
sesuai dengan apa yg di katakan dimas tepat jam 6 sore mereka berangkat ke bandara, lalu menunggu sekitar 15 menit di bandara.
selama perjalanan ke rumah mama imelda dimas selalu memberikan perhatian kepada lisa dan selalu membantu setiap keperluan istrinya
sesampainya di rumah besar keluarga dimas kedatangan mereka di sambut hangat oleh kedua orang tua dimas, mama imelda sangat bahagia melihat anak dan juga menantunya baik-baik saja bahkan terlihat harmonis.
" ayo masuk istirahat di kamar kalian, mama sudah siapkan kamar tamu untuk kalian... kata mama imelda.
dimas mengikuti langkah mama imelda dan juga lisa yg menuju ruang keluarga, barang-barang dimas dan lisa di bawa oleh pelayan ke dalam kamar tamu yg sudah di siap kan.
di ruang keluarga seperti biasa dimas membicarakan masalah bisnisnya dengan papanya, sedang kan lisa ngobrol dengan mama imelda.
sambil menikmati secangkir teh dan beberapa kudapan yg tersedia, " bagaimana kandungan kamu? tanya mama imelda.
" baby nya sehat ma dan kami sangat terkejut saat usg, ternyata kami mendapatkan bayi kembar ma.
" serius... mama akan punya dua cucu sekaligus, kata mama imelda yg sangat terkejut jelas terlihat di wajahnya.
" sayang... kita akan dapat dua cucu sekaligus, kata mama imelda pada suaminya.
" kalau begitu ini berita bagus, kita akan ada kan perayaan aqiqah yg meriah untuk kedua cucu kita.
" tentu sayang... kata mama imelda sambil mengelus perut lisa.
jam terus berputar hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam,
" ma...dimas bawa lisa istirahat dulu ya, kata dimas yg berpamitan dengan kedua orangtuanya
" iya... istirahat lah.. yg tenang mama dan papa tidak akan menggangu kalian, kata mama imelda dengan nada menyindir.
" hahahaha.... ok ma... kata dimas yg menggandeng tangan lisa menuju kamar tamu yg ada di lantai dua.
sesampainya di kamar lisa mengganti bajunya dengan pakaian tidur dan membersihkan wajahnya sebelum tidur, begitu juga dengan dimas.
dimas masih duduk di sofa sambil melihat hp yg biasanya selalu berbunyi tetapi kini senyap bahkan panggilan tak terjawab tidak ada sama sekali dari nancy, " apa dia lagi bersama selingkuhan nya itu? kata dimas dalam hatinya yg masih memikirkan nancy.
walau raga dimas bersama dengan lisa tapi fikiran dan juga hatinya masih bersama dengan nancy.
" mas... panggil lisa yg melihat suaminya melamun duduk di sofa.
" iya sayang... kata dimas yg tersadar dari lamunannya.
" ngelamunin apaan sih... sepanjang hari ini ku lihat kamu melamun terus seperti banyak beban fikiran, coba ceritakan sedikit sama aku mas .. jangan di pendam sendirian.
__ADS_1
" cuman masalah kantor kok gk ada yg lain, ayo kita tidur sekarang karena besok masih banyak pekerjaan yg harus kita kerjakan.
" baiklah, kata lisa yg tidak mau memaksakan dimas untuk membagi duka nya ke lisa.
dimas masih tidak bisa tidur malam ini, dia masih terus berfikir bagaimana caranya besok dia pergi menemui nancy tanpa sepengetahuan lisa.
hingga matahari sudah terbit dimas masih belum bisa tidur, dirinya merasa bersalah jika harus berbohong di hadapan lisa.
" maafkan aku sayang, kata dimas dalam hatinya sambil mencium kening lisa.
pagi ini lisa sangat di sibukkan dengan mendekorasi ruangan keluarga untuk acara ultah mama imelda, sesuai dengan permintaan mama imelda yg hanya ingin merayakan ultah dengan keluarga terdekat nya.
acara di mulai sekitar jam 13:00 wib, makan siang bersama dengan keluarga besar yg lainnya, hari ini kedua kalinya lisa bertemu dengan sanak saudara dimas.
ada banyak orang yg datang dan memenuhi taman belakang rumah ini, terlihat mama imelda yg sedang karoke bersama kakak dan adik-adiknya.
acara terus berlanjut hingga hari menjelang malam dan lisa mencari-cari keberadaan dimas yg tidak terlihat setelah selesai makan malam bersama, lisa mencoba menghubungi dimas.
" halo assalamu'alaikum mas... mas dimana? tanya lisa yg terdengar seperti khawatir.
