Dreams

Dreams
sesion 2 (episode 5)


__ADS_3

Malam yang panjang serta hujan yang deras membuat suasana hati menjadi semakin gusar, " kenapa fikiran ku terus seperti ini beberapa hari terakhir. " kata lisa di dalam hatinya.


malam yang cukup panjang akhirnya pun berlalu, pagi ini lisa bangun seperti biasa menikmati pagi yang cerah bersama dengan ardi yang pagi ini bangun lebih awal.


" pagi sayang... ", kata dika kepada ardi sambil mencubit pipi gembil ardi.


" dika...jangan seperti itu, kasian kan pipinya jadi merah. ", kata lisa kepada dika.


" iiihhh.... dika hanya gemes ngelihat ardi yang tumbuh dengan sehat, lihat pipi nya ini udah sebesar bakpau. hahaha....", tawa dika.


Lisa hanya diam saja melihat tingkah dika,


" dika siang ini mbak mau keluar kamu hari ini gak kemana-mana kan?", tanya lisa.


" gak mbak... hari ini dika hanya mau di rumah dengan tiga orang bocil. ", jawab dika.


" baiklah kalau begitu, tolong jaga ardi sebentar mbak mau memasak untuk kalian. ", kata lisa yang kemudian berjalan ke arah dapur dan meninggalkan dika di taman belakang rumah mereka.


Lisa membuat sarapan di bantu oleh ibu monika, sarapan bersama dengan keluarga kecil yang bahagia adalah hal terindah untuk lisa.


Siang ini lisa berencana untuk pergi ke mall untuk membeli keperluan bulanan buat keluarga kecilnya, walau roky ingin menemani lisa untuk pergi.


Lisa harus menolaknya karena alasan tertentu, sesampainya di mall lisa segera berbelanja kebutuhan pokok untuk keluarganya, walau sejujurnya lisa terus memikirkan kedua anaknya yang membuat lisa sulit untuk fokus dengan apa yang dia kerjakan saat ini.


" aku harus cepat dan segera kembali.!", kata lisa di dalam hatinya.


Setelah berbelanja kurang lebih 1 setengah jam, akhirnya lisa selesai dan kini berjalan menuju parkiran mobil.


Tanpa lisa sadari tangan nya di tarik dan hampir membuat dirinya terjatuh, " Aaaa...", teriak lisa yang merasa terkejut.


" maaf nyonya... ini saya sekertaris brian. "


" untuk apa kamu ke sini? ", tanya lisa.


" saya hanya ingin menyampaikan pesan dari nyonya besar. ", kata sekertaris brian sambil mengambil hp miliknya dan menyerahkannya kepada lisa.

__ADS_1


" nyonya bisa melihat sendiri siapa pria itu. ", kata sekertaris brian.


Lisa sangat terkejut dan juga tidak percaya melihat pria yang ada di foto itu, " apa yang sebenarnya terjadi? ", tanya lisa sambil menahan air matanya.


" bisa kita bicara di cafe itu. " tunjuk sekertaris brian.


Lisa mengangguk kecil menandakan dirinya ingin mengikuti langkah kaki brian menuju cafe itu, beberapa menit berlalu hingga pesanan yang mereka pesan datang.


" sejujurnya saya tidak ingin mengusik kehidupan nona yang sudah tenang dan damai di sini, hanya saja saya harus memberitahu kan kalau tuan muda koma. "


" apa yang terjadi dengan nya sehingga dia bisa seperti ini. ", kata lisa yang merasa dadanya sesak dan sulit untuk bernafas.


" setelah kepergian nona, tuan mengurung dirinya di dalam kamar...tidak ingin makan, tidak ingin di ganggu oleh siapapun, bahkan dia tidak perduli dengan kesehatan nya. "


Lisa hanya diam dan mendengar kan perkataan brian, " brian...aku masih tidak percaya. ", kata lisa dengan suara bergetar.


" jika nona tidak perca kita akan melakukan vidio call dengan nyonya besar. ", kata sekertaris brian sambil menghubungi mama imelda.


Suara dering telpon terdengar dari ponsel brian dan terlihat wajah mama imelda yang kurus serta tidak terawat, " mama...", kata lisa sambil menanhan air matanya.


