Dreams

Dreams
episode 43


__ADS_3

sudah hampir seminggu lisa di rawat hari ini dimas datang bersama dengan riri untuk membantu membawa barang-barang lisa, selama perjalanan kembali ke vila terlihat wajah dimas yg tersenyum bahagia saat bercanda dengan lisa di dalam mobil.


sesampainya di vila mereka di sambut dengan hangat oleh semua orang yg ada di sana, terlihat wajah nancy yg merasa jengkel karena lisa kembali ke vila ini dengan selamat.


" sayang... aku capek, kata lisa dengan manja.


tanpa basa-basi dimas dengan sigap menggendong tubuh lisa ala bridal menuju kamar mereka di lantai 2, nancy yg melihat ke akrabnya dimas dengan lisa membuat hatinya geram dan panas, entah itu perasaan cemburu ataupun perasaan amarah semata.


sesampainya di kamar dimas segera meletakkan lisa dengan perlahan di atas ranjang, " apa kamu benar-benar sangat lelah? tanya dimas.


" aku gk lelah... sebenarnya hanya ingin di gendong sama kamu, kata lisa sambil tertawa jahil.


" dasar... kamu ya, bilang aja kamu mau buat orang lain marah kan, kata dimas yg tak kalah jahil.


" kalau kamu tahu kenapa nanyak lagi, rajuk lisa.


" sudahlah jangan di bahas lagi ya, kata dimas sambil mencium kening lisa karena dimas tidak ingin membuat lisa emosi.


" mas... panggil lisa dengan suara manja.


dimas melihat ke arah lisa yg memanggil namanya, " ada apa sayang? tanya dimas.


wajah lisa terlihat merah karena tersipu malu, entah apa yg di fikirkan lisa saat ini, " apa kamu demam? tanya dimas yg ingin menggoda istrinya.


" iiiihhhh.... tau ah... sana pigi, kata lisa sambil memukul punggung dimas.


" hahahaha.... sini-sini, kata dimas yg kemudian memeluk tubuh lisa dengan hangat.


tiba-tiba dimas mencium bibir lisa dengan lembut,membuat mereka hanyut dalam lumatan yg hangat sekaligus menggairahkan untuk mereka, " apa kamu menginginkan nya? tanya dimas.


lisa mengangguk kecil dan pipi nya semakin merah karena menahan malu saat ini, tanpa basa-basi dimas yg mendapat lampu hijau dari istrinya, segera melahap tubuh putih bersih milik lisa.


belum sempat dimas membuka baju lisa sepenuhnya tiba-tiba pintu kamar di ketuk oleh seseorang dari luar, membuat dimas harus mengakhiri nikmatnya surga dunia.


" siapa sih... cicit dimas dengan kesal.


" udah lihat aja dulu mas... kata lisa sambil merapikan bajunya.


dimas berjalan mendekati pintu untuk melihat siapa yg mengetuk pintu kamarnya, dimas yg melihat nancy berada di luar kamarnya membuat dimas jengah, " ada apa kamu ke sini? tanya dimas dengan nada dingin.


" sayang aku mau pergi ke dokter kandungan, tapi aku maunya kamu yg temenin aku, kata nancy dengan suara manja.


lisa yg mendengar perkataan nancy merasa kesal, lisa berjalan mendekati dimas dan juga nancy, " kalau kamu mau pergi... ya pigi aja sendiri ngapain ngajak suami orang, kata lisa yg tiba-tiba sudah berada di belakang dimas.


nancy yg mendengar perkataan lisa merasa geram, tetapi dia harus menahan emosinya saat ini supaya tidak merusak semua rencana mereka, " dimas aku juga hamil anak kamu, walau aku bukan istri sah kamu tapi kamu harus tanggung jawab dengan anak ini, kata nancy dengan air mata berlinang di pelupuk matanya.

__ADS_1


dimas tidak bisa berkata apa-apa saat ini, mata dimas melirik ke arah lisa yg terlihat kesal, " aku gk bisa pergi menemanimu saat ini, aku akan menyuruh pelayan untuk menemani mu pergi jika kau mau, kata dimas dengan wajah datar.


lisa yg mendengar penolakan dari bibir dimas merasa sangat bahagia sekaligus puas dengan apa yg di katakan dimas, " apa kamu sudah dengar apa yg dikatakan oleh suamiku, kata lisa sambil menggandeng tangan dimas.


" kalian gk bisa melakukan ku seperti ini, teriak nancy sambil menangis.


dimas tidak tergerak hatinya untuk membujuk wanita yg pernah dia cintai, " ayo kita masuk dan melanjutkan hal yg belum kita selesaikan, kata dimas kepada lisa.


bukan nancy namanya jika dia tidak memiliki seribu macam cara untuk memisahkan dimas dengan lisa, tiba-tiba terdengar suara nancy yg berteriak kesakitan, membuat langkah kaki dimas dan juga lisa terhenti sambil melihat ke belakang apa yg terjadi.


