Dreams

Dreams
episode 39


__ADS_3

lisa masih duduk di dalam kamarnya sambil menatap ke arah pepohonan pinus yg rindang ingin rasanya lisa pergi dari sini dan meninggalkan semuanya, tetapi hati kecilnya tidak bisa untuk pergi meninggalkan kedua adiknya dan arka yg masih kecil sangat membutuhkan lisa sebagai pengganti ibu mereka yg sudah meninggal dunia.


lisa mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada mama imelda apa yg terjadi dengan rumah tangga mereka, tring....tring.. tringgg... suara ponsel berbunyi.


" assalamu'alaikum lisa... ada masalah apa dengan rumah tangga kalian? tanya mama imelda.


" waalakumsalam ma... ceritanya sangat panjang inti nya sekarang lisa bingung ma harus bagaimana?


" apakah dimas memutuskan untuk memberikan setatus untuk wanita itu? tanya mama imelda.


" lisa belum membicarakan lebih lanjut dengan mas, tapi ma... lisa tidak mau di poligami, lisa gk mau berbagi suami dengan orang lain ma.


" mama mengerti sayang, jika dimas memilih untuk menikah dengan wanita rubah itu mama tidak akan memberikan restu kepada mereka dan mama akan membawa kamu pulang ke rumah mama.


" ma... lisa benar-benar udah capek dengan suami ini ma... jika mas memilih untuk menikahi nancy maka lisa akan mundur ma, apa mama akan marah jika lisa meminta untuk bercerai dengan mas?


" mama gk akan marah tetapi mama mohon fikirkan matang-matang sebelum memutuskannya.


" iya ma... kalau gitu lisa matikan telponnya ya ma, sepertinya dika datang ke rumah untuk menjemput arka.


" ya udah kalau gitu kamu kabarin mama terus ya sayang, assalamu'alaikum.


" waalakumsalam ma.


lisa pun mematikan teleponnya dan segera keluar dari kamar menuju ruang tamu, terlihat dika yg sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.


" mbak... dimana arka? tanya dika.


" arka sedang tidur di kamar, bagaimana cafe kita? tanya lisa.


" cafe kita baik-baik saja mbak, oh ya mbak dika di tawarin kerjaan oleh mas roky di luar negri hemmm... apa boleh dika pergi mbak? tanya dika.


" apa itu semua impianmu? tanya lisa.


" iya mbak... dika ingin segera sukses dan bisa melamar dia, kata dika sambil tersenyum malu-malu kucing.


" mbak mengerti... kalau begitu kamu bisa pergi, kata lisa sambil tersenyum.

__ADS_1


" terimakasih mbak.. lalu bagaimana cafe kita?


" cafe akan tutup dan bangunan nya akan mbak jual, bagaimana kalau kita semua pindah keluar negeri? tanya lisa.


" itu ide bagus mbak... jadi dika bisa tetap bersama dengan arka dan juga mbak, tapi bagaimana dengan mas dimas? tanya dika.


lisa sedikit terdiam dan bingung harus menjawab apa, " hemmm... mbak akan meminta izin dengan mas dimas untuk pergi bersama kamu.


" tapi mbak itu semua gk mungkin mbak punya keluarga di sini dika gk mau mbak ikut dengan dika dan meninggalkan keluarga mbak.


" dika sebenarnya mbak gk tahu harus gimana, kata lisa yg kemudian air matanya berlinang.


" mbak kenapa? tanya dika yg khawatir.


dika yg sedang duduk di ruang tamu bersama dengan lisa mendengar suara keributan dari ruang baca di lantai 2 vila ini, " kenapa ada suara perempuan lain di rumah mbak? kata dika dalam hatinya.


" dika sebaiknya kamu pulang dulu bersama arka mbak akan suruh pelayan untuk membawa arka ke sini, kata lisa yg kemudian memanggil pelayan dan menyuruh pelayan untuk menjemput arka dari kamar lisa.


dika yg melihat wajah lisa yg menyimpan masalah merasa ada yg tidak beres dengan rumah ini, " mbak apa yg terjadi sebenarnya? kata dika.


terlihat dimas yg sedang menarik nancy untuk pergi dari vila ini, " mbak siapa wanita itu? tanya dika.


