
" Mas begini aja bun, nanti mas mandi bareng kakak " rengek Ken karena dia ga mau mandi pagi
Diva hanya diam , sudah capek dengan urusan evan di tambah lagi akhir akhir ini Ken selalu buat kesel
" Pa... Papa " panggil diva
Aldo segera keluar dari ruang wardrobe, dia juga membantu vania memilih pakaian yang cantik untuk anaknya
" Pah anaknya tuh ga mau mandi "
Huh !
" Ayo mandi , nanti saudara saudara keburu datang "
Ken menggeleng kepalanya
" Mas mau mandi di rumah oppa aja pa , ada air hangat nya di kamar Mas disana "
" Disini juga ada . Cepat ayo , udah jam 9 nih " ucap aldo
Ken tetap menggeleng kepalanya
" Yaudah mandi disana . Tapi ambil baju kamu yang mau kamu pakai . Pilih sendiri "
Ken tersenyum dia segera bangkit dari duduk di lantai ke area wardrobe . Aldo sama hal nya dengan diva capek mengurus ketiga anaknya
**
Satu persatu keluarga sudah pada datang , senyuman itu tak lepas dari mereka untuk saudara saudara yang datang
" Abang sama tania belum datang ? " Tanya buda ranti kepada diva
" Abang sama tania nginap di rumah aku semalaman, karena kemarin nginep bareng di rumah papa nya mas aldo "
Bunda mengangguk dia segera ikut duduk tak sabar melihat ketiga cucu yang baru lahir
" Ca ? Kenapa mirip Dimas lagi . Kapan mirip kamu nya caa " goda bunda
" Kamu nih waktu hamil kesel sama Dimas ya . Makanya empat empat nya mirip Dimas " ucap papa dadang
Caca dan Dimas hanya tertawa saja mendengar candaan mereka
" Evan mirip Ken nih , muka nya diva banget "
Diva yang disamakan oleh evan langsung senang
" mirip aku ya . Wajahnya ganti ganti tau bun . Kadang mirip mas . Kadang mirip aku sekarang lagi mirip siapa ? " Tanya diva
" mirip Ken, tapi kamu banget " jawab bunda yang di anggukin papa dadang
Bunda menimang evan tapi baby d malah menangis mereka juga ingin di nimang . Akhirnya papa dadang yang menimang dalvin
__ADS_1
Tak lama dari itu keluarga dari tante lebih pun datang. Jujur keluarga juga sangat malas kedatangan mereka tapi kan acara ini di kumpul untuk merayakan kelahiran evan dan baby D
" Mas aldo , Ken udah mandi ? " Tanya diva saat aldo baru saja turun dari lantai atas
" Sudah buy , itu anak anak lagi di atas sama abang "
Diva mengagguk dia menyuruh aldo untuk mendekat supaya bisa menyalimi keluarganya. Aldo bener bener bingung saat ini dia gak suka keramaian bahkan suara bersahutan sana sini aja aldo pusing
" Diva , Dimas, Caca, aldo " Tegur ulfa kepada mereka
Mereka berempat hanya tersenyum ramah saat ulfa menyapanya. Dia juga ingin bertemu dengan baby d anak dari Dimas dan Caca
" Ini evan kulit nya merah banget , kek tikus ya haha " ucap ulfa
Seketika Dimas, Caca, diva , papa dadang , bunda ranting dan juga mama Lisa terkejut
" JAGA UCAPAN MU !!! " bentak aldo
Seketika rumah menjadi diam , hening . Wajah ulfa yang tadinya tertawa menjadi diam
"KAMU BODOH ATAU EMANG SENGAJA DI BODOH BODOHIN !! ANAK SAYA BARU LAHIR . JELAS BAYI MERAH . JANGAN SAMAKAN DENGAN HEWAN ! " bentak aldo lagi
Diva beranjak bangun dia mendorong aldo untuk menjauh dari jauh keluarganya
" Mas, sabar , astagfirullah " gumam diva
Bunda ranti pun langsung menasihati ulfa jangan ngomong seperti itu . Ya jelas aldo marah karena dia menyamakan evan dengan hewan yang menjijikan
" Baru aku marahin ulfa . Emang itu anak kelewatan kalo ngomong" jawab Dimas pelan
Tak hanya bunda ranti yang menasihati ulfa . Tetapi tante tante lainnya juga . Terutama Caca
Diva membawa aldo masuk ke kamar nya . Dia menenangkan aldo di dalam kamar
