
pagi ini lisa terbangun di atas ranjang rumah sakit dan tercium bau disinfektan yg sangat menusuk hidung nya, lisa mencoba untuk duduk dan bersandar sambik melihat sekeliling nya.
terlihat dika dan juga roky yg menunggu lisa di dalam ruangan ini, " sekarang semuanya benar-benar berakhir, kata lisa dalam hatinya.
roky yg terbangun karena kebelet mau ke toilet melihat lisa yg sudah sadar, roky berjalan mendekati lisa tanpa lisa sadari.
" kenapa? tanya roky yg mencoba menarik kedua telapak tangan yg menutup wajah lisa.
" gk apa-apa, aku cuman memikirkan masa depanku tanpa dia, kata lisa seraya melihat ke arah jendela.
" tenang... ada kami di sini yg selalu mendukung kamu, kata roky sambil menunjuk ke arah dika.
" terimakasih, kata lisa dengan air mata yg sudah menggenang di pelupuk matanya.
" kamu tenang dulu di sini ya, aku mau ke toilet dah gk tahan... kata roky sambil bergegas menuju toilet.
lisa masih duduk dan terdiam melihat layar hp-nya yg kosong tanpa ada pesan atau pun telpon dari dimas, " apa sih... yg kamu fikirkan lisa.. dia gk akan perduli hidup dan mati kalian, kata lisa dalam hatinya.
roky yg sudah selesai dari toilet berjalan menuju kusrsi untuk mengambil jaketnya,
" mau sarapan apa? tanya roky seraya mendekati ranjang lisa.
" apa aja...kata lisa yg masih memandang layar hp-nya.
" gk ada yg ingin kamu makan gitu, kata roky yg tiba-tiba mengambil hp lisa.
" sini hp-nya iiiisss... kata lisa dengan sedikit kesal.
" kamu lihatin apaan sih serius banget, tanya roky yg penasaran.
" aku gk ngeliat apa-apa kok,heeemm... roky aku mau sarapan nasi uduk pakek telur rebus terus sama perkedelnya dua, hheeemm... sama tauconya yg banyak ya hehehehe... kata lisa sambil tersenyum ke arah roky.
" siapp bos... terus adik kamu sarapan apa? tanya roky lagi.
" dia apa aja mau kok, kamu kasi batu di sambal jugak dia makan hahaha.... kata lisa sambil tertawa lepas seperti tanpa beban.
" mbak.. aku denger loh, kata dika sambil mengucek-ngucek matanya.
" aku sarapan lontong aja mas, kata dika.
" ok kalau gitu kalian tunggu ya, roky berjalan ke luar bangsal untuk membeli pesanan lisa dan juga dika.
dika masih menatap wajah lisa yg jelas terlihat memar di pipinya, " mbak apa ini pukulan dari suami mbak? tanya dika yg memegang pipi lisa yg memar.
" oh... ini mbak jalan gk lihat betul-betul jadi nabrak deh, kata lisa sambil tetap tersenyum.
" mbak gk usah bohong sama dika please, kita satu keluarga jangan bebani semua masalah di atas pundak mbak, lihat dika udah dewasa mbak bisa membagi semuanya sama dika, kata dika yg mencoba meyakinkan lisa.
" maaf dika... mbak memang gk berguna, kata lisa yg sudah tak tahan menahan linangan air matanya dan akhirnya tumpah membasahi kedua pipinya, lisa menangis sepuasnya di pelukan dika untuk kedua kalinya dalam hidup lisa.
lisa menangis untuk pertama kalinya saat almarhum ayahnya meninggal dunia dan ini kedua kalinya menangis di hadapan dika saat di sakiti oleh pria yg dia cintai, " mbak bisa ceritakan semuanya saat mbak ingin menceritakan nya sama dika, dika di sini selalu untuk mbak".
__ADS_1
" terimakasih... adik kecil ku yg sekarang sudah semakin dewasa", kata lisa sambil mencubit pipi dika.
" lama nunggunya... ini sarapan kalian, kata roky yg meletakkan makanan di atas meja.
" apa ada drama di pagi hari? tanya roky yg ingin mencair kan suasana yg tegang ini.
" yah drama pagi memang paling menyenangkan, kata lisa sambil tersenyum kecut ke arah roky.
" ayolah... aku hanya bercanda,kata roky sambil menarik nakas untuk membantu lisa menyantap makanan nya.
" mbak mau dika suapin? tanya dika yg melihat pria dan wanita yg sedang saling menatap menikmati keindahan manik-manik bola mata mereka.
" hemm... tidak usah, biar aku aja yg nyuapin lisa", kata Roky.
" mbak siang ini dika sangat sibuk gk apa kan kalau mbak di sini sendirian, tanya dika yg sebenarnya masih khawatir dengan kondisi mbaknya.
" tenang aja.. ada aku di sini yg akan menjaga mbak mu ini, kata roky sambil mencubit hidung lisa.
" sakit... kata lisa sambil menepis jari roky dari hidungnya, " emang kamu mau kemana dik? tanya lisa lagi.
" ada urusan yg harus lisa selesai kan, kata dika sambil tersenyum manis.
" embak gk mau ya kamu nyamperin mas dimas di kantornya dan kamu membuat masalah dengan pria gunung es itu, kata lisa yg tahu apa yg sedang di fikirkan dika saat ini.
" tapi mbak dika gk bisa ngelihat mbak di giniin sama dia, pokoknya mbak harus segera pisah dengan pria berengsek seperti dia.
" tenang saja mbak akan pisah sama dia jadi kamu cukup menjadi penonton saja ya, kata lisa sambil melahap sarapannya.
roky yg mendengar perkataan lisa yg akan pisah dengan dimas seakan mendapat rezeki nomplok yg jatuh dari langit, " syukurlah ternyata dewi Fortune masih memihak padaku, kata roky dalam hatinya.