" mas cukup apa yang kamu lakukan mas... ingat dia sedang hamil jangan seperti ini, kata lisa yg membela nancy.


" kenapa kau ikut-ikutan membela dia, aku gk mau rumah tangga kita hancur.


" kalau kamu gk mau semuanya hancur kenapa kamu masih berhubungan dengannya mas.


" lisa maaf aku salah... kata dimas yg menarik tubuh lisa kedalam pelukannya.


dika yg mendengar semua yg terjadi tidak tahu harus berbuat apa, tetapi dia harus mengambil keputusan yg tegas demi lisa.


" apa yg terjadi dan siapa wanita ini? tanya dika.


" dika... mas bisa jelaskan semuanya, jadi tolong kamu tenang dulu, kata dimas.


" tidak-tidak sebaiknya kamu pulang dan bawa arka kasian arka ketakutan, kata lisa yg melihat wajah arka yg berdiri bersama riri.

__ADS_1


" tapi mbak...kata dika yg tidak ingin pergi dari vila ini.


" mbak baik-baik saja sekarang kalian pulang dulu ya, mbak mohon jangan membuat keributan di vila ini...mbak sudah capek mendengar keributan sepanjang hari ini, kata lisa kepada dika.


dika pun pergi membawa arka bersamanya dan meninggalkan vila, lisa yg melihat dika sudah pergi berjalan meninggalkan dimas dan juga nancy yg masih terduduk di teras vila.


dimas mengikuti langkah kaki lisa yg begitu cepat menuju kamar mereka, " lisa tenang lah... kata dimas yg mendekati lisa.


" mas... apa ada yg ingin kamu bicarakan lagi? tanya lisa.


" lisa aku mohon jangan tinggalkan aku setelah semua yg aku lakukan, maafkan aku yg udah membuat mu kecewa untuk kesekian kalinya lagi.


" mas... aku akan selalu memaafkan semua kesalahan kamu, tapi untuk yg kali ini benar-benar sudah kelewat batas mas, air mata lisa berlinang di pelupuk matanya dan kini jatuh membasahi pipinya.


" apa yg harus ku lakukan sekarang? tanya dimas sambil menaruh kepalanya di bahu lisa.


" mas berani berbuat harus berani tanggungjawab tapi mas harus membiarkan aku pergi karena aku gk sanggup membagi suamiku dengan orang lain, aku bukan istri nabi yg bisa selalu bersabar dan rela melihat suaminya menikah lagi, aku gk bisa mas... kata lisa sambil menangis tersedu-sedu.


" aku gk bisa kehilangan kalian, kata dimas sambil memeluk tubuh lisa dari belakang.


" tapi aku gk bisa melihat suami ku dengan wanita lain.


" maafkan lisa aku harus egois untuk kali ini karena aku gk mau kehilangan kalian, kata dimas yg kemudian pergi dari kamar lisa dan mengunci pintu dari luar.


lisa berjalan mendekati pintu, " mas... buka pintunya, teriak lisa.


dimas masih berdiri di depan pintu kamar mereka, " maafin aku lisa tapi aku benar-benar gk bisa kehilangan kalian, kata dimas yg kemudian pergi meninggalkan lisa sendirian di kamar.


lisa terus menggedor-gedor pintu kamarnya namun tidak ada satupun yg mau membuka pintu,lisa masih terus berfikir agar bisa keluar dari vila ini secepatnya.


lisa mencari-cari dimana hp yg di letakkan di atas meja di dekat sofa, " dimas sialan... hp ku di bawa olehnya, bagaikan aku bisa menghubungi dika, kata lisa.


lisa duduk di atas ranjang nya sambil menatap jendela kamar, " kenapa aku harus seperti ini aku hanya ingin punya suami yg mencintai ku dan punya keluarga yg harmonis itu saja yg ku inginkan dalam hidup ku, tetapi kenapa semuanya harus berakhir seperti ini hiks...hiks...hiks... tangis lisa.


*******


(^_^)//(^_^)

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar nya gyus.


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2