First Love 2

First Love 2
99. Tissue


__ADS_3

Keesokan harinya Dimas memakai blazer yang baru lagi karena tiap hari Caca selalu memperhatikan blazer Dimas untuk berganti ganti


" Selamat pagi pak . Maaf ini blazer yang saya pinjam "


Dimas mengambil nya lalu masuk kedalam ruangan


Saat jam makan siang , Caca datang bersama Dafa membawa makanan untuk Dimas dan juga adik nya


" Om Raka ..." Panggil Dafa berlari dari lift meninggalkan Caca


" Heh..." Raka terkejut dia langsung beranjak bangun mengendong keponakan yang sangat lucu itu


Cup


" Kak " tegur Raka kepada Caca sambil mencium tangan


Hal itu membuat putri bertanya tanya siapa wanita itu dan anak balita masih memakai seragam putih merah . Putri tersenyum saat Caca juga tersenyum membuka pintu ruangan suaminya


" Assalamualaikum my love, sayang aku , my hubby "


Dimas tersenyum dia menggeleng kepalanya beranjak bangun memeluk istrinya


" Walaikumsalam my love , sayangnya aku , my heart "


Kedua nya tertawa hal itu membuat Raka ingin sekali memuntahkan isi di perutnya


" Kakak bawa kue cubit dong " pamer Dafa kepada Dimas


Dimas tersenyum dia megendong Dafa mencium pipi


" Berat kamu kak . Ayah gak kuat "


Ck !


" Ayah kegeedean perut "


Caca melebarkan matanya


" Gak boleh ya bilang gitu " tegur Caca


Dafa langsung menunduk


" Gapapa , ayah udah maafin "


" Kamu beb jangan manjain ah . Kalo anaknya salah minta maaf jangan begitu" tegur Caca


Huh !


Raka memberi kode kepada Dafa untuk meminta maaf saja dari pada kakak nya itu makin repot


" Maaf ya yah " ucap Dafa manis


Dimas mengagguk dia mengajak adik iparnya , anak dan istrinya itu duduk


" Hari ini menunya apa kak ? "


" Iya yang . Apa sayang ? "


" Opor gulai , sambel hijau , Cumi balado"


Dimas dan Raka menggeleng kepalanya makanan itu sangat nikmat sekali pasti di mulut mereka . Caca menyiapkan kedua piring untuk Dimas dan Raka


Caca juga menyiapkan kedua minum air mineral . Memang kebetulan di ruangan Dimas ada kulkas dan dispenser


" Enak gak beb ? " Tanya Caca


" Hemmm . Masakan kamu selalu enak sayang ku . Gak pernah kecewakan " Dimas gemas dengan hidung mancung Caca dia mendekati wajahnya menggesek gesek


Raka langsung menutup mata Dafa untuk tidak melihat pemandangan indah di depan . Raka sudah biasa melihat kemesraan kakak kakak nya itu . Raka akuin kakak nya memang cantik dan pintar . Kalo Raka bukan adik nya . Raka juga akan menyukai Caca


Sedangkan Dimas . Raka bisa lihat . Kakak iparnya itu cinta banget sama kakak nya . Beruntung lah mereka berdua sama sama mencintai


" Itu sekretaris baru kamu dim . Hemm masih muda "


" Aku gak akan berpaling dari kamu sayang " jawab Dimas sambil mengelus pipi Caca


" Siapa juga yang mikir kaya gitu . Tapi kok aku gak lihat asisten kamu . Mana ?"


" Izin makan siang dia "


Caca mengagguk dia melihat kue cubit milik Dafa . Caca meminta izin kepada anaknya untuk berbagi


" Tahu gitu mama beli juga ya kak "


Dafa memberikan kue itu kepada mamanya semua


" Ambil aja semuanya ma, besok kakak bisa beli lagi "


Dimas dan Raka tersenyum . Sedangkan Caca mana tega kalo anaknya memberikan semua

__ADS_1


" Ayo makan berdua sama mama . Kakak suapin mama "


Dafa mengagguk dia mengambil kue dan menyuapi ke mamanya


" Romantis banget sih anak aku yang satu ini . Pasti keseringan lihat ayah kamu ya " goda Caca


Dafa mengagguk dia mendekati ayahnya mencium pipi ayahnya sangat manis sekali


**


Sepulang Caca dan Dafa dari kantor Dimas . Caca jadi bingung sendiri pasalnya Dafa malah tidur di pangkuan Caca kepalanya ada disini sedangkan taksi yang mereka tumpangi udah sampai


Caca membuka jendela mobil di berteriak kepada mang Cecep . Untuk segera keluar . Dan untung nya mang Cecep langsung keluar


" Tolong Gendong Dafa ya mang kedalam"


Mang Cecep mengagguk di segera membawa . Sedangkan Caca membayar taksi tersebut dan tak lupa membawa tas sekolah Dafa dan tempat makanan yang dia bawa ke kantor Dimas