" waalakumsalam mas lagi di jalan ada urusan dengan rekan bisnis, maaf ya gk ngasih tahu terlebih dahulu sama kamu karena aku lagi buru-buru tadi.
" oh... gitu ya mas, kalau gitu hati-hati ya dan jangan pulang larut malam.
entah kenapa lisa merasa dimas seperti sedang berbohong, tetapi lisa tidak ingin suzon dengan suaminya dan lebih memilih percaya dengan dimas.
hari semakin larut dan tamu-tamu sudah semuanya pulang kini tinggal lisa dan kedua orangtuanya dimas yg berada di rumah ini, semua pelayan sibuk membersihkan halaman dan rumah yg jorok dan berserakan.
lisa berjalan ke dalam kamar tamu dan masih menunggu kepulangan dimas, " mas... dimana sih? kata lisa dalam hatinya yg merasa khawatir karena jam menujukan pukul tengah malam.
lisa mencoba untuk menghubungi nomor hp dimas tapi nomor nya tidak aktif, lisa pun mencoba menghungi sekertaris brian dan menanyakan keberadaan dimas tapi hasilnya juga nihil.
" mas dimana sih dan kenapa perasaan ku gk enak kayak gini ya, kata lisa yg berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya.
malam ini lisa tidak bisa tidur dan selalu menunggu kepulangan dimas hingga hari menjelang pagi tetapi dimas belum kunjung pulang, lisa berjalan ke arah toilet untuk membersihkan diri dan pergi sarapan bersama kedua orangtuanya.
" pagi ma...pa, kata lisa yg duduk di meja makan.
" pagi sayang, dimana dimas? tanya mama imelda yg tidak melihat dimas turun untuk sarapan.
" lisa jugak gk tahu ma dimana mas... dari tadi malam pergi hingga sekarang belum pulang juga,kata lisa yg terlihat sedih.
" ya udah gk usah di fikirkan dia, sekarang kamu mending sarapan yg banyak ya, kata mama imelda yg ingin menenangkan hati lisa.
__ADS_1
setelah selesai sarapan bersama lisa berjalan kedalam kamarnya, duduk di tempat tidurnya sambil terus mencoba menghubungi nomor telepon dimas.
" kenapa nomor nya gk aktif terus sih... kata lisa dalam hatinya.
lisa tidak bisa istirahat dengan tenang karena dimas belum juga pulang, jam terus berputar dan kini hari menjelang sore.
terdengar suara keributan di luar kamar, lisa bergegas keluar dari kamar dan berjalan ke arah keributan itu.
terlihat dimas yg di marahi oleh mama imelda dan juga papanya, lisa turun dengan cepat dan menghampiri dimas.
" mas... kata lisa yg berjalan ke arah dimas dan memeluknya.
" mas... kemana aja? tanya lisa yg masih memeluk tubuh dimas.
dimas hanya diam dan melepaskan pelukan lisa, terlihat wajah dimas yg frustasi.
" ma...pa.. biar mas lisa aja yg ngurusin nya, kata lisa yg kemudian pergi menyusul dimas yg berjalan ke arah kamar tamu.
mama imelda dan suaminya tidak tahu harus berbuat apa saat ini, di dalam kamar dimas duduk di sofa sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
" mas... panggil lisa sambil membelai rambut dimas.
dimas menoleh ke arah lisa dan memeluk tubuh lisa dengan erat, lisa merasa bingung dengan apa yg di lakukan oleh dimas saat ini.
" mas kenapa? tanya lisa yg merasa khawatir dengan kondisi dimas.
" aku hanya ingin memeluk kamu seperti ini sebentar saja, kata dimas.
lisa hanya diam dan membiarkan dimas terus memeluk tubuhnya hingga dia rasa dimas mood nya sudah membaik, dimas melihat wajah lisa yg penuh dengan pertanyaan.
" maafin aku ya, kata dimas kepada lisa.
" maaf untuk apa mas? tanya lisa yg tidak mengerti kenapa suaminya tiba-tiba meminta maaf darinya.
" bukan apa-apa aku hanya ingin meminta maaf, kata dimas yg tiba-tiba memeluk tubuh lisa lagi.
lisa hanya diam dan berfikir kalau dimas seperti anak kecil yg takut membicarakan salahnya dan lebih memilih untuk meminta maaf.
(^_^)///(^_^)
terimakasih gyus untuk 500 like nya, di tunggu 15 menit ya untuk update selanjutnya.
jangan lupa juga mampir ke novel emak-emak rempong 💃💃 yg ber-genre komedi.
__ADS_1
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️