
Lisa masih terus melihat punggung dimas yg sedang memegangi tangannya sambil menunduk kan kepala, lisa bisa merasakan kalau suaminya saat ini sangat menyesali perbuatannya, tetapi apa lah daya lisa tidak bisa terus hidup di bayang-bayang nancy.
Lisa bisa merasa kalau lelaki keras kepala,kasar,romantis dan juga berpendirian tegas, sedang menangis di hadapannya saat ini, lisa merasakan air mata dimas jatuh mengenai tangannya.
Sejujurnya lisa tidak ingin berpisah dengan dimas tetapi lisa juga tidak ingin membagi kasih sayang dimas dengan wanita lain, lisa menepuk punggung dimas dengan perlahan.
" mas bisakah kamu kembali ke vila, aku mau istirahat sekarang" kata lisa.
Dengan sigap dimas menyeka air matanya,
" aku gk mau meninggalkan kalian, aku takut jika aku pergi dari sini... aku tidak bisa melihat kalian lagi " kata dimas sambil menahan air matanya.
" mas... walaupun kita berpisah, aku gk akan melarang kamu untuk menemui kedua anak kita, karena bagaimanapun mereka adalah anak mu juga ", bujuk lisa sambil memegang pipi dimas.
" apa kamu bisa menarik gugatannya?, aku gk mau saat aku menemui kedua anak kita dan kamu sudah bukan istriku lagi, kata dimas yg akhirnya meneteskan air matanya.
Lisa menghapus air mata dimas yg jatuh membasahi kedua pipinya, " mas... jika kamu bisa membongkar kedok nancy dan membuktikan kalau kamu gk bersalah, aku akan menarik gugatan kita dan aku sendiri yg akan meminta untuk kembali bersama kamu "
Dimas terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa saat ini, tanpa dimas sadari nancy melakukan hal yg membuat media mengetahui skandal yg di lakukan dimas.
tiba-tiba hp dimas berbunyi dan terlihat nama mama imelda di layar hp nya, dimas buru-buru menggangkat telpon dari mama imelda, " hallo ma... assalamualaikum, kata dimas dengan sopan.
" waalakumsalam salam dim... bagaimana kabar kalian? ", tanya mama imelda.
" kabar kami baik ma... ma hari ini lisa melahirkan cucu ma, apa mama dan papa tidak datang ke sini untuk memberi hadiah kepada dua jagoan kami !! ", kata dimas sambil mengembangkan senyuman bahagianya.
" mama pasti akan segera terbang ke sana setelah papa kalian kembali dari perjalan bisnis mengganti kan kamu", kata mama imelda.
" terimakasih ma... apa mama mau bicara dengan lisa?", tanya dimas.
" tentu... mama ingin tanya bagaimana kesehatan nya saat ini", kata mama imelda yg sangat antusias.
Dimas memberikan hp nya kepada lisa, " hallo ma assalamualaikum... kata lisa.
" waalakumsalam sayang, bagaimana kesehatan kamu?"
" lisa baik ma... mama sendiri gimana?"
" mama sangat sehat dan baik-baik saja, apa kamu ada merasa yg tidak enak?"
" gk ada ma... mas dimas sangat baik dan menjaga lisa dengan penuh perhatian,kapan mama akan main ke sini?", tanya lisa.
" kemungkinan mama akan berangkat malam atau paling lama besok, soalnya papa kalian lagi perjalanan bisnis ke luar kota mengganti kan dimas".
__ADS_1
" oh... begitu ya ma ", kata lisa terdengar sangat kecewa karena mama imelda belum pasti kapan akan datang ke sini.
" jangan sedih gitu dong sayang, mama pasti akan segera kesana dan kamu harus jaga kesehatan Istirahat yg cukup dan jika dimas membuat kamu kesal jangan ragu-ragu untuk memberitahu mama ya!!", kata mama imelda yg terdengar seperti mengancam dimas.
" baik ma..mama bicara lagi dengan dimas ya, soalnya lisa mau istirahat lagi maaf ya ma ", kata lisa yang merasa tidak enak hati.
" kalau gitu dimana dimas?", tanya mama imelda.
Lisa mengembalikan hp dimas dan membiarkan dimas berbicara panjang lebar dengan mama imelda,Lisa hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan terpancar dari wajah dimas saat membahas kedua buah hati mereka.
Lisa memejamkan kedua matanya untuk beristirahat kembali, dimas yg telah selesai menelpon mamanya melihat ke arah lisa yg tertidur dengan pulasnya.
" tidur yang nyenyak ya sayang ", kata dimas sambil mencium kening lisa.
Pelayan yg membawa keperluan lisa,dimas dan juga kedua buah hati mereka akhirnya kembali, " tuan ini keperluan yg anda minta ", kata pelayan itu.
