
Dimas terbangun dari tidurnya dan untuk pertama kalinya dia terbangun sendiri, tidak ada siapapun yang ada di sampingnya.
Dimas berjalan tertatih-tatih keluar dari ruang kerjanya, terlihat nancy yang sedang menyiapkan sarapan untuk dimas.
Dimas tidak perduli dengan apa yang di lakukan nancy, dimas berjalan kembali ke dalam kamarnya dan merebahkan dirinya di atas ranjang.
" bodohnya aku...masih berharap kalau ini semua bukan lah mimpi, dia gak akan kembali lagi.", kata dimas dengan sangat lirih.
tok...tok...tok...suara pintu di ketuk dari luar,
" tuan sarapan sudah siap.", kata salah satu pelayan yang ada di rumahnya.
Dimas hanya diam dan tidak menjawab, pelayan itu pun terus mengetuk pintu kamar dimas dan terus mengulangi perkataan nya.
" berisik.... pergi lah dari sana atau aku akan memecat mu.", teriak dimas.
Pelayan itu pun pergi meninggalkan dimas karena takut dirinya akan di pecat jika terus mengganggu majikannya itu, pelayan itu pun memberi tahu apa yang terjadi kepada nancy.
" nyonya... tuan tidak mau turun dan sarapan bersama, apa perlu saya antarkan makanan ke atas?", tanya pelayan itu.
" tidak perlu saya istrinya, biar saya saja yang membawa makanannya.", kata nancy sambil meletakkan makanan di atas nampan.
Nancy berjalan perlahan menuju kamar dimas bersama dengan salah satu pelayan yang selalu mengikuti kemanapun nancy pergi, nancy membuka pintu kamarnya dengan perlahan dan masuk kedalam kamar dimas.
" sayang kamu sarapan dulu ya...ini aku bawain sarapan untuk kamu.", kata nancy sambil berjalan ke arah dimas.
" keluar dan bawa semua makanan itu, aku mau sendirian.", kata dimas yang masih tergeletak di atas ranjang nya.
" dimas... walaupun kau seperti ini, dia gak akan pernah kembali...jadi aku mohon makan lah walau hanya sedikit, setidaknya kau akan memiliki sedikit tenaga untuk menghadapi masalah mu.", bujuk nancy.
" ini semua salah mu yang sudah menjebak ku.", teriak dimas.
" aku tidak pernah menjebak mu, ini semua hanyalah kecelakaan....jika kamu tidak naik ke atas ranjang ku, semua ini gak akan terjadi.", kata nancy membela dirinya.
Dimas hanya diam dan tidak menjawab, dimas tahu ini semua adalah salahnya sendiri yang bodoh karena masuk kedalam jebakan nancy.
Dimas bangun dari tidurnya dan duduk di pinggir ranjang, " berikan nampan itu, aku bisa memakannya sendiri.", kata dimas kepada nancy.
Nancy hanya diam sambil memberikan nampan berisi makanan kepada dimas, setelah nancy melihat dimas memakan makanan yang dia berikan, nancy pun ke luar dari kamar dimas.
__ADS_1
*****
Pagi ini adalah pagi pertama untuk lisa hidup tanpa dimas, pengadilan sudah memberitahu bahwa gugatan perceraian mereka sudah sampai ke pengadilan dan membutuhkan dimas dan juga lisa datang ke pengadilan agama di kota mereka saat ini.
" pagi mbak...", kata dika yang melihat lisa sedang berjemur pagi bersama dengan kedua anak nya.
" pagi juga, dimana arka?", tanya lisa.
" arka masih tidur mbak, mbak jadi pergi ke pengadilan hari ini?", tanya dika.
" tentu saja mbak akan pergi, berharap kamu bisa menjaga kedua ponakan kamu ini sampai mbak kembali."
" tentu mbak...", kata dika.
Lisa mencoba menelpon dimas tapi tidak ada jawaban apapun dari dimas, sudah beberapa kali lisa menelpon dimas dari kemarin malam tapi tetap saja tidak ada jawaban dari dimas.
" mbak kenapa?", tanya dika yang khawatir melihat lisa yang termenung.
