
In a dream
Beberapa orang tua datang kerumah milik diva dan aldo . Mereka meminta tanggung jawab kepada Aldo telah menghamilkan anak nya
Tak lama kemudian datang lagi ibu berbody berisi mencoret mobil kesayangan diva . Dengan tulisan tanggung jawab !! . Diva berusaha menjelaskan kalo suaminya itu gak ada di rumah . Dan orang pekerja disini juga membantu diva untuk segera membawa mereka keluar dari rumah
Beberapa kali diva menghubungi Aldo gak juga di angkat . Akhirnya di angkat juga oleh suaminya . Diva mendengar suara ******* di telpon itu
( Mas Aldo kamu pulang mas . Di depan rumah banyak orang orang yang sudah kamu hamilin . Kamu harus tanggung jawab )
( Apa sayang , aw.. pelan pelan sayang )
( Mas Aldo kamu tega banget selingkuh lagi sama aku . Kali ini kamu bener bener kelewatan sudah hamilin orang )
( Aku ingin punya anak banyak . Bukannya banyak anak banyak rezeki )
( Iya banyak juga penyakit yang timbul di tubuh kamu . Kamu itu HIV mas )
( Aku banyak uang dan aku bisa memilih wanita yang aku suka diva )
( Dasar gila )
Diva mematikan ponselnya tak lama suara mobil polisi mendekati . Diva menjadi korban atas mereka . Di bawa juga ke kantor polisi . Diva berusaha menjelaskan kalo dia engak tahu apa apa tentang kehamilan yang suaminya itu perbuat
Polisi akhirnya menghubungi Aldo untuk datang . Suaminya malah melarikan diri . Tapi beberapa menit kemudian polisi datang membawa aldo ke kantor polisi
Banyak tuntutan dari orang orang yang Aldo hamili , Aldo di penjara dan hukuman mati
Diva menangis di dalam mimpi itu . Saat Aldo sudah memakai baju tahanan . Dan siap di tembak diva langsung bangun dari mimpi nya
Diva menangis . Dan di depan itu juga ada Dimas dan Aldo . Dari tadi Dimas dan Aldo mendengar suara diva menangis dan teriak . Makanya mereka penasaran . Karena diva menginap di rumah ayah . Karena percuma suami dan anaknya itu belum pulang
- Mimpi berakhir -
Diva menghapus air matanya dia menatap Aldo . Diva bener bener kepikiran Aldo dihukum mati dan menghamili banyak wanita
Aldo menghapus air mata diva dan memeluk istrinya itu . Nafas diva turun naik saat bangun dari tidur nya
" Kamu tidur dimana ? "
" Di rumah papa " jawab Aldo jujur
Diva memeluk suaminya itu . Diva takut kalo Aldo selingkuh dan menghamili banyak wanita seperti di mimpinya
" Mimpi apa sampai nangis begitu ? " Tanya Dimas
Diva menggeleng kepalanya
" Ngomong berdua deh . Baikan situ . Jangan berantem mulu . Awas ya lu dek ngomong gitu lagi . Gue cekek beneran " ancam Dimas
Dimas langsung menutup pintu kamar diva . Keduanya saling memeluk
" Aku mimpi kamu hamilin orang , orang orang itu datang kerumah kita minta tanggung jawab . Aku di bawa polisi karena kamu kabur . Polisi berhasil dapetin kamu . Kamu di penjara terus di hukum mati. Mas kamu gak selingkuh kan ? "
" Udah aku bilang , demi tuhan diva . Aku gak selingkuh " ucap Aldo kesel
" Aku gak percaya , karena aku selalu percaya sama ucapan kamu tapi kamu malah bohongin aku " ucap diva
