
Argo memegang janji nya , dia menuntun Tania menjadi sosok suami dan istri yang berbeda dengan masa pacaran
Seperti sekarang ini , keduanya sudah bangun tepat jam setengah 5 pagi . Baru saja mereka dua hari melakukan seperti ini semoga seterusnya akan seperti ini
Walupun mereka berdua ngantuk tapi mereka berdua berusaha untuk menyegarkan mata nya
Seperti sekarang ini , Tania santai untuk membuat sarapan sedangkan argo dia beres beres kamar merapikan tempat tidurnya dan juga membersihkan lantai
Walupun di setiap pagi ada pembantu tapi kan hanya merapikan lantai satu dan lantai dua . Tidak merapikan di kamar nya karena argo melarang orang lain masuk ke kamar nya kecuali keluarga dekat nya saja
Argo bulak balik naik ke atas dan kebawah , dia akan menjemur bantal , guling dan bad cover . Tania hanya tersenyum setiap kali suaminya itu membawa barang yang berat berat
Sudah seperti suami suami yang di tinggal kampung saja yang membantu istrinya memukul bantal, guling, dan bad cover
Azan pun berkumandang , Tania yang sudah menyelesaikan masak nya begitu juga dengan argo meninggalkan pekerjaan nya sementara untuk mengerjakan kewajiban sholat
Setelah sholat selesai, argo mengajarkan Tania untuk belajar ngaji . Di awali dengan membaca iqro
Selama ini ilmu dalam keagamaan Tania begitu kurang , maka dari itu Argo berusaha belajar ngaji untuk mengajari Tania sesudah sholat
Tak terasa mengerjakan ini itu tiba tiba sudah terang , mereka berdua memutuskan untuk sarapan setelah itu baru melakukan pekerjaan lagi yang tertunda
" Oh iya , nanti kamu jangan lupa kabarin aku kalo sudah sampai di Jepang nanti , kabarin aktivitas kamu disana " jelas argo
" Iya bang " jawab Tania
" Abang juga weekend nanti mau pulang ke Bandung sehari aja. Noval ulang tahun soalnya "
" Kalo gitu nanti siang aku harus beli hadiah buat Noval . Aku titip Abang ya "
" Iya sayang "
Tania mengagguk dia terus memakan nya melihat suaminya itu cepat menghabiskan, Tania menawarkan lagi sarapan nya . Justru argo akan menambah karena Tania masak begitu banyak dan cocok untuk 3 orang di rumah ini
" Aku akan ajak kamu gym , karena kemarin aku udah daftar member buat kamu " ucap argo kepada Tania
Saat istrinya itu sudah selesai beres beres sarapan . Keduanya bersantai di dalam kamar
" Iya bang , satu jam lagi ya . Aku istrirahat sebentar "
Cup
Argo mengecup pipi Tania dia memeluk istri cantik nya , begitu juga dengan Tania dia membalas kecupan pipi suaminya
**
Di lain tempat , kediaman papa rayhan . Saat ini diva Aldo dan Ken juga Vania berkunjung pagi pagi sekali untuk sarapan bersama
Ken dan Vania pun sudah mengerti situasi di saat makan bersama opa dan Oma dari papa nya itu . Tidak di perbolehkan makan sambil bicara
__ADS_1
Mereka mengerti dan mereka berdua sama sekali tidak membuka suara , makanan begitu saja menikmati nya
Saat makan selesai Ken mendekati oppa Rayhan , dia menunjukan Bungkusan bekasan coklat yang dia beli beberapa hari lalu makan berdua dengan bunda nya
" Mas mau ini oppa , mas suka , ada mainan nya di tempat sini ada juga coklat nya " jelas Ken menunjukan KINDERJOY
Coklat yang sangat mahal tetapi enak sayang nya hanya berisi dua . Karena Ken hanya beli satu dia makan berdua dengan bunda nya
Sengaja Ken ngomong berdua dengan oppa nya karena papa dan bunda nya itu lagi di dalam kamar , sedangkan Vania lagi sibuk dengan Oma Indri
" Coba oppa lihat dulu " oppa rayhan melihat Bungkusan
