Dreams

Dreams
Part 5


__ADS_3

Sampailah si trio girl di rumah Clara. Sebelum para cowok datang, mereka bertiga mempersiapkan makanan dan minuman yang tadi di beli. Clara yang mempersiapkan piring dan gelas, Call yang menyusun tata letak, dan Nathan mempersiapkan film yang akan di nonton nanti. Setelah itu mereka masing-masing membersihkan diri.



"Mereka kok lama banget ya," ujar Revan.


"Katanya Haechan sih macet di jalan, tapi mereka udah di gerbang komplek kok." kata Clara yang baru saja menelpon Haechan.


"Ohhh"


"Hallooo guys kami datang~" cukup lama menunggu akhirnya mereka datang juga tapi hanya bertiga kemanakah si Jeno.


"Yaudah kalian bertiga cuci tangan dulu sana, baru kita langsung aja makan, kasian Revan nunggu lama kelaparan dia," ujar Clara.


"Yee sembarangan, kamu kali yang kelaparan." balas Revan langsung disahut tertawanya Clara dkk.


"Tau aja." benar kenyataannya kalau Clara yang lapar.


Akhirnya mereka makan dengan canda tawa yang di buat oleh Clara dan Haechan, seperti "Guys-guys mau tau nggak, Jaemin kemarin ngelawak di mall tapi nggak ada yang nonton apalagi ketawa, malah diusir satpam, kata satpamnya gini dek kalau ngelawak jangan garing lagi ya gitu, ahhaaha." kata Clara yang di buat-buat seolah-olah Jaemin benar melakukan itu padahal kenyataannya tidak benar.


"Iya pas sampai rumah Jaemin diketawain sama kucingnya, gara-gara ngelihat wajah Jaemin yang kesal, ahhahaa." sahut Haechan dibalas tawa terbahak-bahak oleh para sahabatnya.


Jaemin menatap kesal Clara dan Haechan, mengapa dia yang jadi bahan lawakannya memang hanya bercanda sih. Jaemin pun tidak mau kalah dan ingin membalas. "Tau nggak, kemarin juga Haechan main PS sama kucing tetangga, Haechan kalah terus disuruh traktir tuh kucing," ujarnya.


"....."


"Nggak lucu ya?" tanya Jaemin.


"Udah tau nanya, ahhaha." lagi-lagi mereka menertawai Jaemin.


"Emang kucing manusia bisa main PS apa, haha." sahut Nathan.

__ADS_1


Begitulah candaan yang mereka buat, untung Jaemin tidak terlalu membawa perasaan.


Karena sudah hampir larut malam mereka pun pulang terkecuali Call sama


Nathan, sebab mereka berdua akan menginap di rumah Clara.


*


Keesokan paginya clara, Nathan, Call, dan Revan berlari kecil di pagi hari, kenapa Revan ada disini? Karena rumah Revan tidak jauh dari rumah Clara, maka dari itu Clara mengajaknya awalnya sih dia tidak mau dengan alasan masih mengantuk tapi Clara memaksanya ini juga demi kesehatan yang baik. Lihatlah dia disini dengan wajah yang menguap-nguap. Bilang saja Clara itu sangat nyebelin, kemarin yang Jaemin jadi bahan candaan dan sekarang Revan pula yang di paksa-paksa dengan keadaan mengantuk. Kata Clara sih, dia nggak peduli yang penting nggak sampai keterlaluan.


"Rev semangat dongg!" seru Clara menyemangati Revan.


"Aku mau istirahat dulu."


"Yaudah deh ntar kamu pingsan kami juga yang repot, badan mu kan besar macem hmph..." kata Clara yang langsung dibekap oleh tangan Revan.


"Mending kamu tuh diam deh sini duduk sebelahku." sumpah demi apa clara blushing banget lucu liatnya, Clara mencoba menetralkan wajahnya sedemikian mungkin untuk terlihat biasa saja.


