
Sesuai janji Aldo buat malam harinya mereka ke mall yang ada di deket hotelnya . Saat ini yang mereka makan di restoran Jepang
Sangat ramai sekali mengingat hari ini Sabtu malam Minggu jadi sebagian besar 90% orang Jakarta akan bermain kesini
" Enak ya mas daging nya " ucap Vania kepada mas nya
Ken mengagguk sedangkan kedua orang tuanya senang karena dua anaknya itu makan sendiri tanpa merepotkan mereka
" Mas mau cuci tangan "
" Adek ikut "
Diva beranjak bangun dia ingin membantu nya tapi kedua anak itu di bantu oleh karyawan restoran . Saat kedua anaknya itu sudah selesai
Brak
Diva dan Aldo beranjak bangun . Pecahan lampu kaca mengenai tubuh Ken yang sebenarnya Vania kena . Tapi Ken mendorong adik nya itu
Semua yang ada di restoran itu mendadak ramai . Terutama karyawan dan manager restoran langsung menganani Ken dan pecahan lampu
" Sakit pah . Bun " lirih Ken
" Jangan bergerak ya mas , diam disitu " ucap diva pelan
Diva memeluk Vania dia menangis . Sedangkan Aldo langsung mengangkat Ken . Membawa anaknya itu ke klinik terdekat dan untung nya manager restoran pun bertanggung jawab atas kelalaiannya dan ikut Aldo ke rumah sakit
Makanan yang diva makan semuanya gratis . Dia juga panik dan segera ikut suaminya keluar
" Tahan ... " Ucap Aldo kepada Ken
Sedangkan Ken dia terus menangis karena bagian leher nya sudah mengeluarkan darah sangat banyak
" Dimana rumah sakit terdekat " tanya Aldo kepada manager saat menaiki taksi
Manager pun memberi tahu ke supir taksi . Manager itu juga meminta maaf atas kejadian ini
" Pah sakit pah ..."
Aldo mengepalkan tangannya dia sudah terlihat panik banget apalagi Aldo sangat geli dengan darah . Dia berusaha untuk berani demi anaknya
Aldo langsung menghubungi diva untuk diam di kamar hotel aja biar Aldo yang urus Ken
" Pah sakit pah ..."
Aldo mencium kening Ken . Genggaman Aldo sangat erat kepada anaknya yang saat ini berbaring
" Iya sayang . Sabar ya . Ini lagi mau di bawa kerumah sakit "
__ADS_1
Hiks hiks hiks
" PAK CEPAT SEDIKIT !!" bentak Aldo kepada supir taksi
Saat sampai di rumah sakit . Aldo dan manager pun langsung sibuk berlari meminta perawatan untuk Ken yang saat ini kecelakaan mendadak
Di dalam ruangan ada Aldo dan Ken yang terus menangis anaknya itu sambil menyebutkan nama bundanya. Apalagi saat dokter membersihkan luka Ken . Sangat kejar anak manis itu menangis
" Bunda hiks hiks hiks ..."
Aldo menutup wajahnya dia Sangat geli melihat banyak darah . Setelah selesai di tangani . Semua pengobatan ken di tanggung oleh manager itu
Manager itu juga meminta maaf atas kejadian ini . Karena memakan luka korban . Aldo juga terima kasih karena manager pun sudah bertanggung jawab dan membantu Aldo
" Sudah gak sakit kan mas ? " Tanya Aldo
Ken hanya diam . Dia sangat lelah teriak dan menangis. Sangat nyaman sekali Ken memeluk papanya sampai tertidur
Akhirnya Aldo kembali ke hotel bersama manager tadi . Manager pun memberikan makan gratis untuk Aldo dan keluarga besok hari karena dia tahu Aldo menginap di hotel deket mall
***
" Aku ke toilet dulu ya yang " ucap Dimas kepada Caca
Saat ini Dimas mengajak Caca dan kedua anaknya makan di salah satu restoran khas Sunda . Restoran yang saksi bisu Dimas dan Caca lamaran sampai akhirnya menikah
Brak
" Eh sorry sory .." Dimas mambantu memungut alat make up
" Putri ..."
" Pak Dimas ..."
Keduanya saling tatap . Dimas juga memberikan lipstik kepada pemilik nya
" Kamu makan disini juga ? " Tanya Dimas
" Iya pak "
Dimas mengagguk
" Yaudah saya masuk dulu " Dimas Langsung meninggalkan seketaris nya itu
Keluar dari toilet , mencuci tangan Dimas kembali lagi makan bersama keluarga kecilnya
" Kasian banget ya dim , Ken . Anak manis aku dia lagi sakit . Kok bisa gitu ya lampu tiba tiba jatuh harusnya pihak restoran sebelum buka toko di cek dulu . Ini akan pelajaran buat aku kedepannya dim "
__ADS_1
" Iya sayang . Dan kemarin juga Aldo bilang untung nya manager restoran tanggung jawab. Kalo engak . Aldo mau tuntut restoran itu . Dan dia juga memberikan satu makan gratis untuk permintaan maaf nya . Ya Aldo mana mau . Yang ada dia takut anaknya malah kena lagi walaupun itu gak mungkin " ucap Dimas
Semalam saat Aldo tiba sampai hotel . Diva menghubungi Caca untuk memberi tahu kalo Ken habis kecelakaan . Caca langsung heboh dia kasih tahu Dimas . Karena Caca sayang dengan Ken anak manis nya itu
Semalam juga Caca ngobrol dengan Ken . Walupun tatapan Ken kosong karena shock mungkin . Dan Ken juga diam gak ngomong sama sekali mungkin capek habis menangis
Saat mereka akan pulang tiba tiba Dafa memanggil uncle membuat Caca dan Dimas melihat ke arah tangan Dafa
" Argo ...." Teriak Dimas
Argo menoleh dia mendekati sepupu itu . Dia sedang berada di parkiran restoran
" Abis makan lu ? " Tanya argo
" Iya nih . Mengenang sama Caca juga waktu lamaran "
Ck !
" Sama siapa lu ? " Tanya Dimas
" Biasa " kekeh argo
Dimas melihat mobil sepupunya ada cewek di dalam itu
" Gila bro "
" Hehe "
Sedangkan Caca dia merhatiin mobil argo yang ada cewek di dalam mobilnya . Caca geram banget kalo cowok sudah selingkuh jelas jelas argo sudah punya Tania bahkan sudah lamaran walupun belum kekeluargaan
Argo pamit kepada Dimas dan Caca untuk mengantar cewek pulang . Sedangkan Caca dia hanya diam pikiran berjalan . Ingin sekali Caca bilang kepada Tania kalo argo itu selingkuh
" Yang , menurut kamu gimana rumah yang aku tujukan kemarin cocok gak ? "
Caca hanya diam
" Yang . Dih bengong " Dimas mengelus pipi istrinya menyandarkan lamunannya
" Apa sayang ? " Tanya Caca menoleh
" Menurut kamu gimana rumah yang aku tujukan . Cocok gak sama kamu . Aku mau beli buat Dafa soalnya yang "
" Cocok kok " jawab Caca
" Benerkan . Yuk yang besok kita lihat lagi "
" Hem " jawab Caca malas
__ADS_1
Caca memejamkan matanya makan begitu banyak tadi membuat Caca sangat ngantuk sekali di tambah AC Dimas besarkan karena Caca cepat gerah