Dreams

Dreams
sesion 2 ( episode 14 )


__ADS_3

Pagi ini dimas bangun lebih awal dari biasanya dan terlihat nancy yang masih tertidur dengan lelap di ranjang pasien.


Dimas berjalan perlahan menuju ranjang pasien, " apa benar yang di katakan sekertaris brian tentang dirimu? ", kata dimas dalam hatinya.


Dimas duduk tepat di sebelah nancy yang masih tertidur dengan lelapnya, membelai rambut nancy dengan lembut serta tidak lupa memberikan kecupan di kening wanita nya itu.


Dimas melihat jam tangan yang dia kenakan,


" ternyata waktu sudah tidak pagi lagi. ", kata dimas yang kemudian berjalan menuju toilet untuk membersihkan dirinya.


Nancy yang terbangun setelah dimas pergi masih merasa sangat tidak percaya dengan apa yang dilakukan dimas kepadanya saat ini.


" apa semua ini mimpi...aku berharap dia akan terus seperti ini, aku harus segera menghubungi dia untuk membuat jadwal pertemuan dengan dimas. ", kata nancy di dalam hatinya.


Nancy tidak ingin kehilangan dimas seperti yang terakhir kali, " aku harus bergerak cepat kali ini. ", kata nancy sambil berjalan menuju toilet.


Dimas yang baru saja selesai segera keluar dari toilet, " kamu... ", kata dimas refleks.


" kenapa sayang? ", tanya nancy yang bingung.


" tidak apa-apa... kamu sedang apa di sini? seharusnya kamu istirahat di tempat tidur. ", kata dimas sambil memegang tangan nancy.


" aku mau ke toilet. ", jawab nancy.


" apa kamu bisa? ", tanya dimas ragu.


" tentu aku bisa, jangan khawatir sayang. ", kata nancy sambil tersenyum.


Nancy berjalan masuk kedalam toilet, ada perasaan aneh di dalam hatinya saat ini ketika melihat dimas yang bersikap sedikit berbeda kepadanya.


" apa hanya perasaan ku saja!! ", kata nancy di dalam hatinya.


Setelah dari toilet nancy tidak melihat keberadaan dimas, hatinya mulai cemas dan ada rasa takut yang membuat dirinya tidak tenang.


" aku harus menghubungi nya. ", kata nancy sambil mencari ponselnya.


Nancy mulai menghubungi dimas, akan tetapi panggilan nya tidak di angkat oleh dimas.


Nancy terus mencoba menghubungi dimas sebanyak 10 kali, tetapi tetap tidak ada hasil. dimas tetap tidak mengangkat panggilan dari nancy.


" ke mana dia pergi?, kenapa tidak mengangkat telepon nya. ", kata nancy sambil membanting hp nya ke ranjang pasien karena kesal.


*******


Dimas menyadari ponselnya terus berdering dan terlihat jelas nama nancy di ponsel milik nya.


Dimas tidak perduli dengan apa yang akan di tanyakan oleh nancy kepadanya setelah ke pulangan nya nanti.


pikiran dimas sangat kacau saat ini dirinya ingin sendirian terlebih dahulu untuk menenangkan pikirannya.

__ADS_1


Dimas duduk di sebuah taman yang banyak di penuhi oleh bunga-bunga, serta ada sebuah danau buatan tepat di hadapan nya saat ini.


" Suasana di pagi hari sangatlah segar untuk di nikmati. ", kata dimas di dalam hatinya.


Pikiran nya sedikit demi sedikit sudah mulai merasa tenang, dimas melangkahkan kakinya menuju kantor cabang untuk menemui papa erik.


Tidak perlu waktu lama bagi dimas untuk sampai ke kantor, terlihat karyawan yang sudah mulai berdatangan ke kantor.


Teguran serta sapaan dari karyawan nya membuat dimas merasa ada perubahan dalam dirinya.


" sudah lama tidak merasakan hal seperti ini.", kata dimas di dalam hatinya.


Dimas terus berjalan menuju ruangan presiden ceo, dimana papa erik berada.


Terlihat sekertaris brian yang ingin masuk kedalam ruangan.


" sekertaris brian. ", panggil dimas.


" iya pak.. ", jawab brian sambil melihat ke arah dimas.


" sedang apa kamu di sini? ", tanya dimas.


" saya di sini untuk menyampaikan tugas yang sudah selesai saya kerjakan kepada tuan besar. ", jawab brian.


