Dreams

Dreams
episode 55


__ADS_3

Dimas kembali ke vila dan melihat nancy yang menyambut kedatangan nya, sejujurnya dimas tidak pernah berharap untuk melihat nancy saat ini.


" kenapa kau masih disini?", tanya dimas dengan nada ketus.


" aku di sini menunggu kepulangan suamiku, sayang....ayo kita pergi keluar berbelanja.", ajak nancy.


" jika kau mau, kau pergi saja sendiri dan kau bisa saja pergi bersama pelayan yang ada di vila ini, aku masih memiliki banyak urusan.", kata dimas seraya pergi meninggalkan nancy yang masih berdiri di depan pintu vila.


" ayo lah dim... kita sudah menjadi suami istri kurang lebih hampir seminggu dan selama itu kamu gak pernah perduli dengan ku ataupun dengan anak kita.", kata nancy dengan kesal.


Dimas hanya diam dan terus melangkah kan kakinya menuju ruang kerjanya, terlihat beberapa panggilan yang tak terjawab di layar laptop nya.


" pasti mama dan papa sudah mengetahui, kalau aku sudah bercerai dengan lisa.", kata dimas sambil menarik nafasnya.


Panggilan telpon yang terus masuk membuat dimas dengan terpaksa mengangkat telepon itu, " ada apa ma ...pa?", tanya dimas dengan wajah lesu.


" apa maksudnya ini dim... kamu resmi bercerai dengan lisa?", tanya mama imelda dengan amarah yang memuncak.


" maaf ma ...dimas gak bisa mempertahankan mereka.", kata dimas kepada mamanya.


" semua ini papa mu juga salah, kenapa kamu menyetujui dimas untuk menikahi wanita itu.", teriak mama imelda kepada papa erik sambik mencubit perutnya.


" maaf...maaf...tapi aku percaya kalau dimas berkata jujur, kalau anak itu bukan lah anaknya, aku yakin dimas akan rujuk kembali dengan lisa, sayang....jangan marah ya.", bela papa erik.


" ma apa yang di katakan papa benar.", tambah dimas.


" baiklah... untuk saat ini mama akan percaya, tapi kamu jangan pernah lupa untuk memberikan nafkah kepada cucu ma.", tegas mama imelda.


" iya ma...dimas hak akan pernah lupa, terimakasih pa...ma..udah mau percaya sama dimas.", kata dimas yang merasa terharu dengan sikap kedua orangtuanya yang masih mempercayai nya walau dirinya terus membuat masalah.


" iya...ma dimas gak akan pernah lupa dengan kewajiban dimas."


" ya sudah kalau gitu kami tutup telponnya ya.", kata mama imelda yang mengakhiri panggilan dengan dimas.


*****

__ADS_1


Lisa kembali ke rumah dengan wajah bahagia bersama dengan roky karena berhasil mempertahankan kedua anaknya, " mbak bagaimana keadaan di sana dan apa yang terjadi dengan mbak?", tanya dika yang melihat wajah lisa yg terpanca kebahagiaan.


" mbak berhasil mendapatkan hak asuh anak-anak mbak, mbak bahagia sekali masih bisa terus menjaga dan membesarkan mereka.", kata lisa sambil tersenyum ke arah dika.


" baguslah mbak...dika juga sangat bahagia mendengarnya."


" apa mereka rewel atau membuat kamu susah?", tanya lisa yang khawatir.


" gk mbak mereka baik budi banget, dika juga gak merasa repot mengurus kedua bocil."


" bagus lah kalau gitu, kak roky saya masuk duluan ya untuk melihat keadaan anak-anak.", kata lisa kepada roky yang berdiri tepat di sampingnya saat ini.


" baiklah...", kata roky sambil tersenyum.


Roky duduk di sofa bersama dengan dika sementara lisa masuk kedalam kamar untuk melihat kedua anaknya.


" mas... bagaimana soal pekerjaan di luar, yang waktu itu mas tawarkan ke saya?", tanya dika.


" tentu saja kamu masih di terima bekerja di sana, kalau semua urusan di sini sudah selesai kalian bisa pergi ke luar negri, di sana sudah di sedia kan rumah dan alat transportasi untuk kalian."


" terimakasih mas...mas sungguh baik kepada keluarga kami.", kata dika.


" maafin mbak saya mas...dia memang seperti itu, sekali jatuh cinta susah untuk melupakan orang itu.", kata dika kepada roky sambil menepuk pundak roky dengan perlahan.


" saya tahu kok...saya harus tetap bersabar, agar kelak saya bisa berdiri di sampingnya sebagai suami idamannya.", kata roky dengan penuh percaya diri.


" amin...mas...semoga saja.", kata dika.


Lisa masih duduk di tepi ranjang sambil melihat kedua buah hatinya yang sedang terlelap, tiba-tiba langkah kaki berjalan mendekati lisa yang sedang termenung.


" mbak...", panggil arka dengan suara berbisik-bisik.


" ada apa sayang?", tanya lisa kepada adik kecilnya.


" mbak ayo temani arka main."

__ADS_1


" ya udah ayo kita main di luar ya, jangan di sini kasian adik-adik bisa bangun kalau mendengar suara kita yang berisik."


" ok mbak..", kata arka sambil berjalan keluar dari kamar.


Lisa pun menyusul langkah kaki arka menuju ruang tv, terlihat arka membawa beberapa mainan dan menarik tangan lisa untuk bermain bersamanya.


Roky yang melihat lisa sedang asyik bermain segera berjalan mendekati mereka, " lagi main apa sih kok seru banget?" tanya roky.


" ini lagi main ular tangga, kamu mau ikut?" ajak lisa.


" kalau boleh aku mau ikut."


" emang kamu gak kerja?", tanya lisa yang penasaran melihat seorang presiden ceo sedang duduk di samping nya saat ini tanpa berkas-berkas yang harus di kerjakan oleh nya.


" semua pekerjaan di kantor sudah di tangani oleh sekertaris ku, jadi sekarang aku mau menghabiskan waktu bersama dengan mu.", kata roky.


Sekilas lisa bisa melihat sosok dimas dalam diri roky, kehatangan, kelembutan, dan sikapnya terkadang membuat lisa berfikir apa mereka adalah saudara tiri, kenapa sifatnya bisa sama seperti dimas.


Walau sejujurnya roky jauh lebih lembut terhadap wanita daripada dimas, " andai mas dimas bisa seperempat lembut,baik,seperti roky saat ini.", kata lisa dalam hatinya.


Setelah puas bermain roky,dika dan juga lisa mulai membicarakan masalah pindah rumah dan yang lainnya, " bagaimana mbak...?", tanya dika yang sudah selesai memberikan masukan kepada lisa.


" mbak setuju dengan gagasan uang kamu katakan, kak roky bisa kah kamu bantu aku mencari customer uang mau membeli toko dan juga rumah ku ini secepatnya."


" mungkin aku bisa....aku akan usahakan yang terbaik untuk kalian."


" terimakasih mas...kau memang selalu bisa di andalkan." ,katadika.


" lalu masalah surat pindah sekolah arka gimana? ", tanya lisa kepada dika.


" mbak semuanya sudah di siapkan, tinggal nunggu orang yang mau membeli rumah dan cofee shope kita.", kata dika kepada lisa.


" oh...ok...kalau gitu semua sudah siap dan tidak perlu kita bahas lagi,sekarang ayo kita makan siang bersama.", ajak lisa kepada dika dan juga roky.


(^_^)///(^_^)

__ADS_1


jangan lupa like+ komentar nya gyus...


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2