" Kali ini aku beneran diva . Aku udah bersumpah . Gak selingkuh "
Diva menatap mata Aldo . Gak ada kebohongan di matanya
" Aku gak bener bener minta cerai "
" Aku tahu . Karena ketika sering bertengkar ujung ujung nya seperti ini . Cobalah kamu belajar di saat marah jangan mengeluarkan itu . Kamu bisa usir aku atau kamu bilang . Kalo kamu gak mau ketemu aku lagi . Dari pada harus itu itu aja yang keluar "
__ADS_1
Diva mengagguk
" Maaf ya mas "
Aldo mengagguk dia mengecup kening istrinya juga mengelus perut diva yang sudah buncit
Aldo mengeluarkan ponsel baru nya . Membuat diva melepaskan pelukannya
" Tenang , tenang . Hp ini di kasih Abang"
" Bohong "
" Beneran . Semua di rumah ini di kasih Abang dan kak Dimas . Karena mereka berhasil 30 pcs dalam sehari kepada temen temennya "
" Aku juga dapat berarti ? " Tanya diva
" Ya . Kamu dapat . Kamu yang istimewa seperti martabak telor 3 " ejek Aldo
Diva tersenyum . Aldo segera keluar dari kamar diva dia meminta ke pada abangnya ponsel milik diva . Kembali ke kamar dia berikan kepada istrinya
" Bagusan kamu kan ? Abang itu sayang sama kamu . Sangat istimewa untuk adik nya "
Diva tersenyum bahagia mendapatkan ponsel baru yang di berikan abangnya
Saat diva keluar . Diva langsung memeluk Ken dan Vania . Saking kangennya diva sampai terus menerus mencium pipi kedua anaknya itu
" Bunda gak ikut foto sama adek ya mas . Adek , mas sama papa foto sama ular " ucap Vania
" Ular !!!" Tanya diva
Diva menatap tajam suaminya . Sedangkan Aldo hanya tersenyum dia menyukai kalo anak anaknya itu berani dalam hal binatang . Kebetulan Dafa lagi main laptop dia melihat Facebook milik Ken . Semua foto di taman safari ada di Facebook Ken . Kedua anaknya memegang singa , ular , lumba lumba
" Mas Aldo ....." Geram diva
Hiks hiks
" Kalo tangan Ken atau Vania di makan gimana ? Gak lagi lagi aku tinggalin Ken sama Vania sama kamu "
" Bunda jalan sama papa seru . Mas gak di larang larang . Mas makan eskrim 5 kali sama papa . Iya kan dek " ucap Ken
Diva beranjak bangun dia menjewer telinga suaminya
" Kalo anaknya sakit kamu bawa kerumah sakit sendiri ya ! "
Aldo tersenyum dia berusaha melepaskan tangan diva di telinganya
" Anak anak udah di kasih obat sama aku . Jadi kamu gak perlu takut "
" Tetap aja mereka masih kecil . Kamu itu harus nya melarang Ken dan Vania foto sama ular "
Ck !
" Udah kejadian juga . Buat apa marah marah lagi "
Bener juga yang di bilang suaminya, kenapa diva harus marah kalo kejadian itu sudah lewat . Tetap aja diva sangat takut anak anaknya itu deket dengan binatang
Dafa keluar membawa monopoli . Dia bertanya kepada om kesayangan nya itu gimana cara mainnya
" Kita main ular tangga aja . Siapa aja yang mau main "
" Kakak "
" Mas "
" Adek mau ikut gak ? " Tanya Dafa
__ADS_1
Vania dan dara menggeleng kepalanya mereka sedang bermain Barbie . Akhirnya Dimas juga baru aja keluar dan argo juga . Yang main ular tangga Dafa, Ken , Aldo , Dimas dan argo .