" arka sudah dika titipkan sama buk dekan mbak, jadi mbak tenang saja.
" kalau aku hari ini cuti selama kamu di rawat di sini, kata roky yg tidak mau meninggalkan kesan buruk di hadapan calon adik iparnya.
" kamu gk usah sampai cuti segala aku bisa mengurus diriku sendiri dan kamu dika siang nanti kembali ke panti untuk temani arka kasian dia pasti nungguin kamu, kata lisa.
" iya mbak... dika bakalan pulang siang nanti tapi tetap mas roky harus di sini temani mbak ya, kata dika.
lisa terpaksa meng-iya kan perkataan dika karena dia tahu bagaimana keras kepalanya dika, siang ini setelah dika kembali ke panti untuk mengurus arka kini tinggal roky dan lisa yg ada di dalam ruangan ini.
" apa kamu mau cerita sesuatu? tanya roky yg melihat lisa melamun setelah kepergian Dika.
" tidak ada, kata lisa yg menjawab pertanyaan roky.
lisa seorang yg selalu memendam semua yg dia rasa seorang diri dan tidak pernah mau menyusahkan orang-orang di sekelilingnya walau sebenarnya dia membutuhkan seseorang untuk mendengarkan isi hatinya.
akhirnya dokter yg menangani lisa datang ke dalam ruangan lisa untuk memeriksa keadaan lisa,
" kondisi kamu sudah jauh lebih membaik ya... saya harap kamu jangan terlalu emosional karena bisa membuat bayi kamu terganggu, apa kamu paham? tanya dokter wanita yg menangani lisa.
" saya paham dok, kata lisa sambil tersenyum saat mendengar kondisi bayi nya semakin membaik.
__ADS_1
saat dokter pergi dari ruangan lisa, roky mencoba untuk mengajak lisa berbicara.
" lisa apa rencana selanjutnya untuk masa depan kamu dan anak kamu? tanya roky.
" entah lah... aku sendiri masih bingung bagaimana nasib aku dan anak ku kelak, kata lisa sambil menarik nafasnya yg menandakan betapa galaunya dia saat ini.
" tidak mudah untuk membesarkan anak dengan sendiri di tambah masih ada kedua adik mu yg harus kamu jaga, apa kamu mau menikah denganku? tanya roky.
lisa sangat terkejut saat mendengar lamaran dari seorang pria yg sudah berkali-kali di tolak cintanya oleh lisa dan untuk kali ini lisa juga terpaksa menolak lamaran roky karena dia masih mencintai dimas, " maaf aku butuh waktu dan aku masih belum mau memikirkan menikah lagi, kata lisa.
tiba-tiba telpon lisa berdering terlihat nama sekertaris brian di layar hp dengan sigap lisa segera menggangkat telpon dari brian, " hallo ada apa? tanya lisa.
" nona dimana? tanya sekertaris brian.
" saya di rsu xxx jln xxx, ada apa? tanya lisa balik yg merasa ada yg aneh dari sikap sekertaris brian.
" saya di suruh tuan untuk mengantar barang-barang nona, kata brian.
" oh baiklah... saya tunggu ya, kata lisa yg kemudian mematikan panggilan dari brian.
roky yg melihat wajah lisa yg murung mencoba untuk menenangkannya, " sabar ya, kata brian sambil memeluk dan mengelus pundak lisa yg terlihat sangat rapuh saat ini.
" terimakasih ya, aku pasti kuat kok jadi kamu santai aja hehehehe... kata lisa sambil tertawa
tidak butuh waktu lama akhirnya sekertaris brian datang dan menyerahkan semua barang yg lisa milki, " maaf nona saya terpaksa untuk mengantar barang-barang milik nona, kata brian.
" jangan panggil nona lagi...panggil aja lisa biar lebih santai lagian saya bukan majikan kamu lagi, kata lisa yg sudah menebak bahwa dimas sudah menyerahkan berkas ke pengadilan agama agar mempercepat proses perceraian.
" maaf non eh..... lisa maksud saya, kalau begitu saya pamit kembali ke kantor ya tetapi sebelum itu saya mau tanya gimana kabar kamu? tanya brian.
" saya baik-baik saja dan terimakasih ya sudah mengantar semua barang-barang saya, kata lisa sambil tersenyum manis ke Brian.
" sama-sama kalau gitu saya duluan ya, kata brian sambil berjalan ke luar ruangan lisa.
lisa melihat 2 buah koper yg berisi semua barang-barangnya yg sudah jauh-jauh hari lisa bereskan, " apa kamu masih mikirin dia? tanya roky.
" tidak... sekarang aku hanya berfikir kemana aku harus mencari pekerjaan dan mencari rumah yg murah untuk kami tinggali, kata lisa.
" kamu bisa tinggal di apartemen ku, bagaimana? tawar roky dengan semangat.
" tidak terimakasih, aku mau mencari rumah yg sederhana untuk keluarga kecil ku kerena aku mau membawa kedua adik ku untuk keluar dari panti dan tinggal bersamaku, kata lisa.
" kalau begitu aku akan membantu mu mencari rumah yg murah tetapi layak untuk di tempati oleh kalian, kata Roky.
" iya begitu lah... tetapi aku mau mencari rumah di luar kota, agar aku tidak mrngingat masa lalu lagi.
" baiklah kalau begitu kamu istirahat aja yg cukup, biar semua masalah aku yg urus... kata roky.
lisa sangat berterimakasih saat dia terpuruk seperti ini masih aja ada orang yg mau membantu dirinya tanpa pamrih seperti roky.
(^_^)///(^_^)
__ADS_1
jangan lupa like nya gyus...
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️