
Dimas terus menghubungi lisa tetapi tidak ada jawaban darinya, dimas berjalan ke arah ranjang bayi terlihat ranjang yang kosong dan sepi, tidak ada terdengar suara tangisan bayi mereka saat ini.
" aku sangat merindukan kalian...", kata dimas dengan lirih.
Tanpa dia sadari saat ini air matanya sudah jatuh membasahi pipinya, seakan dunia nya hancur seketika saat melihat kepergian lisa bersama dengan mereka.
Dimas merasa frustasi saat ini, dimas berjalan ke arah ranjangnya sambil melempar semua barang-barang yang ada di sekelilingnya.
Pprrraannnggg....kelontang...kelontang....
suara barang pecah dari kamar dimas.
Tidak ada yang berani masuk kedalam kamar dimas saat ini, begitu juga dengan nancy.
" lebih baik aku pergi menemui rendi, daripada aku harus di sini melihat pria bodoh yang sedang meratapi nasib nya.... sekarang kau rasakan bagaimana rasanya di tinggalkan saat sayang sayang nya.", kata nancy dalam hatinya.
Nancy pergi menemui rendi di salah satu hotel yang biasa mereka janjian, " rendi aku kangen banget sama kamu sayang...", cicit nancy sambil memeluk rendi.
" lepas nancy, aku mengajak mu berjumpa di sini karena aku mau memutuskan hubungan kita.", tegas rendi.
" kenapa kamu juga mau ninggalin aku, bagaimana dengan anak kita.", kata nancy sambil terus memeluk tubuh rendi.
" aku tahu... aku sangat egois hanya saja, aku mencintai lisa dan aku sama sekali tidak pernah mencintai mu."
" jadi selama ini hubungan kita apa...", teriak nancy.
" hubungan kita simbiosis mutualisme, kita saling menguntungkan bukan...kau sekarang sudah resmi menjadi istri dimas dan sekarang aku ingin mengejar lisa kembali.", tegas rendi.
" aku sudah lama mencintai mu, bahkan keperawanan ku juga aku serah kan untuk mu...dan sekarang aku sedang hamil anak mu, kenapa kamu bisa manfaatin aku seperti ini hanya demi wanita ****** itu.", teriak nancy sambil memukuli dada bidang milik rendi.
" kamu tahu kan... aku tidak pernah cinta sama kamu dan kamu sendiri yang datang pada ku menawarkan kerja sama, sekarang kamu bilang cinta sama aku.", tegas rendi sambil melepaskan pelukan nancy.
" tapi sekarang beda...aku sangat mencintaimu jangan tinggalkan aku.", pinta nancy.
" aku tidak mau menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mu, lebih baik kamu urus kandungan mu dan besar kan dia dengan sepenuh hati, anggap anak itu sebagai kompensasi untuk mu."
" aku gak mau anak ini...aku hanya menginginkan kamu, aku lakukan ini semua agar kamu bahagia, agar kamu senang melihat hancur nya rumah tangga dimas."
__ADS_1
" aku tidak pernah meminta kamu untuk jatuh cinta dengan ku, bahkan kamu sendiri yang bersedia naik ke atas ranjang ku, bahkan sebelum kamu mengenal dimas."
Nancy terdiam mengingat masa lalunya yang terus mengejar-ngejar rendi yang tidak pernah jatuh cinta padanya, hingga nancy bertemu dengan dimas dan perlahan nyaman dengannya hingga hati nancy harus hancur saat mendengar perjodohan dimas dengan pacar rendi saat ini.
" kenapa semua ini harus terjadi sama aku, semua ini salah wanita ****** itu yang masuk kedalam hidup ku.", kata nancy dalam hatinya.
Rendi ingin pergi meninggalkan nancy yang masih termenung, namun langkah kakinya harus terhenti saat tangan nancy memegangi tangan nya.
" jangan pergi tetap lah di sini walau hanya sesaat.", pinta nancy.
