
Lisa melihat mobil yg berjalan ke arahnya, lisa merasa familiar dengan mobil berwarna putih itu, " roky... kata lisa dalam hatinya.
" apa kamu baik-baik saja? tanya roky.
" uuuhhh... tolong aku dan anak ku, cicit lisa sambil memegangi perutnya.
Roky segera menggendong lisa ala bridal menuju mobilnya, setelah membantu lisa masuk ke dalam mobil, roky pun ungin menginjak pedal gas mobilnya.
Tetapi harus terhenti saat mobil dimas berhenti tepat di depan mobilnya, dimas turin dari mobilnya dan berjalan mendekati mobil roky.
tok...tok...tok... dimas mengetuk kaca mobil roky berulang kali, " kembalikan istriku, teriak dimas sambil terus mengetuk kaca mobil roky.
Lisa yg melihat dimas yg sangat marah merasa takut, " kak roky maaf aku melibat kan mu lagi, kali ini terimakasih ya... biarkan aku mengurus masalah ku sendiri, kata lisa.
" gk... kamu gk boleh turun, dika sudah meminta bantuan ku untuk menjemput kamu, sekarang dia sedang perjalan menuju ke sini, please dengerin aku ya, kata roky dengan wajah memelas.
" tapi kak... aku sudah gk tahan lagi, kata lisa yg terus meringis menahan sakit.
Dengan berat hati roky harus mundur satu langkah demi keselamatan lisa dan juga anaknya, roky turun dari mobil dan menerima bogem mentah yg di berikan dimas.
bak..buk...bak..buk...suara pukulan dari dimas yg di balas juga oleh roky.
Lisa yg melihat perkelahian itu segera turun dari mobil dan mencoba untuk melerai pertengkaran mereka, " mas .... cukup... teriak lisa sambil menarik tangan dimas.
" dasar wanita murahan... bisa-bisanya kau pergi dengan pria ini, sudah berapa kali aku bilang jangan pernah berhubungan dengannya, apa kau dengar... teriak dimas sambil men-cengkram ke dua bahu lisa.
" mas... sakit... rintih lisa.
tanpa basa-basi dimas segera menarik tangan lisa menuju mobilnya dan memaksa lisa untuk masuk kedalam mobil, di dalam mobil dimas terlihat sangat emosi mengendarai mobilnya.
" mas perlahan... perut ku sakit, mas... kata lisa yg benar-benar sudah tidak tahan.
Dimas tidak mau mendengar apa yg di katakan lisa apalagi melihat wajah lisa,
" mas... dengerin penjelasan aku dulu, uuhhh...mas... teriak lisa.
Dimas masih tidak mengubris perkataan lisa hingga mereka sampai kembali ke vila, dimas turun lebih dulu dan membuka pintu untuk lisa.
__ADS_1
" mas... aku gk tahan lagi, kata lisa sambil memegangi perutnya.
Dimas sangat terkejut melihat darah yg mengalir di kaki lisa, " apa yg terjadi dengan kamu? kata dimas dengan wajah yg sangat panik.
" mas... antar aku ke rumah sakit sekarang, kata lisa sambil meremas tangan dimas.
dimas segera menggendong tubuh lisa menuju kamarnya dan memanggil hafiz yg sedang duduk santai di ruang tamu,
" hafiz...cepat bantu istriku, teriak dimas.
hafiz mengikuti langkah kaki dimas yg berjalan menuju kamar lisa, " apa yg terjadi? tanya hafiz.
" sepertinya dia mau melahirkan,apa yg harus ku lakukan? tanya dimas yg terlihat pucat melihat tangan kanannya berlumuran darah.
" sudah gk ada waktu lagi, panggil 2 orang pelayan untuk membantu ku, kamu di sini temani lisa, kata hafiz sambil memasang infus di tangan lisa.
" sayang kamu harus kuat demi anak kita, kata dimas yg terus memberikan semangat kepada lisa.
salah satu pelayan membantu memegangi botol infus lisa dan satu pelayan lagi membantu hafiz menyiapkan peralatan yg ada di tas nya, " ayo terus tarik nafas buang nafas, tarik nafas dari hidung keluarkan dari mulut, ayo lakukan terus kamu pasti bisa, kata dokter hafiz.
Lisa mengikuti apa yg dikatakan dokter, meremas tangan dimas yg berada di sampingnya saat ini, keringat membasahi tubuh lisa saat ini.
Dimas yg melihat lisa sedang berjuang dengan sekuat tenaga, merasa kan bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya, hingga membuat dimas teringat akan mama imelda.
