
Saat Dimas baru datang sampai kantor . Raka mencium tangan kakak iparnya dan kembali bekerja
" Tolong panggilin mbak Gista sekalian, masuk kesini ka " ucap Dimas
Raka mengagguk dia segera keluar mencari yang kakak iparnya itu bilang . Meja nya kosong mungkin sedang di pantry . Beberapa menit kemudian mbak Gista datang dia membawa segelas teh
" Mbak , di panggil sama kak Dimas keruangan nya "
Gista cepat menaruh teh dia membawa surat resign ke ruangan Dimas
" Sudah seleksi siapa yang cocok jadi pengganti kamu ? "
" Sudah pak , untuk sementara saya masih ajarkan dia sampai bisa . Baru saya pamit "
Huh !
Dimas menyandarkan kepalanya hampir 12 tahun lebih mbak Gista bekerja jadi seketaris ayah dan sekarang jadi seketaris Dimas . Dari awal mbak Gista umur 22 sampai sekarang 35 sudah berkeluarga
" Mbak , kalo nanti anaknya sembuh . Bisa gak balik lagi . Aku udah cocok banget sama mbak kerja nya . Walupun aku kerja nya seenaknya aja tapi mbak yang dari awal ngajarin aku sampai sekarang "
Mbak Gista mulai meneteskan air matanya . Dia terharu karena belasan tahun bekerja dan selalu setia mengikuti pak Bima dan Dimas sekarang . Bahkan kalo ada karyawan yang mulai mencurigakan Gista lah yang membuntut dan akhirnya ketahuan
" Saya belum tahu pasti pak . Untuk sekarang saya masih mementingkan kesembuhan anak saya dulu "
Dimas mengagguk dia memberikan sebuah amplop berisi uang
" Saya hanya bisa membantu untuk keluarga kamu ya mbak . Saya berharap setelah kesembuhan anak mbak bisa bantu saya lagi "
Mbak Gista mengagguk dia sangat terharu karena kebaikan Dimas dan pak Bima . Pak Bima juga membiayai pengobatan anaknya di Singapur supaya anak nya bisa sembuh
Setelah mengambil amplop yang di berikan oleh bos nya itu . Gista keluar dan dia menuju lantai bawah anak magang seketaris Dimas
***
Seminggu sudah anak magang itu bisa di lepas oleh mbak Gista . Sekarang tempat itu di tempat kan oleh anak magang
Dimas memang gak tahu namanya tapi dia hanya terima pekerjaan wanita itu . Dering telpon berbunyi . Dia langsung mengangkat dan menutup segera membawa berkas dan masuk keruangan nya
Dimas tanda tangan lalu dia mendengar ucapan wanita itu
" Nama kamu siapa ? "
" Saya putri pak "
__ADS_1
Dimas mengagguk dia melanjutkan lagi tanda tangan nya beberapa berkas
" Tolong kasih ini sama Raka ya . Nanti kirim ke email saya "
Putri mengagguk dia segera keluar dari ruangan bos nya
Drt ....
Panggilan dari diva membuat Dimas cepat mengangkat nya
( Assalamualaikum kakak ku yang ganteng , pintar , sholeh ini . Muach )
( Walaikumsalam. Hem , gak usah basa basi mau apa )
( Hehehe galak amat siiii , pengen martabak ....)
( Suruh aja Aldo . Buat apa punya suami kalo masih nyuruh kakak )
( Lagi pengen sama kakak . Ayolah . Martabak keju susu )
( Hem , nanti kakak beli . Setelah meeting )
( Muachh )
2 jam selesai meeting di dalam ruangan . Dimas beranjak bangun di ikuti oleh Raka dan putri di belakang itu membawa barang barang Dimas
" Besok besok kamu memakai pakaian yang tertutup jangan terlalu ketat ya . Terutama make up kamu . Maaf bukannya saya ngatur tapi saya mau kamu makeup biasa aja . Coba kamu lihat tadi orang orang menatap kamu . Saya sebagai laki laki tahu apa yang mereka pikirkan . Sekarang pakai jas saya . Sampai kamu pulang " ucap Dimas pelan
Putri mengagguk dia meminta maaf kepada bos nya itu . Dimas pun juga mengagguk dan kembali masuk ke ruangannya
" Sih bos Dimas bener bener baik ya " bisik putri kepada raka
" Hem. Dia lebih peduli sama perempuan . Tapi jangan bawa perasaan kebaikan dia . Dia itu sudah ada yang punya "
Putri mengagguk dia berjalan ke arah meja nya untuk melanjutkan lagi pekerjaan
Panggilan dari diva lagi membuat Dimas akhirnya segera pulang . Saat putri ingin berikan jas nya Dimas menyuruh Putri untuk membawa nya besok . Karena tubuh putri lebih penting dari jas itu . Walupun jas itu caca yang berikan tapi Dimas gak mau orang lain menatap nya mesum
" Kakak pulang dulu ka"
Raka mengagguk dia mencium tangan Dimas . Membuat putri bertanya tanya . Bukannya atasan dan bawahan itu sama aja jadi gak perlu Salim seperti itu
" Hati hati kak "
__ADS_1
" Hem . Belajar yang bener . Nanti kuliah"
" Iya kak "
Dimas langsung menuju lift dan segera keluar Kantor membeli martabak lalu pulang
Saat pekerjaan sudah selesai Raka bersiap siap jam 7 nanti dia akan ada kelas malam . Dan kebetulan juga putri selesai mereka turun lift bareng
" Kamu tinggal dimana ? "
" Di deket sini kok . Apartemen A "
Raka mengagguk . Kalo putri tinggal di apartemen berarti pekerjaan yang dulu menguntungkan banyak pikir Raka
Raka mengambil motor kesayangan saat melihat gerbang kantor putri belum juga pulang
" Bareng aja . Gak jauh dari sini kan "
Putri menggeleng
" Gak usah . Saya nunggu angkot "
" Kelamaan ! Cepat naik "
Putri mengagguk karena Raka sudah menarik jas yang di pakai nya . Raka mulai mengendari Motor nya ke apartemen putri tinggal
" Sebelumnya kerja dimana ? "
" Ah "
" Sebelum nya kerja dimana ? " Raka mengulang kata lagi
" Di restoran "
Raka mengagguk dia tak bertanya lagi . Beberapa detik kemudian tiba di apartemen depan nya karena tak terlalu jauh
" Besok aku jemput aja . Sekalian lewat ini " ucap Raka
Putri menggeleng
" Kalo saling nunggu yang ada sama sama telat bisa di marahin sama pak Dimas " ucap putri
" Yaudah kalo gitu . Aku duluan ya "
__ADS_1
Raka melambaikan tangannya lalu menjalankan motornya