
Hari hari Raka sangat membosankan di weekend ini . Raka melihat jam dindingnya lalu dia keluar dari kamar
" Ka , tolong mama kasih makanan ke ayah nya Dimas ya . Sekalian kamu juga bilang terimakasih udah di bayarin semesteran "
Raka mengagguk dia kembali ke atas lagi . Menganti baju dan membawa tas nya . Sekalian ah Raka menjaga keponakanya itu
" Kirim salam sama mama dan ayah nya Dimas juga ya ka. Dan bilang juga mama belum sempat . Nanti siang mama harus ke panti ngirim orderan"
Raka mengagguk dia mencium tangan mamanya dan membawa makanan yang di buat mamanya
" Banyak banget " gumam Raka
Raka menaiki motornya menuju kerumah mertua dari kakaknya itu . Saat melewati jalan tikus karena ada perubahan jalan Raka melihat tempat memancing
Sesampainya di rumah dan kebetulan keponakan nya itu sedang merengek kepada Dimas untuk jalan jalan
Setiap Raka jalan kedua keponakan itu selalu mengikuti . Sampai akhirnya Dimas mengajak Raka bermain PS pun kedua nya mengikuti
" Main sana kerumah Ken . Jangan ikutin om . Om lagi main sama ayah " ucap Raka
Dafa menggeleng kepalanya. Dia menaiki sofa merengek meminta keluar . Sampai akhirnya Raka gak puas bermain. Mengajak kedua keponakan nya itu keluar
Menaiki motor padahal niatnya cuma jalan jalan aja . Tapi Dafa sudah meminta uang kepada ayah Bima . Hasilnya Raka juga di berikan
Karena penasaran sama tempat mancing tadi akhirnya Raka mengajak kedua keponakanya itu mancing . Raka menjaga dara banget . Karena dia masih kecil dan anak perempuan . Sedangkan Dafa dia sudah seneng banget ke tempat itu
Akhirnya dari pada melihat lihat . Raka menyewa dua pancingan . Untung Raka dan Dafa yang kecil .
" Adek duduk yang manis ya . Jangan macem macem " ucap Dafa memberitahu adiknya
Dara mengagguk dia duduk manis melihat om dan kakaknya itu sedang memberi umpan . Karena lama ikan memakan umpannya . Raka memotret Dafa dan dara yang saat ini memegang pancingan lalu dia berikan kepada Dimas dan caca foto itu
πMe
Ajak dua bocil mancing dulu ya . Seneng banget dia
Pesan terkirim dan cepat Dimas membacanya
π Kak Dimas
Kamu dimana ? Kakak susul ya . Share lok .cepat
Raka memberi lokasi saat ini . Tak lama kemudian pancingan yang di pegang Dafa gerak . Raka memasukan ponselnya dia mengulurkan pancingan itu
" Yey ...." Teriak Dafa
" Kakak , lihat , kita dapat ikan kakak " ucap dara tak kalah senang
Raka tersenyum liburan weekend ini hanya sederhana mengajak kedua nya mancing aja Raka senang
" Om Raka . Fotoin kakak tolong ya . Buat di upload di Facebook"
Ck !
