Dreams

Dreams
sesion 2 ( episode 7 )


__ADS_3

Sesampainya di rumah terlihat ardi dan arda sedang bermain bersama dengan arka dan juga baby sister nya, " mbak kenapa lama banget pulangnya?", tanya dika yang sedang duduk di sofa sambil memandang laptop nya.


" maaf ya... tadi mbak lagi banyak urusan. ", kata lisa yang merasa bersalah.


" urusan apa? ", tanya dika lagi.


" hhhemm... nanti mbak jelasin. ", jawab lisa sambil berjalan ke arah kamarnya.


Dika melihat ke arah roky yang sedang berdiri tepat di sebelah lisa, " mas... apa yang sebenarnya terjadi? ", tanya dika.


" hufffttt.... dasar kamu ya jadi manusia terlalu peka. ", kata roky yang membuang nafasnya dengan kasar dan duduk tepat di sebelah dika saat ini.


" mas gak bisa menjelaskan nya, biarkan mbak mu yang bilang sendiri ke kamu ya. ", kata roky sambil tersenyum.


" ya sudah lah terserah kalian. ", kata dika yang kemudian melanjutkan pekerjaannya.


" soal proyek tambang minyak ya? ", tanya roky lagi.


" iya.. mas. ", kata roky sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" mas tahu ini sebuah proyek besar dan mas yakin kamu pasti bisa menjelakan nya. ", kata roky sambil mengelus kepala dika.


" ya aku akan usahakan yang terbaik untuk keberhasilan proyek ini mas. ", kata dika dengan penuh ambisi.


" bagus...oh ya masalah dinas keluar untuk memantau proyek apa kamu sudah punya rencana? ", tanya roky lagi.


" sudah mas...mungkin lusa atau besok dika harus segera berangkat, hanya saja dika masih bingung. ", kata dika sambil menunduk kan kepalanya.


" mas tahu apa yang kamu khawatir kan, tenang saja mas akan selalu di sini menjaga keluarga kita. ", kata roky sambil tersenyum.


" aku berharap mas bisa segera menjadi kakak ipar ku yang selanjutnya. ", kata dika sambil membalas senyuman roky.


Lisa yang baru saja selesai mengganti baju dan sekarang berjalan keluar kamarnya tidak sengaja mendengar perkataan dika dengan roky, " itu mustahil...karena aku menggap roky sebagai kakak ku bukan sebagai kekasih. ", kata lisa di dalam hatinya.


Lisa berjalan ke arah dika dan juga roky yang sedang duduk di sofa ruang tamu, lisa menyuruh arka dan baby sister untuk masuk ke ruangan bermain karena ada yang ingin di bicarakan oleh lisa kepada dika.

__ADS_1


Roky sudah yakin lisa akan menjelaskan tentang apa yang terjadi hari ini kepada dika, benar saja respon dika yang mendengar semua perkataan lisa sangat bertolak balik dengan apa yang lisa harap kan.


" mbak... kita sudah gak punya hubungan apa-apa lagi dengan nya, mau dia koma atau pun dia mati...kita sudah gak punya hubungan dengan nya. ", kata dika sambil menahan emosi.


" tapi dik...mbak gak bisa melihat mama imelda terpuruk seperti itu, kamu tahu kan hutang budi yang kita terima.!! ",bantah lisa.


" mbak cerita tentang hutang budi...bagaimana dengan kdrt yang di lakukan anaknya kepada mbak, semua yang mbak lakukan dengan mama mertua mbak itu bukan hutang budi, tapi sebuah kesepakatan.!! ", kata dika yang tak mau kalah.


" maafin mbak dik...tapi mbak mbak sudah berusaha untuk tidak perduli dengan nya, mbak sudah berusaha untuk melupakan nya...mbak gak tahu kenapa setiap kali mbak berusaha untuk melupakan nya semakin kuat pula perasaan yang mbak memiliki kepada nya. ", kata lisa sambil menahan air matanya.


Dika tidak tahu apa yang harus dilakukan atau pun berkata apa-apa saat ini, " kenapa di saat semuanya sudah membaik, kini masalah yang baru muncul kembali. ", kata dika di dalam hatinya.


Dika berjalan keluar rumah tanpa sepatah katapun untuk menghirup udara segar dan menenangkan dirinya, " apa yang di fikirkan mbak sih...pria seperti dia tidak pantas untuk di kasihani. ".


Roky yang bingung harus berkata apa melihat kondisi rumah lisa saat ini, hanya bisa duduk di sofa sambil menatap ke arah langit-langit rumah.


