Dreams

Dreams
episode 34


__ADS_3

makan malam hari ini terasa berbeda karena suasana yg sangat canggung dan membuat lisa merasa tidak enak hati dengan sikap dimas kemarin malam, setelah selesai makan malam dimas segera kembali ke dalam kamarnya.


lisa masih duduk berdua dengan mama imelda di ruang tv, " apa dimas sudah menjelaskan kemana dia pergi kemarin malam? tanya mama imelda.


" lisa juga belum tahu kemana mas dimas pergi kemarin malam, tapi lisa percaya mas gk akan menemui wanita itu lagi ma, kata lisa yg membela suaminya.


" mama juga selalu berharap dia bisa segera melupakan wanita itu, kata mama imelda yg terdengar khawatir dengan dimas.


" ma.. lisa kembali ke kamar dulu ya,kata lisa yg berpamitan.


" iya sudah kamu hati-hati naik tangga nya, kata mama imelda yg khawatir dengan kandungan lisa yg semakin besar.


" iya ma.. kata lisa yg berlalu meninggalkan mama imelda di ruang tamu.


lisa berjalan ke arah dimas yg sedang duduk di sofa sambil memegang secangkir wine di tangannya, " mas kenapa kamu minum lagi? tanya lisa yg khawatir dengan kesehatan dimas jika dia selalu mabuk-mabukan seperti ini.


" aku hanya sedikit lelah dan ingin sedikit bersantai, kata dimas sambil menggoyang kan gelas di tangannya.


" sudah lah... jangan minum lagi, kata lisa yg mengambil gelas yg ada di tangan dimas.


lisa duduk di samping dimas sambil memegang lengan kekar milik suaminya itu,


" apa mas memiliki masalah coba cerita dulu, mana tahu aku bisa meringankan sedikit beban di hati mas, kata lisa.


" tidak ada masalah apapun, aku cuman sangat lelah menjalani semuanya... besok sore kita kembali ke vila ya.


" baiklah mas... lagian lusa kita jadi kan pergi menemui kedua adikku? tanya lisa yg merasa bahagia mengingat senyuman wajah arka yg terbayang di fikirkan lisa.


" iya sayang... kata dimas yg mencium pipi lisa dengan tiba-tiba membuat lisa tersipu malu.


" duh... manisnya dia saat tersipu malu seperti ini, kata dimas dalam hatinya.


sepanjang malam dimas mendengar cerita lisa selama berpisah dengan dimas,dimas merasa kasihan mendengar perkataan lisa yg memulai usahanya dari nol.


dimas merasa bangga dengan sikap lisa yg mandiri dan tidak mudah menyerah dengan cobaan di hidupnya, " sayang maafkan aku yg sudah menelantarkan kalian, aku sangat menyesali perbuatan ku selama ini padamu, kata dimas yg benar-benar menyesali perbuatannya selama ini yg selalu kasar,cuek, dan menyiksa lisa saat bersama dengannya.


" sudahlah mas... gk usah menyalakan diri sendiri, aku sudah memaafkan semu kesalahan mas di masa lalu dan aku harap kita akan hidup rukun selamanya seperti ini, kata lisa yg membelai rambut dimas.

__ADS_1


waktu terus berputar dan hari semakin gelap, dimas mengajak lisa untuk istirahat lebih awal malam ini, di dalam pelukan lisa saat ini dimas merasa tenang dan damai seperti tidak ada beban dalam hidupnya.


pagi ini dimas menemui papa dan mamanya untuk berbicara sesuatu dengan mereka pagi ini, " ma...pa...kata dimas yg memanggil kedua orangtuanya yg sedang ngeteh di teras rumah mereka.


" ada apa dim? tanya mama imelda.


" hati ini kami akan kembali ke vila kami yg ada di luar kota, kata dimas yg ingin berpamitan lebih awal dengan kedua orangtuanya.


" kenapa begitu cepat kalian ingin pulang? tanya mama imelda.


" biarkan saja ma... kata suaminya.


" papa kenapa gitu sih.... dimas kan anak kita satu-satunya dan lagi mama ingin menjadi orang pertama yg melihat kelahiran cucu mama, dimas... kalian jangan pulang ya.