" terimakasih ", kata dimas sambil terus menatap wajah lisa.
*****
Dika mencoba untuk menghubungi lisa tetapi tidak ada jawaban dari lisa, dika yg merasa kahwatir dengan saudara perempuan nya segera menghubungi roky.
tut...tut...tut..., suara sambungan telpon.
" maaf dik... untuk saat ini saya tidak tahu".
" apa mas gk bisa menyuruh intel atau apapun itu, untuk mencari mbak lisa ".
" saya sudah menyuruh anggota saya mencari keberadaan mbak mu, tetapi hasilnya masih nihil.
" kalau begitu terimakasih ya mas, kata dika yang kemudian memutuskan panggilan mereka.
Dika tidak bisa berfikir dengan jernih saat ini hatinya risau sebab telponnya tidak di angkat oleh lisa, " mbak... kamu di mana, angkat dong telponnya, kata dimas dalam hatinya sambil terus mencoba untuk menghubungi lisa.
*****
terdengar langkah kaki yang mendekat ke arah dimas, " sayang... aku kangen", kata nancy sambil memeluk punggung dimas.
" kamu ngapain di sini?' tanya dimas dengan tatapan penuh kebencian.
" kok kamu gitu sih!!", kata nancy dengan wajah merajuk dan sesekali memukul bahu dimas.
Dimas menarik tangan nancy keluar dari ruangan inap lisa, " kamu ngapain ke sini, apa belum cukup kamu merusak rumah tanggaku!!", kata dimas sambil meremas bahu nancy.
__ADS_1
" sayang... sakit" cicit nancy.
Dimas melepaskan tangannya dari bahu nancy dan duduk di kursi yang di sediakan oleh pihak rumah sakit, " apa yang kamu inginkan?", tanya dimas sambil menatap wajah nancy.
" aku ingin menjadi nyonya di rumah kamu", kata nancy yang tidak memiliki urat malu.
" apa kau sudah gila?", kata dimas dengan senyuman masam tersirat di wajahnya saat ini.
" ya... aku gila karena aku mencintaimu dim, kenapa kamu memutuskan aku?", tanya nancy.
" karena aku melihat kamu selingkuh dengan rendi", jawab dimas.
" aku selingkuh dengan rendi karena kamu duluan yang menghianati aku, jadi ini semua bukan salah ku!!", tegas nancy.
" aku tahu... dulu aku memang salah sama kamu dan sekarang kamu bisa bebas pergi bersama dengan rendi, jadi lepaskan aku karena kita gak mungkin bisa bersama".
" kamu bilang apa...aku gak salah dengar kan, kamu udah membuat ku hamil dan sekarang kamu mau mencampakkan aku!!", teriak nancy di koridor rumah sakit.
Pertengkaran mereka membuat orang yang berada satu lantai dengan kamar lisa,melihat ke arah dimas dan juga nancy yang sedang bertengkar.
Dimas yg tidak ingin menjadi pusat perhatian segera menyuruh orang-orang nya untuk mengosongkan lantai 3 khusus untuk lisa,
" aku mau kamu aborsi anak itu, karena aku gak akan pernah mau bertanggungjawab dengan hidup mu", kata dimas.
"ppppllllaaaakkk"..... tamparan mendarat di pipi dimas, " apa kamu sudah gila?, bagaimana pun anak ini adalah anak mu juga kenapa kamu tega dim!!", air mata nancy mulai berlinang di pelupuk matanya.
" karena aku gak mau kehilangan lisa dan kedua anak ku".
Setelah dimas mengatakan hal yang ingin dia bicarakan dengan nancy, dimas menyuruh sekuriti untuk menyeret nancy keluar dari rumah sakit.
Dimas kembali duduk di posisinya semula sambil memegang tangan lisa, lisa telah mendengar semua yang di katakan oleh dimas dan juga nancy.
" kenapa aku bisa menikahi pria sekejam dimas, gak akan ada pria yang tega menyuruh wanita yang pernah dia cintai untuk melakukan aborsi", kata lisa dalam hatinya.
Lisa menatap wajah dimas yang tertidur di sampingnya sambil memegangi tangan lisa saat ini," andai waktu bisa di putar aku akan tetap memilih mencintaimu, walau aku tahu kamu akan selalu menyakitiku tapi aku gak akan pernah menyesali keputusan ku, terimakasih sudah hadir di dalam hidupku", kata lisa dalam hatinya sambil mengelus rambut dimas.
(^_^)///(^_^)
ayo jangan lupa like + komentarnya gyus... jangan lupa juga berikan bintang 5 ya untuk novel ini, terimakasih sudah setia membaca novel ini.
terimakasih ya buat kalian yg sudah memberi semangat untuk author dan sekarang author sudah mulai sembuh terimakasih atas dukungan yang kalian berikan.
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️
__ADS_1