
Hari ini Dimas gak berangkat ke kantor mood nya sangat hancur sekali . Dia terus menemani dara bermain di kamar kakaknya
Dimas juga sangat mager untuk keluar kamar kalo dara ingin main di luar
" Mama....."
" Telpon mama yah . Adek mau sama mama "
Dimas memeluk dara dia menenangkan anaknya
" Mama lagi di rumah nenek . Kamu gak usah nyari mama . Ada ayah "
Hiks hiks hiks
" Mama..."
Dimas mendiamkan anaknya yang terus menangis memanggil Caca . Dimas juga menghubungi Caca tapi gak di angkat
Sampai akhirnya tangis dara redah karena mama Lisa naik ke atas
" Jemput Caca nya . Kamu jangan diam aja . Sudah tau punya masalah sama Caca . Rayu Caca bawa dia pulang " marah mama karena Dimas malah bermain ponsel
Dimas langsung menggendong dara membawa anaknya kerumah orang tua Caca . Dimas yakin pasti nanti Caca akan luluh kedatangan dara
" Semoga " gumam nya
Dimas berlari turun kebawah sambil megendong dara. Dimas bersemangat karena dia akan membawa dara kerumah mertuanya pasti mereka gak akan usir Dimas
Dimas menaiki mobil sport yang Aldo berikan. Saat mobil Dimas baru saja keluar . Mobil taksi menghalangi dan itu Caca
Caca berjalan tergesa-gesa begitu juga dengan Dimas dia langsung keluar
" Sayang ...." Panggil Caca langsung memeluk Dimas
" Ca ...." Panggil Dimas langsung memeluk istrinya
" Bukannya kita sebagai suami istri harus saling menguatkan rumah tangga kita supaya gak hancur ? Bukannya kita sudah terbiasa dengan masalah ? " Ucap caca
" Kamu bener sayang . Dan kali ini aku yang menjadi sumber masalah nya sayang . Aku yang kasih racun di keluarga kita. Aku akuin aku bersalah sama kamu . Kata kata aku . Aku mohon ca jangan pisah "
" Janji ? Bercanda jangan kelewatan ? " Ucap Caca
Dimas di belakang punggung Caca mengagguk . Keduanya berpelukan dan itu di lihat oleh penjaga rumah , dara.
Dimas melepaskan pelukan dia menangkup pipi Caca mencium kanan kiri
" Kamu mau kemana sayang ? " Tanya Caca
" Aku mau jemput kamu .aku mau bawa kamu pulang "
Caca tersenyum dia memeluk pinggang suaminya. Dimas berjalan ke arah mobilnya menyuruh Caca untuk masuk
" Kita jalan jalan ya . Mama udah balik sama kita dek " ucap Dimas saat sudah menaiki mobilnya
" Sini dek duduk di pangkuan ayah . Kamu jangan duduk di pangkuan mama nanti dedek nya kejepit " ucap Dimas sambil menarik tangan dara
Dara menggeleng kepalanya dia menaruh kepala nya di dada mamanya
" Ayo dek "
Dara menggeleng
" Udah gapapa sayang . Dara gak jepit kok . Ini masih legah dikit "
" Yaudah iya sayang . Kalo mama yang ngomong ayah gak bisa apa apa "
Caca tersenyum dia menarik telinga Dimas . Sedangkan yang di tarik malah tersenyum
Memutar Jakarta . Mampir ke restoran yang menyediakan eskrim . Nyenengin anak karena dia ingin makan eskrim
" Yakin gak mau ayam ? " Tanya Dimas kepada Caca
" Gak ah . Aku abis makan di rumah . Enak lagi makannya ! "
" Makan apa ? "
__ADS_1
" Ayam bakar . Mama lagi ada orderan tau " ejek Caca
Dimas mendengus kesel. Ucapan Caca membuat Dimas ingin juga makan ayam bakar buatan mamanya
" Adek mau nuget ? Mau ayam ? " Tanya Dimas
Dara menggeleng kepalanya dia sudah menikmati eskrim vanilanya . Karena dua wanitanya itu gak mau membeli lagi akhirnya Dimas memilih untuk pulang
" Oh iya sayang tadi mama marah marah sama aku loh . Tanpa mama bilang juga aku akan rayu kamu buat balik lagi . Karena ketampanan aku . Tanpa di rayu pun kamu balik kerumah "
" Aku pulang bukan karena kamu . Tapi karena anak anak "
Ck !
