Dreams

Dreams
episode 28


__ADS_3

malam ini untuk pertama kalinya dimas menemani lisa tidur bersama, awalnya terlihat wajah lisa yg malu dan canggung di hadapan dimas tetapi dimas mencoba menjelaskan semuanya kepada lisa.


" kita masih sah sebagai suami istri jadi jangan malu seperti itu, lagian setiap inci dari tubuh mu aku udah lihat kok.


" kenapa mas menarik gugatan perceraian kita? tanya lisa yg ingin mendengar apa yg terjadi sebenarnya.


" tidak ada alasan apapun aku hanya gk mau kehilangan kalian, kata dimas sambil merebahkan kepalanya di pangukan lisa dan mencium perut lisa yg sangat besar ini.


" apa kamu masih capek? tanya dimas yg sepontan duduk dan menatap wajah lisa.


" sedikit,kata lisa yg sangat bahagia melihat perhatian dimas padanya.


" kalau gitu aku buatin susu untuk kalian ya, kata dimas yg kemudian turun dari ranjang dan menuju dapur untuk membuatkan susu ibu hamil untuk lisa.


dimas tidak lupa mengambil fitamin serta buah untuk cemilan sebelum tidur, " mau aku suapin? tanya dimas yg memberikan nampan berisi makanan serta susu rasa strawberry.


" gk usah mas aku bisa sendiri kok, kata lisa yg malu-malu dan terlihat pipinya yg memerah.


" jangan sungkan karena kamu adalah istri ku, kata dimas sambil membelai rambut lisa dan mencium keningnya.


" terimakasih... kata lisa yg merasa bahagia.


dimas menyuapi buah untuk lisa dan lisa sangat senang mendapat kan perhatian yg selama ini dia dambakan dari dimas.


" semua udah habis sekarang kita bobok, kata dimas yg menarik tangan lisa untuk tidur bersama dengan nya.


lisa masih seperti mimpi dan tidak menyangka bahwa dimas akan belajar untuk mencintai dirinya, " ya Allah semoga semua ini akan terus seperti ini untuk selamanya, kata lisa sebelum dia menutup kedua matanya.


pagi ini lisa bangun lebih awal dan mulai mengerjakan aktivitas seperti biasa, mandi, sholat dan menyiapkan sarapan untuk suaminya.


dimas yg tersadar lisa tidak ada di sampingnya segera bangun dan mencari-cari keberadaan lisa, " lisa ..lisa...dimana kamu? teriak dimas.


" aku disini mas... di dapur ada apa? tanya lisa dari arah dapur.


dimas bergegas berjalan ke arah dapur untuk melihat lisa, " sayang jangan pergi seperti ini aku takut kehilangan kamu, kata dimas yg memeluk tubuh lisa.


" aku gk akan pergi ke mana-mana jadi jangan takut ya, kata lisa yg kemudian mencium pipi dimas.


pagi ini untuk pertama kalinya setelah mereka berpisah untuk waktu yg cukup lama akhirnya lisa dan dimas makan di satu meja yg sama,


" apa kamu tahu aku paling suka masakan kamu, entah kenapa aku sangat rindu menikmati makanan yg lezat ini, kata dimas yg sudah menghabiskan 2 piring nasi goreng.


" kalau gitu mulai hari ini aku akan masak setiap hari untuk mu, kata lisa sambil tersenyum.


" terimakasih ya... kata dimas yg mencium pipi lisa.


" hari ini gk pigi ke kantor? tanya lisa yg merasa heran dengan dimas yg memiliki waktu luang yg banyak tidak seperti biasanya yg selalu sibuk dengan pekerjaan.


" aku minta cuti sama papa sampai kamu lahiran, aku membaca artikel kalau suami harus selalu siaga menemani istrinya.


" tapi kan aku masih 2 bulan lagi lahiran jadi kamu masih bisa kok untuk kerja, bujuk lisa.