" baiklah untuk kali ini aku akan memuaskan mu untuk terakhir kali.", kata rendi sambil mengendong nancy ala bridal menuju ranjang.
Rendi meletakan nancy dengan perlahan di atas ranjang, di kecup bibir merah muda milik nancy dengan lembut dan penuh kehangatan, bahkan lebih hangat dari sebelumnya.
Rendi mulai membuka baju milik nancy dengan perlahan dan kini tidak ada satu benang pun yang di kenakan oleh nancy.
Rendi mulai mencium kening, pipi dan berhenti sejenak di bibir merah muda milik nancy,lalu lanjut turun ke arah leher jenjang milik nancy.
Tidak lupa rendi meninggalkan jejak milik nya di tubuh nancy, rendi terus turun hingga terhenti di dua gundukan sintal milik nancy.
" panggil nama ku sayang...", pinta rendi.
" ah...rendi...ah...", desah nancy sambil menyebut nama rendi di sela-sela kenikmatannya.
Rendi mulai meremas dan memilin p**ing berwarna pink milik nancy, hingga membuat gundukan sintal itu mengeras menerima rangsangan yang di berikan rendi padanya.
Rendi mulai melepaskan semua pakaian yang dia kenakan dengan cepat,kini mereka tidak memakai busana sama sekali.
Rendi terus turun sambil meninggalkan jejak di tubuh nancy, rendi terhenti di bagian sensitif nancy.
Rendi mulai menjilat dan memainkan lidah nya di bagian mis v nancy, " ah...ya ..terus rendi." pinta nancy yang merasa sangat nikmat.
Rendi terus melakukan yang sangat di sukai oleh nancy setiap kali mereka melakukan hubungan intim.
Rendi yang sudah tidak tahan mulai memasuki liang surgawi milik nancy, memaju mundurkan kejantanan yang dia miliki dengan ritme yang tidak beraturan.
Nafas mereka saling menggebu desahan demi desahan terdengar di setiap sudut ruangan kamar ini, hingga mereka sampai dengan klimaks bersama.
__ADS_1
Rendi memeluk dan mencium kening nancy, setelah mendapatkan klimaks nya.
Rendi turun perlahan dari tempat tidur dan ingin mengenakan pakaiannya, tetapi tangan nya harus terhenti saat nancy menarik tangannya.
" ada apa lagi?", tanya rendi.
" aku mau lagi.", pinta nancy.
" sudah cukup...sekarang aku harus pergi dan ini kompensasi untuk mu dan juga anak mu.", kata rendi sambil melemparkan cek kosong yang sudah di bumbukan oleh tanda tangannya.
" aku tidak kekurangan uang...", teriak nancy sambil merebok cek yang di berikan rendi.
" lalu apa yang kamu inginkan?", tanya rendi.
" aku menginginkan lagi, paling tidak 4 ronde... setelah itu kau boleh pergi.", kata nancy tanpa memiliki rasa malu.
" baiklah..", kata rendi yang kemudian melahap tubuh nancy lagi dan lagi.
" aku rela seperti ini hanya demi bersama dengan mu, walau aku tahu hanya sesaat.", kata nancy dalam hatinya.
*****
Dimas keluar dari kamar dan menuju ruang kerjanya, mengambil beberapa botol minuman dan langsung meminumnya tanpa menggunakan gelas.
Dimas tidak bisa berfikir rasional saat ini, fikiran nya kacau saat memikirkan lisa yang pergi membawa kedua buah hati mereka.
" sekarang aku harus hidup bersama wanita sialan itu, bahkan aku pun tak tahu anak itu milik siap...", teriak dimas di dalam ruangan kerjanya
Hingga larut malam dan dimas tertidur di lantai ruang kerja nya, tanpa tiada satu orang pun yang berani membangunkan dirinya.
Dimas tertidur dan terus memanggil-manggil nama lisa dan memohon agar mereka kembali ke rumahnya.
(^_^)///(^_^)
jangan lupa like dan komentar nya gyus...
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️
__ADS_1