" dimas... perut aku sakit... hiks...hiks..hiks.. tangis nancy.


lisa yg mengetahui permainan nancy sengaja menyuruh dimas untuk menolong wanita itu,


" pergilah mas bantu dia, bagaimana pun bayi itu adalah hasil perbuatan kalian, kata lisa dengan nada dingin kemudian masuk kedalam kamarnya.


dimas yg mendengar perkataan lisa merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini, dimas berjalan menyusul lisa kedalam kamar dan meninggalkan nancy sendiri di luar kamar mereka.


" apa maksud kamu berkata seperti itu, kata dimas kepada lisa.


" apa yg kau katakan memang benar mas, jadi untuk apa kamu marah!! kata lisa dengan tegas.


" apa kamu tidak percaya sama aku? tanya dimas.


" sayang... ini semua bukan masalah aku percaya atau tidak sama kamu, aku hanya ingin kamu melakukan tugas mu sebagai papa dari anak itu, kata lisa dengan santai walau hatinya sakit saat mengatakan semua itu.


" tentu... dan lagi aku ingin ke tenangan tanpa wanita itu, kata lisa.


" baiklah... kata dimas yg kemudian berjalan keluar dari kamar untuk membantu nancy yg pingsan di depan kamar mereka.


dimas segera membawa nancy ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya, dimas tidak memiliki rasa khawatir sedikit pun di hatinya saat ini, tetapi fikiran dimas melayang memikirkan lisa yg berada di vila bersama dengan pelayan.


*****


---lisa---


dikamar lisa merasa gelisah membayangkan dimas bersama dengan wanita licik itu,lisa menarik nafasnya dengan kasar sambil berjalan menuju balkon kamarnya.


lisa yg melihat langit biru, pohon yg rindang serta udara yg segar membuat lisa sedikit tenang, lisa terus menunggu kepulangan dimas dengan nancy hingga sore hari.


lisa yg melihat kendaraan dimas memasuki gerbang vila dengan segera lisa berlari kecil untuk menghampiri dimas, terlihat dimas yg memapah nancy masuk kedalam vila membuat lisa cemburu.


dimas yg melihat lisa berdiri di hadapannya untuk menyambut kepulangannya merasa bahagia, tetapi dimas yg tiba-tiba melihat wajah lisa yg cemberut dan terlihat kesal lalu pergi meninggalkan dimas yg masih berdiri di ruang tamu.


dimas segera menyerahkan nancy kepada pelayan yg ada di rumah, dimas bergegas menuju kamar mereka yg berada di lantai 2 untuk menyusui lisa.

__ADS_1


" sayang buka pintunya... panggil dimas yg terkunci dari luar.


" pergi... aku gk mai di ganggu, teriak lisa yg berada di dalam kamar.


" sayang... jangan marah ya, aku kangen banget sama kamu... biarkan aku masuk ya, bujuk dimas.


lisa masih mengatakan hal yg sama sambil berteriak di dalam kamar mereka, dimas yg sudah tidak berjalan ke arah ruang bacanya, lalu melompat dari balkon ruangan baca menuju kamar mereka.


" sayang jangan marah lagi ya, kata dimas yg berjalan ke arah lisa.


" kami kok bisa masuk? tanya lisa yg tidak percaya dengan apa yg dia lihat saat ini.


" aku masuk dari situ sayang, kata dimas sambil menunjuk ke arah balkon.


lisa terdiam sesaat lalu menarik tangan dimas dan membersihkan tangan dimas menggunakan hand sanitizer, " aku gk suka kalau kamu pegang-pegang wanita lain, kata lisa sambil membersihkan tangan dimas.


" duh... manisnya istriku saat cemburu, kata dimas yg ingin menjahili lisa.


" iiihhhh.... apaan sih aku gk cemburu tahu hanya kesal aja, karena aku gk suka barang milik ku di ambil atau di sentuh orang lain.


dimas hanya bisa diam sambil menatap wajah lisa yg terlihat cemberut, tiba-tiba lisa terdiam sambil memegang perutnya.


" ada apa sayang? tanya dimas yg khawatir.


" gk apa-apa mas... hanya ngerasa geli aja,lihat mereka lagi gerak mas, kata lisa sambil menunjuk perutnya yg bergerak-gerak.


dimas yg melihat merasa lucu dan memegang perut lisa juga dengan lembut, "sayang kalian jangan nakal di dalam, kasihan mama kalau kalian nakal, kata dimas sambil mengelus perut lisa.


" mereka gk nakal mas... yg nakal itu pala mereka yg suka jajan di luar sana, padahal udah punya mama di rumah masih aja jajan di luar sana, kata lisa sambil menyindir dimas.


" iya...iya... aku salah, kamu bener aku nakal jadi kamu mau hukum aku gimana? kata dimas.


" gimana ya sayang... kita hukum papa kalian, kata lisa seolah-olah sedang berbicara kepada anak mereka.


dimas tersenyum bahagia melihat tingkah laku lisa yg membuat dirinya merasa bahagia,


" gimana kalau malam ini kita makan diluar, kata dimas.


" boleh jugak.... kalau gitu kita makan dimana? tanya lisa yg penasaran.


" kamu tenang aja biar aku yg atur semuanya, kata dimas yg kemudian memeluk tubuh lisa.


(^_^)///(^_^)


jangan lupa like dan komentar nya gyus.....

__ADS_1


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️


__ADS_2