
Dimas terduduk di lantai kedua kakinya lemas dan tidak mampu untuk menopang tubuhnya saat ini, dimas merasakan kalau dunia saat ini sedang hancur di hadapannya.
" kenapa dia pergi... gk... gk... lisa gk boleh pergi, teriak dimas di koridor rumah sakit.
Dimas bangkit dan berlari masuk kedalam ruangan, dimas melihat lisa yg sudah di tutupi dengan kain putih, dimas berjalan mendekati lisa yg sudah terbujur tanpa nyawa.
" kalian mau bawa kemana dia... teriak dimas kepada dua orang perawat pria yg sedang mendorong ranjang lisa.
" maaf tuan... nona lisa sudah tiada dan kami akan membawanya ke ruangan zenazah untuk di bersihkan dan segera di kafani, jawab salah satu perawat.
" kalian tidak ada yang boleh membawa pergi istriku... dia hanya sedang tertidur, pergi kalian... teriak dimas kepada dua orang itu.
Kedua perawat itu hanya bisa diam dan pergi meninggalkan dimas yg masih menangisi lisa yg sudah tidak bernyawa lagi, " lisa... bangun... jangan tinggalin aku lis...aku gk bisa mengurus kedua anak kita tanpa mu, kata dimas sambil menangis.
Dimas terus memeluk tubuh lisa sambil mengulang kata-kata nya, hingga langkah kaki terdengar memasuki ruangan ini.
" dim... ikhlaskan, biar kan perawat-perawat ini menjalankan tugasnya... kita harus segera mengurus jenazah lisa, jangan terus di tunda dim... kasian dia, bujuk hafiz.
Dimas hanya diam sambil terus memeluk tubuh lisa, " fiz.. kamu gk tahu bagaimana rasanya kehilangan istri, aku masih gk percaya harus kehilangan dia seperti ini, hiks...hiks...hiks... tangis dimas.
" apa kau menyesal? tanya hafiz.
" iya aku menyesal... aku menyesal yang pernah menyakiti dia...aku menyesal belum bisa membuat dirinya bahagia, aku menyesal fiz...hiks...hiks...hiks... aku ingin memiliki waktu yg lebih panjang bersama dengannya.
" apa kau benar-benar menyesal? tanya hafiz sekali lagi.
" aku benar-benar menyesal... aku berjanji jika aku di berikan ke sempatan kedua maka aku akan memperjuangkan dirinya...hiks...hiks...
" kalau begitu biarkan perawat-perawat ini membawa lisa ke ruangan inap untuk mengganti bajunya, hahahaha.... wajah mu yg pucat dan ingus mu yg keluar sungguh lucu.
Dimas yg merasa di permainkan segera berjalan dan memberikan bogem mentah kepada hafiz hingga jatuh tersungkur,
" berengsek kau mempermainkan aku, apa kau tahu jantung ku hampir copot mendengar apay yang kau katakan tadi, teriak dimas.
" sudah... sudah... lisa sedang istirahat, dia aku beri bius total mangkanya dia gak sadar, setelah 3 jam dia akan siuman.
Dimas hanya diam dan membiarkan perawat membawa lisa menuju ruang inap di kamar VVIP, dimas mengikuti perawat menuju ruang inap lisa di susul dengan dua pelayan dimas dan juga hafiz.
" kanapa kau mengikuti ku? tanya dimas.
__ADS_1
" aku hanya mau memeriksa keadaan lisa, oh... ya dim... jika kau benar-benar menyesali apa yg kau katakan, sebaiknya hargai dia yg masih di sini jika sudah tiada tidak ada kata penyesalan untuk mu.
" aku mengerti terimakasih atas kerja keras mu, kata dimas sambil menepuk bahu dokter hafiz.
Hafiz memeriksa keadaan lisa dan membiarkan kedua bayi mereka di rawat dan di jaga oleh dimas dan kedua pelayan mereka.
Dimas memerintahkan salah satu pelayan untuk mengambil keperluan lisa dan juga anak mereka di rumah, lisa sudah menyiapkan keperluan bersalin jauh-jauh hari sebelum melahirkan, karena lisa paham kalau melahirkan tidak memerlukan jadwal ataupun rencana, untuk persalinan normal.
Salah satu pelayan pun pergi menggunakan taksi menuju vila, untuk mengambil pesanan yg di minta dimas.
Dimas terus berjaga di samping lisa, menggenggam tangan nya dan tidak mau di lepaskan, hingga lisa sadar dari bius yg dia terima.
" apa kamu mau minum? tanya dimas.
Lisa hanya menggangguk kecil memberikan tanda kepada dimas, dimas mengambilkan air minum untuk lisa dan membantu lisa untuk meminum airnya.