Melihat Caca sedang tidur miring . Dimas mendekati dan mencium bibir gemas itu


" Kamu udah pulang sayang "


Dimas mengagguk dia mengulurkan tangannya supaya Caca mencium


Caca mengambil dua blazer di tangan Dimas . Membuat Caca bertanya tanya tapi Dimas udah masuk kedalam kamar mandi


Biasanya sebelum pakaian itu kotor apalagi celana dan jas . Caca selalu perhatikan . Beberapa kali saat keduanya itu di cuci ada saja isi di dalamnya . Entah itu kunci mobil , kunci rumah , ponsel dan juga dompet . Makanya Caca selalu mengecek kembali jangan ada yang tercuci


" Sayang , sabun nya habis ...." Teriak Dimas di dalam kamar


" Sebentar ya aku ambil dulu " balas Caca teriak juga


Caca turun ke bawah dimana mini market kecilan itu Caca buat , isinya bahan bahan makanan dan sabun pencuci .


Tok tok tok


" Bep . Ini sabun nya "


Dimas membukanya dia melihat tangan Caca membawa sabun . Dimas tarik untuk Caca masuk


" Bep , basah ...." Ucap Caca nada tinggi


Dimas hanya tersenyum dia memegang kedua pipi Caca dan di kecup


" Sayang aku baru ganti baju ..."


" Dimas ...."


" Bawel banget sih . Cuma cium sama peluk aja gak boleh "


" Bukan gitu . Aku baru mandi sayang . Huh ! Udah aku mau keluar . Kamu itu iseng banget "


Dimas tersenyum dia membuka pintu kamar mandi supaya Caca keluar . Yang penting kejahilan Dimas sekarang sudah selesai


Caca kembali bekerja lagi mengecek celana Dimas dan jas nya


" Tuh kan . Apa ni " gumam Caca


Caca menemukan tissue yang ada lipstik nya di jas . Caca bertanya tanya . Punya siapa ini . Gak mungkin Dimas pakai lipstik


Caca memegang jas dan juga tissue yang kotor itu . Saat Dimas keluar Caca Langsung bertanya


" Kamu habis dari mana ? "


" Kantor lah sayang . Mau kemana lagi ?"


" Dim kamu gak bohong kan ? Gak ada yang kamu tutup tutupin kann? "


Dimas membalikan tubuhnya dia melihat Caca


" Kenapa sayang ? Ada apa ? " Tanya Dimas pelan


" Tissue siapa ? Aku temu ini di dalam jas kamu . Kalo kamu bohong aku bilangin sama ayah kamu !" Ancam Caca


" Jas ! "


Dimas terdiam dia mengingat ingat . Dia mengambilnya Beberapa menit kemudian ingat


" Jadi kemarin seketaris aku itu berpakaian ketat . Pas aku meeting . Mereka itu bukan lihat ke aku tapi lihat ke sekretaris aku . Aku berikan itu kepada dia supaya menutupi dadanya . Karena aku gak mau karyawan aku gagal focus "


" Oh jadi kamu selingkuh sama seketaris kamu ? "


" Mana ada ! Emang nya dia mau sama aku ? Aku jelek begini "


Ck !


" Jangan merendah ya dim ! Aku gak percaya sama omongan kamu "


" Terserah " ucap Dimas cuek dia melanjutkan lagi memakai pakaian nya

__ADS_1


Caca terdiam . Tiba tiba dia menangis menatap suaminya . Melihat Dimas bersikap biasa aja membuat Caca yakin pasti ada hubungannya


" Kalo kamu gak percaya tanya aja Raka , ngapain aku bohong "


Hiks hiks hiks


" Kamu sama aja sama Raka . Ingat gak pas di Melbourne . Kamu ciuman sama bule . Pasti Raka juga ikutan "


Ck !


" Aku itu gak ciuman ca . Kamu itu gak percaya banget sama aku . Ca . Aku baru pulang kerja . Dari pagi sampai sore begini . Aku capek ca . Aku mau sampai rumah kita tenang tenang aja "


" Iya sampai rumah tenang tenang aja . Orang kamu abis selingkuh . Aku tahu laki laki itu bisa menutupi aib nya dia . Untuk berlebihan sama istrinya "


" Kamu ngomong apa sih sayang . Siapa ? Siapa yang selingkuh . Jangan bikin orang kesel ya lu ! "


" Orang aku bener . Ngapain ada tissue sedangkan kamu punya sapu tangan "


Huh !


