
Oeekkk oekkk oekkk
Dimas menangis seseorang ketika lahirlah anak laki lakinya . Selang beberapa detik kemudian setelah tadi di beri tabung oksigen . Lahirlah seorang perempuan
Huh !
Caca terbaring di ranjang lelah . Keringat bercucuran , kedua anaknya itu lahir dengan sehat tanpa kekurangan apapun . Tangisan bayi bersahutan
" Dimas , kamu azan dulu " ucap tante aurel memberi tahu Dimas
Tante aurel memberikan Caca air minum dan juga mengelap keringat di wajahnya . Caca tersenyum kedua anaknya itu terdiam saat suaminya telah berkumandang azan
Mereka segera keluar dan di pindahkan dari ruang operasi tadi . Di depan ruangan itu sudah ada mama ayah Dimas dan kedua orang tua Caca. Tak lepas dari rasa dan kedua anaknya yang sedang anteng minum susu kotak
Ketika pintu terbuka semuanya beranjak bangun . Dimas mendorong kedua baby D . Terlihat lah mereka mengintip baby D di box
Seketika tangis dara pecah . Dara cemburu ketika kedua adiknya itu lahir . Dimas pun siap mengendong juga memeluk anaknya itu . Begitu juga dengan dafa . Dimas bisa lihat kalo dafa itu sedang menahan tangisan nya
" Adik nya cantik dan ganteng ya " ucap Dimas
" jelek " ketus dara
Keempat orang tua itu hanya tersenyum, begitu juga dengan Caca. Dia hanya tersenyum. Ketika suster dan tante aurel segera keluar membawa Caca dan baby d pergi ke ruangan
Dimas tetap mengendong dara dan juga merangkul pundak dafa , sambil berjalan ke arah ruangan inap Caca
" Disayang adik nya nanti ya . Kak dafa juga ya harus sayang adik nya "
Hiks hiks
Tangis dara lagi . Tadi dara sempat berhenti tapi begitu Dimas membahas baby d . Jadi dara cemburu lagi
Ketika suster dan tante aurel pamit pergi karena mereka akan segera membantu lahiran pasien lagi . Semuanya tertuju kepada baby d
" Anak ketiga yang laki laki namanya Dalvin Arya Prasetya, anak keempat perempuan namanya Diksa Nadilah Prasetya"
Mereka semua telah asik melihat baby D, sampai akhirnya ada momen Dimas dan dafa saling pangku
" Kakak sudah makan ? "
" belum ayah " jawab dafa
Dimas memeluk nya dan juga mengecup pipi anak pertamanya itu
__ADS_1
" Kakak pengen makan burger ayah , tapi kakak engak punya uang . Kakak mau makan burger sama eskrim "
" Ayo sama ayah , kita makan burger dan eskrim di bawah " ajak Dimas
Dafa menggeleng kepalanya
" Kakak sendiri aja ayah , tapi kakak minta uang nya "
Dimas mengangkat dafa , dia mengambil kartu debit nya . Lalu dia berikan kepada dafa
" Pake kartu , hati hati bawa nya . Dan pin nya itu ulang tahun kakak "
" berapa ayah ? " Tanya dafa ,karena dafa kurang mengerti pin atm
" 031112" ucap Dimas
Dafa mengangguk
" Ingat ga? Ayah kirim pesan aja ya " ucap dimas
Setelah mendapatkan pin di whatsapp, dafa berjalan sendiri ke lantai bawah . Dia harus berhati hati membawa ponsel dan juga kartu atm milik ayah nya . Karena dafa tahu atm ayah nya itu bisa membeli pesawat bahkan rumah berhektar
Dafa masuk ke salah satu restoran cepat saji , dia membeli makan malam dan juga eskrim . Karena dafa terlihat masih kecil , makanan itu segera di antar ke meja dafa
Selesai dari itu dafa berniat kembali lagi. Tapi di saat dafa menunggu lift tiba tiba saja dafa di berikan bunga oleh orang orang di sana . Bukan hanya dafa aja tapi semua yang ingin yang meminta nya
Dafa membawa bunga itu dia sudah di lantai dimana mama nya di inap . Melihat tante cantik nya dan juga uncle nya sedang bertengkar
Dafa berdiam di belakang dinding , dia mendengar semua cacian dari tania untuk argo
Dafa sudah cukup besar , umurnya yang masih 9 tahun jelas dafa sudah mengerti gitu gituan . Bahkan dafa juga pernah sekilas nonton kissing, tak sengaja dafa karena di sekolah anak anak pada nakal jadi dafa terbawa pengaruh mereka
" Kamu emang gak pernah berubah, kamu selingkuh di belakang aku" cacian dari tania
Tak lama kemudian dafa melihat tante cantik nya itu keluar dari area gedung, dia menenangkan diri di roftop. Memang kebetulan lantai yang caca inap ada roftop nya tak jauh dari itu
Dafa membuka pintu berat berat , dia mendengar isakan tania menangis . Dafa melihat bunga yang dia pegang dari tadi . Lalu pelan pelan dafa berjalan dan duduk di samping tania
" tante cantik "
Tania cepat menghapus air matanya . Dia tersenyum menatap dafa . Dafa yang tahu dari tatapan tania sedang sedih di segera memeluk nya
Tania kembali menangis . Isakan itu bisa dafa dengar
__ADS_1
" uncle tuh gak bisa di percaya. Semua laki laki sama aja . Mereka hanya bisa nyakitin perempuan "
" ayah engak" gumam dafa
Dafa terus mendengar cerita tania , pacar besar nya itu membaca chattingan uncle dengan wanita lain . Bahkan argo berniat ingin memberikan apartemen
Setelah cukup tenang , tania melepaskan pelukannya. Kedua nya terdiam hingga dafa tersadar bunga nya yang dia pegang
" buat pacar kakak " dafa memberikan bunga kepada tania
Tania tersenyum dia mengambil bunga itu . Tania bener bener gemes dengan dafa . Dia mengecup pipi dafa
Deg
Dafa menyentuh dadanya . Rasa apa ini kenapa dafa berbunga bunga
" Tante cantik tahu kan , kalo kakak itu suka banget sama tante cantik . Kakak selalu mikirin tante cantik "
Tania tertawa terbahak bahak. Kenapa gemes sekali dafa ini
" Kakak pengen punya pacar kaya tante gini , pintar , cantik " ucap dafa
Tania merangkul dafa , dia mengecup kepala keponakan nya itu
" Kamu tuh kecil kecil sudah tahu pacar pacaran aja ! " protes tania
" Kakak udah besar , umur kakak 9 tahun . Dikit lagi kakak mau smp "
" 2 tahun lagi kan ? " Tanya tania yang di anggukin dafa
" Tante cantik jangan sedih lagi , kakak sedih " ucap dafa serius
Tania mengangguk
" hmmm, dafa , sebenarnya apa yang bikin kamu suka sama tante ? Dari kamu kecil loh , kamu itu selalu bilang tante itu pacar kakak . Kamu tahu kan. Tante itu udah punya suami. Bahkan uncle kamu sendiri?" Tanya tania
Dafa terdiam dia menggaruk kepalanya gatal
" Kakak serius, kalo kakak itu pengen punya pacar kaya tante "
Jawaban dafa membuat tania kurang puas. Ah biarlah namanya juga anak anak
" ya ya ya , sekarang ayo kita masuk . Dingin nih " ajak tania
__ADS_1
Keduanya masuk kembali, di lihat argo telah berjalan ke arah tania . Dia memegang tangan tania . Tapi tania melepaskan. Bahkan tania mengacuhkan suaminya itu