
Sudah 3 bulan dimas masih belum sadar, mama imelda sudah hampir putus asa menunggu ke sadaran anak lelakinya itu.
" nyonya... bagaimana kalau saya mencoba mencari keberadaan nona lisa dan keluarga nya berada. ", kata sekertaris brian.
" jika memang mereka bisa di temukan kenapa sampai sekarang belum juga ada kabar apapun. ", kata mama imelda sambil mengerutkan dahinya.
" saya tahu nyonya... semua detektif swasta yang kita minta untuk mencari nona lisa, semuanya belum membuahkan hasil, tetapi saya menemukan seorang wanita mantan pacar dari dika, adik nya lisa. ", kata sekertaris brian memberikan penjelasan kepada mama imelda.
" untuk apa wanita itu.... kita tidak punya urusan apa-apa dengan nya. "
" nyonya saya rasa wanita itu mengetahui keberadaan keluarga lisa. "
" jika memang dia tahu maka kamu selidiki. "
" baik nyonya. ", kata sekertaris brian yang kemudian berlalu meninggalkan ruangan inap dimas.
Sekertaris brian sudah mencoba mencari alamat wanita itu dan akhirnya menemukan tempat bekerjanya, brian menunggu hingga wanita itu pulang bekerja.
Dia bekerja di salah satu restoran berbintang di kawasan elit dan juga kuliah di jurusan bisnis di salah satu universitas negri,
" ternyata di sini rumahnya. ", kata sekertaris brian yang mengikuti sepanjang perjalanan pulang wanita itu.
Waktu menunjukkan pukul 10 malam dan tidak mungkin brian menemui wanita di jam malam seperti ini, brian memutuskan untuk menunggu di mobil hingga pagi.
Brian terbangun dari tidurnya Karen jam alarm sudah berbunyi, " duh... pinggang ku sakit semua, tahun ini aku akan meminta kenaikan gaji sama bos. ", gumam brian sambil merenggangkan otot-otot nya.
Terlihat wanita berparas manis,berkulit coklat,hidung yang mancung, serta rambut yang panjang yang di biarkan tergerai,
" sungguh manis wanita ini. ", kata sekertaris brian dalam hatinya.
Wanita itu berjalan keluar dari rumahnya dan menuju jalan besar untuk mencari angkutan umum.
Brian yang melihat wanita itu segera bergergas menghentikan langkah kaki wanita itu, " maaf non... boleh saya minta waktu sebentar. ", kata brian kepada wanita itu.
" maaf sebelumnya anda siapa ya? ", tanya wanita itu yang merasa heran ketika melihat penampilan brian yang berantakan.
" oh... sebelum nya saya ingin memperkenalkan diri, nama saya brian...saya ke sini gak ada maksud jahat, saya hanya ingin menanyakan sesuatu sama nona. "
" tanya apa ya?", jawab wanita itu dengan nada ketus.
__ADS_1
" apa nona mantan pacar dika? ", tanya brian.
" kenapa...? " tanya balik wanita itu dengan menggakat alis nya.
" saya cuman mau tanya kemana mereka semua pindah, saya keluarga dari dika dan saya ingin bertemu mereka, apa nona ada alamat baru mereka? ", tanya brian lagi.
" saya tidak tahu dan saya juga sudah lama gak berhubungan dengan dika. ", jawab wanita itu yang terlihat sedikit sedih, seperti tidak ikhlas menerima hubungan nya yang harus kandas di tengah jalan.
" begitu ya... apa dia tidak bilang sesuatu sebelum mereka akan pindah? ", tanya brian lagi.
" dia hanya bilang, kalau mereka pindah di negara x tetapi saya tidak tahu lebih tepatnya dimana. "
" ada urusan apa mereka pindah ke sana? ", tanya sekertaris brian lagi.
" katanya sih urusan kerjaan gitu, dika di terima di salah satu perusahaan bernama new world c.n.e. "
" kalau begitu terimakasih atas waktunya, saya pamit undur diri... ", kata sekertaris brian yang kemudian masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menjauh dari wanita itu.