Sedangkan Ken dia sudah memeluk oppa nya berharap oppa nya itu akan membeli untuk Ken
" Sama papa boleh gak makan coklat ? "
" Gak boleh oppa " jujur Ken
Papa rayhan tersenyum dia membisiki Ken " nanti oppa beliin yang banyak ya , tapi mas jangan bilang papa sama bunda ya" bisik papa rayhan
Ken tersenyum bener aja pasti kalo Ken bilang kepada oppa nya dia akan di turutin. Ken memeluk oppa Rayhan keduanya pun berpelukan sambil bercanda dan tertawa
Hingga diva dan Aldo datang mereka juga ikut tersenyum melihat oppa dan cucu nya itu sangat akrab sekali
" Perkiraan dikit lagi diva akan melahirkan pa , ma " ucap Aldo kepada papa nya
Mama Indri dan papa rayhan tersenyum
Diva mengagguk
" Secret ya pa , pokonya papa pasti senang deh " ucap diva sambil terkekeh
" Kamu ini main rahasia rahasia an sama papa ya ! " Ucap papa sedikit marah tapi masih bisa tersenyum
" Iya lah pah hahaha " tawa diva
Papa rayhan hanya tersenyum begitu juga mama Indri
" Nanti kalo diva di rawat rumah sakit , diva titip anak anak ya pah " ucap diva
" Akhirnya ma , kita kebagian jagain Ken sama Vania . Selama ini papa selalu nanya sama mama . Apa kamu gak mau nitipin Ken sama Vania ? " Tanya papa rayhan
Diva bener bener terkejut, dia baru tahu kalo mertuanya itu juga kepengen menjaga kedua anak nya . Oh iya diva baru sadar kalo mereka hanya punya dua cucu sedangkan Rifky yang sudah menikah beberapa tahun lalu belum di berikan
" Maaf ya pah , soalnya diva takut papa sama Mama repot makanya aku minta tolong ayah sama mama buat jaga Ken "
Diva bener bener gak enak hati dengan mertuanya
" Tapi tahun ini papa kan yang jaga Ken sama Vania ? " Tanya papa rayhan sambil memeluk Ken
__ADS_1
" Iya pah , mah " ucap Aldo
Wajah seri papa rayhan dan mama Indri bener bener berbeda . Mereka sangat bahagia sekali .ini baru pertama kali diva bisa melihat mama dan papa Aldo seperti ini
Rasanya hati diva tersentuh banget kedua anak nya itu sangat di sayangi oleh mertuanya
" Bunda nanti adek mau ikut oma ke toko kue ya , adek mau makan roti keju " ucap Vania kepada diva
Diva dan Aldo mengagguk dia membiarkan anaknya itu pergi ke toko kue sama mama nya . Sedangkan Ken dia terus bermanja manja dengan papa rayhan
" Oppa mas pengen main tenis , tapi mas gak bisa main nya oppa " ucap Ken
" Oppa bisa main nya , biar oppa yang ajarin "
" Yey " senang Ken dia menarik tangan oppa nya untuk pergi ke halaman belakang
Mama Indri mengajak Vania ke toko kue , papa rayhan ajak Ken main tenis . Diva dan Aldo malah diam di ruang keluarga
" Nyayur yuk " bisik Aldo
" Aku males mandi mas "
Ck !
Aldo bangkit dia malas dengan diva menolak permintaan suaminya . Diva menarik nafas panjang
" Iya iya , mas Aldo .... Ngambek terus sih ... Aku yang hamil kamu yang ngambek " teriak diva
Aldo terus berjalan jauh menaiki tangga
" Mas Aldo , aku hitung sampe 3 kalo kamu gak balik badan . Aku susul mama ke toko ! "
Aldo tak peduli
" Dua ... "
" Ti...."
Aldo membalikan badan nya dia berlari menyusul diva
" Satu nya aja belum udah main dua aja!" Protes Aldo sambil mengecup bibir istrinya
Tak peduli rumah orang tuanya banyak orang karena Aldo sangat cinta kepada diva
" Aku pengen sayang ..." Rengek Aldo sambil memonyongkan bibirnya
Cup
" Di kamar aja , sambil nyayur " ucap Aldo
__ADS_1
Diva tersenyum tak lama kemudian dia mengagguk dia menyutujui pagi pagi seperti ini berhubungan intim dengan suaminya
Diva juga lupa kapan terakhir berhubungan karena makin kesini mereka malas