" gk bisa ma... kami harus pulang hari ini, karena lusa kami mau pergi ke rumah adik-adiknya lisa.


" oh... begitu ya, ya sudah lah... nanti kalau sudah masuk 9 bulan kabarin mama ya, biar mama datang ke sana untuk menjaga cucu mama.


" iya ma, kata dimas yg kemudian pergi meninggalkan mama dan papa nya yg sedang duduk di teras rumah mereka.


dimas yg mendengar suara lisa bergegas mendekati arah suara itu, " ada apa? tanya dimas yg khawatir dengan keadaan lisa.


" mas.. perut aku keram, kata lisa yg meringis menahan sakit.


dimas duduk di samping lisa lalu mengelus perutnya dengan lembut dan membuat lisa merasa nyaman seketika, " terimakasih mas... sekarang udah enakan, kata lisa sambil tersenyum.


" syukurlah kalau gitu, apa kamu masih mau jalan-jalan beli oleh-oleh untuk kedua adik mu? tanya dimas.


" tentu saja mas.. kata lisa sambil tersenyum manja.


" baiklah kalau gitu segera bersiap-siap kita akan pergi sekarang juga, kata dimas yg membantu lisa untuk berdiri.


" sayang jangan terburu-buru ya santai aja, aku akan menunggu kamu di parkiran mobik ya, kata dimas yg meninggal kan lisa di dalam kamarnya.


lisa segera mengganti bajunya dan merias dirinya sedikit, lalu mengambil tas dan kemudian bergegas menuju parkiran mobil, terlihat dimas yg berdiri di depan mobil mereka.


" apa udah siap dan gk ada yg ketinggalan apa-apa lagi? tanya dimas yg ingin memastikan bawaan lisa.

__ADS_1


" udah semuanya mas, ayo kita berangkat sekarang... kata lisa.


dimas mulai melajukan mobilnya dengan perlahan dan meninggalkan rumah keluarga besarnya, " kita mau belanja di mana? tanya dimas.


" kemana ya...kata lisa yg sedang berfikir.


" apa ada yg ingin di makan oleh adik-adik kamu? tanya dimas.


" heeemmm... gk tahu jugak sih, tapi aku pengen makan seblak, kata lisa sambil tersenyum.


" baiklah kita akan cari seblak dulu baru kita fikirkan mau beli apa untuk kedua adik kamu, kata dimas yg kemudian membanting setir ke kanan untuk menuju warung seblak langganan dimas waktu smp.


sesampainya di warung seblak dimas memesan dua porsi dan teh es manis dingin, " kamu tahu sayang... di sini tuh warung seblak langganan aku waktu smp dulu, kata dimas yg mengenang memorinya.


" benarkah... kalau gitu kamu nikmati makanan nya ya sayang, kata lisa.


setelah menunggu tidak terlalu lama akhirnya pesanan mereka pun datang, dimas makan dengan lahap dan sangat menikmati nya.


setelah selesai makan mereka pun melanjutkan perjalanan nya mencari oleh-oleh untuk kedua adiknya, mereka akhirnya sampai di suatu mall yg ada di kota ini.


lisa memilih beberapa setel baju untuk kedua adiknya, lalu mencari makanan khas daerah ini untuk di bagi-bagi kan kapada 10 pelayan yg menjaga di vila mereka.


belum cukup dengan itu lisa juga membeli beberapa mainan untuk arka dan semua barang-barang yg di beli oleh lisa untuk pertama kalinya dimas yg membayarnya.


tanpa sepengetahuan mereka nancy tidak sengaja memergoki dimas yg sedanh berbelanja dengan lisa, hati iri dan juga dengki terpancar di mata nancy saat ini.


" lihat saja... suatu saat nanti kau akan menangis darah saat mengetahui suami mu masih berhubungan dengan ku, kata nancy dalam hatinya.


nancy pun memutuskan untuk tidak mengikuti mereka dan membiarkan mereka bersenang-senang untuk saat ini.


(^_^)///(^_^)


jangan lupa like dan komentar nya ya gyus....


jangan lupa juga mampir ke novel author yg terbaru judul nya emak-emak rempong 💃💃


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2