
Aldo berjalan menaiki lift kantor pusat biray group . Ada butuh dengan Dimas yang tak bisa Aldo bicarakan lewat telpon
Melihat meja Raka kosong dan hanya ada satu wanita yang sangat asing Aldo lihat . Saat Aldo ingin membuka pintu ruangan itu . Wanita itu menahan Aldo
" Nyari siapa ? Jangan asal masuk masuk aja ! " Ucapnya tegas
Aldo mengerutkan keningnya siapa nih cewek pikirnya. Saat lihat name tag di kalungkan seketaris
" Kak Dimas ada di dalam ? "
" Kamu siapanya ? "
Ck !
Aldo melipat kedua tangannya menatap songong wanita asing itu . Aldo menunjukan kartu pengenal penting di perusahaan ini membuat putri terdiam
" Kak Dimas ada di dalam ? " Tanya Aldo lagi
Putri mengagguk dia tak bisa mengeluarkan kata katanya lagi . Aldo pun langsung masuk kedalam ruangan itu
Beberapa menit kemudian telpon kantor berdering panggilan dari Dimas untuk membuatkan teh dan kopi
Selesai itu juga membuat kopi Raka yang baru saja sampai karena ada kelas pagi . Dia langsung duduk
" Di dalam ada tamu ya ? " Tanya Raka
Putri mengagguk tiba tiba menjadi sangat bete . Takut banget karir putri sampai sini karena membuat kesalahan dengan Aldo
Raka menyalakan komputer nya dia juga mengambil beberapa berkas yang sudah di letakan oleh Dimas di mejanya
" Siapa di dalam ? "
" Aldo Januar " ucap putri
Raka mengagguk
" Oh mas Aldo " gumam Raka
Putri mengangkat kepalanya dia menatap Raka
__ADS_1
" Kamu kenal dia ? "
Pertanyaan itu membuat Raka menatap putri
" Kenal lah dia itu ....." Ucap Raka terpotong
" Dia itu orang nya tegas ya ? Atau kalo kita salah main pecat pecat aja . Kelihatan sangat galak dan gahar . Tapi manis juga di lihat lihat "
Raka terdiam . Ucapan Raka sama sekali tak di beri kesempatan oleh putri
" Ya gitu lah " jawab Raka malas
Huh !
Putri terduduk Lemas lagi . Kepalanya di letakan di meja . Saat itu juga Aldo keluar melihat nya
" Kamu niat kerja atau tidak . Kalo tidak keluar saja " ucap Aldo tegas
Putri langsung berdiri menatap Aldo lalu dia segera menunduk
" Maaf pak "
Aldo langsung menegur Raka menepuk adik dari kakak ipar nya itu yang sudah Aldo anggap adik semenjak Raka bergabung dari keluarga mertuanya
" Baru balik kuliah ka ? "
" Iya kak . Gantiin kelas kemarin " Jawab Raka
Dimas mengagguk . Setelah mendapatkan cium tangan Dimas . Raka kembali ke tempatnya lagi
" Put nanti malam bisa antar aku cari kado? " Tanya Raka berdiri di meja putri
" Cari kado ? Buat siapa ? Ahahaha pasti pacar ya . Hemm "
" Terserah , tapi bisa gak ? " Tanya Raka lagi
Putri melihat jam tangannya lalu menatap Raka
" Ok , jam 8 ya aku tunggu di mall deket sini "
__ADS_1
Raka tersenyum senang dia mengangkat jempolnya dan berjalan ke arah meja kerja nya
**
Tepat jam 4 sore. Putri meminta izin untuk balik duluan karena ada kerabat yang datang ke rumahnya . Karena pekerjaan putri selesai cepat Dimas mengizinkan
" Aku tunggu ya jam 8 ka " ucap putri
Raka mengagguk dia masuk ada beberapa pekerjaan yang harus dia kirim ke email kakak iparnya
Beberapa jam kemudian Raka menyelesaikan pekerjaan sudah jam 6 sore . Tapi kakak iparnya belum juga keluar . Raka rapi rapi setelah beres Raka mengetuk ruangan kakak iparnya
" Tumben kak belum pulang ? " Tanya Raka
Dimas yang masih sibuk dengan komputer juga berkasnya tak memandang Raka tetapi dia menjawab
" Kamu pulang aja sana . Ini akan lembur" jawab Dimas
" Biar aku bantu kak "
Dimas mengangkat kepalanya bersandar di bangku kesayangan
" Ini akan selesai dikit lagi . Kamu pulang aja sana "
Raka terdiam mana bisa Raka pulang sementara kakak nya masih bekerja
" Ah yaudah kak . Aku buat teh dulu ya buat kakak "
Dimas mengagguk dia menyetujui adik iparnya membuatkan teh untuk Dimas . Setelah Raka menaruh teh itu di meja tamu . Raka menjabat tangan untuk mencium tangan kakak iparnya
" Ingat pulang kak . Masih ada hari esok buat lanjutin " ucap Raka
" Hemm"
Raka menutup pintu kembali dia segera keluar dari kantor untuk pulang . Nanti malam dia akan ke mall bertemu dengan putri
Sedangkan Dimas sehabis sholat isya baru saja dia keluar dari ruangan . Ada Office boy juga yang sedang beres beres kantor tiba tiba mata Dimas ke arah meja putri
" Hish itu anak gimana bisa lupa dompet nya ketinggalan " grutu Dimas
__ADS_1
Dimas membuka dompet putri ada beberapa uang dan kartu kartu lainnya . Alamat KTP putri luar kota bagaimana bisa dia mengantar dompet ini
Di lihat satu persatu Dimas menemukan kartu pengenal tinggal apartemen . Ada alamat dan lantai juga unit nya . Dimas segera menghubungi putri tapi gak juga di angkat . Dimas berniat mengantar dompet itu . Yang Dimas tahu putri anak rantau yang sedang bekerja sambil kuliah . Walupun putri bilang dia cuti menambah uang nya