
malam ini lisa di dalam kamarnya sendirian karena dimas pergi ke pesta salah satu koleganya, lisa tidak di izinkan untuk ikut bersama karena kandungannya sudah semakin besar.
lisa duduk di ruang tv sambil meminum segelas teh hangat di temani tasya dan juga riri, ting...tong.. ting...tong ..suara bel berbunyi.
tiba-tiba salah satu pelayan nya membawa sebuah amplop untuk lisa, " nyonya ada paket untuk anda, kata pelayan vila.
" terimakasih... kata lisa yg kemudian mengambil amplop dari tangan pelayan itu.
lisa merasa sedikit ragu untuk membuka amplop coklat tanpa nama yg ada di genggaman nya saat ini, " nyonya apa kau baik-baik saja? tanya tasya yg melihat lisa melamun sambil memegang amplop itu.
" hemm... aku baik-baik saja, kata lisa yg krmudian membuka amplop itu.
lisa sangat terkejut melihat isi amplop yg dia keluarkan, " kenapa bisa seperti ini, kata lisa dalam hatinya.
lisa merapikan semua barang-barang yg dia keluarkan dan di masuk kan kembali ke dalam amplop, " kalian bisa istirahat lebih awal malam ini, kata lisa kepada kedua pelayan yg menemani nya.
lisa kembali ke dalam kamarnya sambil memikirkan apa kah semua foto ini hasil editan atau bukan," gk mungkin mas masih berhubungan dengannya... tetapi kenapa semua foto ini terlihat jelas dan bukak hasil editan, kata lisa yg memegang foto itu.
lisa mulai membaca isi surat yg ada di dalam amplop bersama dengan foto itu, lisa meneteskan air matanya dan ingin rasanya untuk tidak mempercai apa yg dia lihat malam ini.
lisa kembali merapikan semuanya dan menyimpan nya ke dalam laci di samping ranjangnya, lisa tidak ingin berasumsi dia akan bertanya saat dimas kembali.
setelah menunggu cukup lama akhirnya dimas kembali dari pesta, dimas melangkah kan kakinya menuju kamarnya.
" kenapa belum tidur? tanya dimas yg melihat lisa yg sedang menunggunya.
lisa hanya diam dan tidak ingin menjawabnya, dimas yg melihat lisa seperti marah segera melangkah ke arah lisa yg sedang duduk di sofa.
" kamu kenapa? tanya dimas dengan lembut sambil membelai rambut lisa.
" mas... apa kamu akan berbohong jika aku bertanya sesuatu.
" aku tidak akan pernah berbohong sama kamu, emangnya ada apa sayang? tanya dimas.
lisa hanya diam sambil berjalan ke arah meja kecil yg ada di samping ranjang dan mengambil amplop coklat lalu memberikan kepada dimas.
" silahkan mas buka dan tolong jelaskan semuanya, kata lisa yg menahan tangisnya.
dimas membuka amplop itu dan sangat terkejut melihat foto dirinya dengan nancy tanpa busana serta ada sebuah surat,
" sayang ini semua salah paham kamu jangan percaya ya,kata dimas yg membujuk lisa.
lisa tidak tahu harus berbuat apa, apa ini semua benar atau hanya sebuah kebohongan yg di mainkan oleh nancy, " mas aku akan mempercayai mu untuk kali ini, tapi ku mohon jangan pernah berbohong sekalipun sama ku.
dimas merasa bersalah kepada lisa saat ini tetapi dia masih belum bisa membuktikan kalau dirinya tidak tidur bersama dengan nancy malam itu, " terimakasih sayang... kata dimas sambil memeluk tubuh lisa.
malam ini dimas tidak bisa memejamkan matanya untuk tidur, hatinya gusar dan fikiran nya tidak bisa berhenti memikirkan masalah yg dia buat sendiri.
" apa yg harus ku lakukan, kata dimas dalam hatinya.
dimas berjalan menuju ruang baca, dimas duduk di sofa sambil melihat hp yg selama ini selalu dia simpan di laci meja kerjanya.
dimas ingin sekali tidak mau percaya dengan apa yg dia lihat saat ini, untuk pertama kalinya dimas menghubungi nancy setelah perpisahan mereka.
__ADS_1
" kenapa kau melakukan ini semua? kata dimas kepada nancy.
" aku gk tahu harus gimana lagi, aku hamil dan kamu gk mau tanggung jawab...hiks..hiks..hiks...tangis nancy dari seberang telpon.
" lakukan aborsi karena aku gk menginginkan anak itu, kata dimas dengan nada dingin.
" kenapa kamu tega menyuruh aku melakukan aborsi, ini buah hati kita dia tidak bersalah.
" kalau gitu kamu bisa mencari rendi dan minta pertanggungjawaban dengan nya.
" rendi...aku gk punya hubungan dengan rendi bagaimana aku bisa meminta pertanggungjawaban dengannya.
" kau tidak perlu menipu ku lagi, aku sudah tahu hubungan kalian selama ini.
" hiks...hiks...hiks...aku berani bersumpah kalau anak ini adalah anak mu.
" kalau gitu aku akan lakukan tes dna pada anak itu, kata dimas.
" tapi aku gk mau melahirkan tanpa suami, apa kata orang-orang jika melihatku hamil tanpa memiliki suami, kata nancy.
" aku tidak perduli ini semua urusan mu dan aku peringatkan sama kamu jangan pernah ganggu hubungan ku dengan istriku lagi, kata dimas yg kemudian mematikan teleponnya.
dimas tidak habis fikir bisa-bisa nya dia menyuruh nancy untuk aborsi, " aku tidak ingin menyakiti lisa lagi, kata dimas dalam hatinya.
tanpa dimas sadari lisa berdiri di depan pintu kerja dimas dan mendengar semua yg dimas katakan, lisa kembali kedalam kamarnya dengan perasaan kacau dan gelisah.
