
Tania berjalan terlebih dahulu ketika mobil telah sampai dirumah sederhananya . Dia menaiki tangga dan masuk ke kamar yang biasa tania taruh barang barang berharganya
Begitu juga dengan argo dia mengehela nafas ketika tak ada tania di kamar nya
Tok tok tok
" Kamu yang pindah atau aku yang masuk ? " ucap argo
Tania membesarkan volume musik nya supaya suaminya itu pergi
Bug bug bug
Tak ada jawaban dari tania . Akhirnya argo menganti pakaian dan mengambil kasur kecil dan juga bantal . Dia tidur di luar tepat pintu kamar tania
***
Pagi itu bunda dan papa datang menjenguk argo dan juga tania
Mereka sudah memencet berkali kali , sampai akhirnya tania terbangun dia melihat suaminya itu tidur di depan pintu.
Tania cepat membuka pintu ternyata mertuanya
" Abang mana ? " Tanya papa dadang
" masih tidur pah "
Tania menyiapkan minum terlebih dahulu, lalu dia pamit ninggalin mertuanya untuk membangunkan suaminya itu
Argo telah terbangun , dia cepat mencuci mukanya dan berlari kebawah, bunda nya sedang mengutik di dapur dengan tania . Argo menemani papa nya sedang berkeliling di luar
" Kamu sama abang gimana ? Ada perkembangan? " Tanya bunda
" lancar ko bun, aku sama abang juga gak nunda" jawab tania karena dia tahu apa yang di maksud mertuanya itu
Sebisa mungkin tania gak akan menampilkan kalo dirinya dan suami lagi berantem. Sarapan bersama keempat nya sambil ngobrol seru seruan
" Bunda sampai semalam . Langsung nginep di rumah om kamu, bunda takut ganggu kamu berdua udah tidur "
Argo dan tania tersenyum
" kita semalam dari rumah sakit liat Caca bun , cantik , ganteng anaknya bun " ucap argo
" Bunda nanti mau kesana sama papa , kalian berdua kerja ya? "
Tania dan argo mengagguk, mereka selesai sarapan kembali ke kamar untuk bersiap siap
" Nanti aku mau ke rumah papa " ucap tania ketika dirinya sedang merias
" Mau ngapain ? " Tanya argo
__ADS_1
Tania sedikit melihat suaminya itu di belakang nya . Tiba tiba tangan argo memeluk pinggang tania
" Mau ngapain aja , itu urusan aku. Kamu urus aja apartemen yang kamu sewa buat pacar kamu "
Argo terdiam
Tania menatap argo , suaminya itu mungkin merasa bersalah karena sudah selingkuh
" Aku pikir kamu udah berubah, ternyata sama aja . Janji kamu itu hanya manis di bibir " ucap tania langsung meninggalkan suaminya dan turun ke bawah
***
Kedua laki laki muda itu sedang sarapan bersama . Mama, ayah dan juga dara mereka bertiga pergi ke pasar untuk membeli bahan makan hari ini
" Bagus , ayo makan yang banyak " ucap raka saat dirinya menyuapi dafa
Dafa sangat manja sekali ketika mengetahui adik kembarnya lahir . Menurut dafa semua berpihak kepada adik kembar nya . Dafa di lupakan begitu saja kecuali nenek, kakek, om raka dan juga ayah Dimas
" Om raka , di sekolah, temen kakak itu punya pacar loh ,kakak pengen punya pacar tapi tante cantik "
Raka tersenyum
" Sekolah dulu yang bener, kamu itu masih kecil jangan pacar pacaran "
Dafa mendengus kesal , siapa bilang dafa masih kecil . Umur nya sudah 9 tahun artiny dafa sudah besar bahkan sekarang kelas 5
" Ga ada pacar pacaran , ngerti !! , kamu harus belajar , sekolah dan ibadah "
**
Sepulang cepat tania dari kantor dia berkunjung kerumah papa nya . Karena di sana lengkap ada kedua mas nya dan juga kakak ipar
Tania datang sendiri seperti yang dia tadi meminta izin kepada suaminya. Walaupun terdengar tania ketus tapi tania serius dia ingin kerumah orang tuanya