Brian segera kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya, tetapi sebelum itu brian sudah menyuruh seseorang untuk mencari tahu siapa pemilik perusahaan itu yang berada di negara x.
******
Terlihat pipi gembil ardi yang sedang tertidur lelap di box bayi, begitu juga dengan arda yang tertidur lelap di sebelah ardi.
" mereka masih tidur..", kata lisa seraya berjalan keluar dari kamar mereka.
Lisa berjalan menuju halaman belakang untuk menghirup udara segar, embun yang membasahi rerumputan hijau dan bunga yang bermekaran, membuat siapapun yang melihatnya merasa tenang dan damai.
" pagi ini selalu ku awali dengan penuh semangat dan senyuman, mas... bagaimana ke adaan kamu di sana?, apa kamu tahu kedua anak kita begitu aktif dan ceria, mas aku ingin sekali membagi momen bahagia ini bersama kamu mas. ", kata lisa di dalam hatinya.
Selama 3 bulan ini setiap malam lisa terus bermimpi tentang dimas, hampir setiap hari lisa merasakan dimas sedang memanggil namanya, setiap hari lisa salali merasakan dimas sedang membutuhkannya.
Tetapi lisa tidak punya keberanian untuk kembali ke masa lalu, dia hanya ingin hidup damai dan bahagia bersama dengan keluarga kecilnya.
Apakah ini sebuah ke egoisan atau sebuah ketakutan di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, entah lah... lisa selalu berfikir bahwa dirinya hanya ingin menemui dimas saat ini.
Dika yang melihat lisa yang sedang duduk di ayunan belakang sambil melamun, mencoba mendekati lisa.
" pagi mbak...", sapa dika.
__ADS_1
" pagi... dik. ", sahut lisa.
" mbak lagi ngelamunin apaan? ", tanya dika.
" mbak hanya terus ke fikiran dia, mbak merasa kalau di saat ini dia membutuh kan mbak dik. ", kata lisa sambil menatap ke arah pepohonan yang ada di rumahnya.
" mbak...kita sudah hidup bahagia di sini, lihat anak-anak mbak tumbuh dengan sehat dan ceria, lihat juga arka yang semakin besar dan sudah memiliki teman di sini, untuk apa mbak memikirkan nya lagi.! ", tegas dika.
" mbak tidak memikirkan nya dik... tetapi mbak seperti memiliki ikatan dengannya yang membuat mbak bisa merasakan apa yang sedang dia rasakan. ", kata lisa yang mencoba menjelaskan kepada dika agar dia bisa mengerti.
" sudah lah mbak... dika sudah gak mau melihat mbak yang seperti ini, lebih baik mbak bersiap-siap untuk jalan-jalan dengan mas roky. ", kata dika.
" jalan...!!", kata lisa yang merasa tidak percaya dengan apa yang dika katakan.
" iya ..jalan, mas roky mengajak mbak lari pagi di sekitar sini. ", kata dika sambil menunjuk ke arah ruang tamu.
" maksud kamu mas roky ada di ruang tamu.", kata lisa.
" iya...", kata dika.
Lisa bergegas menuju kamarnya untuk mengganti bajunya, " lebih baik aku lari pagi dengan roky, agar fikiran ku sehat dan tidak memikirkan nya lagi. ", kata lisa kepada dirinya sendiri.
Terlihat roky yang sedang duduk di sofa, menunggu ke datangan lisa.
" pagi mas...udah lama nunggunya? ", tanya lisa
" pagi lis.. yah lumayan lah...", jawab roky.
" kalai gitu kita lari sekarang ya.. ", kata lisa yang berjalan menuju pintu.
Roky mengikuti langkah kaki lisa dan mulai berlari bersama di sepanjang jalan perumahan ini.
(^_^)///(^_^)
ayo siapa yang masih penasaran kelanjutan nya.... 🤔
jangan lupa like dan komentar nya gyus...
biar author makin semangat menulisnya.
__ADS_1
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️❤️