
Seminggu telah selesai rawat inap mama lisa di rumah sakit . Beberapa Minggu sekali Caca lah yang mengantar mama mertua menemani cek up
Weekend ini semuanya memutuskan untuk di rumah aja . Mengingat musim hujan akhirnya pada malas untuk jalan jalan keluar
" Aku tadinya mau ke restoran , ada janjian sama April sama partner aku . Cuma hujan begini aku males . Apalagi April " curhat Caca kepada Dimas
" Iyalah hujan begini mending di rumah . Lagi pula aku juga gak izinin kamu kesana . Dari pada kenapa kenapa "
Dimas melepaskan pelukannya dia bangkit dari tempat tidur
" Aku mau minta tolong mbak buatkan roti bakar dulu , sekalian cek anak anak lagi pada ngapain " ucap Dimas
Caca pun mengagguk dia mengambil ponsel sore gini dalam keadaan hujan males untuk keluar kamar
Tiba tiba hawa kamar membuat Caca merinding , tirai jendela pun juga bergerak . Caca bangkit dari tidur nya untuk merapikan tirai saat Caca balik badan tiba tiba paruh baya sangat tua sekali dengan pakaian putih membuat Caca terkejut
Jujur aja Caca sangatlah takut paruh baya itu berjarak tak jauh dari Caca
" Tolong ya jangan bikin anak anak saya takut . Jangan ganggu anak saya . Dia masih kecil apalagi Dafa dia sekarang gak mau tidur di kamar sendiri lagi " ucap Caca pelan
Paruh baya itu diam . Justru hal itu membuat Caca sangat takut . Takutnya mahluk halus ini membunuh Caca
" Tolong jangan jual rumah ini ya , saya suka dengan penghuni rumah ini "
Caca hanya diam . Maksud nya apa . Saat Caca ingin kembali berucap tiba tiba pintu kamar terbuka Dimas lah yang masuk
" Sayang "
Caca terkejut dengan suara suaminya . Posisi lagi menakutkan seperti ini Dimas malah datang tiba tiba . Caca menatap Dimas lalu menatap pojok tempat tadi paruh baya itu berdiri . Sudah tak ada lagi
Caca langsung memeluk Dimas dengan rasa takut
" Kenapa ? " Tanya Dimas
Caca menggeleng kepalanya
" Anak anak lagi makan pisang keju coklat , ini aku bawa roti bakar . Kita makan di luar aja "
__ADS_1
Caca mengagguk keduanya segera keluar . Tatapan Caca langsung kosong . Mengingat ingat kembali apa yang paruh baya itu ucapkan
" Dim . Aku pernah bilang kan . Penghuni kamar kamu nenek nenek " ucap Caca
Dimas mengagguk
" Kenapa ? Dia ganggu kamu ? "
" Bukan , tadi pas kamu keluar . Dia ada . Bahkan kita ngobrol "
" Ngobrol apa ? " Tanya Dimas kini menatap Caca
" Dia bilang , rumah ini jangan di jual karena penghuni nya baik "
" Udah gak usah di pikirin , sekarang makan nih bantuin aku " ucap Dimas menarik tangan Caca untuk memperdekat
***
Keesokan harinya setelah melewati weekend di rumah Dimas telat datang ke kantor karena menikmati hujan di pagi hari menemani Caca
( Serius kak ? Wah berarti penghuni kamar kak Dimas ingin lebih dekat dengan kak Caca haha )
( Alah alah sok berani , waktu di ketawain di rumah yang dulu aja kakak lari . Emangnya aku gak tau haha . Padahal itu aku lagi ngerjain kakak haha )
Saat Raka ingin membuka suara lagi dia melihat ada yang berdiri di depan nya . Raka menatap sepatu hitam hingga kemeja biru muda yang di pakai
" Eh kakak ipar hehe " ucap Raka sambil tersenyum
Cepat Raka mematikan ponselnya dia mencium tangan Dimas
" Baru sampe kak "
" Hemm" deham Dimas setelah itu masuk ke dalam ruangan nya
__ADS_1
Raka menjadi gak enak , biasanya Raka yang samperin kakak iparnya untuk menyalimi tangan tapi sekarang Dimas lah yang samperin Raka
Dering telpon meja seketaris Dimas berdering . Raka menoleh pasti itu kakaknya menelpon pekerjaan
" Raka , di panggil pak Dimas . Masuk ke ruangan sekalian bawa map ini " ucap mbak Gista
Raka pun segera bangkit dia langsung masuk keruangan kakak iparnya . Dimas meminta Raka untuk memberikan berkas yang sudah ia tanda tangani dan stempel untuk Aldo
" Sekarang kak ? " Ucap Raka saat melihat jendela sedang deras hujan
" Iya Sekarang aja . Pake mobil ini . Jadi gak kebasahan "
Raka mengagguk dia mengambil berkas penting lalu dia menyalimi tangan kakak iparnya dan segera menghubungi supir kantor untuk menemani nya
( Halo sayang ) wajah Dimas berseri seri panggilan di angkat oleh Caca
( Kesini dong bep, kalo hujan nya reda . Ajak dara juga )
( Iya makan sushi sayang. Yaudah makanya kamu kesini . Bawa buah juga )
( Udah ah yang . Kamu itu ketakutan banget . Di kamar gak ada apa apa . Tumben banget kamu itu penakut ) kesel Dimas karena Caca masih gak mau untuk masuk kedalam kamar nya
( Kalo kamu takut . Nanti anaknya ikut takut . Udah ah . Di berani beraniin . Kamu dandanin dara sama siapin buah buat ke kantor ya . Aku kerja dulu . Baru nanti kita makan sushi )
( Iya sayang , sushi nya yang banyak . Pokonya Nyenengin kamu deh ya . Hati hati nanti . Bilang supir nya jangan ngebut ngebut . Pokonya kalo kamu dan dara lecet . Taruhan nya nyawa ) ucap Dimas bercanda
( Iya sayang , yaudah aku tutup dulu ya . I love you to sayang )
__ADS_1