Lisa yang masih duduk tapat di sebelah roky merasa tidak enak dengan pria yang mencintai nya, " mas...maafin aku ya. ", kata lisa sambil memegang tangan roky.


Roky melihat ke arah lisa kedua tangannya tidak bisa berhenti untuk menyentuh pipi lisa dengan lembut, bibir nya saat ini tidak bisa berhenti untuk mencoba menghibur wanita nya saat ini.


Roky menangkup pipi lisa dan berkata, " aku di sini untuk mu dan tatap mata ini...aku tidak akan meninggalkan kamu apapun yang terjadi, jadi jangan merasa bersalah seperti itu. ", kata roky lalu menarik tubuh lisa kedalam pelukannya.


" kamu harus memilih antara keluarga atau perasaan yang tidak terbalas itu. ", kata roky sambil menepuk punggung lisa dengan perlahan.


" mas benar... aku harus memilih, aku gak mau kehilangan keluarga kecil ku...aku akan menghubungi sekertaris brian agar dia segera menyerah untuk membujuk ku lagi. ", kata lisa sambil melepaskan pelukan roky dan segera mengambil ponsel yang ada di dalam sakunya.


Lisa segera mengirim pesan kepada sekertaris brian dan tidak perlu lama sekertaris brian segera menelepon lisa.


" nona lisa apa yang anda sms tadi benar? ", tanya sekertaris brian.


" iya...saya tidak bisa membantu banyak untuk saat ini, saya hanya bisa berdoa semoga mas dimas lekas sembuh dan segera siuman. ", jawab lisa.


" tapi nona saya harap anda berfikir sekali lagi. ", bujuk sekertaris brian.


" saya tidak memerlukan waktu untuk berfikir lagi, saya sudah memutuskan saya harap sekertaris brian bisa mengerti dan menerima apa yang saya katakan. ", Lisa segera mengakhiri panggilan dengan brian.

__ADS_1


Roky tersenyum melihat keputusan lisa yang sudah cukup benar, " sekarang kamu bisa segera berbaikan dengan dika. ", kata roky sambil memegang tangan lisa.


" iya mas benar...", kata lisa yang segera berjalan ke arah luar rumah untuk mencari keberadaan dika.


Lisa segera melihat ke sekelilingnya untuk mencari keberadaan dika saat ini, terlihat dika yang sedang duduk di bangku cafetaria sambil meminum segelas kopi yang ada di tangannya.


" dika...", panggil lisa yang segera menyebrang jalan.


" dika..", panggil lisa lagi.


Dika melihat ke arah suara yang memanggil namanya dan terlihat lisa yang berjalan ke arahnya, dengan nafas yang tidak beraturan lisa ingin meminta maaf atas sikapnya yang sudah keterlaluan.


Akan tetapi semua kata-katanya sulit untuk terucap, air mata yang sudah berlinang di kedua pelupuk matanya, " dik..", panggil lisa dengan suara yang gemetar.


" mbak...kenapa? ", tanya dika yang melihat lisa seakan ketakutan.


Dika berdiri dari tempat duduknya saat ini,


" mbak tenang lah...dan bicarakan perlahan. ", bujuk dika sambil memegang kedua tangan lisa.


Lisa menarik tubuh dika kedalam pelukannya untuk sesaat lisa merasa bahwa adik kecilnya sudah tumbuh dewasa dan sangat menjaga dirinya, " dika...maafin ke egoisan mbak, mbak sudah memutuskan untuk tetap di sini dan tidak akan pernah kembali ke sana. "


" apa mbak yakin? ", tanya dika lagi.


" mbak yakin. ", kata lisa yang masih memeluk tubuh dika.


" dika maafin mbak tapi mbak harus mencoba untuk melupakan nya dan memulai hidup baru kita di sini. ", kata dika.


" iya kamu benar... sekarang mau kah kamu kembali ke rumah? ", tanya lisa lagi.


Dika mengangguk kecil sambil melepaskan pelukan lisa, dika berjalan ke arah kasir untuk membayar tagihan nya lalu pergi meninggalkan cafe ini.


Semua orang yang melihat ke arah lisa dan dika, merasa serta berfikir bahwa mereka seorang pasangan yang sedang bertengkar...sebab jarak di antara dika dan lisa yang tidak jauh serta wajah lisa yang masih terlihat muda.


(^_^)///(^_^)

__ADS_1


ayo siapa yg nunggu update ini....maafin author karena author gak bisa update seperti biasanya, sebagai gantinya author membuat update gila-gilaan di tunggu ya.


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️


__ADS_2