"Apaan sih, kotor tau tanganmu." kata Clara seolah-olah ia sebal kepada Revan. Revan pun melihat tangannya, tidak ada apa-apa bersih lalu? Ntahlah Clara memang aneh tapi gemesin.


"E..ehh Nath Call yok lanjut lari," ucap Clara langsung menggandeng salah satu tangan dari kedua sahabatnya itu berlari jauh dari Revan.


"Kalau kamu mau pulang, pulang aja nggak apa-apa." teriak Clara ke Revan yang sedang duduk itu. "Kenapa jadi gini nih." batin Revan, lalu memutuskan untuk pulang saja.


"Ra kamu kenapa sih?" tanya Callista heran.


"Nggak apa-apa kok," jawab Clara.


"Elehh lu salah tingkah kan, iya kan." goda Nathan.


"Nggak ihh, au ah mau pulang aja." Clara lari meninggalkan dua sahabatnya.

__ADS_1


*


Hari senin pun tiba, dimana aku sangat membenci hari ini dibanding hari lainnya. Aku dan sahabatku sedang ngumpul di kantin karena belum aktif belajar dan belum pembagian kelas, aku memohon kepada tuhan untuk tetap sekelas bersama tujuh sahabatku.


"Woyy kalian mau pesan apa biar Renjun sama Jeno yang pesankan sekalian mereka yang bayar." kata Haechan.


"Enak aja, masa aku sama Renjun yang bayar semuanya yakali." balas Jeno.


"Sekali-kali lah, kalian kan belum pernah nraktir kita nih." jawab Haechan.


"Yaudah mau pesan apa biar aku yang pesanin," sahut Jaemin. Lalu kami berdelapan memesan nasi goreng dan es jeruk.


Sambil menunggu pesanan datang kami ngobrol-ngobrol seperti biasa.


"Guys tau nggak kemarin Clara kayaknya salting sama re auuu..." kata Nathan yang langsung dihadiahi injakan kaki si Clara.


"Sakit tau raa ihh."


"Ohh sorry nggak sengaja, padahal tadi mau nginjak serangga hehe." kata Clara yang tentunya bohong, dan akhirnya Nathan tidak jadi bercerita.


Setelah 15 menit berlalu pesanan kami pun datang dan kami langsung memakannya dengan tenang dan nikmat.


Tanpa diketahui oleh Clara, Haechan sedang berbisik-bisik kepada Nathan sebab Haechan ingin tahu kelanjutannya itu.


"Clara salting sama siapa Nath?" tanya Haechan bisik-bisik ke Nathan. Nathan pun tidak memberi tahu takut kalau Clara nanti ngambek. "Nggak tau, makan aja sana kau." perintah Nathan, wajah Haechan pun terlihat sebal


Ketika kami sedang asik makan tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampiri kami.


Callista pov


Ketika sedang asik makan aku melihat seorang laki-laki datang menghampiri Clara lalu dia menyapa Clara dengan senyuman yang menurutku sangat manis dan laki-laki itu cukup tampan. Clara pun terkejut dengan kehadiran laki-laki di depannya, dia langsung berhenti makan lalu menatap laki-laki itu dan Clara pergi meninggalkan kantin, lalu aku dan Nathan mengejar Clara mencari di setiap tempat namun nihil aku tidak kunjung menemuinya. Aku pun teringat ada suatu tempat yang belum pernah aku datangi yaitu rooftop, lalu aku dan Nathan pun bergegas menuju rooftop. Ketika aku sampai disana ternyata benar Clara berada disitu aku melihatnya ia sedang menangis, aku pun langsung menghampirinya dan memeluknya sambil menenangkan supaya Clara berhenti menangis.

__ADS_1


Setelah kurasa Clara sudah tenang, akhirnya aku menanyakan tentang laki-laki misterius bagiku, yang tiba-tiba datang dan merusak suasana makan bersama kami.


"Siapa laki-laki itu Ra?" tanyaku.


__ADS_2