
Ketika kami berada di perpustakaan termasuk Clara yang sudah kembali dengan Revan, tiba-tiba ada pengumuman bahwa kami disuruh ke lapangan sekolah, kami pun bergegas kesana dan ternyata sudah banyak sekali siswa berkumpul mungkin kami lah yang paling terlambat, karena jarak antara perpustakaan ke lapangan cukup jauh. Kami pun mendengarkan pengumuman pembagian kelas dengan baik.
"Mudah-mudahan kita bisa sekelas lagi ya." ujar Nathania.
"Iya semoga aja bisa sekelas lagi aku belum rela jika kita berpisah," balas Clara.
"Aelah Ra satu sekolah juga alay banget lu." timpal Haechan.
"Sewot aja lu dasar ketan item." balas Clara.
"E-ehh apa kau bilang? Hah!"
"Sudah-sudah kalian ini ribut terus." Renjun pun meleraikan pertengkaran kecil antara Clara dan Haechan.
"Iya tuh ribut terus sampai nggak dengar kan aku kita sekelas atau nggak." ucap Revan.
"Iya nih." sahut Jeno.
*
Pada akhirnya pun entah ini memang takdir atau hanya kebetulan saja, mereka tahun ini sekelas lagi.
Mereka menuju kelas untuk mencari letak tempat duduk, ketika mereka tiba di kelas banyak sekali siswa yang berada di kelasnya, mereka pun melihat seisi kelas terlihat hanya tersisa bangku di pojok tembok sebelah kanan, untung saja itu cukup dengan jumlah mereka yang delapan orang, ya namun mereka terpaksa sih mau gimana lagi sudah tidak ada tempat lain.
Ketika hendak meletakkan tas mereka sangat terkejut, ternyata laki-laki yang bernama Hyunjin itu sekelas dengan mereka namun dia tidak sendirian, dia bersama teman-temannya.
Clara yang tadinya ceria tiba-tiba berubah menjadi marah karena tidak suka dengan keberadaan Hyunjin di kelasnya, terlihat juga raut wajah Revan dan Haechan persis dengan Clara marah.
Karena muak Clara memutuskan untuk pergi namun ketika hendak melangkahkan kaki, tangan Clara dipegang oleh Hyunjin, Clara pun menolehkan pandangannya kesamping. "Ikut denganku, aku ingin ngomong sesuatu denganmu." ujar Hyunjin langsung menarik Clara ke atap sekolah.
"Katakanlah, ada apa?" ucap Clara yang baru saja tiba di atap.
"Aku ingin kita berpacaran." Clara sontak terkejut.
"Aku tidak mau, siapa coba yang mau mempunyai kekasih sepertimu. HEY kamu itu dulu mempermalukan ku di depan banyak orang apa kamu tidak mempunyai rasa bersalah mu itu?, kamu pergi selama bertahun-tahun dan sekarang kamu baru muncul dan tiba-tiba kamu ingin kita berpacaran, cihh jangan harap. Aku sudah mempunyai kekasih yang jauh lebih baik, jadi jangan pernah kamu ganggu hubunganku lagian aku sudah tidak mencintaimu dan kemana pacar mu itu?" jelas Clara.
"Aku sudah tidak lagi berpacaran degannya setelah kepergok dia lagi berduaan dengan laki-laki lain dan dia hanya memanfaatkan uangku saja." jawab Hyunjin.
__ADS_1
"Ya sudah terima saja nasibmu." Clara pun pergi meninggalkan Hyunjin sendirian, Clara lebih memilih ke kelas menemui sahabatnya daripada meladeni Hyunjin g*la itu.
🌼🌼🌼
"Clara pulang." ucapku memasuki rumah dan tidak lupa untuk memberi salam, tapi kenapa tidak ada yang menjawab pikirku. "Oh iya mama sama papa kan belum pulang." gumam Clara sambil menepuk jidatnya.
