
Sekertaris brian membawa mobilnya menuju rumah singgah, di mana papa erik berada.
Sepanjang perjalanan mama imelda hanya diam tanpa sepatah katapun yang membuat suasana sedikit canggung.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam akhirnya mereka sampai di rumah singgah, rumah yang cukup sederhana dengan 3 kamar dan 4 toilet serta ada sebuah garasi mobil.
Terlihat di garasi, mobil berwarna putih milik papa erik yang sedang terparkir dengan rapi.
Begitu juga papa erik yang menunggu di teras rumah untuk menyambut kedatangan mama imelda, mama imelda turun dari mobil dan berlari kedalam pelukan suaminya.
" hiks...hiks... dimas pa. ", cicit mama imelda sambil menangis di pelukan suaminya.
" sudah...sudah..ayo kita bicarakan di dalam. ", kata papa erik sambil berjalan masuk kedalam dan merangkul bahu mama imelda.
Sekertaris brian menurun kan semua barang bawaan mama imelda di bantu oleh 3 pelayan yang ada di kediaman singgah ini.
Papa erik membawa mama Imelda masuk kedalam kamar mereka, mama imelda terduduk lemas dengan air mata yang membanjiri kedua pipi nya.
Papa erik dengan perlahan duduk tepat di samping mama imelda, menepuk-nepuk dengan perlahan punggung wanita nya itu.
" sudah jangan menangis lagi, papa tauh mama sangat kecewa dengan dimas... papa mengerti kalau mama sakit hati, tapi jangan terlalu bersedih seperti ini. ", bujuk papa erik.
" bagaimana mama tidak sedih pa..dia lebih memilih wanita itu daripada ibu kandungnya yang telah melahirkan dan membesarkan nya.", kata mama imelda.
" papa mengerti... tapi mama jangan lupa,ini semua bukan ke inginan dimas dia melakukan semua ini karena alam bawa sadarnya sudah di kontrololeh nancy. ", jelas papa erik lagi.
" maksud papa?...hiks...hiks... ", tangis mama imelda mulai mereda serta sedikit bingung dengan apa yang di katakan papa erik.
" papa sudah menyelidiki semuanya dan sekarang dimas dalam kendali penuh oleh nancy, alam bawa sadarnya sudah di manipulasi oleh nancy sehingga dia melupakan lisa dan bersikap arogan kepada kedua orangtuanya. ", jelas papa erik.
" apa yang papa kata kan benar? ", tanya mama imelda sambil menyeka air matanya.
" semua yang papa kata benar...jadi sekarang mama jangan terlalu bersedih dan lupakan kejadian hati ini untuk sementara waktu, kita akan menunggu sampai waktunya tiba. ", bujuk papa erik.
" baik lah... jika benar seperti apa yang papa kata kan, mama akan sedikit tenang untuk saat ini. ", kata mama imelda yang sudah sedikit tenang dengan apa yang di jelaskan papa erik.
" baguslah kalau begitu... mama istirahat dulu di sini, papa masih ada urusan dengan sekertaris brian. ", kata papa erik sambil berjalan keluar dari kamar mereka.
Sekertaris brian sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu kedatangan papa erik.
Papa erik berjalan mendekati sekertaris brian untuk menyerahkan dokumen penting tentang lisa.
" ini semua dokumen yang berhasil saya selamat kan, kamu bisa berikan semua berkas ini kepada dimas. semakin cepat kamu berikan semakin bagus untuk nya. ", kata papa erik.
__ADS_1
" baik tuan besar kalau begitu saya pamit undur diri. ", kata sekertaris brian sambil mengambil amplop coklat yang berisi berkas-berkas penting tentang lisa.
******
Di rumah sakit.
Dimas terus menjaga nancy sepanjang hari tidak ada rasa bersalah atau pun khawatir tentang perasaan mama imelda.
Dimas lebih terlihat cuek dan dingin setelah menyuruh mama imelda keluar dari vila miliknya.
" sayang... ", panggil nancy.
" iya sayang, ada apa? ", tanya dimas.
" tidak ada hanya sedikit khawatir melihat kamu bertengkar dengan mama imelda, aku tidak mau gara-gara aku hubungan ibu dan anak menjadi renggang. ", kata nancy sambil berwajah sedih.
