
Weekend ini Tania ingin menemani keempat keponakan nya itu . Hal itu membuat mama Lisa memasak makanan banyak
Karena Tania lagi semangat banget membawa mobil dia gak bilang kepada argo kalo Tania sudah perjalanan . Saat di lampu merah berhenti cukup lama paruh baya mendatangi mobil Tania mereka menjual alat melukis
Tania langsung memborong nya sayang nya bapak itu menjual 5 alat lukis serta cat dan kuasnya . Tania memberikan uang lebih membuat paruh baya itu senang dan berkali kali mengucapkan terima kasih
Tania tersenyum saat lampu hijau, Tania juga pamit kepada bapak paruh baya yang menjualnya
Saat Tania sampai keempat keponakan nya itu senang terutama Dafa . Dia senang pacar nya datang
Mereka berempat berpelukan memang sangat berlebihan tapi Tania memang jarang banget datang ke kediaman sahabat dari papa nya itu
Tania menyuruh keempat keponakan nya itu duduk , Tania juga memberikan masing masing alat lukis
" Siapa yang bagus . Tante kasih hadiah. Tante belikan eskrim "
Mereka berempat senang . Karena mereka gak tahu cara buat nya akhirnya orang tua juga ikut membantu
Aldo dia pintar menggambar apalagi argo . Kedua laki laki itu membuat burung , gajah, dan ayam
" Kakak buat apa ? " Tanya Tania
" Benang kusut " jawab Dafa
Tania, argo,Dimas ,Caca, diva dan Aldo tertawa. Benang kusut cuma gambar gak jelas aja . Akhirnya Tania membantu Dafa membuatkan gambar yang Dafa ingin kan yaitu pemandangan yang indah
" Aku lebih suka anak anak main seperti ini dari pada mereka bermain gadget " ucap Aldo
Caca setuju karena mereka bisa membiasakan ngegambar dan melatih kesukaan bidang mereka
Saat semuanya asik nge gambar . Tania dan argo pergi ke mini market membeli eskrim yang sudah Tania janjikan
__ADS_1
" Bunda no no " jawab Vania sambil menggelengkan kepalanya, Vania gak mau bundanya ikut campur dalam urusan mewarnai
" Udah sayang biarin aja . Anak anak lagi anteng . Kita lihat siapa yang bagus . Tapi kalo di lihat lihat bagus semua ya sayang " ucap Aldo
" Mama .... Adek suka mewarnai " ucap dara
" Aku juga suka " jawab Vania
" Kakak sukanya main bola . Iya gak dedek Ken "
Ken tak menjawab dia sedang focus mewarnai sampai sampai bibirnya sangat rapat
Sedangkan Tania dan argo baru saja pulang membeli eskrim yang Tania sudah janjikan . Tapi Tania punya hadiah yang paling bagus mewarnai dapat coklat
Saat semuanya sudah selesai mewarnai . Keempat keponakan nya itu mengumpulkan tugas tugas mereka kepada Tania
" Di kasih nama dulu dong punya siapa aja "
" Lagak nya sudah jadi guru aja kamu itu" ucap diva
Tania tersenyum memang cita cita Tania ingin jadi dosen atau guru. Banyak yang ingin Tania impikan tapi jalannya sudah menjadi bisnis
Semua sudah memakai nama dan Tania tersenyum ada dua gambar yang sangat bagus . Yaitu dara dan Ken . Tania memberikan eskrim masing masing kepada keponakan . Dan saat tengah asih makan eskrim Tania juga memberikan coklat kepada Ken dan dara
" Gak boleh iri ya . Semuanya bagus cuma punya mas Ken dan dedek dara paling atas bagus nya . Nanti kita coba lagi ya "
Dafa dan Vania mengagguk . Mereka berusaha engak iri karena bisa aja nanti mereka bagi coklat nya kepada adik adik nya itu
" Ayah ... Adek jadi suka mewarnai ..."
Dimas tersenyum dia terus mengecup kepala dara
__ADS_1
" Nanti ayah belikan ya peralatan untuk mewarnai "
Dara mengagguk tersenyum dia senang atau mungkin akan menyukai mewarnai ini . Sedangkan Dimas dia yakin dari gambar rapi yang tadi bisa Dimas lihat nanti dara akan menjadi hobby baru nya
Mama Lisa membawakan cilok dan juga makanan khas Bandung lainnya ke meja ruang keluarga
" Ayo dong Tania di coba . Mama buat ini sampai seneng loh kamu datang "
" Makasih ma " jawab Tania
Mama Lisa tersenyum . Mungkin karena mas nya memanggil Tante dan om nya ayah dan mama . Dan Tania juga terbawa itu . Apalagi Tania sudah kenal dan dekat banget sama keluarga itu dari kecil kalo gak salah . Jadinya Tania ikut ikut memangilnya ayah dan mama
Tania melebarkan matanya dia sangat suka makanan khas Bandung yang di buat oleh mama mertua mas nya itu . Karena Tania dan keluarga mas nya orang Bandung jadi sama sama menyukai khas makanan sana
Dafa membisiki Ken , entah apa yang Dafa bisikin sampai coklat itu di tangan dafa. Dan Ken meminta coklat itu kepada dara . Karena dara sangat sayang kepada Ken. dara membaginya
" Kamu kan punya kenapa minta sama adik ? " Tanya diva
" Coklat mas di pegang kakak bunda . Kata kakak , kalo coklat mas sama kakak . Jadi coklat mas ada dua "
Caca menggeleng kepalanya
" Ayo balikin . Kamu jangan ajarin Ken berbohong ya . Mana mungkin kamu gak punya coklat tiba tiba coklatnya ada dua ?" Tanya Caca
" Kakak cuma pegang aja ma... Dedek Ken yang bener dong ngomong nya " ucap Dafa tak terima
Ken terdiam dia gak ngerti apa yang kakaknya bilang. akhirnya Caca mengambil coklat itu memberikan nya kepada Ken
" Gak boleh gitu ya . Kalo mau coklat minta aja sama adik adiknya " ucap Caca
Dafa mengagguk dia meminta sama Ken . Tapi Dafa yang patahin . Ken mendapatkan sangat sedikit sedangkan Dafa sangatlah banyak . Baru Ken ingin protes . Dafa sudah merangkul pundak Ken
__ADS_1
Orang tua yang ada di ruang keluarga hanya melihat saja tanpa mereka tegur. Karena percuma juga . Dafa yang gak mau kalah sedangkan Ken anak yang penurut dan takut kepada kakaknya itu