" oh... kalau begitu serahkan saja berkas nya kepada saya, biar saya sendiri yang akan berikan ke papa. ", kata dimas.


" maaf tuan muda saya tidak bisa menyerahkan berkas ini kepada anda. ", kata brian.


" sudah berikan berkas-berkas ini kepada saya. ", tegas dimas.


" maaf tuan tidak bisa. ", tolak brian.


Brian tidak bisa memberikan berkas-berkas ini kepada dimas, karena berkas-berkas ini berisi tentang kehidupan lisa dan keluarganya dalam waktu beberapa bulan ini.


Dimas semakin curiga melihat ekspresi wajah brian yang panik dan terus menolak untuk tidak memberikan berkas-berkas itu kepada nya.


" terserah kamu saja lah.. ", kata dimas yang kemudian mengetuk pintu ruangan papa erik.


Tokkk....tokkkk...tokkk.... suara ketukan pintu.


" masuk... ", jawab papa erik dari dalam ruangan nya.


Dimas berjalan masuk kedalam ruangan dan di susul oleh brian yang berjalan tepat di belakang dimas.


" pa... ada yang mau dimas bicarakan dengan papa. ", kata dimas setelah masuk kedalam ruangan.


" oh... begitu ya, dan kamu brian apa ada yang ingin di sampaikan ? ", tanya papa erik.


Brian berjalan menuju meja papa erik dan menyerahkan berkas yang sudah di pegang nya sedari tadi.

__ADS_1


" tuan... ini berkas yang anda minta untuk masalah itu. ", kata brian.


" oh... baiklah, terimakasih brian... kamu sudah bisa kembali bekerja. ", kata papa erik sambil menyimpan berkas itu kedalam laci meja kerjanya.


Dimas masih berdiri dan tetap menatap tajam wajah papa erik yang seperti menyembunyikan sesuatu darinya.


" dimas...", panggil papa erik.


" hemmm iya... iya.. ", jawab dimas.


" silahkan duduk dan ada perlu apa kamu datang ke sini? ", tanya papa erik.


" apa perlu sebuah alasan untuk aku datang ke perusahaan ku sendiri. ", jawab dimas dengan arogan.


Papa erik mengerut kan dahi nya karena tidak senang dengan jawaban dimas barusan.


" lalu apa yang kamu inginkan? ", tanya papa erik dengan sikap dingin.


" aku datang ke sini ingin bertanya tentang wanita yang ada di foto ini. ", kata dimas sambil menyerahkan selembar foto kepada papa erik.


" terus jika kamu tahu siapa wanita ini apa yang ingin kamu lakukan? ", tanya papa erik lagi sambil menatap mata dimas dengan tajam.


" aku belum tauh dan aku juga bingung dengan keadaan ku saat ini. ", kata dimas sambil menundukkan kepalanya.


" hhheeemm.... baiklah papa akan menjelaskan semuanya kepada kamu. ", kata papa erik.


Setelah 30 menit berbicara dengan papa erik, dimas sudah mulai mengerti dengan kondisinya saat ini.


" baiklah pa... kalau begitu dimas kembali ke rumah sakit dulu, urusan kantor dimas serahkan sama papa untuk saat ini. ", kata dimas sambil berjalan keluar dari ruangan papa erik.


Dimas melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat nancy di rawat saat ini, sudah banyak panggilan yang masuk dari nancy serta beberapa pesan yang tidak ingin di baca dimas.


Sesampainya di rumah sakit dimas berjalan menuju ruangan nancy, terlihat ruangannya kosong dan tidak terlihat nancy di dalam ruangan.


Dimas sedikit panik dan cemas, dia bergegas menuju tempat perawat jaga untuk bertanya kemana nancy.


" sus...saya ingin bertanya pasien di kamar vvip itu kemana ya? ", tanya dimas sambil menunjuk ruangan nancy.


" oh... pasien itu, dia di bawa ke ruangan bersalin baru saja pak. ", jawab suster jaga.


" kalau begitu bisa beritahu saya di mana ruangan bersalin nya sus? ", tanya dimas yang menahan paniknya.


Suster mulai menjelaskan jalan menuju ruangan bersalin kepada dimas, dengan cepat dimas berjalan menuruni anak tangga menuju ruangan bersalin.


(^_^)///(^_^)


hy gyus... jangan lupa like,vote, dan komentarnya ya.


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2