" ma... maafin lisa. ", kata lisa saat melihat ruangan inap dan terlihat tubuh dimas yang seperti mayat hidup.


" lisa....mama tidak pernah menyalahkan kamu dengan apa yang telah kamu putuskan, hanya saja...mama tidak pantas meminta pertolongan kamu lagi, hanya saja kali ininl tolong mama lisa...hiks.. hiks...", tangis mama imelda pecah seketika saat dirinya meminta pertolongan lisa.


" apa yang bisa lisa bantu ma? ", tanya lisa yang tidak ingin melihat mama imelda yang menangis seperti ini.


" lisa...bisakah kalian kembali dan membantu mama untuk membangun dimas, yang sudah koma selama 3 bulan ini. ", pinta mama imelda.


Hati lisa merasa bimbang saat dirinya harus memikirkan permintaan mama imelda, dirinya tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini.


" apa aku masih mencintai mas dimas, atau rasa ibah dan bersalah dengan mama imelda?, aku tahu hanya mama imelda yang baik dengan ku dan aku juga tahu mama imelda hanya memiliki seorang putra, apa yang harus aku lakukan sekarang? ", kata lisa di dalam hatinya.


" lisa...mama mohon. ", kata mama imelda.


" maaf ma... lisa tidak bisa meninggalkan kedua anak lisa di sini untuk membantu mama di sana. ", kata lisa dengan tegas.

__ADS_1


" brian bisa membantu kamu untuk merawat kedua cucu mama, bawa mereka kesini...mama janji setelah dimas sadar apapun ke putusan kamu mama akan menghargai nya, hanya kali ini saja lisa tolong bantu mama...bantu mama membuat dimas sadar dari koma nya. ", bujuk mama imelda.


" maaf ma...lisa harus memikirkan nya terlebih dahulu. ", kata lisa sambil menyerahkan ponsel brian.


Brian segera mengakhiri panggilan vidio dengan mama imelda, terlihat wajah lisa yang bimbang dan juga gusar, " tidak mungkin mama berbohong...aku ingin menolong mama tapi aku gak mau mempertaruhkan hubungan keluarga ku demi mereka. ", kata lisa di dalam hatinya.


" ehemmm... nona bisa memikirkan nya terlebih dahulu, saya akan di sini selama 4 hari...saya harap nona bisa mempertimbangkan nya, saya yakin nona pasti tahu apa yang terbaik untuk nona. ", kata sekertaris brian seraya pergi meninggalkan lisa setelah membayar cofe yang mereka pesan.


Lisa masih duduk di tempat itu cukup lama, hingga ponselnya berdering dan terlihat nama roky di layar ponselnya.


" mas ...apa kamu bisa mencariku saat ini. ", tanya lisa.


" tentu saja aku akan mencari kamu, dimana kamu sekarang? ", tanya roky.


" aku tidak tahu, aku berada cafe saat ini. ", kata lisa yang menjelaskan dengan ambigu.


" baiklah kamu tunggu di sana jangan kemana-mana, dan nyalakan terus hp ini aku akan segera sampai. ", kata roky dengan yakin.


Lisa terus menunggu hingga terlihat wajah roky yang sedang mengatur nafasnya, " mas.." kata lisa sambil berjalan ke arah roky dan memeluk tubuhnya untuk pertama kali.


" apa yang sedang terjadi? ", tanya roky.


Lisa hanya diam di dalam pelukan roky, roky segera mengendong lisa ala bridal menuju parkiran mobil.


Semua orang melihat ke arah mereka saat ini, entah apa yang akan terjadi hari esok yang roky tahu akan ada berita besar tentang dirinya dan juga lisa.


(^_^)///(^_^)


ayo siapa yang gemes nunggu up yang lama ini, maaf ya gyus... beberapa hari ini author demam mungkin karena lelah, serta cuca yang ekstrim di daerah sumut, dan di tambah lagi author juga harus mengerjakan pesanan customer, karena author memiliki usaha rumahan. hehehehe.... maaf ya.


sebagai gantinya author menyiapkan beberapa episode ekstra untuk kalian.


selamat menikmati.


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2