
Dimas menemani Caca dan diva cek kehamilan, kebetulan juga semalam saat perjalanan pulang ke Jakarta diva mengabari Tante Aurel untuk di periksa
Karena memang diva selalu keram dan sering emosi dengan Aldo . Akhirnya diva mau dengan tantenya sendiri untuk di periksa
Tante Aurel tersenyum saat cucu dari keponakan nya itu aktif di dalam kandungan
" Tante jenis kelamin nya apa ? " Tanya diva
Tante Aurel diam sejenak
" Laki laki lagi kayanya nih div "
Dimas dan Caca tersenyum melihat USG keponakan mereka yang sangat mirip dengan Ken
Setelah dari diva akhirnya Caca sekarang yang di cek oleh Tante Aurel
" Anak kamu kembar ca ? " Tanya Tante Aurel
Membuat diva terkejut kok bisa kakak nya itu memiliki anak kembar , sedangkan Dimas terus megenggam tangan Caca . Awalnya Dimas dan Caca ingin menutup rapat kandungan ini karena mau memberi suprise tapi malah ketahuan oleh diva
" Iya " jawab Caca tak kalah senang
" Mau tau jenis kelamin nya Tante , apa " ucap diva tak sabar
Dimas dan Caca hanya tersenyum mereka berdua sudah tau jenis kelamin anak mereka . Karena Dimas selalu mengantar Caca cek sebulan sekali karena begitu senang nya memiliki anak kembar
" Laki laki dan ...."
Ucap Tante Aurel terpotong . Dia tidak bisa melihat yang satunya lagi karena memunggungi
" Perempuan " ucap Caca
__ADS_1
Diva melebarkan matanya
" Sepasang kak ? " Tanya diva yang di anggukin Caca
Setelah selesai cek di beri resep karena diva selalu keram dan Caca di beri vitamin . Alhamdulillah kedua anak Caca sangat aktif dan sehat . Begitu juga dengan diva karena sering mengonsumsi sayuran dan buah buahan
" Kakak kok gak bilang kalo anaknya kembar ? Kok bisa ? Kan kita gak ada keturunan ! " Protes diva kepada Dimas dan Caca
" Siapa bilang gak ada keturunan , sepupu Caca ada yang kembar . Waktu acara keluarga Caca minta di elus sama sepupu Caca yang kembar . Mungkin karena itu "
" Mana mungkin , aku gak percaya gitu gituan " ucap diva
" Terserah , yang penting anak gue kembar . Weee" ejek Dimas membuat diva kesal
**
Tania dan argo datang di sore hari tentu mereka sudah misah rumah dengan om nya itu . Kali ini argo membawa buah tangan untuk mengucapkan terima kasih bertahun tahun tinggal di rumah om nya
Hiks hiks hiks
Tania menarik tangan suaminya, ciri khas tangis suara Ken yang begitu besar
" Ken disini ? " Tanya Tania
" Mana aku tahu , ayo kita masuk " ajak argo
Keduanya masuk melihat Ken sedang menangis tapi di ruang tamu tidak ada siapa siapa . Tania pun langsung mensejajarkan posisinya memeluk keponakan itu
" Kenapa ? Kenapa nangis ? " Tanya Tania
Ken memeluk maminya tangis Ken begitu sedih
__ADS_1
" Kakak ninggalin mas main , hiks hiks hiks . Adek adek di ajak . Mas gak di ajak hiks hiks hiks "
Argo dan Tania tertawa geli , kenapa lucu sekali padahal Ken bisa saja samperin kakaknya main . Paling main nya ke taman . Gak mungkin jauh jauh
" Jangan nangis lagi dong , Mamin bawa ayam Kentucky . Kebetulan papa gak ada kan . Jadi mas boleh makan ini "
Ken menghapus air matanya dia meminta untuk Tania Gendong . Keduanya menaiki ke lantai atas di sana juga ada diva tidur di sofa sambil memakai headset
Pantes aja anaknya nangis dia tidak mendengar tenyata kuping di tutup oleh headset
" Kak , kakak " panggil Tania sambil menepuk pelan tangan kakak iparnya
" Bunda ..." Panggil Ken
Tidak juga diva bangun , memang dasar diva kalo sudah tidur pasti sudah untuk di bangunin kecuali Aldo yang bisa dadakan membangunkan diva
" Dek " panggil argo setelah membuka headset nya
Diva pun langsung bangun dari tidurnya mengucek matanya
" Eh Abang " ucap diva
Diva yang melihat anaknya abis menangis langsung bertanya
" Kenapa abis nangis ? "
Ken menangis lagi di pelukan diva . Ken bilang kakak nya itu meninggalkan Ken bermain di luar sama adik adiknya
" Gak boleh Cengeng ah , anak laki laki udah sekolah masa cengeng. Nanti juga kakak nya pulang ajak Mas main "
Diva memeluk erat anaknya . Dan saat itu juga ayah dan mama datang ke lantai dua karena mendengar suara tangis Ken menangis
__ADS_1
Dari mana aja ayah dan mama . Tangis Ken begitu besar tadi di ruang tamu kenapa baru keluar kamar . Pikir Argo dan Tania