Raka akhirnya mengeluarkan ponselnya dia memotret Dafa sambil memegang ikan dan juga dara yang minta di foto juga . Ikan masuk kedalam bak yang di sediakan akhirnya mereka menunggu lagi
" Itu Raka tuh ca " ucap Dimas
Raka menoleh dan kakak nya itu datang bersama Aldo, diva dan kedua keponakan nya lagi
" Mancing gak ngajak ngajak " ucap Dimas sambil merangkul adiknya
" Ini juga lagi lewat aja kak" balas Dimas
Aldo menatap bak yang ada ikan lalu dia menunjukan ikan itu kepada dia anak-anak
" Kamu bawa pancingan ka? Tanya Caca
" Engak kak, aku sewa "
Dimas dan aldo juga ikut sewa pancingan . Mereka bersebelahan duduk nya menunggu ikan . Anak anak mereka sangat senang sekali saat orang di sekitarnya itu mendapat ikan
Beberapa kali pancingan Aldo dan Dafa selalu mendapat kan ikan hal itu semakin senang diva mengejek kakak nya itu
" Gimana sih biasanya demen mancing orang giliran mancing ikan malah gak ada dapat dari tadi "
__ADS_1
Ck ck
Caca dan Aldo hanya menggeleng kepalanya sedangkan Dimas lagi berusaha membela dirinya karena pancingan yang dia pegang kecil
" Alasan aja !!" Ejek diva lagi
Dimas hanya tertawa masalah mancing ternyata sudah juga atau emang ikan di dalam kolom ini milih milih
" Pah mas mau coba ya pah " ucap Ken
Aldo memberikan pancingan kepada anak nya tak lama kemudian pancingan yang di pegang Ken bergoyang . Hal itu membuat Ken senang karena pancingan yang dia pegang memakan umpannya
" Liat tuh anak aku . Dia aja dapat . Masa yang udah bangkotan gak dapet ck ck ! "
" Diem lu , berisik " kesel Dimas
Caca, diva , Aldo dan Raka tertawa geli melihat Dimas kesel karena diva memang bawel terus mengejek kakaknya
" Ngapain repot repot mancing . Gue beli ntar ikan nya " ucap Dimas sombong
Ck !
" Mau nya yang instan instan aja lu kak "
" Iya lah . Gak perlu buang tenaga "
Setelah cukup melelahkan dan ikan juga gak kunjung datang, anak anak juga udah mulai bosan . Akhirnya Dimas mengajaknya untuk pulang . Dan ikan ikan yang mereka dapat juga di timbang dan di bayar oleh Dimas di bawa pulang di masukan ke kolom ikan milik ayah Bima
Setelah pulang . Akhirnya semuanya pada lapar dan Caca menghangatkan makanan yang di bawa mamanya itu . Makan siang begitu nikmat banget
Mama Caca membawakan ikan pepes kesukaan ayah Bima, beef teriaki kesukaan Dimas , dan ayam bakar kesukaan diva, Caca dan Dafa
Entah kenapa setiap makanan dari mama Caca semua nya pada ***** bahkan dara yang jarang banget makan seperti ini dan pake nasi . Jadi nambah dua kali
" Mama kenapa gak kesini ka ? " Tanya diva
" Em , mama ada orderan mau ke panti katanya " jawab Raka yang di anggukin semuanya kecuali keempat Keponakan nya itu yang sangat menikmati makan siang
Hingga tiba tiba Vania sangat jujur sekali
Hmmpp
Dimas menahan tawanya, sedangkan Aldo langsung menggeleng kepalanya menatap anak perempuan nya itu
" Iya pa . Ayam nya mas suka . Bunda kalo buat makan . Ayam nya gosong " jawab Ken
Hmmmpp
" hahaha .... Bunda kamu itu memang pintar sekali masak nya " ejek Dimas
Ck !
" Mas , adek . Bunda tau masakan bunda itu kurang tapi jangan jujur juga dong " diva sedikit tertawa mengucapkan nya
Aldo bener bener gak enak kepada mertuanya . Karena anak nya itu ngomong asal kepada diva . Memang kenyataannya diva itu gak bisa masak tapi Aldo pengen kedua anaknya itu cukup tahu aja gak usah di ucapkan
" Namanya juga anak anak " ucap mama Lisa yang di anggukin diva dan Aldo
**
Saat ini argo berhadapan dengan putri di kantor milik nya . Walupun weekend ini sangat membosankan di rumah aja . Lebih baik argo ke kantor melihat karyawan sedang sibuk menguruskan customer
Bahkan dari mereka aja sampai kaget bos pemilik restoran dan kantor di atas datang . Memang argo gak pernah datang di setiap weekend . Dia datang di jam kerja
Dan memang kebetulan putri mengajaknya ketemu jadi sekalian aja argo suruh datang ke kantor nya
" Ada apa ! " Tanya argo
Putri memijat tangannya dia ragu untuk menjawab
" Aku butuh bantuan kamu "
Argo mengerutkan keningnya , kenapa putri minta bantuan dengan argo . Berminggu-minggu ini bahkan hubungan mereka asing lagi Semenjak di rumah sakit itu
" Aku mau jauh dari Baim . Aku takut ..."
