
Imajinasi anak anak membuat Caca dan Dimas terus mendengar cerita dara . Tadi sore saat dara susah makan . Caca memberikan laptop nya untuk dara nonton film . Ada film Disney yang menceritakan tentang bintang
Dara ingin melihat bintang di malam hari . Membuat Dimas dan Caca saling pandang mana ada bintang disini !
Akhirnya setelah dara tertidur . Dimas memberi ide kepada Caca untuk membuat bintang dari karton , karena Vania suka mewarnai besok Caca akan mengajak kedua anaknya itu Dara dan Vania mewarnai dan menempelkan bintang tersebut di kamar luas Dafa
***
Saat ini Caca dan diva menemani kedua anaknya itu sedang gambar dan mewarnai . Caca suka banget kalo anak anaknya lebih produktif ngegambar . Dari pada main gadget
" Bunda warna ini bagus ngak ? "
" Abu abu aja dek untuk bintang , lebih cantik "
Vania mengagguk dia mengambil kerayon warna abu abu . Sedangkan Caca sibuk membuat awan dan bintang juga bulan .
Diva di tugasnya untuk menggunting yang sudah dara buat . Walupun gak terlalu bagus tapi untuk di pajang nanti bagus juga
Ayah Bima juga ke lantai dua dia penasaran cucu cucunya sedang apa . Sampai engak ada satu orang pun yang turun ke lantai satu
Ayah diam diam memotret dia mengirim kepada dimas dan Aldo . Melihat cucu cucunya sedang aktif mengambar
" Oppa ... Lihat bintang yang adek buat . Cantik kan ? " Ujuk Vania
Ayah Bima mengagguk dia mengecup kening Vania . Sangat pintar cucu nya itu mewarnai . Dara tak mau kalah dia menunjukan hasil gambaran yang telah diva gunting
" Bagus banget awan dan bintang nya " Puji ayah Bima membuat kedua cucunya itu senang
Mereka berdua melanjutkan lagi kegiatan nya sedangkan ayah hanya melihat saja terkadang ayah juga bertanya warna apa yang di pakai Vania . Hanya test aja Vania tahu semua warna atau nggak !
Setelah semuanya selesai . Dara dan Vania melepaskan lem di belakang karton itu . Untuk nanti segera di tempel . Caca juga sudah menyiapkan karton besar warna hitam ceritanya di malam hari karena dara meminta bintang
Satu persatu bulan, awan , binatang sudah di tempel . Dara senang sekali melihat bintang secara dekat
__ADS_1
Diva dan Caca memotret anak anaknya sedang aktif menempel bintang . Untuk dikirim kepada ayah dan papa nya
*
Dimas melipat kedua tangannya melihat secara jelas bintang yang di buat anaknya itu
" Pinter ya adek bisa buat ini semua . Hebat ! "
Dara mengagguk dia merentangkan tangannya untuk ayah Dimas mengendong . Keduanya keluar dan kebetulan Caca baru datang membawa puding susu yang dia minta
" Susu dari ternak baru datang . Masih hangat lagi . Aku minum seger banget "
" Enak ya yang kalo punya ternak sendiri , jadi kita gak perlu beli lagi . Dan hasilnya juga puas yang "
Caca mengagguk dia setuju yang di bilang oleh Dimas
" Dim , April ngajak aku buka bisnis steak bareng "
Dimas diam
" Kamu yakin bisa ngurus nya ? Kamu lagi hamil loh ca ? "
" Aku hamil juga bisa jalan kesini kemari dim . Aku itu cuma hamil bukan sakit keras . Jangan terlalu berlebihan ah . Biasa aja "
Dimas terus memakan puding yang di buat oleh Caca . Setelah semuanya Habis barulah Dimas menghubungi April . Dia ingin bertanya langsung kepada April mengenai steak
" Besok kita ketemuan aja . Biar sama sama enak " ucap Dimas
Caca menatap suaminya apa pertanda Dimas mengizinkan nya ? Ah Caca berharap lebih soal itu
" Besok siang ya ca . Setelah aku selesai meeting kita ketemuan sama April di cafe Aldo . Karena besok April kesana sama Kevin "
Caca mengagguk dia mengangkat piring yang sudah habis makanan itu . Dimas ingin minum susu hangat yang baru datang dari ternak sapi
__ADS_1
Keesokan harinya Dimas menjemput Caca di rumah sekalian Dimas makan siang di rumah . Mereka berangkat ke cafe karena April sudah ada disana sama anak dan suaminya
April juga membawa orang untuk sekalian menjelaskan nanti kepada Dimas dan Caca . Dimas tentu sebagai pemimpin perusahaan harus bertanya detail . Karena ini Dimas gak mau asal asalan
Akhirnya setuju dengan waralaba steak yang akan Caca dan April buat . Caca dan April akan datang ke kantor besok siang untuk tanda tangan
Kevin yang baru saja datang dia bersalaman dengan Dimas dan Caca serta orang kenalan Kevin . Setelah orang itu pergi . Kevin baru membuka suara
Karena April ingin banget membuka usaha . Dan Kevin menyarakan April untuk bersama diva atau Caca aja . Karena Andini gak mungkin dia sedang mengurus toko hijab nya
Kevin percaya dengan Caca atau diva karena sudah lama mengenal dan Kevin sangat percaya banget dengan Caca. Caca aja yang masih bertahan resep makanan di cafe ini apalagi usaha yang akan April dan Caca jalani . Pasti akan berkembang dengan baik
Kebetulan Dimas ketemu sama Kevin . Dia membahas obat yang bisa membuat istrinya hamil . Hal itu membuat Caca dan April sangat malu dan juga melotot
" Kok bisa tahu obat gituan ? " Tanya Dimas
Mereka berdua langsung tertarik membahas mengenai ke arah sana
" Dari temen juga kak , temen kan berhubungan bebas gitu . Di pakai lah eh Beberapa hari kemudian langsung ngisi padahal dia bilang baru sekali pakai "
" Iya , Aldo yang kasih gituan ke gua . Lagi males lah capek juga kan udah tiap hari kok gak ngisi ngisi juga "
April dan Caca melebarkan matanya . Keduanya sama sama nutup wajah karena blak blak an sekali kedua laki laki di sebelah nya itu
" Tapi hasilnya isi juga kan kak ? "
" Iya berkat obat itu . Awalnya gak percaya tapi pas di coba langsung ngisi beberapa hari ya . Iya kan sayang "
Goda Dimas karena tahu istrinya itu pasti lagi malu membahas hubungan dengan orang lain
" Apaan sih Vin . Udah ah jangan bahas gituan " tegur April
Kevin tersenyum dia mencubit pipi April gemes, keliatan banget Caca dan April sangat malu membahas nya
__ADS_1
Akhirnya mereka memesan makanan dan lanjut ngobrol membahas pekerjaan dan mobil sport yang mereka sama sama miliki