Aku pun memasuki kamar dan bergegas untuk mandi, setelahnya aku memasak seadanya untuk dimakan, kenapa aku masak sendiri? Dan mengapa tidak membeli di luar saja? Karena selain menghemat uang kita bisa jadi lebih jago memasak dan akan lebih sehat jika bikinan sendiri, contohnya nasi goreng. Lalu aku memakan masakan ku tersebut rasanya lumayan enak lah, setelah selesai makan aku tidak lupa untuk membereskan semuanya. Setelah selesai semua aku ke kamar untuk membaringkan badanku, rasanya begitu melelahkan, begitu banyak hal yang tak terduga terjadi, ya contohnya seperti waktu di sekolah tadi.
Aku tiba-tiba mengingat sesuatu dua hari yang lalu ketika aku berada di toko Gramedia, "Berarti itu dia?" batinku.
Drrtt... drrrtt.
Ponselku bergetar, aku melihat ada pesan dari Call.
Calll
"Ra aku jadian dong sama Renjun, dia tadi nembak aku senang banget ihh, terus ya aku terima huwaaa ><." seperti ini lah isi pesan dari Call, aku turut senang dengan kabar itu akhirnya sahabatku sudah ada yang official duluan sedangkan aku yang masih menjomblo, kasihan sekali diriku ini. Besok harus mintain pajak jadian nih.
*
"Haiiii guysss I'm kambekkk nihhhh." teriak Haechan antusias.
"Nggak bisa, soalnya kan aku punya mulut nah gunanya mulut itu untuk berbicara dan aku sudah terbiasa berteriak jadi mau bagaimana lagi tidak bisa dihilangkan." jawab Haechan.
"Ayo berantem aja sekalian." timpal Clara bercanda, langsung di getok Revan yang duduk disebelahnya. Clara pun langsung mengelus-ngelus kepala yang di getok itu namun tak terlalu sakit, sudah biasa Clara mah.
"Hai guys lama tidak berjumpa." ucap Call yang baru tiba bersama Renjun.
"Lama gundulmu, baru aja kemarin ketemu bahkan hampir setiap hari." balas Jaemin, Callista pun hanya menyengir.
"Ciee ada sepasang kekasih yang baru jadian nihh, traktirannya dong ditunggu nih." kata Nathania.
"Hah!! siapa yang sudah official? kok aku nggak tau." kata Revan dan Jeno sedikit kaget secara bersamaan.
"Yee ketinggalan berita lo berdua, nih Renjun sama Call udah jadian." balas Haechan
"Maka dari itu kita minta traktir mereka berdua, lumayan lah menghemat uang biar bisa ditabung." lanjut Haechan.
__ADS_1
"Sok nabung lu Chan, lu mah mana pernah nabung." balas Jeno.
"Apasih Jenoniee~." jawab Haechan dibalas tatapan ngeri oleh Jeno sebab panggilan yang Haechan buat itu sok imut bagi Jeno.
"Masih pagi juga udah pada berisik kalian ini." ujar Renjun yang tadi hanya diam dan menonton keberisikan para sahabatnya itu.
"Yaudah aku yang traktir kalian sampai puas deh, mau beli apa aja terserah." ucap Renjun.
"Yeayyy makin sayang deh sama Renjun." balas Haechan yang langsung ditatap, tatapan jijik oleh Renjun.
Ketika sedang asik mengobrol, Bel berbunyi yang menandakan bahwa pelajaran akan segera dimulai, kami pun langsung bergegas memasuki kelas. Beberapa menit kemudian Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia memasuki kelas kami untuk mengajar.
"Pagi semuanya." ucap bu Lisa.
"Pagi buu~~"
"Hari ini kita akan mengadakan ulangan." kata bu Lisa.
"Kok mendadak sih bu, kita kan belum belajar." ucap salah satu murid yang bernama Jisung.
"Sudah kalian nggak usah protes,"
"Nih Reza, tolong kamu bagikan ke teman-teman mu ya."
"Iya bu."
Setelah itu kami melaksanakan ulangan dengan baik.
🌼
Akhirnya mereka istirahat dan langsung menuju kantin.
"Lumayan gampang ya ulangannya." ucap Clara.
"Iya gampang banget sampai-sampai mau ku makan tuh kertas." greget Haechan yang menurutnya susah paling hanya beberapa soal yang mudah.
"Coba tadi makan aja, jadi kamu nggak dapat nilai."
__ADS_1
"Sabar... sabar..." batin Haechan.