
Selam perjalanan pulang ke rumah lisa hanya bisa diam dan tidak ingin berbicara apapun dengan roky, " lisa kita sudah sampai. ", kata roky kepada lisa.
" eh... iya mas. ", kata lisa yang kemudian buru-buru untuk turun dari mobil.
Lisa segera berjalan ke arah kamarnya dan segera mengganti bajunya dengan baju daster, semua pakaian dan keperluan nya sudah tertata rapi di lemari dan meja riasnya.
Setelah selesai lisa kembali ke ruang tamu dan tidak melihat roky di sana, " kemana dia?", gumam lisa dalam hatinya.
Lisa tidak perduli dan berjalan ke arah kamar baby, terdengar suara roky yang sedang melantunkan ayat suci Alquran guna menenangkan kedua bayi yang tiba-tiba rewel.
" kenapa dia sangat sayang kepada kami, tapi maaf mas...aku masih belum bisa membuka hatiku untuk orang lain. ", kata lisa dalam hatinya.
Lisa meninggalkan roky yang sedang asyik di dalam kamar, lisa berjalan menuju dapur untuk membuat teh dan sedikit cemilan untuk roky dan kedua adiknya.
" nyonya ingin buat apa? ", tanya pelayan yang baru pertama kali di jumpai oleh lisa.
" saya hanya ingin buat teh dan mencari sedikit cemilan. ", jawab lisa.
" biar saja nyonya. ", kata pelayan yang masih muda dan juga berparas manis, dengan logat jawa yang kental.
" tidak usah saya bisa sendiri kok, oh ya ini pertama kalinya saya melihat kamu. ", kata lisa sambil menyeduh teh.
" iya nyonya, tapi saya sudah lama bekerja dengan pak roky. ", kata pelayan itu.
" oh.... sudah berapa lama dan siapa nama kamu? ", kata lisa.
" nama saya dinda nyonya, dan saya sudah bekerja dengan aden roky sekitar 3 atau 4 tahun nyonya. ", jawab dinda nama pelayan yang di pekerjakan roky tanpa sepengetahuan lisa.
" oh.... kalau begitu dinda, jangan panggil saya nyonya...panggil saja saya mbak lisa. ", kata lisa sambil tersenyum manis.
" tapi nyonya. ", kata dinda yang ingin membantah tetapi segera diam dengan perkataan lisa.
" dinda... jika kamu mau bekerja di sini, maka kamu harus mau menjadi bagian dari keluarga kecil ini, saya tidak pernah memperlakukan pelayan seperti layak nya pelayan, saya selalu menggap semua pelayan sebagai keluarga saya, jadi kamu jangan sungkan yang penting pekerjaan rumah tetap kamu kerjakan seperti biasa.", kata lisa sambil berjalan membawa nampan yang berisi cemilan dan teh.
Lisa melangkah keluar dari dapur dan tidak melihat dinda mengikutinya, " dinda....", panggil lisa.
" iya mbak...", jawab dinda segera berjalan mendekati arah suara yang memanggilnya.
" sini temani saya ngeteh...", kata lisa sambil menyodorkan teh ke arah dinda.
" tapi mbak..", kata dinda yang sungkan meminum teh bersama dengan majikannya.
__ADS_1
" jangan sungkan...nih minum. ", kata lisa memberikan teh kepada dinda.
Dinda hanya diam dan menerima teh yang di berikan lisa, " bagaimana teh nya enak? ", tanya lisa kepada dinda yang sedang menikmati teh yang di racik sendiri oleh lisa.
" enak mbak... makasih ya. ", jawab dinda sambil tersenyum.
Tanpa lisa sadari roky sudah berdiri tepat di belakang nya saat ini, " enak banget sih... ngeteh di sore hari, udah gitu gak ngajak-ngajak pulak. ", kata roky.
Lisa segera berbalik dan melihat ke arah suara, " mas mau minum teh... sini aku memang sengaja membuat teh untuk kita semua. ", kata lisa kepada roky sambil menarik tangan roky.
Roky duduk tepat di sebelah lisa,
" dinda...dimana dika dan arka kok gak kelihatan? ", tanya lisa sambil melihat ke segala arah rumah.
" mereka lagi keluar mbak mencari makanan, bersama ibuk juga. ", jawab dinda.
" astaga mbak benar-benar lupa masak, ini semua salah kamu mas....", kata lisa sambil mencubit perut roky.
" au...au...au... sakit lisa, maaf tapi kan supaya kamu lebih rileks aja.. jangan marah ya. ", bujuk roky sambil mengelus kepala lisa.
Dinda yang melihat hanya bisa tersenyum masam, sebab dirinya sudah lama memendam rasa dengan roky walau tetap tidak bisa kesampaian, ibarat kan bumi dengan langit, cinta yang bertepuk sebelah tangan hanya karena berbeda setatus sosial.
Dinda tidak berani manyatakan cintanya karena dia takut, jika dia menyatakan cintanya dia akan di pecat dan tidak bisa melihat roky lagi, dengan dia menendam rasa maka dia akan bisa selalu berada di sisi roky.