" Ngeles aja . Jelas jelas tadi kamu langsung peluk aku "
**
Sampai di rumah mama langsung memeluk Caca , mama gak mau aja kehilangan Caca di hidupnya karena Caca sudah berhasil tadi membuat mama kepikiran dengan Caca
" Dimas tuh ma. Masa mau ngajakin orang nikah . Istri kedua . Siapa yang gak kesel " Adu Caca kepada sang mama mertua
" Awas kamu ya bilang gitu lagi . Gak lucu Dimas bercanda kamu " marah mama
Dimas mengagguk dia gak akan bercanda kaya gitu lagi
" Bener Dimas selingkuh ? " Tanya mama kepada Caca
Caca mengagguk . Caca juga meminta izin Dimas untuk cerita
" Kamu main sama siapa dimas ? Untung ya Caca masih Nerima kamu . Kalo kamu jadi ayah . Mama bakalan tinggalin juga . Biarin aja anak anak sama kamu biar sekalian kamu pusing "
" Caca aja gak mau di kasih tahu " ucap Dimas
" Bener ca ? Kamu gak mau tahu Dimas sama siapa ? " Tanya mama
Caca mengagguk " Caca gak mau setelah Dimas jelaskan . Caca malah kepikiran mah . Apalagi nanti Caca kalo marah takut nya ngungkit . Mending gak usah sekalian "
Mama langsung memeluk Caca lagi . Beruntung dia memiliki mantu baik, pintar, pokonya Caca berhasil membuat mama , ayah dan Dimas jatuh cinta kepada Caca
" Yang, yuk yang " ucap Dimas sambil menatap menggoda
" Udah puasa beberapa hari ma . Hayu yang " ajak Dimas
Caca melempar bantal pada suaminya sedangkan Dimas tersenyum dia menarik tangan Caca untuk menaiki tangga ke kamar nya
**
Makan malam selesai Dimas dan argo duduk di halaman belakang sambil merokok dan juga minum kopi
Dimas cerita kalo tadi dia di siram kopi oleh ayah mertuanya juga di gampar oleh mama mertua. Yang argo tahu orang tua Caca itu galak . Apalagi kalo Dimas sudah kelewatan dengan Caca . Bisa habis . Begitu perkiraan argo
" Sayang ..." Panggil Caca membawa dua mangkok mie instan untuk Dimas dan argo
Mereka mencicipi mie instan buatan Caca dan cocok banget malam malam begini makan mie instan
" Lu ya jangan ajak ajak Dimas yang gak bener . Gue tau Lo kan yang hasut Dimas "
Argo melongo apa maksudnya Caca tiba tiba marah marah gak jelas
" Kapan gua hasut Dimas ? "
" Kemaren , yang goda in karyawan "
" Mana ada "
Caca menjewer telinga argo membuat Dimas tertawa . Dimas suka kalo argo sama Caca debat
" Gila ini orang . Bini lu kepada dah " kesel argo setelah Caca melepaskan tangannya
Dimas menarik tangan Caca untuk menyuapi Dimas
" Udah jangan marah marah , dia lagi makan sayang "
Caca mengagguk dia mengelus pipi Dimas dengan manja
__ADS_1
" Iya ayah "
Ck ck
Uhuk uhuk uhuk
Uekkkk
Dimas dan Caca sengaja bersikap romantis biar sepupunya itu iri
" Emmm enak banget cintaku "
" Iya kan buatnya pake cinta "
" Emmm "
Uekkkk
" Kasian LDR yaaa " ejek Caca
Ck!
drt...
argo tersenyum mengejek kepada Caca , ini moment yang tepat karena Tania menghubungi
( iya sayang )
argo membesarkan volume dan juga speaker . supaya Caca dan Dimas bisa mendengar
( kamu mau pulang ke indo sayang ? mungkin mas udah tidur sayang ini sudah jam berapa kamu mau hubungi pun juga gak akan bisa )
( atau mau aku aja yang beliin tiket kepulangan kamu ? )
( yaudah , iya sayang nunggu besok aja ya . pasti mas juga bakalan beli cepat kok )
( ini lagi sama Caca sama Dimas , kamu ngomong lah )
( halo Tania ) ucap Caca
( halo Tania ) ucap Dimas
( nakal banget emang , kamu harus tau kekasih kamu itu genit )
" mana ada lu ca"
Caca tertawa saat argo sudah mulai kesel mendorong Caca pelan . sedangkan Dimas dia hanya menggeleng kepalanya
( berantem mulu ini anak ) ucap Dimas
( hahaha , awas ya bang nanti kalo ketemu Tania jewer ) ucap Tania
( mana ada sih Caca suka ngarang emang , aku mah kalo kemana mana ingat kamu . ingat Tania Januar Radani di hati aku )
( huekkkk ) ucap Caca
Tania terus tertawa ternyata kekasih nya itu kalo berdekatan dengan Caca musuh bebuyutan , berantem gemas . Tania sudah gak sabar untuk pulang
( udah jam berapa disana , kenapa belum tidur ? ) tanya argo
( tadi habis kerumah temen bang, ini juga baru sampe dan kebetulan juga kan minggu depan udah libur jadi hubungi mas dulu buat Tania pulang , tapi belum juga di angkat ) jelas Tania
( yaudah sekarang tidur gih . besok kalo gak di angkat juga . biar Abang yang kerumah Aldo )
__ADS_1
( iya bang )
Tut