" ayo sayang semangat... demi anak-anak kita, kata dimas yg ikut menyemangati lisa.
Lisa terus berjuang sekuat tenaga nya hingga tangisan bayi membuat lisa merasa bahagia dan semangat, " ya terus lisa semangat satu lagi, kata hafiz.
akhirnya sepasang anak kembar terlahir ke dunia, Dimas yg melihat secara langsung proses persalinan kedua buah hatinya merasa sangat senag, terharu, dan sekaligus ada rasa merinding.
Kedua bayi di berikan kepada pelayan untuk di bersihkan sementara lisa masih harus di tangani oleh dokter hafiz, setelah 15 menit akhirnya lisa sudah di bersihkan walau hafiz terlihat pucat dan bingung harus berkata apa, tetapi dia tetap harus bilang kepada dimas.
" dimas kita harus segera bicara di luar, kata hafiz.
Dimas berpamitan dengan lisa yg masih terlihat pucat dan juga lemas, " ada apa fiz? tanya dimas yg berdiri di luar kamar lisa.
" kita harus segera membawa lisa ke rumah sakit, dia mengalami pendarahan dan aku sulit menghentikan nya karena terbatas peralatan medis.
__ADS_1
Dimas yg mendengar perkataan dokter hafiz merasa bingung sekaligus sedih, " bagaimana dengan anak-anak aku? tanya dimas.
" mereka juga harus di bawa untuk melakukan beberapa pemeriksaan dan memberikan imunisasi nol, kata hafiz yg langsung to the point.
" baiklah kamu bisa pergi ke rumah sakit yg waktu itu sekarang, aku akan segera menyusul, kata dimas yg berjalan kembali ke dalam kamar.
Dimas segera menyuruh dua orang pelayan untuk membawa bayi meraka menuju garasi mobil, sedangkan dimas mengendong tubuh lisa ala bridal menuju garasi dan dengan perlahan meletakkan nya di bangku penumpang.
Dimas mulai melajukan mobilnya secepat mungkin untuk menyelamatkan lisa, sesekali dimas melirik ke arah lisa yg mulai kehilangan kesadarannya, " bertahanlah sayang... kata dimas sambil memegang tangan lisa.
Sesampainya di rumah sakit terlihat hafiz yg menunggu di luar bersama 3 orang perawat, dimas segera menggendong lisa menuju ranjang pasien yg telah di sediakan oleh perawat untuk lisa.
Lisa segera di bawa oleh dokter hafiz dan juga beberapa perawat yg mengikuti dari belakang, dimas hanya bisa duduk di ruang tunggu sambil menunggu kabar dari dokter, sedangkan kedua buah hatinya harus di periksa oleh dokter anak di ruangan bayi.
Dimas terus berdoa demi keselamatan lisa,
" jika terjadi sesuatu padanya...semua adalah kesalahan ku yg terlalu emosi tanpa memikirkan keadaannya, ya Allah... berikan aku kesempatan untuk berkumpul kembali dengan keluarga kecil ku", kata dimas dalam hatinya.
Dimas hanya bisa duduk sendiri menunggu lisa, hatinya sungguh khawatir dengan keadaan nya saat ini, begitu banyak masalah yg hadir dalam rumah tangga mereka.
Dimas menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil bersandar di kursi tunggu, dia mencoba memejamkan kedua matanya berharap semua yg terjadi lekas berlalu.
Kedua pelayan yg mengikuti dimas hanya bisa diam melihat majikannya yg terlihat kelelahan fisik mau pun batinnya, mereka berdua paham bagaimana posisi dimas tetapi tidak bisa di pungkiri kalau dimas lah penyebab semua masalah yg datang dalam rumah tangganya.
Dimas merasa ada seseorang yg memanggilnya, dimas pun membuka ke dua matanya dan melihat hafiz dengan wajah sedih sedang berdiri hadapannya saat ini.
" ada apa fiz... bagaimana keadaan istriku? tanya dimas dengan penuh ke cemasan.
" maaf dim... aku udah berbuat semampu ku tapi tuhan berkata lain, mungkin dia lebih sayang dengan lisa, coba lah untuk mengikhlaskan dim... kata hafiz sambil menepuk bahu dimas.
(^_^)///(^_^)
jangan lupa like komentar dan klik faforit nya ya gyus...
maaf ya lama update nya soalnya author lagi sakit gigi hiks.... 😭 kalian pasti paham bagaimana sakitnya, jadi maafkan author yg sebenarnya ingin update dari 3 hari yg lalu tapi apa daya, megang hp pun author gk bisa.
maaf ya gyus...
__ADS_1
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️