" sudah lah jangan terlalu di fikirkan, sudah seharusnya dia pergi dari vila kita... karena dia sudah berani menyakiti kamu dan calon anak kita. ", kata dimas sambil mengelus kepala nancy.
" terimakasih sayang... karena kamu sudah mau melindungi aku dan anak kita. ", kata nancy sambil tersenyum manis.
Malam ini nancy tertidur lebih awal dimas masih terjaga setelah melihat berkas-berkas yang di berikan sekertaris brian kepada nya siang ini.
Dimas memegang foto lisa yang tersenyum manis sambil memegang perutnya yang membesar.
Hati dimas galau harus melakukan apa terhadap hubungan nya dengan nancy, hati kecil nya meronta-ronta untuk segera mencari keberadaan lisa dan kedua anak mereka.
Tetapi fikiran dan akal sehatnya melarang dimas untuk melakukan semua yang ada di lubuk hatinya, begitu banyak konflik yang ada di batin nya saat ini yang membuat kepala dimas merasa sakit.
" huftttt.... baiklah satu-satunya cara adalah menunggu kelahiran anak ini dan melakukan tes dna dengan nya, jika benar anak ini bukan anak ku...maka aku harus mencari keberadaan lisa. ", kata dimas di dalam hatinya.
*****----*****
Siang ini di cafetaria dimas bertemu dengan sekertaris brian, dimas beralasan keluar sebentar untuk mencari makan siang untuk dirinya.
" siang tuan. ", sapa sekertaris brian sambil memberi salam kepada dimas.
" siang juga. ", kata dimas sambil menarik kursi dan duduk tepat di hadapan sekertaris brian.
" tuan muda ini berkas-berkas tentang wanita itu. ", kata sekertaris brian sambil memberikan amplop coklat itu.
Dimas membuka perlahan dan melihat satu persatu isi dari berkas itu, ada beberapa foto yang di sertai tanggal dan waktu.
Ada juga surat perceraian dan foto hasik usg anak mereka, dimas sangat terkejut melihat hubungan mereka.
__ADS_1
" apa kamu tauh tentang wanita ini? ", tanya dimas.
" saya tauh semuanya tuan muda. ", jawab sekertaris brian.
" kalau begitu ceritakan semuanya kepada saya dan jangan ada yang terlewatkan sedikit pun. ", perintah dimas.
Sekertaris brian mulai menceritakan awal pertemuan mereka dan bagaimana mereka berdua bisa berpisah.
Dengan wajah serius brian menceritakan semuanya dengan sangat terperinci tanpa ada yang terlewatkan satu pun.
Dimas yang mendengar kan perkataan brian dengan serius dan ada rasa sakit di lubuk hatinya yang terdalam.
" aku begitu jahat kepadanya, apa kah ini semua karma? ", tanya dimas.
" entah lah tuan.. !! ", jawab sekertaris brian.
" lalu jika aku sangat menyayangi nya kenapa aku gak bisa mengingat sedikit pun tentang dirinya ?. "
" sulit untuk di jelaskan saat ini, yang terpenting saat ini adalah apa kah benar anak yang di kandung nyonya nancy adalah anak tuan. ", kata sekertaris brian.
" baiklah yang kamu katakan ada benar nya juga. ", kata dimas.
" tuan... jika tidak ada pertanyaan lagi atau perintah untuk saya, saya harus segera kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan saya yang tertunda. ", kata sekertaris brian.
" untuk saat ini tidak ada, kamu bisa kembali ke perusahaan. ", kata dimas dengan cuek sambil memberikan amplop coklat itu kepada brian untuk di simpan olehnya.
Setelah pertemuan nya dengan sekertaris brian, dimas segera membeli makanan dan kembali ke rumah sakit.
Walau banyak pertanyaan dalam kepalanya saat ini dan sesungguhnya hati sangat kacau, tetapi dimas harus tetap tenang agar nancy tidak curiga kepada dirinya.
(^_^)\(^_^)
hy gyus... dreams udah update lagi nih...
oh ya untuk sesion 2 saat ini, untuk sementara lebih banyak tentang dimas daripada lisa dan keluarga nya.
maaf author baru memberikan penjelasan di sini. 🙏
jangan lupa like, komen dan vote novel ini.
terimakasih 😍
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️
__ADS_1