" terimakasih... kata lisa yg kemudian melirik ke arah ranjang bayi yg ada di samping kanannya.
" apa itu bayi kita? tanya lisa yg merasa tidak percaya.
" iya... kata dimas yang berjalan ke arah ranjang bayi dan menggendong salah satu bayi mereka lalu setelah itu dimas berjalan mendekati lisa.
" lihat wajahnya mirip sekali dengan ku, kata dimas yg sangat bangga dengan putranya.
" apa kamu tahu... bayi kita kembar identik, jika salah satu dari mereka sedih maka yg satunya pun akan merasa sedih, jadi kita harus membuat kedua bayi kita agar bahagia, kata dimas sambil mencium kening lisa.
" terimakasih sayang... sudah mau menjadi ibu dari anak-anak ku, kata dimas.
" mas... maafkan aku, aku tahu aku egois aku gk mau merusak hari bahagia ini tapi lebih baik jika kau tahu dariku daripada orang lain yg memberi tahu mu,kata lisa gugup.
" apa maksud kamu lisa? tanya dimas.
" mas... maafin aku masuk ke ruang kerja kamu tanpa izin dan maafkan aku kali ini izin kan aku untuk egois mas...
" apa kamu mengambil surat cerai kita? tanya dimas dengan wajah datar tanpa ekspresi.
" iya... jawab lisa singkat.
" apa kamu benar-benar ingin bercerai? tanya dimas.
__ADS_1
Lisa tidak tahu harus menjawab apa, hati kecilnya tidak ingin berpisah dengam dimas tapi lisa juga tidak sanggup membagi atap rumahnya dengan wanita lain.
" aku sangat menginginkan nya mas... maaf aku egois, karena aku gk bisa terus-terusan melihat kamu bersama dengannya.
" apa kamu sudah gk percaya sama aku? tanya dimas yg terlihat kecewa.
" aku percaya sama kamu mas... tapi batin ku sudah cukup tersiksa melihat kamu bermesraan dengannya, apa mas tahu hati ku remuk mas... aku ini istri sah kamu tapi kenapa aku tidak memiliki ke beranian untuk meminta perhatian kamu mas.
" kenapa kamu gk bilang lisa... kenapa kamu pendam sendiri, jika kamu berkata apapun pasti akan aku turuti.
" aku tahu mas... hanya saja aku tidak tega melihat nancy harus menanggung malu sendirian, padahal anak itu hasil perbuatan kalian selama ini.
" apa maksud kamu lisa? tanya dimas sambil menatap kedua mata lisa, seakan-akan mencari jawaban.
" aku masih ingat dengan jelas saat kalian sedang bercumbu di saat malam pernikan kita, aku masih ingat dengan jelas bagaimana kalian bercumbu di atas ranjang milik kita di apartemen waktu itu, aku masih ingat semuanya mas.
Dimas terdiam mendengar perkataan lisa, dia tidak tahu harus berkata apa saat ini, karena apa yg di katakan lisa semua adalah fakta dan sudah beberapa lisa memergoki dimas sedang bersumbu dengan nancy.
" berikan aku kesempatan lisa... aku akan memperjuangkan kalian, kata dimas sambil memohon di hadapan lisa saat ini.
" maaf mas... aku sudah cukup sabar dan sudah cukup merasa tersiksa, maafkan ke egoisan ku yang memilih untuk pergi.
" kenapa lis... apa aku gk pantas mendapatkan kesempatan mu? tanya dimas.
" mas aku sudah memberikan kesempatan untuk mu, tapi apa... yang terjadi kamu menghianti ku lagi dan memberikan pukulan yg besar, hati ku hancur mas... saat melihat nancy datang dengan membawa tes kehamilan.
" aku tahu... aku salah... please berikan aku kesempatan sekali lagi lisa, aku gk mau kehilangan kalian bertiga.
" gk mas... aku gk bisa, aku takut merasakan kekecewaan lagi, maafin aku mas... aku harap kalian bisa bahagia dengan kepergian kami.
" aku tidak akan melepaskan kalian semudah itu, kata dimas.
" mas... surat perceraian kita sudah sampai di pengadilan dan sebentar lagi akan di mulai sidang nya, sebaiknya jangan merebut anak-anak aku karena aku tidak bisa kehilangan mereka.
Dimas terdiam sambil terus memegang tangn lisa, dimas tidak berani mentap wajah lisa saat ini, dimas juga tidak ingin membuat lisa marah karena kondisinya saat ini.
Dimas akan terus membujuk lisa hingga dia menarik gugatan perceraian mereka.
(^_^)///(^_^)
__ADS_1
jangan lupa like komen dan klik faforit nya ya gyus....
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️