
Bugh
Bugh
Bugh
Argo terkejut pagi ini sudah di pukul oleh sahabatnya itu . Dia mengelap bibir nya yabg berdarah ulah Baim
" Lo simpan dimana istri gua bangsat !!"
Baim sangat marah . Yang ia tahu putri hanya kenal dengan sahabatnya itu . Gak mungkin putri mengenal pria lain
Bugh
Bugh
Bugh
Argo sama sekali tak diberikan bicara oleh Baim . Karena kemarahan Baim . Akhirnya security restoran ke atas memisahkan bos nya yang sedang bertengkar
" Bangsat ! " Argo menatap tajam kepada ayah dari Aiden
Bugh
Sekali argo memukul dia ingin membalas pukulan dari sahabat itu
" Lo pikir gue simpan putri ? Untuk apa ? Harusnya Lo sadar putri ngilang gara gara Lo gak berguna ! Suami macam apa ketika istrinya hamil bermain dengan wanita lain . Bodohnya dia masih sempat meminta uang buat bayar hutang " sindir argo
Baim terdiam . Dia juga meminta security untuk keluar karena argo ini bicara 4 mata kepada sahabatnya
" Dia sudah melahirkan , dimana putri sekarang " tanya Baim
Argo mengangkat kedua bahunya . Karena Baim kesel dia mencekam kerah kemeja argo
" Sudah gua bilang . Gua gak tau ! "
Baim membahas kejadian awal dia mengenali putri kepada argo , dan juga membahas keperawanan
" Salah Lo sendiri , seharusnya istri sebaik dia Lo jaga baik baik . Dia menjaga keperawanan hanya untuk Lo . Tapi apa demi uang Lo menjual nya sama gua . Lo manusia paling bodoh yang gue temuin . Lo sia siain perempuan yang sayang sama Lo , yang Nerima Lo apa adanya . Hanya demi ***** Lo rela jual istri Lo sama gue "
__ADS_1
Baim menahan amarahnya dia tak terima di salahkan oleh sahabatnya itu . Baim mengepalkan tangannya
" Penyesalan emang datang dari akhir. Seharusnya yang sudah jadi milik Lo dari awal . Lu genggam terus bukannya di lepaskan begitu aja "
Akhirnya Baim segera keluar percuma dia bicara kepada argo . Kalo argo juga gak tahu keberadaan istrinya
Argo di sembuhkan oleh asisten nya . Karena pukulan dari Baim membuatnya sangat jelek
Drt
Tania video call . Tania juga terkejut kenapa kekasihnya itu babak belur . Argo hanya tersenyum Tania marah marah di telpon itu karena wajah yang tampan menjadi babak belur
( Biasa sayang hanya bercanda aja )
( Bercanda kamu bilang , you crazy ! )
Argo tertawa mata Tania melebarkan sangat lebar hampir saja jatuh nanti kalo gak kedip . Bisa satu jam Tania ngomong panjang lebar marah marah
**
Makan siang bersama Caca , dimas mengajak Caca untuk makan siang di luar sebuah mall terdekat rumah nya
" Emm , ramen ? Sushi ? Pizza ? Pasta ? Bebas "
Dimas mengigit bibir bawahnya dia bingung mau makan apa padahal dia sudah mulai mengelilingi lantai yabg banyak restoran nya
" Sushi ya sayang " ucap Dimas
Caca mengagguk dia mempererat pelukannya di lengan Dimas . Tiba di rumah sakit Dimas memesan banyak sushi . Karena orang yang di hadapannya itu wanita hamil
" Harusnya dara juga ikut ya yang tadi . Ah sudahlah kalo sudah ada temennya gak mau dia ikut yang " ucap Dimas
Caca mengagguk . Saat minuman datang keduanya saling mencicipi karena minuman Dimas dan Caca berbeda
Tiba tiba Dimas mengenali seseorang di restoran itu . Dimas langsung tersenyum kepada orang yang seumuran
" Senyum sama siapa kak ? " Tanya Caca
" Itu , temen aku . Dia masih kerja di stasiun tv atau engak "
__ADS_1
Caca menoleh banyak orang disini . Yang mana temennya Dimas . Saat makanan datang keduanya begitu ***** . Untung aja Dimas memesan banyak
" Habisin sayang , aku kenyang " ucap Dimas
Caca mengagguk dia masih kuat perut nya untuk makanan mungil seperti ini saat makanan sudah habis . Seseorang yang mengenal Dimas mendekati mereka
" Apa kabar mabro " ucap nya
Dimas tersenyum lalu dia menjabat tangan kepada temen nya itu
" Kenalin sayang ini Rian , Rian ini kenalin Caca istri gue "
Caca dan Rian menjabat tangan , langsung aja Dimas menyuruh nya untuk duduk
" Gimana gimana , apa yang Lo lakuin sekarang . Btw Lo masih di...."
Rian langsung menggeleng kepalanya . Dia mengeluarkan kartu nama kalo Rian itu seorang produser iklan
Dimas tersenyum dia memegang kartu nama milik temannya itu . Sedangkan Caca dia hanya tersenyum sangat kagum sekali bisa menjadi produser
" Gue lagi nyari cast ibu hamil untuk susu , baru beberapa sih niatnya kita ngadain casting dulu "
Dimas mengagguk, obrolan mereka semakin panjang karena sudah beberapa tahun Dimas gak ketemu dengan temen seperjuangan nya itu
" Istri lu lagi hamil . Bisa lah main di tempat gue " ucap Rian
Dimas tahu maksudnya Rian itu Caca untuk ikut casting susu hamil . Gimana ya . Sama temen Dimas gak bisa basa basi
" Nanti deh , di pikir pikir dulu . Masih suka mual soalnya " ucap Dimas sambil menatap Caca
Kalo Caca memang dari dulu pengen banget jadi bintang iklan . Dan kalo memang Dimas mengizinkan untuk ikut casting . Caca bahagia sekali
Sampai akhirnya ponsel Rian berdering . Rian segera pamit begitu juga dengan Caca dan Dimas mereka langsung bayar dan keluar dari restoran
" Jadi mau beli makanan untuk anak anak ? " Tanya Dimas
Caca mengagguk , karena tadi dara dan Vania gak mau ikut makan siang di luar sebagai hadiah nya Caca membelikan roti coklat yang sedang viral di mall itu
Sepanjang perjalanan Dimas menceritakan keluh kesah nya bersama Rian . Temen seperjuangan dari awal bekerja sampai Dimas keluar rian masih tetap disana . Dimas juga cerita sia sering banget kena marah produser karena keduanya sama sama teledor dalam hal membawa barang . Pernah Dimas di marahin karena meninggalkan tripod di tempat lokasi syuting dan menghilang tab host untuk acara
__ADS_1
Dan akhirnya tab itu ketemu . Hanya aja Dimas lupa menaruh nya . Akhirnya dua kali kena marah dengan produser . Caca baru tahu cerita itu . Karena Dimas gak pernah cerita kalo dia di marahin . Pantas aja Caca dulu merasa kok Dimas enak banget kerja tanpa masalah . Tenyata semuanya kebongkar setelah menikah Beberapa tahun dengan Dimas