Baru sekali kocok Dafa di nomor 3 tapi turun ke nomor 30 . Hal itu membuat semuanya bersorak . Dafa hanya tertawa permainan ini ada di pihak Dafa sekarang
Akhirnya karena penasaran Caca juga keluar . Mendengar suara ramai didepan kamar membuat Caca ikut bergabung
Tak ada satu pun yang sama seperti Dafa yang turun ke bawah . Ken yang dari tadi turun naik turun naik membuat Ken kesel
Begitu juga dengan Dimas dan argo dia naik turun sama seperti Ken . Tinggal Aldo dan Dafa mereka sangat dekat sekali
Dan pemenangnya adalah Dafa . Dafa tertawa senang dia baru ngerti cara main nya dan senang . Caca dan diva juga ikut senang melihat senyum Dafa terus melebar
" Kali ini kalo ada yang kalah beliin makanan dong " ucap Dafa
Caca dan Dimas menggeleng kepalanya . Berani sekali Dafa berucap seperti itu . Sama aja bermain lotre . Tapi akhirnya mereka setuju yang kalah jauh membeli makanan sesuai yang pertama kali menang
Kali ini Dafa gak turun drastis . Mereka sama sama main kejar kejaran dan sangat focus sekali cara bermainnya
Dafa mengangkat kedua tangan dia berdoa saat dirinya bergiliran
" Ya Allah . Kakak lagi pengen pizza ya Allah " Dafa mengaminkan . Membuat mereka yang melihat nya tersenyum kali ini gak akan Dafa memang lagi
Tapi setelah berdoa gitu Dafa malah turun drastis
" Ini mah Dafa lagi yang menang " ucap argo
" Kita lihat aja . Dedek Ken masih jauh " ucap Dafa sombong
Di kocok lagi dadu . Giliran Dimas dan Dafa yang main kejar kejaran. Dafa berdoa lagi
" Ya Allah kakak pengen makan yang enak , biarkan ayah kakak kalah ya Allah"
Dafa mengocok dadu dan keluarlah 4 digit . Kali ini Dafa menang lagi dia langsung beranjak bangun melihat Ken yang kalah Dafa langsung meminta hadiah . Kali ini diva yang membelikan yang Dafa mau
Yaitu pizza
" Udah ya . Main kali ini gak pake hadiah lagi " ucap Caca
Mereka mengagguk hanya permainan aja . Sekarang main monopoli Ken di tugaskan menjadi bank . Sedangkan keempat orang gede itu bermain
Saat pizza yang diva pesan datang semuanya menikmati nya . Apalagi Dafa . Dia yang kepengen pizza sudah berkali kali memakan nya untung diva membeli 4 loyang . Dia buat anak anak . Dan dua lagi buat orang rumah yang bekerja
**
Saat selesai makan malam dan Amir menetapkan tinggal disini , tapi tidur nya di area pembantu karena rumah ini kamar nya sudah di pakai oleh anak anak
Tapi gapapa yang penting Amir mendapatkan kamar sendiri karena rumah Caca hanya terdapat 2 kamar saja . Apalagi ada Raka . Amir mau tidur di mana coba !
Caca menatap sepupunya itu tadi sebelum mertuanya mengambil , Amir sudah mengambil makanan terlebih dahulu seumur umur Caca disini belum pernah mendahulukan mertuanya . Karena Caca tahu diri numpang dengan mertuanya
Sedangkan diva , dia berasa risih banget dengan keadaan sepupu Caca tapi diva tak menujukan itu takut nya Caca malah tersinggung karena ayah nya yang membawa Amir untuk tinggal disini
Saat semuanya telah sibuk dengan urusan masing masing , Caca pergi ke area kamar pembantu tadi Amir sempat meminta koyok dengan Caca
Tok tok tok
" Nih " ucap Caca
" Makasih ca "
" Mir , besok besok kalo lagi makan bareng jangan mendahulukan orang tua nya Dimas ya . Maaf banget kalo gue bikin tersinggung . Kita itu numpang disini . Jadi apapun yang punya rumah disini jangan mendahulukan . Dan lagi . Besok Lo udah mulai kerja . Jangan bikin malu gue !!"
" Hemm" jawab Amir malas
Amir menutup pintu kamar nya secara langsung membuat Caca kesel karena tak dihargai ketika lagi ngomong
__ADS_1