" Siapa yang ga marah anaknya di samain dengan hewan !! Kamu itu seharusnya marah juga . Enak banget dia bilang anak kita mirip tikus, evan tuh ganteng , putih seperti kamu. Dia kalo punya mulut harus di jaga . Sudah mau umur 30 an tapi pikiran masih anak anak " grutu aldo
Diva hanya diam aja . Biarlah aldo mengeluarkan uneg uneg nya
" Iya mas , aku juga marah sama dia , seperti tidak berpendidikan " ucap diva
" ya memang dia ga berpendidikan, dia lulusan sma aja kan , kuliah juga ga lulus " geram aldo
Diva memeluk suaminya supaya hati aldo tenang
" Kita lagi kumpul keluarga loh , sabar ya mas . Istigfar " diva menenangkan aldo
Aldo menghela nafas dia mengucapkan astagfirullahalazim berkali kali supaya amarahnya turun . Lalu dia memeluk diva
" aku emosi tadi buy, aku udah mereda amarahku. Tapi aku malas ketemu dia lagi buy aku takut marah lagi "
" Gak boleh kaya gitu dong mas . Kamu harus sabar . Kamu itu kalo marah selalu aja membentak orang . Kali ini harus sabar ya " diva menangkup pipi aldo
__ADS_1
" iya buy, kamu bantu aku ya nanti "
" Pasti mas "
Kedua nya sebelum keluar dari kamar berciuman terlebih dahulu , anggaplah vitamin untuk suaminya nanti supaya meredah emosi
Kembali ke lantai bawah. Kali ini ulfa menjaga jarak dari diva dan aldo . Tadi tante tante dan juga Dimas sempat menasihati jangan seperti itu ucapan nya
Acara pun di mulai oleh Dimas sendiri . Pertama tama Dimas ingin mengucapkan terimakasih kedatangan keluarga sekaligus silaturahmi berkumpul, lalu meminta doa untuk pada saudara bagi kedua anaknya dan keponakan nya itu . Dimas juga menyebutkan kedua nama lengkap dalvin dan diska dan juga evan . Berakhir acara tersebut lalu mulai makan siang karena jam sudah menentukan makan siang
" Mas masuk kamar dulu ya , lihat evan sama vania tidur " izin aldo kepada diva
Diva mengangguk . Dia mendekati Caca yang sedang makan asinan
" Aldo kalo marah serem juga ya div , aku jadi deg degan tadi . Dia yang marah sama ulfa malah aku yang takut "
Hahaha
" Udah biasa aku mah kak , makanya aku langsung buru buru nenangin dia . Kalo engak . Semua piring , gelas . Hancur sama dia kak " jelas diva
" buset ! tapi aura tegas tegas nya bagus juga sih maksudnya tegas memarahi yang salah "
Diva mengangguk dia ikut mengambil asinan yang ada di depan nya . Tak lama dari itu Ken dan dafa baru saja pulang dari mesjid sholat dzhur dengan sepupu lainnya
" Bunda , tadi papa kenapa marah marah bunda ? Mas jadi takut bunda "
Ken mengetahui papa nya marah marah karena Ken dan dafa sedang bermain di atas mendengar suara bentakan papa nya
" Kamu mau tau aja mas Ken " jawab diva
" Mas harus tau dulu bunda , kenapa papa marah marah . Mas yakin pasti karena Mas belum mandi di rumah ya bunda "
Kali ini Caca, diva dan Dimas tertawa geli. Kenapa Ken yang masih berumur 4 tahun lebih bisa berfikir seperti itu . Sudah seperti orang dewasa aja
" Papa marah karena Mas gak nurut sama bunda " jawab diva
Ken langsung memeluk bundanya
" Maaf ya bunda , mas janji akan nurut sama bunda " Ken mencium pipi diva
Hal itu bisa di lihat oleh saudara saudara lainnya. Ken ikut duduk di pangkuan Dimas dia ingin ayah nya memperhatikan Ken juga walupun sekarang bunda dan papa nya jarang memberi perhatian
" Mas boleh bagi ayah ? Mas juga suka bakso "
Dimas menuangkan bakso yang polos tanpa sambel atau saos . Dia berikan kepada Ken
" Kakak kemana ? Kok mas ga sama kakak ? "
" Kakak tidur ayah , tadi di mesjid . Kakak terus nguap "
Dimas tak bertanya lagi, melihat keponakan nya itu sangat lahap memakan bakso buatan istrinya
__ADS_1