__ADS_1
Hiks hiks hiks
Argo langsung bangkit dari duduknya dia merangkul pundak Puteri untuk lebih nyaman lagi menangis
" Kenapa dia ? "
Hiks hiks hiks
Pikiran argo terus bertanya tanya, kalo putri sudah menangis sesedih ini pasti Baim sudah kelewatan
" Aku mau lari dari dia . Aku mau pindah ke salah satu kota . Tapi ..... Emm"
Argo mengangkat alisnya dia menunggu jawaban lanjut dari putri
" Tapi em...."
Argo mulai mengerti pasti putri butuh biaya . Atau mungkin uang yang argo berikan semua di ambil Baim . Pasti . Kalo gak gitu mana pernah putri minta uang kepada baim
" Nanti aku bantu . Aku akan Carikan tempat tinggal disana . Untuk sementara kamu bertahan lah "
Tangis putri bener bener pecah banget . Gak tau lagi harus bilang terima kasih dengan apa
" Makan lah dulu , sebelum pulang "
Putri menggeleng kepalanya
" Aku udah makan "
" Oh ya ? Pake apa ? " Goda argo karena tadi baru sampai, mendengar suara perut putri kelaparan
" A em a sama daging dong . Masih sama daging yang kamu kasih " ucapnya gelegapan
Argo hanya bisa tersenyum dan menatap putri mengejek
" Aghhh baiklah. Iya aku akan makan . Jangan tatap seperti itu . Aku merasa bersalah tahu gak ? " Kesel putri
Argo langsung mengambil menu dia berikan kepada putri . Akhirnya mereka berdua makan dengan menu yang berbeda
" Pelan pelan dong . Kamu itu kalo lapar nanti bisa nambah . Jangan seperti orang gak makan 2 hari " ucap argo
" Ini makanan enak atau emang aku lagi lapar ya ? " Tanya putri
" Enak dong . Disini makanan dan minuman selalu enak "
" Dasar marketing , lagi begini aja masih sempat sempatnya promosi "
Argo tersenyum dia mencubit pipi putri gemes . Rasanya ingin argo gigit kedua pipi putri itu . Tembem sekali
Drt....
Transfer dari rek ****** 3.000.000.000.00
Putri terkejut lalu dia menatap argo . Yang di tatap biasa aja
" Untuk apa uang sebanyak ini ? Kamu itu bener bener gila ya ! "
" Hei . Uang itu untuk nanti kamu disana . Kalo memang kamu bosan dengan tempat tinggal aku . Kamu bisa beli rumah atau apartemen atau kendaraan . Bebas kamu mau beli apa aja . Atau bisa buat kamu lahiran nanti "
" Aku bisa bekerja ! Aku gak mau hutang Budi banyak sama kamu "
" No . Aku gak mau . Apapun yang aku kasih tak bisa di kembalikan . Kecuali aku yang minta "
Huh !
" Hati kamu di buat seperti apa ? Kenapa kamu begitu baik sama orang yang baru aja kamu kenal ? Kita itu kenal baru beberapa bulan loh . Kamu udah berikan apapun kebutuhan aku . Aku merasa tersentuh . Dan aku ....hiks hiks hiks"
" Hei . Kok nangis lagi sih . Bagus dong . Seharusnya kamu bersyukur di kondisi seperti ini ada yang membantu kamu . Dan ingat selama kamu hamil . Kamu gak boleh bekerja . Kecuali mengurus rumah "
Putri mengagguk dia memeluk argo lagi . Mereka berpelukan saking gemes nya argo dengan orang hamil dia melepaskan pelukan dia mengigit pipi putri
" Ape sakit tau ...."
" Hehe . Kalo boleh aku gigit itu bibir . Aku gigit "
" Em kesempatan banget " putri memajukan bibirnya
__ADS_1
Setelah makan minum dan di berikan bantuan . Akhirnya putri segera kembali pulang . Dan argo bilang secepatnya dia akan membantu mengurus nya dan juga tempat tinggal putri . Belum tahu dimana yang penting jauh dari Jakarta jangan sampai Baim menemuinya