First Love 2

First Love 2
103 . Pertama kalinya Dimas


__ADS_3

Sedangkan di apartemen saat ini putri dan argo sedang berduaan di unit nya kebetulan juga Baim dan Aiden sedang menginap di rumah orang tua Baim . Karena orang tua Baim kangen dengan Aiden . Karena putri bekerja dan baru saja pulang . Putri memilih tak ikut karena lumayan jauh juga orang tua Baim tinggal


" Emmmmhhh "


Argo terus mencium bagian inti . Dia juga menghisapnya membuat putri mencerkam rambut lelaki itu


" Ba....by ...."


" Emmmmmhhhh "


" **** ! Baby ..... "


Argo melepaskan itu dia menatap putri sambil tersenyum . Putri merentangkan tangannya supaya lelaki itu bangun dan memeluk nya


" Kamu cantik sayang . Sexy lagi "


Cup


" Jam 8 nanti aku ada janjian sama temen aku Baby . Sama temen kantor "


" Em dikit lagi ya sayang "


Putri mengagguk , saat argo berdiri putri juga ikut berdiri


" Buat traktir temen kamu ya . Pegang " argo memberikan beberapa lembar uang kepada putri


" Ih apaan sih . Aku masih ada uang dari kamu Baby ! "


" Gapapa . Aku lagi ada cash kebetulan . Ambil ya . Atau kamu bisa beli keperluan Aiden "


Putri mengagguk dia menerimanya . Saat argo sudah memakai kembali pakaiannya putri memeluk lelaki yang sudah mengisi hatinya walupun lelaki itu masih belum jelas hubungan nya saat ini


" I love you " ucap putri


Argo mengelus kepala putri . Pelukan itu semakin nyaman di buatnya . Setelah argo keluar putri bersiap siap untuk mencuci mukanya walupun tadi sudah mandi tapi hanya jalan sebentar aja cuci muka


Tok tok tok


Putri mengerutkan keningnya kenapa argo kesini lagi . Pikirnya


Saat di buka . Putri bener bener terkejut bos nya datang . Bahkan putri menutup pintu lagi memakai baju . Karena putri hanya memakai celana laging dan tantop


" Astaga...." Dimas mengusap wajahnya kasar


" Sempurna " gumamnya


Tak lama kemudian pintu terbuka lagi . Putri menyuruh Dimas untuk masuk . Dimas menatap tempat tinggal putri yang sedikit berantakan tadi gara gara argo


" Kamu tinggal sendiri ? " Tanya Dimas


" Engak pak "


Dimas mengagguk . Putri pun langsung membuatkan teh untuk bosnya

__ADS_1


" Oh iya saya kesini mau balikin dompet kamu . Saya juga tahu alamat ini tadi buka dompet kamu . Saya pikir nanti kamu akan susah makan . Makanya saya kesini " Dimas panjang lebar


Putri yang sudah selesai membuat teh pun ikut duduk di depan Dimas menerima dompet nya


" Terima kasih pak . Saya gak tahu kalo dompet saya ketinggalan . Maaf ya pak merepotkan "


Dimas menatap bibir putri sedangkan putri merasa risih dia membersihkan pinggir bibirnya takutnya kotor


Dimas beranjak bangun duduk di samping putri . Membersihkan pinggir bibirnya


" Bibir kamu sexy " gumam Dimas


" Hah ? "


Cup


hingga akhirnya


Putri mengagguk lagi . Di depan ini bos nya . Mana mungkin putri akan membantahnya


" Kamu butuh uang berapa untuk tutup mulut , aku akan berikan yang kamu mau "


Putri cepat menggeleng kepalanya


" Saya gak butuh itu pak . Saya ..."


" Apa ? Ngomong aja " ucap Dimas beranjak bangun


" Kenapa kamu mikir begitu ? Kamu pikir saya akan pecat kamu ? "


Putri terdiam . Membuat Dimas mendekati memeluk wanita yang sangat polos dan kasihan menurut Dimas


" Saya butuh pekerjaan dan butuh uang sehari hari pak "


" Ya . Saya gak akan pecat kamu . Asal kamu tutup mulut . Ngerti ? "


Putri mengagguk . Tanpa sadar juga Dimas mencium kening putri


" Yaudah . Saya pulang dulu "


Putri mengagguk dimas Langsung melepaskan pelukannya dan segera keluar dari unit itu


**


Tepat jam 10 malam Dimas sampai di rumah . Karena tadi Dimas sempat makan di luar karena tak tahan kelaparan nya padahal Caca sudah mengirim pesan dia menyiapkan makan malam untuk suaminya


Saat mobil Dimas berhenti di garasi . Dan saat itu juga Caca nunggu di depan pintu mobil Dimas . Dimas membukanya dia menatap Caca begitu juga dengan Caca


Saat Dimas ingin memeluk Caca . Caca menahan nya . Melihat leher Dimas merah dan Caca juga membuka kemeja Dimas betapa terkejutnya Caca melihat kecupan lipstik


" Buka semua baju kamu !! " Tegas Caca


" Kenapa sayang "

__ADS_1


" BUKA AKU BILANG " pinta Caca


Dimas menatap kanan kiri dia menuruti kemauan Caca . Dimas juga gak sadar kalo leher nya dan bagian bawah beberapa kecupan lipstik


" Kamu dari mana ? " Lirih Caca


" Aku dari kantor "


Caca mulai menangis dia menggeleng kepalanya


" Leher kamu , dada kamu . ************ kamu . Lipstik semua . Kamu dari mana hiks hiks "


" Sayang aku bisa jelasin " Dimas ingin memeluk Caca


Tapi Caca memundurkan tubuhnya .Caca jijik di sentuh Dimas


" Yang ..." Lirih Dimas


Caca menggeleng kepalanya dia segera berlari masuk kedalam dan menaiki tangga menuju kamar nya . Dan untung nya dara sudah tidur


" Ca ... Ca... Caca " Dimas berteriak di dalam rumah nya sambil berlari menaiki tangga


Saat Dimas berada di kamar nya . Caca sudah memasukan beberapa pakaian di tas nya


" Yang ..." Panggil Dimas sambil bersandar di pintu


Hiks hiks


Caca sesegukan menangis sambil memasukan baju bajunya


" Yang ... " Panggil Dimas


Caca berjalan ke atas ranjang megendong dara yang sedang tidur . Dimas menahannya


" Yang , kita bicara baik baik dulu ya yang . Aku jelasin . Kamu jangan begini dong yang . Udah malam "


" Dek . Bangun dek ikut mama " ucap Caca menahan tangis


" Yang . Anaknya tidur jangan di ganggu"


Dimas menahan tangan Caca untuk membawa dara pulang


" DIAM GAK ! " kali ini Caca membentak


" Yang aku minta maaf " lirih Dimas


" Dek bangun sebentar " Caca menepuk pipi dara


" Yang kamu lagi hamil . Jangan gendong dara "


" Jangan sentuh, Gue jijik sama Lo"


Kata kata itu membuat Dimas sakit hati dengan Caca . Ini salah Dimas kenapa Dimas gak bersihkan dulu sebelum pulang. Pantas saat makan tadi banyak yang lihatin . Sial .

__ADS_1


__ADS_2