" mbak gak apa-apa kok, mbak hanya memiliki firasat buruk, mbak takut terjadi sesuatu dengan mas dimas karena dia tidak menjawab telpon dari mbak."
" sudahlah...mbak, gak ada faedahnya mbak khawatir dengan pria seperti dia, lebih baik mbak berfikir bagaimana caranya supaya mbak bisa cepat bercerai dengannya."
" aduh....sayang jangan nangis ya, mama di sini kok.", kata lisa sambil menggendong bayinya.
Dika sangat bahagia melihat lisa mengendong bayinya dengan penuh kasih sayang dan terlihat kebahagiaan di wajah lisa saat ini, " aku berharap mbak bisa terus bahagia seperti ini.", kata dika dalam hatinya.
****
Setelah selesai sarapan dimas berjalan ke arah toilet untuk membersihkan dirinya, dimas telah membaca pesan dari pengacaranya untuk hadir di pengadilan agama siang ini.
" jika aku tidak bisa memiliki mu, maka aku akan mengambil kembali kedua anak ku.", kata dimas dalam hatinya.
Siang ini dimas sampai lebih awal dari jam yang telah di janjikan sebelumnya, dimas datang di temani oleh seorang pengacara dan sekertaris brian.
Banyak wartawan yang sudah menunggu di luar pengadilan, dimas sengaja datang lebih awal untuk menghindari semua awak media yang sudah menunggu di luar dari pagi hari.
" apa kamu sudah lihat kedatang lisa?", tanya dimas kepada brian.
" belum tuan muda, masih ada waktu 10 menit lagi sebelum waktu yang di janjikan.", jawab sekertaris brian.
__ADS_1
Lisa datang di temani oleh pengacaranya dan juga roky berada di sampingnya saat ini, " apa yang harus kita lakukan, awak media sudah memenuhi halaman?", tanya lisa kepada roky.
" kita akan tetap keluar, aku sudah menyiapkan beberapa kejutan untuk mu.", kata roky kepada lisa yang berada satu mobil dengan nya.
Lisa sangat terkejut dalam waktu singkat semua wartawan sudah bubar dan tidak ada satu orang pun saat ini, " sekarang kita sudah bisa keluar dari mobil.", kata roky kepada lisa.
" baiklah...", kata lisa yang keluar lebih awal dari mobil lalu di susul oleh roky.
Terlihat dimas yang mengkerut kan alisnya ketika melihat lisa bersama dengan roky,
" kenapa kamu harus bersama dengan nya.", kata dimas dalam hatinya.
Sidang pun dimulai dengan cepat setelah kehadiran dari dua belah pihak yang sedang berseteru ini, hingga jaksa dan hakim memutuskan bahwa dimas dan juga lisa resmi bercerai dan hak asuh anak jatuh ke tangan lisa.
" selamat...", kata dimas kepada lisa setelah mendengar keputusan jaksa dan hakim di dalam persidangan.
" terimakasih, mas...", panggil lisa yang membuat langkah kaki dimas terhenti dan berbalik melihat ke arah lisa.
" ada apa?", tanya dimas.
" aku gak akan melarang kamu untuk melihat kedua anak kita, karena bagaimanapun juga mereka tetaplah anak kita dan aku ingin kamu segera memberikan nama untuk mereka.", jawab lisa.
" tentu saja... aku sudah memikirkan nama yang cocok untuk anak-anak.", kata dimas sambil tersenyum ketika mendengar lisa mengizinkan dirinya untuk menemui kedua buah hatinya itu.
" baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi.", kata lisa seraya pergi meninggalkan dimas dan juga kedua orang yang berdiri di samping dimas.
Kini lisa dan dimas resmi bercerai, lisa kembali bersama dengan roky ke rumahnya karena keluarganya sudah menunggu ke hadiran dirinya saat ini.
(^_^)///(^_^)
jangan lupa like dan komentarnya gyus....
berikan juga dukungan kalian melalui vote/ poin kalian, atau bisa juga berikan bintang
⭐⭐⭐⭐⭐ ke pada novel ini.
terimakasih....
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️
__ADS_1