
Acara kumpul keluarga hanya di hadiri Tania , argo , diva , Ken dan ayah juga mama
Argo mencium tangan om dan tantenya . Argo juga memeluk om dan tantenya
" Makasih ya Om, Tante . Udah kasih Abang tempat tinggal beberapa tahun ini insya Allah Abang tangung jawab dengan Tania . Menjadi suami yang baik juga ayah yang baik untuk anak anak . Maaf juga bertahun tahun argo kadang buat Om sama Tante kesel karena suka pulang malam " jelas argo sambil memeluk ayah Bima
Ayah Bima dan mama Lisa meneteskan air matanya . Kenapa sesedih ini seperti kehilangan anak padahal hanya keponakan . Atau mungkin karena terbiasa rumah ini ramai dengan keponakan juga anak anaknya
" Iya Abang , maaf juga kalo om terlalu bawel karena demi kebaikan Abang juga . Sekarang buang jauh jauh sifat jelek ya bang " jelas ayah Bima yang di anggukin oleh argo
" Sekarang udah punya istri , harus bangun pagi , sholat jangan di tinggal "
Argo mengagguk . Setelah acara terima kasih dan meminta maaf terdengar suara teriak teriak Dafa dan kedua adek adek
" Hahaha " tawa Dafa
Ketiga anak anak baru saja selesai main mereka membawa jajanan dari luar membuat Ken langsung turun dari pangkuan diva
" Mas Ken gak ikut adek ! Seru ya Vania" pamer dara kepada mas nya
Ken hanya berdiri melihat ketiga saudara nya itu masing masing membawa jajanan
" Kakak gak ajak mas ! Kakak jahat " tangis Ken lagi
Huh !
Para orang tua langsung menghela nafas lagi . Baru aja selesai menangis . Sekarang menangis lagi
Begitu juga dengan Dafa , Dara Vania . Mereka terdiam melihat Ken terus menangis . Akhirnya ayah Bima membisiki Dafa untuk mengajak Ken naik sepeda keluar
Dafa mengagguk. lagi pula hari masih begitu cerah . Dafa mendekati Ken . Dia megenggam tangan adiknya
" Ayo kita naik sepedah yuk . Kita jajan es " ucap Dafa
" Gak boleh minum es , mas Ken lagi pilek "
Hoaaaa hiks hiks hiks
__ADS_1
Argo Tania , mama dan ayah menggeleng kepalanya
" Yaudah sana minum es . Jangan jauh jauh ya kak main nya . Di sekitar taman aja " ucap diva
Ken langsung menghapus air mata dia beranjak berdiri mengikuti kakak nya turun tangga
" Ah iya, aku bawa ayam . Silahkan di makan kak , ayah , mama " ucap Tania tersadar lupa membawa makanan cepat saji dari tadi karena mikirin Ken
Tania membantu membukanya . Dan argo pun segera turun mengambil beberapa piring untuk di letakan di meja
" Dimas sama Caca mana ? " Tanya argo
" Kak Caca lagi ke restoran, kak Dimas lagi golf " jelas diva
Ck !
" Gaya banget sih Dimas main golf "
" Emang ! Abang baru tau kalo kak Dimas kebanyakan gaya ! " Ejek diva
Tak lama itu Dimas pun juga baru sampai . Dia mendengar adik nya itu lagi ngomongin Dimas
Semua nya pun menoleh , diva jadi tak enak ngomongin kakaknya tapi ada Dimas datang tiba tiba
" Sini kak " diva menepuk sofa bangku sebelah nya kosong
Dimas pun tanpa aba aba dia langsung mengambil paha Upin Ipin
" Hemmmm, hemmmm "
Dimas menikmati ayam paha yang begitu nikmat baginya , sedangkan argo dan diva menatap geli seperti tidak mampu aja Dimas membeli ayam ,ck ck !
" Oh iya , gue ada perlu sama lu .bentar gue ambil berkas dulu " ucap Dimas beranjak bangun menaruh ayam nya
Dimas memberikan salah satu berkas tentang usaha toko ponsel nya kepada argo . Mereka membahas pekerjaan sampai akhirnya Dimas mengajak argo keluar untuk ngobrol dan membahas nya
Di rumah tidak ada yang boleh ngerokok karena di rumah AC selalu nyala dan non stop , sekali ada yang merokok pasti nanti asap nya kemana mana
__ADS_1
Apalagi mama punya penyakit jantung , bukan hanya itu . Sejujurnya sejak ayah Bima memutuskan untuk berhenti beberapa tahun lalu dia gak mau ada orang yang merokok di depan nya
" Kapan kamu ke Australi ? " Tanya diva
" Lusa kak , aku sendiri tapi nanti di bantu sama sepupu papa disana "
Diva mengagguk , ayah Bima dan mama Lisa pamit untuk turun kebawah . Akhirnya diva dan tania ngobrol membahas pernikahan, pengalaman awal awal nikah sampai kehamilan . Hal itu perlu banget Tania butuh saran karena Tania masih baru banget
" Mas masih minum kak ? " Tanya Tania
" Udah engak, sejak pindah dari sini dia itu gak minum lagi . Tapi gak tau yah di luar sana masih minum atau engak . Setau kakak sih engak " jelas diva
" Alhamdulillah kalo udah engak kak "
Diva pun mengagguk
" Mas tuh kalo aku makan ini ya , pasti bawel . Padahal namanya juga lagi ngisi apa aja di makan . Apalagi kakak itu anaknya demen banget jajan kotor gitu "
" Kotor ? " Tanya menggaruk kepalanya tak ngerti apa istilah jajan kotor
" Yang berminyak gitu, terus jajan pinggir jalan gitu " jelas diva
Tania mengagguk sambil tersenyum jadi maksud kakak nya itu jajanan pinggir jalan
" Aku juga sih kadang makan cilok , cimol . Kalo keseringan di marahin Abang . Ya makanya aku gak pernah bilang kalo lagi makan gituan " jelas Tania
Diva tersenyum miring dia menggeleng kepalanya
" Ah jangan bilang mas sama abang " ucap Tania
Seperti nya Tania keceplosan kalo dia sering makan yang di pinggiran karena diva dan suaminya itu tahu Tania kalo makan sembarangan langsung sakit perut
" Iya iya gak bakal bilang , tapi boleh juga sih . Ide kamu ngapain juga bilang bilang suami makan jajanan kotor . Yang ada tambah ribet "
Tania mengagguk sambil mengangkat jempol nya
" Arghhh enak banget , juicy banget ini ayam . Mana masih hanget . Tambah nasi kali yaakk enak " ucap diva
__ADS_1
Tania mengagguk dia segera turun kebawah mengambil nasi untuk kakak iparnya dan juga Tania sendiri