tiba-tiba berhenti marah dan berubah menjadi panik saat melihat lisa pingsan di hadapannya.
dimas menggendong tubuh lisa ala bridal menuju kamarnya dan kemudian menelpon dokter risa, setelah menunggu hampir 30 menit akhirnya dokter risa datang di temani dengan suaminya mex seorang dokter kandungan sekaligus dokter speasialis anak.
risa segera memeriksa kondisi lisa yg terlihat semakin kurus dari terakhir dia memeriksa tubuh lisa, " kondisi dia kurang baik, sepertinya tubuhnya kekurangan gizi dan juga kurang cukup istirahat, kata risa kepada dimas.
__ADS_1
" bagus lah... kalau gitu kalian bisa pulang, kata dimas.
" tapi tunggu dulu, kata risa yg merasa sedikit heran dan menyuruh max memeriksa kondisi lisa.
" bagaimana? tanya risa.
" benar yg kamu bilang padaku, dimas... kamu harus lebih baik dengan lisa kedepannya, kata max.
" maksud kamu? tanya dimas yg tidak mengerti.
" lisa sedang hamil dan tubuhnya terlalu lemah terlihat seperti kurang gizi, kata max.
" gk... gk mungkin, kata dimas yg panik mendengar perkataan max.
" diagnosa max gk mungkin salah dim, kata risa yg membela suaminya.
" ini gk boleh terjadi, max aku mau kamu atur waktu dan tempatnya aku mau dia melakukan aborsi, kaya dimas tanpa belaskasih.
" gila kamu ya... mau aborsi dia itu anak kamu, aku gk akan melakukan tindakan ilegal seprti itu..melawan iteket baik dokter, tolak max.
" dim.. apa yg di bilang max benar, lihat kami sudah menikah selama 3 tahun dan hingga sekarang kami belum memiliki apa yg kalian miliki saat ini, kata risa yg membujuk dimas.
" tapi kau tahu kan aku gk cinta dia dan aku gk menginginkan anak itu, kata dimas yg berkeras ingin melakukan aborsi kepada lisa.
" maaf walau kau teman kami tapi kami gk akan menyetujuinya, kata risa yg kemudian menarik tangan max pergi dari rumah dimas.
di luar kamar dimas sangat emosi mendengar penolakan kedua temannya itu dia membanting semua barang yg ada di hadapannya membuat keributan yg akhirnya lisa tersadar dan mendengar amukan dimas.
" hiks..hiks..hiks... kenapa dia harus tahu sekarang, kata lisa yg merasa sangat takut saat ini.
lisa duduk di tempat tidur dan tidak berani keluar dari kamar dimas, dimas yg sudah puas marah berjalan masuk kedalam kamarnya dan terlihat lisa yg ketakutan sambil menangis.
" keluar dari kamar ku.... teriak dimas yg membuat lisa lari menuju kamarnya sendiri.
*******
di dalam kamar lisa.
" hiks....hiks... hiks... aku tahu mas dimas pasti menginginkan aku melakukan aborsi, tapi aku gk mau... apa yg harus aku lakukan sekarang, kata lisa yg merasa panik.
lisa yg bangun lebih awal seperti biasanya membersihkan barang-barang serta pecahan beling yg berserakan di lantai, memasak makanan dimas seperti biasa.
lisa yg melihat dimas duduk sambil memegang minuman di dalam kamarnya mencoba memberanikan diri untuk berbicara dengan dimas, " mas... aku mau ngomong, kata lisa.
dimas hanya diam tanpa melihat wajah lisa,
" aku gk bersedia melakukan aborsi anak ini gk punya salah dan aku mau membesarkan nya, kata lisa yg menahan air matanya.
ppppprrrraaaannnnkkkkk..... lemparan botol dari dimas hampir mengenai kepala lisa.
" kau bilang kau mau membesarkan nya, hahahaha..... apa kau berharap aku mau menerima kau dan jugak anak mu ini, kata dimas yg berdiri di hadapan lisa.
" aku tahu mas gk mau menerima anak ini tapi izinkan aku tinggal di sini sampai anak ini lahir kemudian aku bersedia menandatangani surat perceraian, kata lisa yg membuat dimas senang.
" baik lah... akan ku biarkan anak ini hidup, tapi kau harus menepati janjimu... kata dimas.
" aku akan menepatinya mas, kata lisa yg kemudian kembali ke kamarnya.
(^_^)///(^_^)
jangan lupa like... dan klik faforit nya gyus....
__ADS_1
terimakasih buat kalian yg udah support novel ini dengan memberikan vote atau poin.
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️❤️