Dinda hanya bisa mengangguk kan kepalanya, menandakan dirinya setuju di pindah kerjakan di rumah lisa, walau sejujurnya berat hati dinda meninggalkan kediaman roky.
" tapi mas...bagaimana dengan mas? ", tanya lisa.
" kamu tenang saja...aku bisa sendiri kok, lagian aku masih bisa mencari pelayan yang lain untuk membantu ku di rumah, dan lagi rumah kita hanya berseberangan saja. ", jawab roky sambil tersenyum.
" curang banget sih... ternyata rumahnya hanya di seberang jalan saja. ", kata lisa sambil memukul bahu roky.
" iya karena aku gak bisa jauh-jauh dari kalian dan aku akan selalu merindukan kamu dan juga si kembar yang imut. ", kata roky sambil memegang tangan lisa dan tersenyum manis.
Dinda yang mendengar perkataan roky merasa terkejut dan juga sedih, hatinya hancur mendengar kata-kata romantis yang tidak di tujukan kepadanya,namun kepada wanita lain.
" apa aku harus menggap mbak lisa sebagai saingan cinta, tetapi dia adalah majikan baru ku sekarang, di tambah lagi mbak lisa sangat baik dan ramah kepadaku, apa yang harus aku lakukan sekarang? ", kata dinda dalam hatinya.
Setelah berbincang-bincang dan menghabiskan satu teko teh, akhirnya roky memutuskan untuk kembali ke rumahnya.
" lisa ...aku pulang dulu ya, kalau ada apa-apa kamu segera hubungin aku ingat...jangan sungkan karena kita keluarga. ", kata roky sambil memegang pundak lisa.
__ADS_1
" iya mas... makasih untuk semuanya. ", kata lisa tanpa dia sadari memeluk tubuh roky.
Roky terkejut melihat reaksi lisa yang tiba-tiba berubah seperti ini, " apa dia sudah mulai luluh dan menerima aku.!!", kata roky dalam hatinya.
" ehh...maaf mas, aku memeluk kamu. ", kata lisa yang terlihat pipinya memerah menahan malu.
" jangan seperti itu... aku malah senang jika kamu memeluk ku seperti ini, boleh peluk lagi. ", kata roky.
" apaan sih... udah pulang sana.", kata lisa yang kemudian masuk kedalam rumahnya dan segera menutup pintunya.
Lisa berjalan ke arah kamar baby, entah kenapa lisa selalu memikirkan dimas dan entah kenapa hati dan dada nya sesak setiap saat. " ada apa dengan mas dimas? ", gumam lisa sambil melihat ke arah kedua baby yang sedang tertidur.
Lisa duduk di sofa yang sudah di sediakan di kamar baby, lisa duduk sambil bersandar dan melihat ke arah jendela kecil yang ada tepat di sebelahnya.
" kenapa aku selalu memikirkan mas dimas ya, mas....aku berharap kamu baik-baik saja. ", kata lisa dan tanpa dia sadari air matanya jatuh setiap kali mengingat dimas.
Hati kecilnya masih terukir nama dimas, foto-foto yang masih tersimpan di memori hp miliknya, serta beberapa album foto yang sengaja di bawa oleh lisa.
Lisa memandangi semua foto-foto itu, dan semakin dia memikirkan dimas semakin hatinya gusar...lisa seperti merasakan sesuatu terjadi dengan dimas.
Terdengar suara arka yang mencari lisa, dengan segera lisa menyimpan album foto itu, " ada apa arka? ", tanya lisa yang melihat arka berdiri di depan nya saat ini.
" mbak...arka beliin makanan kesukaan mbak, mbak pasti lapar ayo makan dulu selagi hangat. ", kata arka sambil menarik tangan lisa.
Lisa berjalan mengikuti langkah arka menuju ruang makan dan terlihat dika yang sedang duduk di dekat meja makan, " mbak makan dulu nih... ", kata dika sambil menyodorkan makanan ke arah lisa.
Lisa hanya diam dan duduk di bangku, lisa mulai membuka makanan yang di berikan oleh dika, dika terus memandangi wajah lisa.
" mbak kenapa kok kelihatan habis nangis?", tanya dika.
" mbak hanya kepikiran mas dimas, entah kenapa dada mbak selalu sesak...seakan ada yang terjadi sesuatu dengannya. ", jawab lisa.
" mbak...gak ada gunanya mbak memikirkan dia... sekarang saat nya mbak dan kita semua memulai hidup baru. ", tegas dika.
" iya....mbak yang di bilang mas dika benar. " , jawab arka.
Lisa hanya diam sambil tersenyum pahit, walau dirinya tidak ingin memikirkan dimas tetapi entah kenapa lisa seperti memiliki kontak batin dengan dimas.
Lisa bisa merasakan jika dimas sangat membutuhkan dirinya saat ini.
(^_^)///(^_^)
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar nya gyus....
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️