
setelah puas berbelanja seharian di temani dimas untuk kedua kalinya dalam hidup lisa, lisa merasa bahagia beberapa minggu ini selalu bersama dengan dimas.
walau terkadang lisa merasakan dimas masih mengharapkan nancy tetapi sekarang semua sudah berubah karena dimas mau belajar untuk menerima dirinya sebagai istri dan juga ibu dari anak-anaknya.
sesampainya di rumah keluarga besar dimas mama imelda terlihat sedih karena harus berpisah dengan lisa dan juga putra kesayangannya dimas, " ma... kenapa raut wajah mama sedih? tanya lisa yg sedang duduk di sofa bersama mama imelda.
" mama hanya sedih karena kalian terlalu cepat kembali ke rumah kalian yg baru, kata mama imelda.
" ma... jangan sedih, lisa akan sering-sering vc mama dan juga ngabarin perkembangan cucu mama jadi mama jangan sedih ya, kata lisa yg mencoba untuk menghibur mama imelda.
" baiklah mama... hanya berharap kamu bisa sehat hingga persalinan nanti dan jika ada perlu apapun jangan sungkan untuk meminta bantuan mama, kata mama imelda sambil membelai rambut lisa yg tergerai.
" iya ma... terimakasih ma, sudah mau menjadi penyemangat lisa dan mendukung hubungan lisa dengan mas, kata lisa yg tiba-tiba memeluk mama imelda.
" mama juga berterimakasih karena kamu sudah mau bersabar untuk menerima kekurangan dimas, kata mama imelda yg membalas pelukan lisa.
" eeehhheeemmm.... suara batuk dimas yg tiba-tiba membuat suasana yg tadinya haru menjadi cangung.
" sini duduk, kata mama imelda kepada dimas yg berdiri di dekat pintu.
dimas berjalan ke arah mama imelda dan duduk tepat di sebelah mamanya, " dim... mama harap kamu terus seperti ini dengan lisa, jangan buat lisa kecewa lagi ya.
dimas sedikit menelan ludahnya karena gugup lalu menarik nafas panjang sebelum menjawab perkataan mamanya, " iya ma... kata dimas.
" bagus kalau gitu, kalian habis kan waktu berdua... mama mau menemani papa kalian, kata mama imelda yg kemudian meninggalkan dimas dan lisa yg berada di ruang keluarga.
dimas hanya duduk diam sambil menatap wajah lisa yg tersipu malu kerana dimas sedang menatapnya, " lisa... aku harap kamu masih bisa bersabar sebentar lagi ya, karena aku masih belum bisa untuk mencintai mu.
" tentu mas... aku akan selalu bersabar menunggu cinta mas, kata lisa yg tiba-tiba memeluk dimas.
dimas membalas pelukan lisa untuk sesaat dimas merasa bahagia berada di pelukan lisa saat ini, hingga tiba-tiba telpon dimas berbunyi.
" maaf aku mau angkat telpon dulu, kata dimas yg kemudian menggangkat telponnya.
" hallo pak... saya ingin menyerahkan barang pesanan bapak, kata asisten brian.
" tentu antar ke jln xxxx saya tunggu di rumah keluarga besar saya.
" ok pak... saya otw, kata asisten brian yg kemudian mematikan teleponnya.
dimas kembali ke arah lisa dan mengajak nya untuk istirahat di kamar sebelum mereka kembali ke vila mereka, setelah memastikan lisa tertidur dimas keluar dari kamar karena mendapat telpon dari asistennya.
dimas mengambil barang yg dia pesan,
" terimakasih... kamu sudah bisa kembali ke kantor.
__ADS_1
dimas berjalan membawa barang yg dia pesan dan kembali ke kamarnya untuk istirahat sejenak sebelum pulang.
jam sudah menunjukkan pukul 16:30 wib alaram hp dimas berbunyi membuat lisa terbangun dari tidurnya," mas... alaram hpnya, kata lisa yg masih mengantuk karena kelelahan berbelanja.
" heeemm... iya, kata dimas yg menjangkau hp do samping tempat tidurnya,
" hhheemm.... sayang bangun ayo kita bersiap-siap kalau kelamaan bisa ketinggian pesawat loh, kata dimas yg membangunkan lisa.
" oh... kalau gitu ayo kita cepat, mas... tolong suruh pelayan menyusun barang-barang ke bagasi mobil, itu kopernya udah ku susun aku mau mandi dulu, kata lisa yg kemudian lari ke toilet meninggalkan dimas yg masih di tempat tidur.
" tergesa-gesa banget sih, hhheeemmm.... ya udah lah nanti aja baru di kasih, kata dimas yg kemudian melakukan apa yg di minta lisa.
untuk pertama kalinya lisa berani memerintah dimas seperti itu, " sudah ada kemajuan sekarang... kata dimas dalam hatinya yg merasa senang dengan kemajuan hubungan mereka saat ini.
setelah lisa selesai mandi dan mengganti bajunya lisa bergegas mencari keberadaan dimas yg tidak ada di kamar, " ma... mas dimana ya? kata lisa yg melihat mama imelda yg sedang membuat roti bakar.
" oh...dimas lagi mandi telanjang tuh... dikamar mama, kata mama imelda.
" oh... mama buat apaan kelihatan enak, kata lisa yg ingin mencicipi roti bakar buatan mama nya.
" ini mama buat emang untuk kamu, sebelum berangkat ke bandara makan roti bakar ini dan segelas susu agar kamu gk kelaparan sebelum berangkat, kata mama imelda yg ingin menunjukkan perhatian nya sebelum kepulangan lisa.