" akan kah hubungan ku dengan dimas benar-benar kandas, jika benar anak itu adalah anak dimas dan dia akan menikahi nancy, lalu bagaimana dengan nasib ku dan anak ku...hiks..hiks...hiks...tangis lisa di dalam kamarnya.
lisa tidak akan pernah setuju jika dimas melakukan poligami, " jika dimas berani menikahi nancy aku lah yg akan pergi dari sini, kata lisa dalam hatinya.
" mas....malam ini aku gk bisa tidur, kata lisa dengan suara manja.
" kalau gitu sini tidur di pelukan ku,kata dimas yg menarik tangan lisa kedalam pelukannya.
" mas aku masih terus memikirkan masalah kamu dengan nancy, apa mas gk mau menceritakan sesuatu ? tanya lisa yg ingin memancing dimas untuk menceritakan semua masalahnya dengan nancy.
" kamu tenang saja gk akan ada yg bisa memisahkan kita, kata dimas yg mendekap tubuh lisa kedalam pelukannya.
malam ini terasa sangat panjang dan meleleh untuk dimas dan juga lisa, hari terus berganti siang berganti malam tak terasa sudah 3 hari telah berlalu setelah masalah malam itu.
pagi ini lisa sedang duduk di taman bersama dengan arka yg datang ke vila di antar oleh dika karena arka merengek ingin bertemu dengan lisa, setelah dika mengantar arka ke vila dika pun kembali ke cafe untuk bekerja.
arka sangat senang bisa bertemu dengan lisa dan lisa juga sangat bahagia melihat arka yg tersenyum dan tertawa dengan lepas saat ini, " nyonya ada tamu yg ingin bertemu dengan anda, kata tasya kepada lisa yg sedang duduk di bangku taman.
" baik lah... tolong kamu jaga arka di sini ya, kata lisa kepada tasya.
lisa berjalan ke ruang tamu di tema dengan riri, lisa sangat terkejut melihat nancy yg tiba-tiba datang ke vila ini.
" ada apa kamu ke sini? tanya lisa yg berpura-pura tidak tahu masalah antara dimas dan juga nancy.
" aku ingin bertemu dengan dimas, dimana dimas? tanya nancy.
" dimas sedang bekerja di ruang baca, sebaiknya kau pergi dari rumah kami karena aku tidak terima tamu, kata lisa yg menyuruh pelayan untuk mengusir nancy.
__ADS_1
" lisa... kamu gk bisa mengusir ku seperti ini karena aku berhak meminta pertanggungjawaban dengan dimas, teriak nancy.
" dimas sudah bilang sebelumnya dengan ku kalau kalian sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, jadi sekarang pergi... teriak lisa.
" kau gk bisa mengusir ku dari sini karena aku hamil anak dimas, teriak nancy.
lisa terdiam dan tidak bisa berkata-kata untuk sesaat, lisa menyuruh pelayan untuk melepaskan nancy dan membiarkan dia masuk dan mencari dimas.
lisa berjalan kembali ke taman dan mengajak arka untuk ke kamar bersama dengan lisa, lisa dan arka berjalan melewati ruangan baca dimas terdengar suara orang bertengkar dari dalam sana, " mbak siapa yg sedang bertengkar di dalam situ, kata arka sambil menujuk ke arah ruang baca.
" sudah lah jangan perduli kan mereka, Sekarang waktunya arka untuk tidur siang...
sesampainya di kamar lisa segera menidurkan arka, setelah arka tidur dengan lelap lisa menyuruh tasya untuk menemani arka.
lisa berjalan keluar kamar menuju ruang baca terlihat dimas dan nancy masih bertengkar di dalam sana, dimas berjalan masuk kedalam ruang baca.
" kalian sudah cukup... teriak lisa yg membuat dimas dan nancy terdiam.
lisa berjalan ke arah dimas, " ada apa sebenarnya ini? tanya lisa kepada dimas.
" sayang kamu kembali ke dalam kamar, kata dimas sambil membelai rambut lisa.
" cukup aku gk mau ada yg kamu sembunyikan lagi dari aku mas, jelaskan semuanya apa yg terjadi.
" jika kau gk mau jelaskan biarkan aku yg menjelaskan padanya, teriak nancy.
" diam kau... jangan sesekali kau berani merusak rumah tangga ku lagi.
" cukup.... teriak lisa.
" nancy tolong jelaskan, kata lisa.
nancy mulai menjelaskan apa yg terjadi semuanya secara detail kepada lisa, lisa hanya diam dan kemudian pergi begitu saja dari ruangan baca tanpa berkata apa-apa.
dimas yg melihat lisa pergi segera menyusul lisa, tetapi langkah kakinya harus terhenti saat nancy menarik tangannya.
" jangan pergi, kata nancy dengan tatapan memelas.
" lepas... kata dimas yg mendorong tubuh nancy.
dimas berjalan kedalam kamar dan menemui lisa yg duduk di atas ranjang sambil menatap wajah arka.
" sayang aku bisa jelaskan semuanya, kata dimas yg berdiri di samping lisa.
" arka sedang tidur sebaiknya kamu pergi dari kamar ini, kata lisa.
" baiklah aku akan pergi, setelah kamu sudah tenang kita bisa bicarakan lagi masalah ini, kata dimas yg berlalu meninggalkan lisa.
(^_^)///(^_^)
jangan lupa like komen dan berikan dukungan kalian dengan cara vote novel ini menggunakan poin atau pun koin kalian.
terimakasih.
__ADS_1
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️