" gk...gk... lagian aku malas mau kerja pengen berduan aja sama kamu, eh... salah bukan berdua tapi bertiga sama anak kita.


lisa merasa sangat bahagia mendengar perkataan dimas barusan membuat pipinya merah karena tersipu malu, " mas... aku mau menghubungi kedua adik ku boleh, aku takut mereka khawatir.

__ADS_1


" boleh.... nih hp kamu, kata dimas yg ternyata selalu membawa kemana-mana hp lisa yg di simpan nya di saku celana.


" terimakasih, kata lisa.


lisa pergi menuju ruang tamu sambil membawa buku dan juga hp-nya,lisa duduk di sofa dan mulai menghubungi dika.


tut....tut...tut...tut.. panggilan sedang berlangsung, " mbak ada di mana? tanya dika yg langsung to the point.


" ucap salam dulu dasar bocah, kata lisa sambil meledek dika.


" maaf mbak tapi kami sangat khawatir sama mbak, mbak bisa-bisanya pergi tanpa kabar kayak gini.


" udah sekarang kamu tenang ya, mbak sehat-sehat aja kok.


" mbak dimana sekarang biar dika jemput, lagian arka nangis terus nyarikin mbak.


" mbak juga gk tahu ini dimana, tapi mbak di sini bahagia banget sama mas dimas.


" apa pria berengsek itu lagi, mbak kan tahu dika gk suka sama dia... ingat mbak dia udah nyakitin mbak dan gk perduli juga anak nya.


" dika semua orang butuh kesempatan untuk berubah mbak yakin mas dimas pasti bisa berubah, kamu jangan terlalu benci seperti itu dengan mas dimas ya.


" baiklah mbak dika akan usahain gk membenci dia, tapi jika suatu saat dia mengulangi kesalahannya dika gk akan memaafkan dia.


" makasih ya udah mau kasih kesempatan sama mas dimas, oh....ya dimana arka mbak mau ngomong sama dia.


" tunggu sebentar ya mbak, dika pun berlalu mencari arka yg sedang tidur dikamar nya.


" hallo mbak dimana? tanya arka dengan suara yg serak.


" mbak lagi ada kerjaan di luar maafin mbak ya gk bisa ngabarin kalian, arka jangan nangis lagi ya nanti mbak pulang bawain oleh-oleh untuk kamu.


" cup...cup...cup... jangan nangis sayang mbak janji Minggu depan mbak pulang ke rumah menemui kalian.


" mbak janji ya... hiks...hiks...


" iya mbak janji, arka jangan nakal dan dengerin apa kata mas dika.


" iya mbak... mbak juga jangan nakal jaga dedek bayi nya ya. hehehehe... tawa arka.


" iya pasti... ya udah dulu ya mbak matiin dulu telponnya, aslamualaikum.


" waalakumsalam mbak.


setelah selesai menghubungi kedua adiknya lisa merasa sedikit lega tapi dia juga bingung bagaimana membujuk dimas untuk pergi minggu depan ke rumah mereka.


" apa ada yg mau kamu bilang? tanya dimas yg berdiri di belakang lisa.


" eh... mas... ngagetin aja.


" minggu depan aku gk sibuk kok, kalau gitu ayo kita pergi temui kedua adik mu.


" mas yakin... mau ketemu mereka?tanya lisa yg ragu-ragu.


" aku yakin karena aku juga ingin minta maaf kepada kedua adik-adik mu.

__ADS_1


" terimakasih ya mas... kata lisa yg memeluk dimas dengan sepenuh hati nya.


" sama-sama....kata dimas yg mencium pipi lisa, " aku ke ruangan baca dulu ya soalnya ada rapat online, kata dimas yg berpamitan dengan lisa.


" jangan terlalu larut tidurnya, kata lisa yg kemudian kembali ke kamar tidur mereka.


dimas memulai rapat online dengan karyawan perusahaan, setelah 3 jam rapat akhirnya pun selesai.


dimas mengambil hp dari lacinya dan terlihat banyak panggilan tak terjawab dari nancy dan juga pesan yg dikirim nya.