" Ini anak ya bikin ribut aja sore sore . Aku itu pinjamin dia blazer untuk menutupi tubuh nya . Dia sedikit ketat dan berisi.... "


" Tuhkan kamu berarti ngeliatin dia kan " tanya Caca


" Dengerin dulu orang ngomong !!" Kali ini Dimas sudah kesel banget dengan Caca


Caca terdiam dia menghapus air matanya


" Kamu selalu motong motong obrolan orang . Jangan main hakim sendiri gimana mau damai kalo kamu motong ucapan aku . Sekarang terserah kamu percaya atau engak intinya aku mau dia tutupin tubuh nya supaya karyawan ga berfikir imajinasi dia . Aku capek . Mau istirahat "


Hiks hiks hiks


Dimas memeluk Caca mencium pipi . Dimas harus menenangkan Caca karena akan terpengaruh dengan bayi kembarnya


" Hust ! Aku gak selingkuh sayang . Aku gak pernah selingkuh sama kamu . Demi tuhan ca . Kalo aku niat selingkuh . Dari dulu aku udah selingkuh . Aku gak berani karena kalo aku selingkuh dampak nya itu banyak . Aku nyakitin kamu , aku kehilangan kamu . Dan sudah beda banget rasa nya kalo kita memaksakan untuk berbaikan . Sayang . Percayalah sama aku "


Caca ragu menatap suaminya


" Percaya sama aku hei ! Berhenti menangis . Mereka akan sedih ngeliat kamu nangis " ucap Dimas sambil mengelus perut Caca


Caca mengagguk dia harus percaya dengan Dimas . Bukannya kunci utama suami istri itu kepercayaan


**


Malam harinya kebetulan banget sepupunya itu mengajak Dimas untuk ke puncak malam ini . Dimas mengiyakan dan meminta izin kepada Caca untuk futsal


Padahal ingin ke puncak malam malam . Caca itu lagi manja manjanya jadi Dimas gak mau di larang oleh Caca


" Futsal dulu ya " ucap argo kepada Caca


Caca mengagguk dia melambaikan dua laki laki masing masing membawa motor nya . Sejak kepuncak itu argo langsung membeli motor dia sangat tertarik dengan motor Harley sedangkan dimas dia masih tetap memakai motor Vespa milik caca


Di jalan itu juga mereka kebut kebutan membuat para roda empat sangat kesel dengan mereka berdua


" Bro . Gimana Lo sama Tania ? "


" Gitu lah bro tapi gue berhasil "


Dimas mengerutkan keningnya


" Berhasil apa bro ? "


" Itu nyusu . Dia ngasih sepenuhnya buat gue " ucap argo dengan tatapan mesum nya


Dimas hanya tersenyum menggelengkan kepalanya


" Biasa lah bro Caca . Jadi kan mbak Gista resign dia keluar dengan alasan anaknya sakit . Akhirnya pengobatan di Singapur lah sama bokap . Di biayain penuh . Gua cocok banget kerja sama dia dari gua awal lulus sekolah sampai sekarang . Dia tahu mood gua, dia tahu sifat gue ke karyawan. Akhirnya gua minta sama dia Carikan seketaris . Udah dapat dan di uji dulu sama dia . Dia cabut pamit . Datang nih seketaris baru . Gila bro " Dimas menjeda ucapan dia meneguk kopi dan menghisap rokok


" Kenapa ? Salah terus ? " Tanya argo


Dimas menggeleng kepalanya


" Sexy bener , cantik sih tapi masih kecil gitu 23 lah . Seumuran Tania . Ceritanya meeting lah . Gua jelasin satu persatu ke karyawan gua . Mereka malah focus ke dada dia . Kan sialan . Gua panjang lebar ngomong . Akhirnya gua bilang sama dia besok jangan pakai seperti itu lagi . Gua kasih jas gua kedia "


Menjeda lagi ucapan Dimas , nasi goreng dan mie instan pesanan mereka datang


" Terus dim ..."


" Besok an nya , dia kasih gua itu blazer . Dia bilang maaf pak belum di cuci . This ok , saya gak mau aja ada yang cuci selain wanita saya Gua bilang gitu . Sampai rumah gua baru banget keluar . Caca Nemu tissue ada lipstik nya . Mampus lah gue disitu . Tahu lah bro cewek nunduh yang engak engak . Dia ngancam pulang , nuduh gue selingkuh . Kalo gue gak mikir dia lagi hamil . Habis itu gue maki maki . Gua baru pulang . Capek kerja seharian di tuduh "


Argo tertawa mendengar ucapan Dimas . Argo juga kalo jadi Dimas akan marah balik sama Caca . Seharian kerja malah di tuduh


" Akhirnya ya gua bilang , kalo aku mau selingkuh . Dari dulu aku selingkuh ca "


" Lagian itu seketaris lu jorok banget . Udah di pinjemin malah nyampah lagi "


" Hem, makanya "


Obrolan mereka makin panjang membahas bisnis ponsel dia dan juga motor Harley yang argo punya . Knalpot nya sangat berisik kalo di kendarai membuat satu rumah akan terbangun tapi menurut laki laki yang mengerti akan keren dengan suara itu

__ADS_1


__ADS_2