Tania membopong evan , keponakan yang baru saja lahir
" Kamu kan habis dari luar, ganti dulu baju nya , terus mandi . Jangan pegang evan dulu " ucap papa rayhan posesif
Tania mengangguk dia memberikan evan lagi kepada diva . Bersih bersih lalu kembali turun lagi
" Lagi pada ngomongin apa sih , seru banget kayanya " ucap tania sambil tersenyum karena dia baru saja bergabung
Dinda memberikan hasil box foto usg kepada tania
" Mbak ? Hamil ? " Tanya tania terkejut
Dinda mengangguk , terlihat jelas wajahnya sangat bahagia sekali
" Alhamdulillah " tania langsung memeluk kakak iparnya itu . Bergantian juga dengan mas rifky , tania peluk
__ADS_1
" Selamat ya mas , mbak , akhirnya tahun depan punya keponakan baru " ucap tania
Semua yang ada di ruang keluarga mendadak hangat ketika tania mengetahui kalo Dinda hamil
" Kamu kapan dek ? Udah gak sabar nih mas mau di panggil papa sama anak kamu" goda aldo
Tania mengenyurut bibir nya maju
" Ga nunda ko " jawab tania
Papa rayhan terus tersenyum menggoda evan terlihat jelas aldo, Rifky, Dinda, diva tania dan juga mama indri senang , melihat papa sebahagia itu mendapatkan cucu laki laki yang kedua kalinya
" Weekend nanti pada bisa ga? Papa pengen sekali aja ngumpul di rumah ini , nginep gitu loh " pinta papa rayhan
Aldo dan tania mendengar alasan papa terlebih dahulu, alasan papa sangatlah singkat dia ingin mempunyai momen bersama
" Yaudah, sabtu nanti kita ngumpul , kamu dek . Bilang dulu sama suami kamu " ucap aldo yang di anggukin tania
Mereka melanjutkan lagi obrolan nya , sampai akhirnya diva kembali ke kamar untuk menidurkan dan memberi asi kepada evan
" Mas Ken apa kabar ? " Tanya tania
tania melupakan Ken yang saat ini focus bermain tembak tembakan
" Baik dong , mas Ken selalu sehat , mami "
tania tertawa mendengar jawaban itu
" Mas Ken kapan kapan nginep di rumah mami dong , sama adek juga . nanti kita makan bakso , enak tau bakso di dekat rumah mami "
" Kata bunda ga boleh makan bakso " jawab Ken
" kenapa ? " Tanya tania
" Kalo mas mau makan bakso harus ajak bunda " jawab Ken
tania tertawa geli , dia memeluk erat keponakan nya itu
" Kan mami ajak nya mas , bukan bunda . kalo bunda bisa beli sendiri "
Ken menggeleng kepalanya
" Bunda itu suka bakso tau mami , Jadi mas harus ajak bunda juga . kalo bukan begitu , mas engak mau makan bakso , mami "
tania kembali tertawa , hal itu bisa di lihat oleh aldo dan juga mama indri yang terus mengawasi mereka
" Didikan kamu sama diva , perlu di acungkan jempol mas . mama gak nyangka Ken apa apa kalo mau di ajak makan selalu ingat kamu dan diva . Dan lihat , Ken itu menolak ajakan tania makan bakso kecuali kalo ajak bunda nya . syukurlah kamu berubah karena anak anak mas "
aldo terdiam . memang aldo berubah menjadi sayang keluarga karena Ken. beberapa tahun lalu saat aldo sering mabuk dan bermain cewek . rupanya ancaman diva waktu ingin cerai tak membuat aldo berfikir
__ADS_1
sampai akhirnya aldo mendengar diva sholat dan berdoa ,istrinya itu ingin aldo menjadi lebih baik lagi . Di jauhkan dari bermain perempuan dan pemabuk. bahkan jarang pulang karena setiap hari berantem terus
hingga ada momen dimana aldo dan Ken keluar membeli eskrim . Ken bilang kalo bundanya itu sering nangis . Dan Ken meminta papa nya untuk selalu ada buat Ken, Ken juga bertanya kemana selama ini papa nya , kenapa jarang ada waktu buat Ken. ucapan itu membuat aldo tersentuh