Dreams

Dreams
Part 9


__ADS_3

"Call bangun, DEK BANGUN DEK!!"


"Loh kok ada suara kak kevin." bingung Callista yang masih di alam bawah sadarnya.


"Bangun Call, yaampun."


Callista pun terbangun dari tidurnya dan tersadar dari mimpinya.


"Kenapa di bangunin sih kak."


"Makan malam dek, astaga kamu nih kenapa tidur mulu sih sukanya."


"Kak Kevin bangunin nya nggak tepat banget, jadi kesal kan." gerutu Callista.


Callista kesal karena kakaknya yang bernama Kevin membangunkan nya disaat aku sedang dilamar Renjun, siapa coba yang tidak senang jika bermimpi indah, contohnya: dilamar pangeran, jadi putri bangsawan atau jadi artis terkenal. Dan sangat kesal jika di pertengahan mimpi terbangun, jadi begitu penasaran apa kelanjutan mimpinya, seperti menonton drama saja.


"Nih anak kayaknya lagi mimpi indah deh" batin Kevin.


"Mimpi indah ya dek, cerita dong mimpi apaan sih" ujar sang kakak.


"Nggak tau, yaudah ayo makan." Callista keluar dari kamarnya dan meninggalkan Kevin sendirian di tempat.


Setelah dirinya sampai di meja makan, Callista melihat makanan yang sekiranya cukup banyak.


"Ini kak Kevin yang masak semua?" tanya Callista.


"Nggak, tadi pas pulang kakak mampir ke warung ayam katanya ada promo, tapi kalau sayur ini kakak yang masak." jawab Kevin.


"Ohhh" balas Callista.


Mereka berdua pun makan dengan tenang, hanya ada suara decitan piring dan sendok yang saling beradu.


"Biar Call aja yang cuci semuanya"


"Nggak apa-apa dek?"


"Nggak apa-apa, cuman sedikit aja kok."


Callista pun mencuci peralatan masak dan makan hingga bersih, ditengah-tengah kegiatan mencuci Callista mengingat kejadian di mimpinya itu, seketika ia senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"Dek, lo sehat kan?" tanya Kevin heran melihat adiknya yang senyum-senyum sendiri dan ketika itu juga Callista sadar dari lamunannya.


"Yy-ya sehat lah."


Beberapa menit kemudian Callista selesai dalam kegiatan mencucinya dan ia duduk di sebelah kakaknya 'Kevin' yang sedang menonton berita, Kevin pun lantas langsung mengganti acara berita dengan sebuah drama ketika Callista duduk disebelahnya.


"Tumben nonton drama kak" ujar Callista.


"Pengen aja" jawab Kevin setengah gugup, ia takut jika adiknya melihat apa berita yang baru saja ia nonton.


"Call temanin ya"


"Iya, kakak ambil cemilan dulu ya." balas Kevin lalu bangkit dari duduknya menuju dapur untuk mengambil cemilan dan sebotol susu coklat.


Kakak beradik ini pun menonton dengan sangat menjiwai, ketika adegan dimana wanita diculik oleh temannya sendiri lalu dari teman pihak wanita datang untuk menyelamatkan sang wanita yang hampir dilecehkan oleh si penculik, si pria penyelamat pun berhasil menyelamatkan sang wanita dan langsung membawa pergi jauh dari tempat itu, dan disitu juga si pria menyatakan perasaan kepada sang wanita, lalu segera melaksanakan pernikahan.


Callista sangat terharu air matanya pun jatuh, namun kakaknya 'Kevin' hanya biasa saja.


Mereka pun sudah selesai menonton yang endingnya, Happy Ending.


"Udah jam sembilan dek, tidur sana."


"Iyaa." Callista pun bangkit dari duduknya menuju kamar, sebelum tidur ia selalu menggosok gigi dan mencuci muka.


Ia pun tertidur


"Bagaimana? Apakah kamu menyukainya?" tanya Renjun.


"Sangat-sangat suka" jawab Callista berbinar.


Renjun pun menampakkan senyum manisnya melihat betapa bahagianya gadis yang ia cintai itu sangat senang, karena ulah sang Renjun.


"Aku ingin mengatakan sesuatu, Call."


"Katakanlah"


"Mungkin ini terlalu cepat bagimu, tapi bagiku ini sangat lama. Aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadamu bahwa sejak kali pertama aku melihatmu entah perasaan apa yang kurasakan waktu itu rasanya jantungku tidak ingin berhenti berdetak. Dan sekarang mau kah kau menjadi pendamping hidupku nanti dan selamanya?"


Callista sangat terharu, matanya sudah berkaca-kaca betapa bahagianya dia dicintai seorang Renjun Adiwijaya.

__ADS_1


"Iya aku mau" jawab Callista dan langsung nangis dihadapan Renjun, Renjun langsung memeluknya.


Renjun melepas pelukannya dan mengeluarkan benda kecil berwarna merah dari sakunya, ia membukanya betapa terkejutnya Callista melihatnya sebuah cincin yang sangat indah. Renjun memakaikannya di jari manis Callista dan memeluknya kembali.


"Terima kasih sudah menerimaku, sayang." bisik Renjun di sela pelukannya. Callista pun tersipu malu.


Renjun pun melepas pelukannya dan melihat jam di tangannya bahwa waktu sudah sangat cepat berlalu, lantas mereka pergi meninggalkan cafe dan segera pulang mengingat apa yang dikatakan mamanya Callista.


Setelah sampai di depan rumah Callista, ketika hendak turun dari mobil Renjun berucap. "Kamu sangat cantik hari ini aku terpesona melihat kecantikanmu." Callista malu mendengarnya.


"Kamu juga tampan sekali hari ini" balas Callista.


"Aku kan setiap hari memang tampan." ujar Renjun dengan kepedean melebihi max.


"Terserah deh terserah" Callista pun keluar dari mobil Renjun.


"Kamu hati-hati di jalan ya, kalau udah sampai kabarin." ucap Callista.


"Iyaa, besok aku jemput ya byee~"


"Oke" Setelah itu aku langsung memasuki rumah dan membersihkan diri lalu segera tidur.


****


Ketika sedang jam kosong yang dikarenakan guru-guru rapat, Hyunjin menarik tangan Clara cukup kasar dan membuat tangan Clara merasa sakit.


"Apasih tarik-tarik, sakit tau nggak!"


"Sorry" ucap Hyunjin merasa bersalah.


"Aku mau minta maaf buat yang dulu sudah mempermalukan mu di depan banyak orang dan aku tau pasti kamu sangat sakit hati. Maka dari itu, aku ingin meminta maaf kepadamu ya namun telat, tapi untuk terakhir kalinya aku berada disini kumohon maafkan lah aku. Aku akan pindah ke Korea ikut papaku karena urusan pekerjaan, aku memang tidak pantas untuk mendapatkan maafmu tapi untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi, bisa kan maafkan aku?" ujar Hyunjin panjang lebar.


"Sebenarnya berat bagiku untuk memaafkan mu, tapi aku akan mencoba untuk memaafkanmu tapi janji ya kamu tidak akan mengulanginya lagi dan akan rubah sikapmu itu."


"Iya aku janji, terima kasih sudah memaafkan ku Ra."


"Iyaa" setelah itu Hyunjin pun langsung pergi meninggalkan Clara ditempat. Lalu Clara berjalan ke kelas.


"Tadi ngapain kalian?" tanya Revan setelah Clara memasuki kelas.

__ADS_1


"Dia hanya minta maaf dan dia berpamitan, katanya mau ke Korea gitu aja sih." jawab Clara.


"Ohhh" balas Revan.


__ADS_2