" ma... masak cuman istriku doang yg di buatin, untuk dimas mana? tanua dimaa yg berjalan ke arah meja makan, " sore sayang... kata dimas yg tidak lupa menyapa dan mencium kening istrinya.
" sore mas... kata lisa yg membalas ciuman dimas.
" mama kalau pengen di manja mintak sama papa sana, kata dimas yg gk mau kalah.
" dasar bocah kurang asam, mama gk akan buatkan roti bakar untuk kamu, ancam mama imelda.
" hahahaha ...dimas tertawa melihat tingkah mamanya, " gk apa jugak... Dimas bisa minta sama lisa, kata dimas yg mentap wajah lisa.
" lisa harus makan yg banyak biar dia dan anaknya sehat, kamu jangan ganggu... kalau mau buat sendiri nih... kata mama imelda yg menyodorkan roti dan selai untuk dimas.
" dasar mama pilih kasih, kata dimas yg pura-pura cemberut.
lisa hanya tertawa kecil melihat tingkah ibu dan anak ini, lisa berharap dirinya akan selalu seperti ini terus berada di samping dimas dan berada di tengah-tengah keluarga yg harmonis seperti saat ini.
waktu terus berganti dan akhirnya dimas berpamitan dengan kedua orangtuanya di susul dengan lisa juga yg ikut berpamitan, selama perjalanan ke bandara entah kenapa hati dimas merasa kacau dan sulit untuk dipahaminya, " kenapa firasat ku gk enak ya, kata dimas dalam hatinya.
dimas mencoba menampik perasaan itu dan tetap fokus kepada lisa saat ini, sesampainya di bandara mereka segera berjalan memasuki pesawat yg sebentar lagi akan lepas landas.
selama perjalan pulang lisa tidak meminta aneh-aneh seperti waktu pertama kali pergi, dimas teringat waktu dia dan lisa pergi naik pesawat untuk pertama kalinya lisa selalu meminta hal yg sedikit gk masuk di akal, tetapi dimas harus bersabar karena mungkin faktor ibu hamil yg selalu ingin di manja dan di perhatikan oleh suaminya.
setelah perjalanan yg cukup panjang akhirnya sampai juga di vila mereka, lisa duduk di ranjangnya sambil meluruskan kedua kaki nya, dimas yg melihat lisa yg sangat lelah segera menyuruh pelayan membuatkan cemilan serta teh lemon hangat kesukaan lisa untuk bersantai sejenak.
__ADS_1
" sayang... capek ya? tanya dimas yg membelai rambut lisa.
" sedikit mas...kata lisa sambil tersenyum.
" sini aku pijit kakinya, kata dimas yg kemudian duduk di hadapan lisa sambil memegang sebelah kaki lisa.
" kaki kamu kok bengkak gini? kita kedokter yah... kata dimas yg khawatir melihat kaki lisa yg bengkak seperti kaki gajah.
" gk apa mas ini hal wajar kok, lisa juga udah tanya sama mama sebelum kita pulang dan kata mama itu hal wajar pada ibu hamil.
" terus gk ada solusinya gimana gitu biar meredakan kaki yg bengkak ini, kata dimas sambil menunjuk kaki lisa.
" udah gk apa mas... tadi aku udah suruh pelayan untuk membuat minyak buah pala untuk memijat kakinya, kata lisa.
" kamu tunggu sini jangan kemana-mana, kata dimas yg kemudian keluar dari kamar mereka.
lisa yg berusaha untuk memejamkan matanya karena lelah sedikit terganggu mendengar keributan yg ada di luar kamar nya, " kenapa seperti terdengar suara mas dimas yg marah-marah, kata lisa dalam hatinya.
lisa bergegas ke luar dari kamarnya untuk melihat apa yg terjadi, lisa menghampiri dimas yg sedang marah-marah kepada semua pelayan yg ada di vila.
" mas... ada apa? tanya lisa yg mengahampiri dimas.
" kok kamu turun dari tempat tidur, kan udah aku bilang istirahat di kamar.... iiiihhh... kata dimas yg semakin kesal, tanpa ba bi bu be bo dimas langsung mengendong lisa ala bridal menuju kamar mereka.
" mas turunin malu tahu, kata lisa yg benar-benar malu di lihat oleh pelayan yg ada di rumah.
" karena kamu gk mau dengerin omongan aku makanya aku melakukan seperti ini, kata dimas yg kemudian meletakkan lisa dengan perlahan di ranjang mereka.
tok....tok...tok...tok..." tuan ini minyak nya, kata salah satu pelayan rumah mereka.
" letakkan di situ da minta mereka untuk cepat mengerjakan apa yg ku perintah, kata dimas dengan nada tinggi.
lisa hanya diam dan menatap wajah dimas yg sedikit marah, " mas... jangan seperti itu sama mereka, mereka juga punya kerjaan masing-masing jadi jangan selalu marah-marah seperti ini.
" aku gk suka orang yg kerjanya lambat, sini biar aku pijatkan kaki nya, kata dimas yg kemudian mengoleskan minyak pala dan mulai mengurut kaki lisa dengan perlahan.
lisa menikmati perlakuan dimas yg sangat memanjakan dirinya, " mas... terimakasih ya, kata lisa sambil tersenyum manis.
" gk usah berterimakasih seperti itu, aku hanya melakukan tugas ku sebagai suami dan yg seharusnya berterimakasih itu adalah aku, makasih ya... udah mau sabar menghadapi sikap egois ku,kata dimas yg tersenyum kepada lisa.
setelah selesai memijat kaki lisa, dimas membiarkan lisa bersantai dengan teh lemon dan sedikit cemilan yg sudah di siapkan oleh dimas untuk Lisa.
(^_^)////(^_^)
ayo jangan lupa like dan komentar nya gyus...
__ADS_1
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️