First Love 2

First Love 2
98. Sekretaris baru


__ADS_3

Saat Dimas baru datang sampai kantor . Raka mencium tangan kakak iparnya dan kembali bekerja


" Tolong panggilin mbak Gista sekalian, masuk kesini ka " ucap Dimas


Raka mengagguk dia segera keluar mencari yang kakak iparnya itu bilang . Meja nya kosong mungkin sedang di pantry . Beberapa menit kemudian mbak Gista datang dia membawa segelas teh


" Mbak , di panggil sama kak Dimas keruangan nya "


Gista cepat menaruh teh dia membawa surat resign ke ruangan Dimas


" Sudah seleksi siapa yang cocok jadi pengganti kamu ? "


" Sudah pak , untuk sementara saya masih ajarkan dia sampai bisa . Baru saya pamit "


Huh !


Dimas menyandarkan kepalanya hampir 12 tahun lebih mbak Gista bekerja jadi seketaris ayah dan sekarang jadi seketaris Dimas . Dari awal mbak Gista umur 22 sampai sekarang 35 sudah berkeluarga


" Mbak , kalo nanti anaknya sembuh . Bisa gak balik lagi . Aku udah cocok banget sama mbak kerja nya . Walupun aku kerja nya seenaknya aja tapi mbak yang dari awal ngajarin aku sampai sekarang "


Mbak Gista mulai meneteskan air matanya . Dia terharu karena belasan tahun bekerja dan selalu setia mengikuti pak Bima dan Dimas sekarang . Bahkan kalo ada karyawan yang mulai mencurigakan Gista lah yang membuntut dan akhirnya ketahuan


" Saya belum tahu pasti pak . Untuk sekarang saya masih mementingkan kesembuhan anak saya dulu "


Dimas mengagguk dia memberikan sebuah amplop berisi uang


" Saya hanya bisa membantu untuk keluarga kamu ya mbak . Saya berharap setelah kesembuhan anak mbak bisa bantu saya lagi "


Mbak Gista mengagguk dia sangat terharu karena kebaikan Dimas dan pak Bima . Pak Bima juga membiayai pengobatan anaknya di Singapur supaya anak nya bisa sembuh


Setelah mengambil amplop yang di berikan oleh bos nya itu . Gista keluar dan dia menuju lantai bawah anak magang seketaris Dimas


***


Seminggu sudah anak magang itu bisa di lepas oleh mbak Gista . Sekarang tempat itu di tempat kan oleh anak magang


Dimas memang gak tahu namanya tapi dia hanya terima pekerjaan wanita itu . Dering telpon berbunyi . Dia langsung mengangkat dan menutup segera membawa berkas dan masuk keruangan nya


Dimas tanda tangan lalu dia mendengar ucapan wanita itu


" Nama kamu siapa ? "


" Saya putri pak "

__ADS_1


Dimas mengagguk dia melanjutkan lagi tanda tangan nya beberapa berkas


" Tolong kasih ini sama Raka ya . Nanti kirim ke email saya "


Putri mengagguk dia segera keluar dari ruangan bos nya


Drt ....


Panggilan dari diva membuat Dimas cepat mengangkat nya


( Assalamualaikum kakak ku yang ganteng , pintar , sholeh ini . Muach )


( Walaikumsalam. Hem , gak usah basa basi mau apa )


( Hehehe galak amat siiii , pengen martabak ....)


( Suruh aja Aldo . Buat apa punya suami kalo masih nyuruh kakak )


( Lagi pengen sama kakak . Ayolah . Martabak keju susu )


( Hem , nanti kakak beli . Setelah meeting )


( Muachh )


2 jam selesai meeting di dalam ruangan . Dimas beranjak bangun di ikuti oleh Raka dan putri di belakang itu membawa barang barang Dimas


" Besok besok kamu memakai pakaian yang tertutup jangan terlalu ketat ya . Terutama make up kamu . Maaf bukannya saya ngatur tapi saya mau kamu makeup biasa aja . Coba kamu lihat tadi orang orang menatap kamu . Saya sebagai laki laki tahu apa yang mereka pikirkan . Sekarang pakai jas saya . Sampai kamu pulang " ucap Dimas pelan


Putri mengagguk dia meminta maaf kepada bos nya itu . Dimas pun juga mengagguk dan kembali masuk ke ruangannya


" Sih bos Dimas bener bener baik ya " bisik putri kepada raka


" Hem. Dia lebih peduli sama perempuan . Tapi jangan bawa perasaan kebaikan dia . Dia itu sudah ada yang punya "


Putri mengagguk dia berjalan ke arah meja nya untuk melanjutkan lagi pekerjaan


Panggilan dari diva lagi membuat Dimas akhirnya segera pulang . Saat putri ingin berikan jas nya Dimas menyuruh Putri untuk membawa nya besok . Karena tubuh putri lebih penting dari jas itu . Walupun jas itu caca yang berikan tapi Dimas gak mau orang lain menatap nya mesum


" Kakak pulang dulu ka"


Raka mengagguk dia mencium tangan Dimas . Membuat putri bertanya tanya . Bukannya atasan dan bawahan itu sama aja jadi gak perlu Salim seperti itu


" Hati hati kak "

__ADS_1


" Hem . Belajar yang bener . Nanti kuliah"


" Iya kak "


Dimas langsung menuju lift dan segera keluar Kantor membeli martabak lalu pulang


Saat pekerjaan sudah selesai Raka bersiap siap jam 7 nanti dia akan ada kelas malam . Dan kebetulan juga putri selesai mereka turun lift bareng


" Kamu tinggal dimana ? "


" Di deket sini kok . Apartemen A "


Raka mengagguk . Kalo putri tinggal di apartemen berarti pekerjaan yang dulu menguntungkan banyak pikir Raka


Raka mengambil motor kesayangan saat melihat gerbang kantor putri belum juga pulang


" Bareng aja . Gak jauh dari sini kan "


Putri menggeleng


" Gak usah . Saya nunggu angkot "


" Kelamaan ! Cepat naik "


Putri mengagguk karena Raka sudah menarik jas yang di pakai nya . Raka mulai mengendari Motor nya ke apartemen putri tinggal


" Sebelumnya kerja dimana ? "


" Ah "


" Sebelum nya kerja dimana ? " Raka mengulang kata lagi


" Di restoran "


Raka mengagguk dia tak bertanya lagi . Beberapa detik kemudian tiba di apartemen depan nya karena tak terlalu jauh


" Besok aku jemput aja . Sekalian lewat ini " ucap Raka


Putri menggeleng


" Kalo saling nunggu yang ada sama sama telat bisa di marahin sama pak Dimas " ucap putri


" Yaudah kalo gitu . Aku duluan ya "

__ADS_1


Raka melambaikan tangannya lalu menjalankan motornya


__ADS_2