Dreams

Dreams
episode terakhir sesion 1.


__ADS_3

Dimas yang sedang menemani nancy di rumah sakit mendapat kabar dari salah satu anak buahnya kalau lisa sedang menuju Banda.


Dimas segera berjalan ke luar ruangan dan meninggalkan nancy sendiri di dalam ruangan inap itu, " dimas....kamu mau kemana?", teriak nancy yang melihat dimas berlari keluar ruangan.


" maaf aku tidak bisa terus di sini dan membiarkan dia pergi.", kata dimas sambil berlalu begitu saja.


Dimas tidak perduli dengan apa yang di katakan orang,sebab dia berlari di sepanjang lorong rumah sakit dan membuat sedikit ke gaduhan di sana.


Dimas segera menghubungi sekertaris brian untuk segera menuju bandara menghentikan kepergian lisa, sepanjang jalan dimas terus berdoa agar lisa tidak pergi meninggalkan nya.


" tunggu lisa...aku akan segera ke sana dan menghentikan mu.", kata dimas dalam hatinya.


Perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu karena situasi yang tidak mendukung, jalanan yang cukup padat karena jam orang-orang untuk pergi bekerja.


" siallll.... kenapa harus macet di saat seperti ini.", kata dimas sambil memukul setir mobilnya.


Hati dimas sangat kacau saat ini, ingin rasanya dia berlari menuju bandara dan meninggalkan mobilnya di tengah jalan, tetapi niat nya harus luntur saat mendengar nada dering dari ponselnya.


Terlihat nama sekertaris brian yang menghubunginya, dengan cepat dimas segera mengangkat panggilan dari sekertaris nya itu.


" bagaimana, apa bisa di hentikan?", tanya dimas tanpa basa-basi.


" maaf tuan... penerbangan mereka melalui jet pribadi milik tuan muda roky, jadi saya terlambat menghalangi kepergian nyonya.


" aku ingin kamu mencari informasi kemana perginya mereka, aku tunggu kabar 2×24 jam jika kamu tidak menemukan nya maka, tidak ada bonus tahunan untuk mu.!!", tegas dimas.


" baik tuan muda.", kata sekertaris brian dengan pasrah.


Dimas merasa dunia sedang terhenti dan hancur berkeping-keping mendengar kepergian anak dan mantan istrinya itu,


" kemana aku harus mencari keberadaan kalian? ", kata dimas sambil tertunduk lemas.


Dimas memutar arah mobilnya dan kembali ke vila, saat ini dimas tidak ingin menemui siapapun atau di ganggu oleh pekerjaan yg sudah menantinya.


Sesampainya di vila dimas berjalan menuju ruang kerjanya dan kemudian membuka lemari yang berisi penuh dengan berbagai macam bir,wine, atau pun anggur.


Dimas mengambil beberapa botol dan membawanya ke dalam kamar, dimas mengunci dirinya untuk menghilangkan rasa kesedihan dan patah hati yang dia alami saat ini.

__ADS_1


" kenapa kalian harus pergi, kenapa kalian gak bisa menunggu ku untuk beberapa bulan saja, hingga aku bisa membuktikan kalau anak itu bukan lah anak ku. "


Sudah entah beberapa botol yang di habiskan oleh dimas selama satu malam suntuk, hingga dia tertidur karena kehilangan kesadarannya.


Pagi ini dimas terbangun dan mengecek ponselnya yang terus berdering terlihat nama nancy di layar ponselnya pagi ini, " untuk apa lagi dia terus menghubungi ku. ", kata dimas dan kemudian membiarkan begitu saja ponsel yang terus berdering.


Dimas keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang kerjanya, dimas mengambil beberapa botol minuman dari dalam lemarinya lalu kembali lagi ke dalam kamarnya.


Asap rokok yang mengepul di langit-langit kamarnya, serta botol minuman yang berserakan di lantai membuat kesan berantakan pada diri dimas saat ini.


Sudah dua hari dimas tidak makan apapun, dimas tidak merasakan lapar ataupun lelah saat ini.


Fikiran nya penuh dengan kedua buah hatinya dan juga senyuman manis di wajah lisa saat itu,tok...tok...tok...suara pintu di ketik dari luar.


" siapa.... jika tidak berkepentingan silahkan pergi karena aku tidak ingin di ganggu. ", kata dimas dari dalam kamarnya.


" ini saya tuan muda, sekertaris brian. ", suara dari balik pintu.


Dimas berjalan ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya, " silahkan masuk. ", kata dimas kepada brian.


Brian sangat terkejut melihat penampilan bos nya yang berantakan serta kamar yang bau asap rokok dan botol minuman yang berserakan di lantai kamar dimas.


