
Sedangkan di apartemen saat ini putri dan argo sedang berduaan di unit nya kebetulan juga Baim dan Aiden sedang menginap di rumah orang tua Baim . Karena orang tua Baim kangen dengan Aiden . Karena putri bekerja dan baru saja pulang . Putri memilih tak ikut karena lumayan jauh juga orang tua Baim tinggal
" Emmmmhhh "
Argo terus mencium bagian inti . Dia juga menghisapnya membuat putri mencerkam rambut lelaki itu
" Ba....by ...."
" Emmmmmhhhh "
" **** ! Baby ..... "
Argo melepaskan itu dia menatap putri sambil tersenyum . Putri merentangkan tangannya supaya lelaki itu bangun dan memeluk nya
" Kamu cantik sayang . Sexy lagi "
Cup
" Jam 8 nanti aku ada janjian sama temen aku Baby . Sama temen kantor "
" Em dikit lagi ya sayang "
Putri mengagguk , saat argo berdiri putri juga ikut berdiri
" Buat traktir temen kamu ya . Pegang " argo memberikan beberapa lembar uang kepada putri
" Ih apaan sih . Aku masih ada uang dari kamu Baby ! "
" Gapapa . Aku lagi ada cash kebetulan . Ambil ya . Atau kamu bisa beli keperluan Aiden "
Putri mengagguk dia menerimanya . Saat argo sudah memakai kembali pakaiannya putri memeluk lelaki yang sudah mengisi hatinya walupun lelaki itu masih belum jelas hubungan nya saat ini
" I love you " ucap putri
Argo mengelus kepala putri . Pelukan itu semakin nyaman di buatnya . Setelah argo keluar putri bersiap siap untuk mencuci mukanya walupun tadi sudah mandi tapi hanya jalan sebentar aja cuci muka
Tok tok tok
Putri mengerutkan keningnya kenapa argo kesini lagi . Pikirnya
Saat di buka . Putri bener bener terkejut bos nya datang . Bahkan putri menutup pintu lagi memakai baju . Karena putri hanya memakai celana laging dan tantop
" Astaga...." Dimas mengusap wajahnya kasar
" Sempurna " gumamnya
Tak lama kemudian pintu terbuka lagi . Putri menyuruh Dimas untuk masuk . Dimas menatap tempat tinggal putri yang sedikit berantakan tadi gara gara argo
" Kamu tinggal sendiri ? " Tanya Dimas
" Engak pak "
Dimas mengagguk . Putri pun langsung membuatkan teh untuk bosnya
__ADS_1
" Oh iya saya kesini mau balikin dompet kamu . Saya juga tahu alamat ini tadi buka dompet kamu . Saya pikir nanti kamu akan susah makan . Makanya saya kesini " Dimas panjang lebar
Putri yang sudah selesai membuat teh pun ikut duduk di depan Dimas menerima dompet nya
" Terima kasih pak . Saya gak tahu kalo dompet saya ketinggalan . Maaf ya pak merepotkan "
Dimas menatap bibir putri sedangkan putri merasa risih dia membersihkan pinggir bibirnya takutnya kotor
Dimas beranjak bangun duduk di samping putri . Membersihkan pinggir bibirnya
" Bibir kamu sexy " gumam Dimas
" Hah ? "
Cup
hingga akhirnya
Putri mengagguk lagi . Di depan ini bos nya . Mana mungkin putri akan membantahnya
" Kamu butuh uang berapa untuk tutup mulut , aku akan berikan yang kamu mau "
Putri cepat menggeleng kepalanya
" Saya gak butuh itu pak . Saya ..."
" Apa ? Ngomong aja " ucap Dimas beranjak bangun
" Kenapa kamu mikir begitu ? Kamu pikir saya akan pecat kamu ? "
Putri terdiam . Membuat Dimas mendekati memeluk wanita yang sangat polos dan kasihan menurut Dimas
" Saya butuh pekerjaan dan butuh uang sehari hari pak "
" Ya . Saya gak akan pecat kamu . Asal kamu tutup mulut . Ngerti ? "
Putri mengagguk . Tanpa sadar juga Dimas mencium kening putri
" Yaudah . Saya pulang dulu "
Putri mengagguk dimas Langsung melepaskan pelukannya dan segera keluar dari unit itu
**
Tepat jam 10 malam Dimas sampai di rumah . Karena tadi Dimas sempat makan di luar karena tak tahan kelaparan nya padahal Caca sudah mengirim pesan dia menyiapkan makan malam untuk suaminya
Saat mobil Dimas berhenti di garasi . Dan saat itu juga Caca nunggu di depan pintu mobil Dimas . Dimas membukanya dia menatap Caca begitu juga dengan Caca
Saat Dimas ingin memeluk Caca . Caca menahan nya . Melihat leher Dimas merah dan Caca juga membuka kemeja Dimas betapa terkejutnya Caca melihat kecupan lipstik
" Buka semua baju kamu !! " Tegas Caca
" Kenapa sayang "
__ADS_1
" BUKA AKU BILANG " pinta Caca
Dimas menatap kanan kiri dia menuruti kemauan Caca . Dimas juga gak sadar kalo leher nya dan bagian bawah beberapa kecupan lipstik
" Kamu dari mana ? " Lirih Caca
" Aku dari kantor "
Caca mulai menangis dia menggeleng kepalanya
" Leher kamu , dada kamu . ************ kamu . Lipstik semua . Kamu dari mana hiks hiks "
" Sayang aku bisa jelasin " Dimas ingin memeluk Caca
Tapi Caca memundurkan tubuhnya .Caca jijik di sentuh Dimas
" Yang ..." Lirih Dimas
Caca menggeleng kepalanya dia segera berlari masuk kedalam dan menaiki tangga menuju kamar nya . Dan untung nya dara sudah tidur
" Ca ... Ca... Caca " Dimas berteriak di dalam rumah nya sambil berlari menaiki tangga
Saat Dimas berada di kamar nya . Caca sudah memasukan beberapa pakaian di tas nya
" Yang ..." Panggil Dimas sambil bersandar di pintu
Hiks hiks
Caca sesegukan menangis sambil memasukan baju bajunya
" Yang ... " Panggil Dimas
Caca berjalan ke atas ranjang megendong dara yang sedang tidur . Dimas menahannya
" Yang , kita bicara baik baik dulu ya yang . Aku jelasin . Kamu jangan begini dong yang . Udah malam "
" Dek . Bangun dek ikut mama " ucap Caca menahan tangis
" Yang . Anaknya tidur jangan di ganggu"
Dimas menahan tangan Caca untuk membawa dara pulang
" DIAM GAK ! " kali ini Caca membentak
" Yang aku minta maaf " lirih Dimas
" Dek bangun sebentar " Caca menepuk pipi dara
" Yang kamu lagi hamil . Jangan gendong dara "
" Jangan sentuh, Gue jijik sama Lo"
Kata kata itu membuat Dimas sakit hati dengan Caca . Ini salah Dimas kenapa Dimas gak bersihkan dulu sebelum pulang. Pantas saat makan tadi banyak yang lihatin . Sial .
__ADS_1