" kenapa kau menghianati aku? kata dimas yg sebenarnya masih memeikirkan nancy.


" apa kau tahu sakit nya hati ini... dasar rubah betina, kata dimas yg mengambil rokok dan merokok di dalam ruangan baca.


dimas berjalan ke arah lemari yg berisi dengan begitu banyak nya botol bir dan masih banyak lagi jenisnya, dimas mengambil 3 botol dan duduk di lantai sambil bersender di dinding.


dimas masih belum tahu harus bagaimana menghadapi nancy dan juga selingkuhan nya itu, selama ini dimas hanya menjaga jarak dari nancy sebelum dimas membongkar kedok nancy yg sebenarnya.


setelah dimas menghabiskan 3 botol bir yg dia ambil, dimas berjalan sempoyongan menuju kamar tidur lisa dan dirinya.


" mas... hheeemm... kamu minum lagi ya, kata lisa yg mencium bau asap rokok yg bercampur dengan minuman menyatu dengan tubuh dimas.


" apa salah aku selama ini... hiks...hiks..hiks... kenapa orang yg aku cintai dan aku perjuangkan menghianti ku, ini semua salah mu yg masuk kedalam hidup ku, teriak dimas kepada lisa.


" tenang lah mas... aku tahu ini semua salahku, tenang lah aku akan selalu setia dengan mu dan gk akan menghianti pernikahan kita.


" pernikahan.... hahaha...hahaha... pernikahan yg di dasari tidak saling cinta, kau.... kata-kata dimas terhenti saat dia mendengar tangis lisa.


" maafkan aku, gk seharusnya aku berkata seperti ini padamu... aku hanya emosi sesaat jangan di masukan ke hati ya, kata dimas sambil memeluk tubuh lisa.


" mas apa kamu masih mencintainya? tanya lisa.


" aku gk tahu, Sekarang aku mau mandi dan tolong buatkan air madu hangat dan sup perada mabuk untuk ku ya, kata dimas yg kemudian berjalan sempoyongan menuju kamar mandi.


lisa turun menuju dapur untuk membuatkan sup pereda mabuk serta air hangat madu yg diminta dimas, setelah semuanya selesai lisa berjalan menuju kamar tidur membawa nampan yg berisi makanan.


" sini biar aku yg bawa, kata dimas yg kebetulan baru selesai mandi dan keluar dari kamar.


" terimakasih... kata lisa yg menyerahkan nampan kepada dimas, walau sebenarnya lisa sudah sulit untuk berjalan karena perutnya yg membesar ini.


" ayo duduk di sini dan tolong kering kan rambut ku sayang, kata dimas sambil tersenyum manis kepada lisa.


" iya mas... kata lisa yg berjalan ke meja rias untuk mengambil alat pengering rambut.


lisa mulai mengeringkan rambut dimas dengan perlahan, " rambutnya sangat lebat dan halus... bahkan tidak ada satupun rambutnya yg memutih walau umurnya sudah kepala 3, kata lisa dalam hatinya.


dimas meminum air madu hangat dan memakan sup pereda mabuk yg di buat lisa untuk nya, " malam ini apa boleh aku melakukan itu dengan mu? tanya dimas kepada lisa.


lisa terdiam sekaligus terkejut mendengar permintaan dimas, " jika kamu gk mau aku gk akan memaksa, kata dimas dengan santainya sambil melahap supnya sampai habis.


" maaf kan aku mas, aku belum bisa melakukan itu dengan mas... kata lisa.


" hey... tenanglah aku gk akan memaksa, aku hanya ingin kamu nyaman bersama ku dan jangan pernah berfikir untuk meninggalkan aku lagi ya, kata dimas yg mencium bibir lisa.


(^_^)///(^_^)

__ADS_1


jangan lupa like gyus... ini udah episode 28 loh... author berharap bisa tembus sampai 500 like 😊 terimakasih semuanya.


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️


__ADS_2