Dimas yang melihat brian yang sedang menumpuk berkas di atas meja, membuat kedua alis serta dahi dimas menggerenyit,


" apa maksud semua ini ?", tanya dimas dengan tatapan tajam.


" saya datang ke sini untuk menyerahkan dokumen yang harus tuan tanda tangani dan juga melihat saham perusahaan yang menurun 10 persen selama dua hari. ", kata sekertaris brian.


" pekerjaan yang saya perintahkan sudah selesai dan bagaimana hasilnya?", tanya dimas.


" hasilnya nihil tuan muda. ", kata brian sambil menundukkan kepalanya, dirinya takut jika tuan muda ini akan mengamuk karena kesal.


" aku sudah tahu, akan sulit bagi kita untuk melacak keberadaan lisa saat ini, lalu bagaimana dengan nancy ?", tanya dimas.


" nona nancy sudah kembali ke apartemen miliknya dan beberapa hari ini dia tidak terlihat keluar dari apt nya tuan muda. ", jawab sekertaris brian.


" baiklah urusan kantor dan perusahaan saya serahkan kepada kamu. ", kata dimas yang kemudian mengambil bir dan meminumnya langsung dari botol.

__ADS_1


Setelah mendapat perintah dari dimas, brian segera mengerjakan pekerjaan yang tertunda beberapa hari ini, " tuan muda sangat frustasi memikirkan masalah di hidupnya, semoga dia bisa terus tegar menghadapi cobaan ini. ", kata brian dalam hatinya.


Dimas kembali mengunci dirinya di dalam kamar, hingga dirinya terlihat lusuh dan jauh lebih kurus dari sebelumnya, sudah 2 minggu dimas tidak pergi ke kantor ataupun mengurus dirinya sendiri.


Hingga mama imelda datang ke vila untuk menemui anak lelaki semata wayangnya itu,


" dimana dimas? ", tanya mama imelda kepada salah satu pelayan yg ada di rumah dimas.


" tuan muda ada di dalam kamarnya nyonya.", jawab salah satu pelayan itu.


Mama imelda segera berjalan menuju kamar dimas, Tok...tok...tok....tok...suara pintu di ketuk, " dimas... buka pintunya ini mama. ", teriak mama imelda dari balik pintu kamar dimas.


Tidak ada sahutan dari dimas, mama imelda sangat khawatir dengan kondisi putranya saat ini yang sedang terpuruk.


mama imelda menyuruh pelayan untuk mengambil kunci cadangan kamar pribadi dimas, tetapi hasilnya nihil.


" kalian dobrak pintu ini, jika tidak ada kunci cadangan nya. ", perintah mama Imelda dengan suara meninggi.


Scurity dan juga tukang kebun mencoba mendobrak pintu tetapi tidak bisa, akhirnya mereka menggunakan linggis untuk membuka pintu kamar ini, setelah pintu berhasil di buka mama Imelda segera berlari ke arah dimas yang terduduk lesu sambil bersandar di ranjangnya.


" kamu kenapa bisa seperti ini sih dim... ", kata mama imelda sambil meneteskan air matanya.


" ma...dimas sudah ke hilangan mereka, dimas sudah gak punya tujuan lagi ma. ", kata dimas sambil meneteskan air matanya.


" yang sabar nak...mama yakin cobaan ini akan segera berakhir dan kalian pasti akan bersama kembali. "


" ma... tinggalkan dimas sekarang, dimas ingin sendiri. ", kata dimas sambil memalingkan wajahnya ke arah tembok.


" mama gak akan meninggalkan kamu sendirian di sini dan menanggung semua beban di kedua pundak kamu, kamu ingat waktu kecil saat kamu bermimpi buruk mama selalu mengelus kepala kamu seperti ini, hingga kamu tertidur di pangkuan mama. "


Dimas hanya diam saat mama menceritakan masa lalunya, mama imelda menarik tubuh dimas kedalam pangkuannya sama seperti saat dimas masih kecil.


Dimas merasa tenang dan nyaman berada di pangkuan mama imelda saat ini, " dimas... mama tahu masalah saat ini sangat rumit dan begitu menyakitkan, mama yakin kamu pasti bisa bertahan menghadapi semua masalah ini. ", kata mama imelda sambil terus membelai kepala dimas yang berada di pangkuannya.


(^_^)///(^_^)


ayo siapa yang nunggu nya kelamaan.... hehehe sorry ya author hiatus cukup lama, di karena kan jadwal yang padat hingga sulit membagi waktunya.

__ADS_1


sebagai permintaan maaf author membuat update gila-gilaan untuk kalian semua, semoga kalian menikmati nya gyus.


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️


__ADS_2